Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

7 hasil
Subjek: Serangga
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Tanaman Refugia Terhadap Kehadiran Serangga Pada Tanaman Tomat ( Solanum lycopersicum L ).

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tomat (Solanum lycopersicum L) merupakan salah satu tanaman hortikultura yang sering dikonsumsi secara langsung sebagai sayur ataupun yang sudah jadi seperti olahan saus. Produksi tomat dapat mengalami penurunan akibat serangan hama. Salah satu metode untuk mengendalikan hama adalah dengan menanam tanaman refugia disekitar lahan budidaya. Tanaman refugia yang digunakan yaitu Zinnia elegans jacq, Cosmos caudatus, Tagetes ercta. Penelitian ini menggunakan Rancangan acak kelompok (RAK) dengan satu faktor yaitu : P0 = (kontrol tanpa refugia), P1 (Zinnia elegans jacq), P2 (Cosmos caudatus), P3 (Tagetes ercta ). Parameter yang diamati meliputi, indeks keanekaragaman serangga, indeks dominansi serangga, peran serangga dan Intensitas kerusakan. Data dianalisis menggunakan analisis Sidik Ragam dan diuji lanjut dengan DMRT. Berdasarkan hasil penelitian, indeks keanekaragaman tertinggi pada perlakuan P3 tanaman refugia Tagetes ercta L dengan nilai 1.55 dan dikategorikan indeks keragaman sedang. Indeks dominansi paling rendah pada perlakuan P3 tanaman refugia Tagetes ercta L dengan nilai 0.169 dan dikategorikan indeks dominansi rendah. Serangga yang diperoleh sebagai hama adalah Oxya hyla, Valanga nigricornis, Atractomorpha crenulata, Altica oleracea, Helicoverpa zea, Musca domestica dan Papillo demoleus. Predator adalah dari golongan Lasius niger, Cosmolestes picticeps, Monomorium pharaonis dan Sycanus collaris. Polinator adalah Acraea terpsicore, Apis mellifera, dan Isodontia mexicana. Sementara serangga pengurai adalah Gryllus bimaculatus.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Keanekaragaman Serangga Nokturnal di Area Pertanian Kota Tarakan Sebagai Dasar Pengembangan Sumber Belajar Mata Kuliah Entomologi

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Berdasarkan aktivitas serangga dikelompokkan menjadi serangga diurnal dan nokturnal. serangga nokturnal merupakan serangga yang aktif pada malam hari dan memiliki kemampuan pendengaran, penciuman dan penglihatan yang sangat tajam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman serangga nokturnal dan peranannya di area pertanian Kota Tarakan. Proses pengambilan sampel dilakukan menggunakan perangkap Light trap dan Pitfal trap. Analisis indeks keanekaragaman (H’) menggunakan rumus Shannon-Wiener. Berdasarkan hasil penelitian terdapat 9 jenis ordo yang terdiri dari 18 jenis famili, sebanyak 9 famili bersifat hama, 6 famili bersifat predator, 2 famili bersifat dekomposer dan 1 famili bersifat polinator. Hasil dari nilai indeks keanekaragaman serangga di Area Pertanian Kota Tarakan pada stasiun 1 dengan jebakan Light trap putih yaitu H’: 1,36, lampu biru H’: 1,00, dan pada pitfal trap H’: 1,02. Sedangkan pada stasiun 2 pada jebakan Light trap putih H’: 1,51, lampu biru H’: 1,28, dan pada pitfal trap H’: 1,22. Nilai ini termasuk kategori sedang, hal ini menunjukkan bahwa kondisi lingkungan di area pertanian masih cukup stabil. Hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar mata kuliah entomologi khususnya pada materi ekologi dan perilaku serangga, serta klasifikasi serangga.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

POTENSI SERANGGA SEBAGAI BAHAN TAMBAHAN PAKAN BUDIDAYA TIKUS PUTIH (Mus muculus)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Serangga berpotensi sebagai suber protein hewani. Pemanfaatan serangga sebagai protein dapat diuji menggunakan tikus sebagai hewan perobaan.. Penelitian ini bertujuan untuk; (1) menguji pengaruh penggunaan serangga sebagai bahan pakan tambahan bagi pertumbuhan tikus putih; dan (2) menguji perbedaan pengaruh pertumbuhan tikus putih dengan menggunakan serangga sebagai bahan pakan tambahan tikus putih. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 1 faktor yang terdiri dari 4 perlakuan yakni ransum komersial tanpa tambahan tepung serangga (kontrol), ransum komersial ditambahkan tepung serangga jangkrik, ulat hongkong, dan serangga kroto. Masing-masing perlakuan diulang 7 kali, sehingga diperoleh 28 unit percobaan. Analisis data menggunakan Analisis Sidik Ragam (Anova) dan Uji DMRT. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat perbedaan berat badan tikus, panjang badan, dan sisa pakan antara pemberian pakan komersil dan pemberian pakan komersil yang dicampur dengan tepung berbahan dasar serangga (tepung serangga). Selanjuntnya, pakan komersil yang ditambahkan tepung serangga jangkrik memiliki berat tikus tertinggi dengan rata-rata 5.38 g dan sisa pakan akhir pengamatan terendah dengan rata-rata 0.93 g. Sedangkan, panjang badan tikus tertinggi pada pemberian tepung serangga ulat kroto 1.49 cm

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Keanekaragaman Jenis Serangga pada Lahan Pertanian Tanaman Padi (Oryza sativa) di Desa Long Laai dan Potensinya sebagai Sumber Belajar Dalam Pembelajaran Biologi

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Desa Long Laai merupakan sebuah desa di Provinsi Kalimantan Timur yang mayoritas masyarakatnya bermata pencaharian sebagai petani. Salah satu komoditas yang ditanam yaitu padi. Pada lahan pertanian tanaman padi (Oryza sativa) di Desa Long Laai ini terdapat berbagai macam tipe serangga, baik yang keberadaannya menguntungkan maupun merugikan para petani. Oleh karena itu, penelitian ini dilaksanakan untuk mengkaji keanekaragaman jenis serangga yang ada pada lahan pertanian di Desa Long Laai dengan menggunakan penelitian kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan sebanyak 41 spesies serangga yang tergolong ke dalam 10 ordo. Indeks keanekaragaman sebesar 3,30 (termasuk kategori tinggi) dan indeks dominansi sebesar 0.050 (termasuk kategori rendah). Adapun hasil penelitian ini berpotensi sebagai bahan ajar pada pembelajaran biologi di jenjang SMA kelas X pada materi pokok keanekaragaman hayati dan di jenjang perguruan tinggi pada mata kuliah entomologi, biodiversitas fauna, ekologi hewan, serta mata kuliah lain yang berkaitan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI KEANEKARAGAMAN SERANGGA PADA TANAMAN KANGKUNG (Ipomoea reptans) DI DAERAH PERTANIAN KOTA TARAKAN DAN POTENSI IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BIOLOGI KELAS X SMA

2022•

Kangkung (Ipomea reptans) adalah salah satu komoditas pertanian yang memiliki nilai ekonomi. Pada proses pertumbuhan tanaman tersebut serangga hama dapat menjadi gangguan yang dapat merugikan bagi para petani. Tetapi tidak semua serangga bersifat hama ada yang predator, parasitoid, atau musuh alami bagi serangga yang dapat merusak tanaman. Keberadaan spesies serangga dan peranannya di wilayah pertanian Kota Tarakan perlu untuk diketahui. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui keanekaragaman serangga pada tanaman kangkung (Ipomea reptans) dan potensi implementasi pembelajaran biologi kelas X SMA. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan dari dua lokasi pengamatan di daerah pertanian Kota Tarakan terdapat 21 famili dengan jumlah total spesies yaitu 480 individu dari dua stasiun (stasiun 1 yaitu 274 dan stasiun 2 yaitu 206). Nilai indeks keanekaragaman (H’) serangga pada stasiun 1 di daerah pertanian kampung 6 yaitu 3,02, sedangkan pada stasiun 2 di daerah pertanian persemaian yaitu 3,14, ini menunjukkan kriteria keanekaragaman jenis serangga berada pada kategori tinggi. Sementara untuk hasil analisis kurikulum keterkaitan penelitian terhadap pembembelajaran biologi kelas X SMA terdapat pada materi keanekaragaman hayati Indonesia Sub.Bab 2 dengan kompetensi dasar 3.2 dan 4.2.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KEANEKARAGAMAN JENIS SERANGGA HAMA PADA TANAMAN SEMANGKA (Citrullus vulgaris) DI LAHAN PETANI DAERAH JUATA PERMAI TARAKAN UTARA

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Produksi semangka mengalami penurunan sebesar 3,54% pada ahun 2018. Yang merupakan dampak dari adanya OPT (Organisme Pengganggu Tanaman). Upaya untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman baik kualitas maupun kuantitas maka perlu dilakukan pemeliharaan terhadap tanaman semangka khususnya pada kegiatan pengendalian serangga hama. Untuk memperoleh informasi mengenai serangga hama khususnya yang menyerang tanaman semangka maka perlu dilakukan identifikasi serangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis serangga hama yang menyerang tanaman semangka dan mengetahui jenis kerusakan yang diakibatkan oleh serangga hama pada Tanaman semangka. Skripsi ini menggunakan metode koleksi aktif dan koleksi pasif, koleksi aktif menggunakan pengambilan secara langsung dan koleksi pasif merupakan metode koleksi menggunakan perangkap seperti pitfall trap dan yellow trap. Serangga yang diperoleh selanjutnya di identifikasi dan di analisis secara deskriptif. Data yang didapatkan pada saat penelitian dikumpulkan dengan survei di lapangan dan pengamatan lokasi yang dijadikan tempat penelitian dengan menggunakan plot-plot pengamatan. Terdapat 8 jenis hama yang menyerang tanaman semangka pada lahan penelitian yaitu Walang sangit (Leptocorisa acuta) , Belalang kayu (Valanga Nigricoris), Belalang hijau (Oxya hyla), Kutu daun (Aphis gossypii sp.), Kumbang daun (Aulacophora simillis) , Lalat buah (Bactrocera dorsalis), Ulat daun (Plutella xylostella), Gangsir/jangkrik (Gryllotalpa orientalis). Terdapat 3 jenis kerusakan yang diakibatkan oleh serangga hama yaitu mengeritingnya daun yang diakibatkan oleh serangga hama berordo hemipteran dengan tipe mulut penusuk-penghisap, Daun berlubang dan robek yang diakibatkan oleh serangga hama berordo ortoptera dengan tipe mulut pengigit – pengunyah, kemudian bolongnya buah tanaman yang diakibatkan oleh serangan lalat buah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Keragaman Jenis Serangga Pada Lahan Polikultur Tanaman Bayam Hijau (Amaranthus sp) Di Kelompok Tani Sinar Harapan Kota Tarakan

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

KERAGAMAN JENIS SERANGGA PADA LAHAN POLIKULTUR TANAMAN BAYAM HIJAU (Amaranthus sp) DI KELOMPOK TANI SINAR HARAPAN KOTA TARAKAN ABSTRAK Tingkat keragaman jenis serangga memiliki peran yang penting dalam kesetabilan ekosistem. Sistem bertani di Kelurahan Kampung Enam merupakan sistem pertanian polikultur. Pertanian polikultur akan meningkatkan stabilitas ekosistem karena menyediakan lingkungan yang lebih baik bagi serangga predator dan parasitoid sehingga dapat mengendalikan populasi hama secara alamiah pada suatu komoditas. Komoditas hortikultura yang terdapat pada lahan polikultur di Kelompok Tani Sinar Harapan Kota Tarakan salah satunya yaitu bayam. Menurunnnya hasil kualitas dan produksi tanaman bayam disebabkan oleh beberapa organisme pengganggu tanaman seperti serangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman jenis serangga dan serangga dominan yang ada pada lahan polikultur tanaman bayam hijau (Amaranthus sp) di Kelompok Tani Sinar Harapan Kota Tarakan. Pengambilan data ini menggunakan metode pengoleksian aktif dengan pengambilan secara langsung dan pengoleksian pasif menggunakan perangkap seperti yellow trap dan pitfal trap. Selanjutnya dilakukan identifikasi di Laboratorium Perlindungan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan indeks keanekaragaman Shannon Wiener dan dominansi Simpson. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, serangga yang didapatkan sebanyak 9 ordo, 36 famili, 58 spesies dengan jumlah total individu sebanyak 912 individu. Berdasarkan hasil analisis mengguankan indeks keanekaragaman Shannon Wiener dan dominansi Simpson, keanekaragaman serangga pada lahan polikultur tanaman bayam hijau yaitu 3,12 (H’) dimana keanekaragaman tersebut merupakan keanekaragaman yang tinggi. Sedangkan nilai indeks dominansi serangganya yaitu 0,02 dengan jenis serangga dominan yaitu capung Pantala flavescens dengan jumlah total individu yang didapatkan sebanyak 115 individu.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail