KEANEKARAGAMAN JENIS SERANGGA HAMA PADA TANAMAN SEMANGKA (Citrullus vulgaris) DI LAHAN PETANI DAERAH JUATA PERMAI TARAKAN UTARA
Produksi semangka mengalami penurunan sebesar 3,54% pada ahun 2018. Yang merupakan dampak dari adanya OPT (Organisme Pengganggu Tanaman). Upaya untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman baik kualitas maupun kuantitas maka perlu dilakukan pemeliharaan terhadap tanaman semangka khususnya pada kegiatan pengendalian serangga hama. Untuk memperoleh informasi mengenai serangga hama khususnya yang menyerang tanaman semangka maka perlu dilakukan identifikasi serangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis serangga hama yang menyerang tanaman semangka dan mengetahui jenis kerusakan yang diakibatkan oleh serangga hama pada Tanaman semangka. Skripsi ini menggunakan metode koleksi aktif dan koleksi pasif, koleksi aktif menggunakan pengambilan secara langsung dan koleksi pasif merupakan metode koleksi menggunakan perangkap seperti pitfall trap dan yellow trap. Serangga yang diperoleh selanjutnya di identifikasi dan di analisis secara deskriptif. Data yang didapatkan pada saat penelitian dikumpulkan dengan survei di lapangan dan pengamatan lokasi yang dijadikan tempat penelitian dengan menggunakan plot-plot pengamatan. Terdapat 8 jenis hama yang menyerang tanaman semangka pada lahan penelitian yaitu Walang sangit (Leptocorisa acuta) , Belalang kayu (Valanga Nigricoris), Belalang hijau (Oxya hyla), Kutu daun (Aphis gossypii sp.), Kumbang daun (Aulacophora simillis) , Lalat buah (Bactrocera dorsalis), Ulat daun (Plutella xylostella), Gangsir/jangkrik (Gryllotalpa orientalis). Terdapat 3 jenis kerusakan yang diakibatkan oleh serangga hama yaitu mengeritingnya daun yang diakibatkan oleh serangga hama berordo hemipteran dengan tipe mulut penusuk-penghisap, Daun berlubang dan robek yang diakibatkan oleh serangga hama berordo ortoptera dengan tipe mulut pengigit – pengunyah, kemudian bolongnya buah tanaman yang diakibatkan oleh serangan lalat buah.