Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: Refugia
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Tanaman Refugia Terhadap Kehadiran Serangga Pada Tanaman Tomat ( Solanum lycopersicum L ).

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tomat (Solanum lycopersicum L) merupakan salah satu tanaman hortikultura yang sering dikonsumsi secara langsung sebagai sayur ataupun yang sudah jadi seperti olahan saus. Produksi tomat dapat mengalami penurunan akibat serangan hama. Salah satu metode untuk mengendalikan hama adalah dengan menanam tanaman refugia disekitar lahan budidaya. Tanaman refugia yang digunakan yaitu Zinnia elegans jacq, Cosmos caudatus, Tagetes ercta. Penelitian ini menggunakan Rancangan acak kelompok (RAK) dengan satu faktor yaitu : P0 = (kontrol tanpa refugia), P1 (Zinnia elegans jacq), P2 (Cosmos caudatus), P3 (Tagetes ercta ). Parameter yang diamati meliputi, indeks keanekaragaman serangga, indeks dominansi serangga, peran serangga dan Intensitas kerusakan. Data dianalisis menggunakan analisis Sidik Ragam dan diuji lanjut dengan DMRT. Berdasarkan hasil penelitian, indeks keanekaragaman tertinggi pada perlakuan P3 tanaman refugia Tagetes ercta L dengan nilai 1.55 dan dikategorikan indeks keragaman sedang. Indeks dominansi paling rendah pada perlakuan P3 tanaman refugia Tagetes ercta L dengan nilai 0.169 dan dikategorikan indeks dominansi rendah. Serangga yang diperoleh sebagai hama adalah Oxya hyla, Valanga nigricornis, Atractomorpha crenulata, Altica oleracea, Helicoverpa zea, Musca domestica dan Papillo demoleus. Predator adalah dari golongan Lasius niger, Cosmolestes picticeps, Monomorium pharaonis dan Sycanus collaris. Polinator adalah Acraea terpsicore, Apis mellifera, dan Isodontia mexicana. Sementara serangga pengurai adalah Gryllus bimaculatus.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

DAYA PIKAT TANAMAN REFUGIA TERHADAP PREDATOR CAPUNG PADA AREAL PERTANIAN TANAMAN PADI (Oryza sativa L)

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

DAYA PIKAT TANAMAN REFUGIA TERHADAP PREDATOR CAPUNG PADA AREAL PERTANIAN TANAMAN PADI (Oryza sativa L.) Abstrak Capung merupakan musuh alami bagi hama pada areal budidaya tanaman padi. Alternatif konservasi musuh alami bisa lakukan dengan menanam tanaman refugia disekitar areal tanaman budidaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya pikat tanaman refugia. Dan membandingkan daya pikat dari dua jenis tanaman refugia yang berbeda pada predator capung. Penelitian menggunakan uji ketertarikan tanaman refugia yakni tanaman kenikir dan tanaman bunga kertas. Pengujian dilakukan pada 3 (tiga) titik lokasi yang berbeda dan diulang sebanyak 15 kali. Analisis data menggunakan Uji Kruskall Wallis untuk membandingkan beberapa rata-rata perlakuan dan antar perlakuan menggunakan Uji Mann Whitney. Hasil penelitan menunjukkan terdapat perbedaan jumlah dan waktu kunjungan predator capung terhadap tanaman refugia, dengan rata-rata kunjungan pada bunga kenikir 0.7 – 0.9 kali dan bunga kertas 0.2 kali. Sedangkan, waktu kunjungan pada bunga kenikir 44.3 – 112.7 detik, dan pada bunga kertas 2.6 – 2.9 detik. Predator capung juga melakukan kunjungan 0.03 kali pada bagian non bunga tanaman kenikir dan 0.01 – 0.005 kali pada bunga kertas, sedangkan waktu kunjungan pada bunga kenikir 1.12 detik, dan 0.02 – 0.03 detik pada bunga kertas. Hasil ini menunjukkan bahwa organ bunga tanaman kenikir lebih memiliki daya pikat dibandingkan tanaman bunga kertas. Kata Kunci: Capung, Padi Tanaman Refugia. Diketahui/Disetujui Pembimbing Skripsi Abdul Rahim, S.P, M.Si, Ph.D

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

DAYA PIKAT TANAMAN REFUGIA DAN GULMA TERHADAP MUSUH ALAMI DI AREAL BUDIDAYA TANAMAN KELAPA SAWIT (ELAEIS GUINEENSIS)

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pemanfaatan tumbuhan berbunga (refugia) dalam rangka memikat musuh alami hadir di areal budidaya, merupakan bagian dari pendekatan pengendalian hayati secara konservasi. Potensi gulma berbunga pada areal budidaya tanaman kelapa sawit, serta penanaman refugia, merupakan upaya rekayasa meningkatkan keberlanjutan musuh alami di areal tersebut. Penelitian ini bertujuan mengetahui dan membandingkan komposisi musuh alami pada areal budidaya tanaman kelapa sawit yang ditanami refugia dan hanya ditumbuhi oleh gulma. Penelitian survey dengan melakukan sampel musuh alami pada petak gulma tanpa tanaman refugia (GO), Gulma dan tanaman kenikir (GT), Gulma dan tanaman bunga matahari (GM), dan Gulma, tanaman kenikir dan tanaman bunga kertas (GMT). Jumlah petak pengamatan masing-masing sebanyak 4 kali. Pengambilan data utama utama berupa jenis dan jumlah (komposisi) arthropoda menggunakan jaring ayun selama 4 kali pengambilan. Selain itu, dilakukan analisis nilai SDR gulma, jumlah bunga, dan warna pada masing-masing unit percobaan. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif, dengan membandingkan rata-rata antar variabel, serta hubungan antara variabel jumlah bunga dan jumlah individu musuh alami menggunakan analisis regresi dan korelasi. Hasil penelitian menunjukkan Komposisi spesies musuh alami pada areal tumuhan gulma dan tambahan tumbuhan refugia terdiri dari 5 Ordo, 11 Famili, dan 14 Spesies. Spesies Bathyphantes nigrinus merupakan predator yang dominan dari kelompok laba-laba dan dari kelompok insekta dari spesies Cosmolestes picticep. Terdapat perbedaan rata-rata jumlah dan individu spesies musuh alami pada areal budidaya tanaman kelapa sawit yang hanya ditumbuhi gulma dan tambahan tanaman refugia, dan petak yang terdapat tambahan tanaman refugia memiliki jumlah individu musuh alami lebih tinggi. Selanjutnya, terdapat hubungan positif dan nyata antara jumlah bunga dan jumlah individu musuh alami.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail