ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis ikan dan mengetahui struktur komunitas ikan berdasarkan indeks keanekaragaman, keseragaman, serta dominansi di Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan (KKMB) Kota Tarakan. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan jaring insang (gillnet), kemudian ikan yang diperoleh diidentifikasi berdasarkan karakter morfometrik dan meristik. Struktur komunitas dianalisis menggunakan Indeks Keanekaragaman Shannon-Wiener (H′), Indeks Keseragaman (E), dan Indeks Dominansi Simpson (C). Hasil penelitian menunjukkan terdapat lima jenis ikan dari famili yang berbeda, yaitu Mugil cephalus, Megalops cyprinoides, Johnius trachycephalus, ikan putih caranx sp, dan Euristhmus microceps. Nilai indeks keanekaragaman pada ketiga stasiun berkisar 1,500–1,891 dan termasuk kategori rendah. Indeks keseragaman berada pada kisaran 0,913–0,946 yang menunjukkan komunitas dalam kondisi stabil, sedangkan indeks dominansi berkisar 0,284–0,375 dan tergolong rendah. Berdasarkan hasil tersebut, komunitas ikan di kawasan mangrove KKMB Kota Tarakan berada dalam kondisi relatif stabil dengan tingkat dominansi yang rendah, walaupun jumlah jenis yang ditemukan masih terbatas. Hasil penelitian ini dapat menjadi informasi dasar untuk mendukung pengelolaan dan konservasi ekosistem mangrove secara berkelanjutan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Desa Long Laai merupakan sebuah desa di Provinsi Kalimantan Timur yang mayoritas masyarakatnya bermata pencaharian sebagai petani. Salah satu komoditas yang ditanam yaitu padi. Pada lahan pertanian tanaman padi (Oryza sativa) di Desa Long Laai ini terdapat berbagai macam tipe serangga, baik yang keberadaannya menguntungkan maupun merugikan para petani. Oleh karena itu, penelitian ini dilaksanakan untuk mengkaji keanekaragaman jenis serangga yang ada pada lahan pertanian di Desa Long Laai dengan menggunakan penelitian kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan sebanyak 41 spesies serangga yang tergolong ke dalam 10 ordo. Indeks keanekaragaman sebesar 3,30 (termasuk kategori tinggi) dan indeks dominansi sebesar 0.050 (termasuk kategori rendah). Adapun hasil penelitian ini berpotensi sebagai bahan ajar pada pembelajaran biologi di jenjang SMA kelas X pada materi pokok keanekaragaman hayati dan di jenjang perguruan tinggi pada mata kuliah entomologi, biodiversitas fauna, ekologi hewan, serta mata kuliah lain yang berkaitan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Keanekaragaman jenis jamur kayu makroskopis adalah salah satu materi yang dipelajari pada tingkat Sekolah Menengah Atas pada kelas X dalam materi Fungi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman jenis jamur kayu makrokopis di Hutan Desa Malinau Seberang Kabupaten Malinau, selain itu untuk mengetahui potensi implementasi jamur kayu makroskopis pada pembelajaran biologi. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuanttitatif, metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling yaitu dengan membuat jalur line transek. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari-Maret 2022 dilakukan di II stasiun berbeda yang terdiri dari lima transek dan dua puluh lima plot dengan masing-masing panjang transek 500 meter dan ukuran plot 10x10 meter. Pada penelitian ini juga dilakukan pengukuran parameter lingkungan yang meliputi suhu, kelembapan udara, pH tanah dan intensitas cahaya. Hasil penelitian jenis jamur kayu makroskopis di Hutan Desa Malinau Seberang Kabupaten Malinau ditemukan sembilan belas spesies diantaranya Genoderma sp, Genoderma boninense, Microporus xanthopus, Hexagonia tenuis, Trametes versicolor, Pycnoporus sanguineus, Trametes elegans, Trametes hirsuta, Lentinus sp, Pycnoporus coccineus, Coriolus versicolor, Earliella scabrosa, Polyporus sp, Genoderma lucidium, Schizophyllum commune, Marasminus candidus, Psathyrella condolleana, Hymenochaeta rubiginosa, dan Exidia glandulosa.Indeks keanekaragaman tergolong sedang dengan nilai indeks H'=2,813. Selanjutnya, dilakukan analisis keterkaitan penelitian dengan pembelajaran biologi yaitu pada materi Fungi KD. 3.6 Menerapkan prinsip klasifikasi untuk menggolongkan jamur berdasarkan ciri dan cara reproduksinya melalui pengamatan secara teliti dan sistematis.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
KOMPOSISI HASIL TANGKAPAN ALAT TANGKAP TUGU (TRAP NET) DI PERAIRAN PANTAI AMAL PULAU TARAKAN Abstark Tugu merupakan salah satu alat tangkap yang memiliki hasil tangkapan yang beranekaragaman, baik dari segi ukuran maupun spesies. Banyaknya hasil tangkapan belum dewasa yang ikut tertangkap pada alat tangkap tugu dapat mempengaruhi ketersediaan sumberdaya dan berdampak pada stok ikan di perairan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengelompokkan hasil tangkapan berdasarkan nilai ekonomisnya serta komposisi berdasarkan kelimpahan alat tangkap tugu (Trap Net), di perairan Pantai Amal Pulau Tarakan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli- Agustus 2021. Pengumpulan data dilakukan 4 kali selama 2 bulan, dimana tiap 2 minggu dilakukan 1 kali sampling selama pasang purnama, yang berlokasi di perairan Pantai Amal Pulau Tarakan. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa hasil jenis tangkapan tugu di perairan Pantai Amal Pulau Tarakan diperoleh sebanyak 25 genus biota air yang tertangkap beberapa diantaranya yaitu, Udang Putih (Litopenaeus), Udang Loreng (Paneus), dan Udang Manthis (Harpiosquilla). Kelimpahan hasil tangkapan tugu didominasi oleh Udang Putih (Paneus) sebesar 43,6%. Komposisi jenis hasil tangkapan tugu yang sangat tinggi adalah tangkapan sampingan (HTS) dengan presentase 46%, hasil tangkapan buangan (HTB) 44% dan hasil tangkapan utama (HTU) 10%. Nilai ini menunjukkan bahwa hasil tangkapan utama udang putih yang merupakan target utama nelayan sangat rendah.