Abstrak
Berdasarkan aktivitas serangga dikelompokkan menjadi serangga diurnal dan nokturnal. serangga nokturnal merupakan serangga yang aktif pada malam hari dan memiliki kemampuan pendengaran, penciuman dan penglihatan yang sangat tajam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman serangga nokturnal dan peranannya di area pertanian Kota Tarakan. Proses pengambilan sampel dilakukan menggunakan perangkap Light trap dan Pitfal trap. Analisis indeks keanekaragaman (H’) menggunakan rumus Shannon-Wiener. Berdasarkan hasil penelitian terdapat 9 jenis ordo yang terdiri dari 18 jenis famili, sebanyak 9 famili bersifat hama, 6 famili bersifat predator, 2 famili bersifat dekomposer dan 1 famili bersifat polinator. Hasil dari nilai indeks keanekaragaman serangga di Area Pertanian Kota Tarakan pada stasiun 1 dengan jebakan Light trap putih yaitu H’: 1,36, lampu biru H’: 1,00, dan pada pitfal trap H’: 1,02. Sedangkan pada stasiun 2 pada jebakan Light trap putih H’: 1,51, lampu biru H’: 1,28, dan pada pitfal trap H’: 1,22. Nilai ini termasuk kategori sedang, hal ini menunjukkan bahwa kondisi lingkungan di area pertanian masih cukup stabil. Hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar mata kuliah entomologi khususnya pada materi ekologi dan perilaku serangga, serta klasifikasi serangga.