ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efektivitas bahan alami akar tuba, saponin, dan kombinasi keduanya sebagai bahan anestesi, serta pengaruhnya terhadap respons fisiologis dan kelangsungan hidup ikan lele dumbo (Clarias gariepinus). Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan, yaitu kontrol, akar tuba, saponin, dan kombinasi akar tuba dengan saponin, masing-masing diulang sebanyak 3 kali. Parameter yang diamati meliputi waktu induksi dan pemulihan anestesi, perubahan gejala dan respon, laju operkulum, tingkat kelangsungan hidup, serta kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan akar tuba memberikan waktu induksi paling cepat yaitu 74 menit namun waktu pemulihan terlama 371 menit. Perlakuan saponin memiliki waktu induksi terlama 143 menit dengan waktu pemulihan paling singkat 252 menit dan tingkat kelangsungan hidup mencapai 100%. Perlakuan kombinasi menghasilkan induksi cepat 100 menit namun waktu pemulihan cukup lama yaitu 295 menit. Berdasarkan hasil penelitian, saponin merupakan bahan anestesi paling efektif dan aman, sedangkan akar tuba dan kombinasi dapat digunakan namun perlu memperhatikan dosis agar risiko kematian dapat diminimalkan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Meningkatnya produksi perikanan budidaya ikan lele di Kota Tarakan, maka permintaan akan bahan baku untuk pembuatan pakan ikan semakin meningkat, Pemanfaatan limbah kulit pisang kepok merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan baku pakan impor karena murah, berkualitas, dan berbahan baku lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung kulit pisang kapok (Mussa paradisiaca L.) berbagai dosis sebagai pakan buatan terhadap pertumbuhan ikan lele dumbo (Clarias gariephenus). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November – Desember 2023. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan April- Mei 2022. Hewan uji yang digunakan dalam penelitian ini yaitu ikan lele dumbo berukuran 6 cm yang dipelihara selama 30 hari. Penelitian ini disusun menggunakan Rancang Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan yang diterapkan adalah P0 : pakan dengan perbandingan tepung ikan 100% dan tepung kulit pisang kepok 0%. P1: pakan dengan perbandingan tepung ikan 90% dan tepung kulit pisang kepok 10%. P2: pakan dengan perbandingan tepung ikan 70% dan tepung kulit pisang kepok 30%. P3: pakan dengan perbandingan tepung ikan 50% dan tepung kulit pisang kepok 50%. dari hasil penelitian ini yaitu penambahan tepung kulit pisang kepok pada pakan mampu meningkatan pertumbuhan pajang dan berat ikan lele dengan nilai pertumbuhan panjang dan berat yang diperoleh P0 (0,6 cm 1,0 gr), P1 (0,8 cm, 1,1 gr), P2 (0,9 cm,1,3 gr) dan P3 (1,3cm, 2,7 gr) Hasil penelitian menunjukan bahwa pertumbuhan mutlak tertinggi diperoleh pada perlakuan P3 dengan penambahan tepung ikan 50% dan tepung kulit pisang kepok 50%. Pemberian pakan selama 30 hari berturut-turut diperoleh kelangsungan hidup ikan tertinggi yaitu berada di perlakuan P3 dengan nilai 27,35%, disusul oleh P1 25,07% dan P3 24,22%, sedangkan nilai kelangsungan hidup pada perlakuan P0 sebesar 23,36%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Penyakit yang sering menyerang ikan lele dumbo adalah penyakit bakterial yang disebabkan oleh bakteri Aeromonas hydrophila. Vitamin C dan ragi roti yang ditambahkan dalam pakan dapat meningkatkan resistensi ikan terhadap infeksi penyakit melalui peningkatan respons imun nonspesifik, sedangkan vitamin C berperan dalam pemeliharaan sistem kekebalan tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan kombinasi pakan benih ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) yang diberi ragi roti (Saccharomyces cereviciae) dan vitamin C untuk meningkatkan resisten benih ikan lele terhadap infeksi bakteri Aeromonas hydrophila. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan April- Mei 2022. Hewan uji yang digunakan dalam penelitian ini yaitu ikan lele dumbo berukuran 6 cm yang dipelihara selama 41 hari. Penelitian ini disusun menggunakan Rancang Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan empat ulangan. Perlakuan yang diterapkan adalah P0: pemberian pakan tanpa pemberian ragi roti dan vitamin C, P1; penambahan ragi roti 5g/kg pakan, P2: penambahan vitamin C 750 mg/kg pakan, dan P3: kombinasi penambahan vitamin C 750 dan ragi roti 5g ke dalam pakan komersil. Hasil penelitian penambahan ragi roti dan vitamin C pada pakan komersil dapat meningkatkan ketahanan tubuh ikan lele terhadap infeksi bakteri Aeromonas hydrophila, penambahan ragi roti dan vitamin C pada pakan komersil sebanyak 5/750 kg pakan yang diberikan ke ikan selama 21 hari berturut-turut, diperoleh sintasan ikan lele tertinggi setelah ikan di uji tantang dengan bakteri A.hydropilla yaitu pada perlakuan P3 sebesar 77% .
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ikan lele dumbo merupakan salah satu komoditas budidaya perikanan yang memiliki prospek tinggi dan banyak diminati masyarakat. Produksi ikan lele sebanding dengan tingkat pertumbuhan yang optimal. Permasalahan pertumbuhan umumnya karena kualitas air yang kurang baik sehingga rentan terhapap bakteri dan patogen. Salah satu cara menanggulanginya yaitu dengan penambahan bahan alami berupa daun ketapang yang memiliki senyawa aktif dan mudah didapatkan serta ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi senyawa aktif yang terdapat pada ekstrak daun ketapang kering serta efektivitas pemberian ekstrak daun ketapang terhadap laju pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan lele. Penelitian ini dilaksanakan selama 42 hari dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan dengan konsentrasi P1: kontrol (0 ekstrak daun ketapang + 0 probiotik), P2: (10 ml ekstrak daun ketapang + 1 ml probiotik), P3: (50 ml ekstrak daun ketapang dan 2 ml probiotik), P4 : (100 ml ekstrak daun ketapang + 3 ml). Berdasarkan hasil uji ragam (ANOVA) menunjukkan adanya pengaruh signifikan terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan lele. Perlakuan P2 dengan konsentrasi (10 ml ekstrak daun ketapang kering + 1 ml probiotik) adalah perlakuan yang terbaik, dan terendah pada perlakuan P1 kontrol (0 ekstrak daun ketapang dan 0 probiotik).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Budidaya ikan air tawar yang paling banyak dibudidayakan di Kota Tarakan adalah ikan lele dumbo (Clarias gariepinus). Budidaya ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) semakin berkembang menunjukkan bahwa minat masyarakat dalam mengkomsumsi ikan meningkat. Penyakit bakterial adalah penyakit yang biasa menyerang ikan lele dumbo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis patogen bakteri dan dampak dari serangan bakteri yang ada pada ikan lele dumbo yang dibudidayakan di Kota Tarakan. Metode pengambilan data yang digunakan dalam penelitian adalah metode deskriptif dengan metode pengambilan sampel ikan lele dumbo dilakukan secara random sampling. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Maret- Agustus 2022. Isolat bakteri diperoleh dari bagian tubuh ikan yang luka, lendir, hati, ginjal dan usus. Bakteri ditumbuhkan pada media TSA dan diidentifikasi menggunakan uji KOH 3%, Katalase, Oksidase, O/F, MIO, dan Glukosa. 45 sampel ikan lele dumbo dari 3 lokasi budidaya didapatkan hasil identifikasi bakteri yang menyerang ikan lele dumbo yaitu sebanyak 4 jenis bakteri dari Aeromonas sp. Plesiomonas sp. Vibrio sp, dan Enterobacter sp. Dampak dari serangan bakteri membuat 25% produksi ikan lele di tiga lokasi budidaya berkurang. Parameter kualitas air di tiga lokasi budidaya selama penelitian menunjukkan bahwa Suhu berkisar 30 oC, pH berkisar 6,8-8,8, dan Amoniak berkisar 2,1-2,8 mg/L yang diperoleh masih dapat berada pada batas optimum, sedangkan oksigen terlarutnya rendah berkisar 0,46-2,76 mg/l.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Abstrak Faktor penghambat produksi ikan pada kegiatan pembenihan dan pembesaran yang disebabkan adanya infeksi bakteri menyebabkan rendahnya tingkat kelangsungan hidup benih ikan lele. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui respon ikan lele (Clarias gariepinus) yang diberi pakan tepung kunyit (Curcuma domestica) dan hormon tiroksin yang diuji tantang dengan bakteri Aeromonas hydrophilla. Penelitian terdiri dari empat pelakuan penambahan tepung kunyit 0 gr/kg dan hormone tiroksin 0 mg/kg (P0); tepung kunyit 4,8 gr/kg (P1); hormon tiroksin 0,1 mg/kg (P2), tepung kunyit 4,8 gr/kg dan hormon tiroksin 0,1 mg/kg (P3), dengan tiga ulangan. Parameter yang diamati meliputi respon makan, aktivitas renang, warna ikan, kelangsungan hidup, panjang mutlak, bobot mutlak dan kualitas air dan data dianalisis secara deskriptif, Ikan yang dipelihara selama 90 hari selanjutnya diuji tantang dengan bakteri A. hydrophila selama 7 hari. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan pertumbuhan bobot P0(8.13±0.19g) berbeda nyata dengan P1(21.60±2.29g), P2(20.88±0.35g), P3(22.54±1.67g). Hasil pengamatan panjang terdapat perbedaan sebesar P0(5.94±0.23cm) Berbeda nyata dengan perlakuan P1(12.50±0.58cm), P2(12.05±0.26cm), P3(12.71±0.37cm). Gejala klinis menunjukkan terjadi infeksi bakteri Pada P1,P2,P3 didapatkan kelulus hidupan tertinggi P1(95.40±4,00%), P2(97.92±3.60%), P3(97.78±3.84%), dan P0(88.11±5.70%). Hasil pengukuran kualitas air meliputi suhu 270C-290C, pH 6-7 dan amoniak 2,730 mg/l. Pemberian 4,8 gr/kg tepung kunyit dan hormon troksin 0,1 mg/kg pada pakan memberkan hasil yang siknifikan pada peningkatan imunitas dan pertumbuhan bobot dan panjang ikan lele dumbo (C. gariepenus).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kunyit (Curcuma domestica val) merupakan tanaman herbal yang sejak lama digunakan sebagai bumbu makanan dan obat. Kandungan terbesar dalam kunyit adalah kurkumin yakni sebesar 94%. Kurkumin bersifat sebagai antioksidan dan dapat diterapkan dalam bidang akuakultur salah satunya dicampur dalam pakan ikan karena dapat meningkatkan metabolisme dan penyerapan nutrisi. Penambahan Penggunaan teknik rekayasa hormonal merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk memperbaiki kualitas pengembangan beberapa ikan air tawar termasuk ikan lele. Beberapa hormon yang telah diketahui memiliki peranan positif dalam meningkatkan pertumbuhan ikan antara lain hormon tiroksin. Hormon tiroksin merupakan salah satu hormon yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid. Kelenjar tiroid berfungsi untuk membentuk, menyimpan, dan mengeluarkan zat yang berhubungan dengan pengaturan laju metabolisme. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung kunyit maupun tiroksin sebagai bahan alternatif campuran pakan ikan untuk meningkatkan pertumbuhan benih ikan lele dumbo (Clarias gariepinus). Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan 3 ulangan. Perlakuan pakan yang diberikan yaitu tanpa pemberian ekstrak (P1), penambahan kunyit 4,8 gr/kg pakan (P2), penambahan tiroksin 0,1 mg/kg pakan (P3) dan penambahan kunyit 4,8 g/kg pakan dikombinasikan dengan tiroksin 0,1 mg/kg pakan (P4). Berdasarkan analisis statistik ANOVA (SPSS 20) pertumbuhan panjang mutlak, berat mutlak dan SGR (Specific Growth Rate) menunjukan hasil yang tidak berbeda nyata disetiap perlakuannya. Data pengukuran kualitas air yaitu suhu 27-28 0C, nilai pH 6-7 dan nilai amoniak 0,006-0,014 mg/l. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukan bahwa pemberian tepung kunyit 4,8 g/kg pakan dikombinasikan dengan tiroksin 0,1 mg/kg pakan (P4) menunjukan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan perlakuan lainnya, sehingga dapat kita ketahui bahwa penambahan ekstrak kunyit maupun tiroksin dapat meningkatkan pertumbuhan benih ikan lele dumbo (Clarias gariepinus). Abstract Turmeric (Curcuma domestica val) is an herbal plant that has long been used as a spice in food and medicine. The largest content in turmeric is curcumin, which is 94%. Curcumin is an antioxidant and can be applied in aquaculture, one of which is mixed in fish feed because it can increase metabolism and nutrient absorption. Addition The use of hormonal engineering techniques is one way that can be done to improve the quality of development of some freshwater fish, including catfish. Several hormones that have been known to have a positive role in increasing fish growth include the hormone thyroxine. Thyroxine is a hormone produced by the thyroid gland. The thyroid gland functions to form, store, and secrete substances related to the regulation of metabolic rate. This study was conducted to determine the effect of adding turmeric flour and thyroxine as an alternative ingredient in fish feed mixtures to increase the growth of African catfish (Clarias gariepinus) fry. The study used a completely randomized design with 4 treatments and 3 replications. The feed treatments given were without extract (P1), adding turmeric 4.8 g/kg feed (P2), adding thyroxine 0.1 mg/kg feed (P3) and adding turmeric 4.8 g/kg feed combined with thyroxine. 0.1 mg/kg feed (P4). Based on the statistical analysis of ANOVA (SPSS 20) absolute length growth, absolute weight and SGR (Specific Growth Rate) showed that the results were not significantly different in each treatment. Water quality measurement data are temperature 27-280C, pH value 6-7 and ammonia value 0.006-0.014 mg/l. Based on the results of this study showed that the administration of turmeric flour 4.8 g/kg of feed combined with thyroxine 0.1 mg/kg of feed (P4) showed better results than other treatments, so we can know that the addition of turmeric extract and thyroxine can increasing the growth of African catfish (Clarias gariepinus).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ikan Lele dumbo (C. gariepinus) merupakan jenis ikan air tawar yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan sudah dibudidayakan secara komersil oleh masyarakat Indonesia. Produksi sering kali terhambat pada kegiatan pembenihan yang disebabkan adanya bakteri, parasit hingga jamur yang menyebabkan rendahnya tingkat kelangsungan hidup benih ikan lele. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui ketahanan benih Ikan Lele dumbo (C. gariepinus) yang diberi pakan campuran kunyit terhadap bakteri A. hydrophila. Penelitian terdiri dari dua pelakuan yaitu perlakuan 1 benih ikan lele dumbo tidak diberi pakan tepung kunyit dan perlakuan dua benih ikan lele diberi pakan tepung kunyit 4,8 gram/kg pakan. Parameter yang diamati pengamatan respon makan, aktivitas renang, warna ikan, kelangsungan hidup, kualitas air, analisis data secara deskriptif serta beberapa parameter kualitas air seperti suhu. pH, DO dan amoniak. Hasil penelitian yang baik pada perlakuan dua dimana benih ikan lele dumbo diberi pakan tepung kunyit 4,8 gram/kg pakan menunjukkan tingkat kelangsungan hidup sebesar 63%. Sedangkan untuk hasil dari pengukuran kualitas air suhu berkisar 26-29oC, pH 6,5-8,5 dan amoniak 2,730. Hasil dari semua parameter yang diamati dan diukur menujukkan bahwa dengan pemberian tepung kunyit sebanyak 4,8 gram/kg pakan mampu menghambat pertumbuhan bakteri yang memperngaruhi pertumbuhan benih ikan lele dumbo (C. gariepinus).