Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

6 hasil
Subjek: Anestesi
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

POTENSI AKAR TUBA, SAPONIN, DAN KOMBINASINYA TERHADAP EFEKTIVITAS ANESTESI IKAN LELE DUMBO (Clarias gariepinus)

2026•

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efektivitas bahan alami akar tuba, saponin, dan kombinasi keduanya sebagai bahan anestesi, serta pengaruhnya terhadap respons fisiologis dan kelangsungan hidup ikan lele dumbo (Clarias gariepinus). Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan, yaitu kontrol, akar tuba, saponin, dan kombinasi akar tuba dengan saponin, masing-masing diulang sebanyak 3 kali. Parameter yang diamati meliputi waktu induksi dan pemulihan anestesi, perubahan gejala dan respon, laju operkulum, tingkat kelangsungan hidup, serta kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan akar tuba memberikan waktu induksi paling cepat yaitu 74 menit namun waktu pemulihan terlama 371 menit. Perlakuan saponin memiliki waktu induksi terlama 143 menit dengan waktu pemulihan paling singkat 252 menit dan tingkat kelangsungan hidup mencapai 100%. Perlakuan kombinasi menghasilkan induksi cepat 100 menit namun waktu pemulihan cukup lama yaitu 295 menit. Berdasarkan hasil penelitian, saponin merupakan bahan anestesi paling efektif dan aman, sedangkan akar tuba dan kombinasi dapat digunakan namun perlu memperhatikan dosis agar risiko kematian dapat diminimalkan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN AROMATERAPI LAVENDER DENGAN INTENSITAS NYERI IBU NIFAS POST SECTIO CAESAREA 6-12 JAM PERTAMA DI RUMAH SAKIT PERTAMINA TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ibu nifas post sectio caesarea sering mengalami nyeri pada area luka operasi akibat insisi pada dinding abdomen dan uterus. Nyeri umumnya mulai dirasakan ketika efek anestesi spinal berkurang, terutama pada 6–12 jam pertama pascaoperasi. Nyeri yang tidak ditangani dengan baik dapat mengganggu mobilisasi dini, kenyamanan, istirahat, proses laktasi, serta pemulihan ibu pada masa nifas. Salah satu terapi komplementer yang dapat digunakan untuk membantu meningkatkan kenyamanan dan mengurangi persepsi nyeri adalah aromaterapi lavender. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pemberian aromaterapi lavender dengan intensitas nyeri pada ibu nifas post sectio caesarea 6–12 jam pertama di Rumah Sakit Pertamina Tarakan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif analitik dengan desain eksperimen semu (quasi experiment) menggunakan rancangan post-test only control group design. Sampel penelitian berjumlah 20 ibu nifas post sectio caesarea 6–12 jam pertama yang dibagi menjadi 10 responden kelompok intervensi dan 10 responden kelompok kontrol. Kelompok intervensi diberikan terapi standar rumah sakit berupa analgetik ditambah aromaterapi lavender, sedangkan kelompok kontrol mendapatkan terapi standar rumah sakit tanpa aromaterapi lavender. Intensitas nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Fisher-Freeman-Halton Exact Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelompok intervensi terdapat 3 responden (30,0%) mengalami nyeri ringan, 7 responden (70,0%) nyeri sedang, dan tidak terdapat responden nyeri berat. Pada kelompok kontrol, tidak terdapat responden nyeri ringan, 7 responden (70,0%) mengalami nyeri sedang, dan 3 responden (30,0%) nyeri berat. Hasil uji Fisher-Freeman-Halton Exact Test diperoleh nilai p-value = 0,048. Kesimpulannya, terdapat hubungan yang signifikan antara pemberian aromaterapi lavender dengan intensitas nyeri pada ibu nifas post sectio caesarea 6–12 jam pertama.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENGGUNAAN ANESTESI AKAR TUBA (Derris elliptica) DENGAN DOSIS BERBEDA PADA IKAN GUPPY (Poecilia reticulata)

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Abstrak Ikan guppy (Poecilia reticulata ) merupakan salah satu komoditas ikan hias perikanan yang digemari masyarakat karena warna yang indah. Selain itu, mudah untuk dibudidayakan. Perkembangan ikan guppy dalam skala budidaya cukup pesat, hal ini ditandai dengan adanya peningkatan produksi setiap tahunnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh akar tuba (Derris elliptica) sebagai bahan anestesi pada ikan guppy (Poecilia reticulata). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan 4 perlakuan dan masing masing 3 ulangan. Data yang diperoleh disajikan secara deskriptif kualitstif dan disajikan dalam bentuk tabel. Hasil penelitian didapatkan bahwa perlakuan yang paling efektif yaitu P2 dengan dosis 16 ppm waktu induksi 45,67 menit dan waktu sedatif 22,40 menit dengan presentase kelangsungan hidup ikan guppy yaitu 70%. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pemberian akar tuba dapat digunakan sebagai bahan anestesi pada ikan guppy.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN HIPOTERMI PASCA GENERAL ANESTESI DI INSTALASI BEDAH SENTRAL

2022•

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN HIPOTERMI PASCA GENERAL ANESTESI DI INSTALASI BEDAH SENTRAL (IBS) RSUD TARAKAN ABSTRAK General anestesi adalah teknik yang sering dijumpai dalam operasi, yakni lebih dari 80% ditemukan 2,5% pasien mengalami komplikasi setelah menjalani anestesi. Jumlah pasien pasca anestesi hampir 30% mengalami kejadian hipotermi. Dampak negatif hipotermi terhadap pasien, antara lain risiko perdarahan meningkat, iskemia miokardium, pemulihan pasca anestesi yang lebih lama, gangguan penyembuhan luka, serta meningkatnya risiko infeksi. Teridentifikasinya faktor-faktor yang berhubungan dengan hipotermi pasca general anestesi di IBS RSUD Tarakan. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif. Sampel penelitian berjumlah 60 responden pasca general anestesi dengan teknik pengambilan sample consecutive sampling, uji yang digunakan adalah uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang berhubungan dengan hipotermi pasca general anestesi adalah usia,IMT, jenis kelamin, jenis operasi dan lama operasi di instalasi bedah sentral. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara faktor usia, IMT, jenis kelamin, lama operasi dan jenis operasi dengan hipotermi pasca general anestesi di IBS RSUD dr.H.JuSUF SK

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EFEKTIVITAS PENGGUNAAN ESTRAK SERAI (CYMBOPONGON CITATUS) SEBAGAI ANESTESI PADA IKAN NILA (OREOCHROMIS NILOTICUS)

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Ikan nila (Oreochromis.niloticus) merupakan salah satu komoditas perikanan yang digemari masyarakat dalam memenuhi kebutuhan protein hewani karena memiliki daging yang tebal dan rasa yang enak. Selain itu, mudah untuk dibudidayakan. Perkembangan ikan nila dalam skala budidaya cukup pesat, hal ini ditandai dengan adanya peningkatan produksi setiap tahunnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi terbaik ekstrak serai (Cymbopongan citatus ) sebagai bahan anestesi pada ikan nila (O.niloticus). Metode penelitian dilakukan secara eksperimen dengan analisi rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan masing masing 3 ulangan. Hasil penelitian didapatkan bahwa perlakuan yang paling efektif yaitu P1 dengan dosis 15ppm waktu induksi 49,33 menit dan waktu sedative 7,33 menit, dengan presentase kelangsungan hidup ikan nila yaitu 100%. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pemberian estrak serai (cymbopongon citratus) berpengaruh nyata dalam meningkatkan kelangsungan hidup (SR) ikan nila (Oreochromis.niloticus). Kondisi kualitas air seperti pH, Suhu, Oksigen terlarut (DO) masih dalam kisaran yang optimal.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Rancang Bangun Sistem Monitoring Anestesi Gravimetrik Pada Kantong Infus Pasien Berbasis Internet Of Things (IOT)

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Anestesi merupakan tahap yang sangat penting pada tindakan pembedahan. Sampai saat ini, belum ada anestesi yang dijamin aman untuk pasien dan memenuhi kriteria ideal, yaitu anestesi yang menghasilkan analgesi, sedasi, relaksasi, dan menghasilkan suatu keadaan aman untuk sistem vital, serta mudah di aplikasikan. Internet of thing ialah suatu objek yang dapat melakukan suatu pengiriman data melalui jaringan. Penelitian ini akan memonitoring cairan pada kantong infus pasien menggunakan sensor load cell. Hasil dari pengukuran ini akan ditransmisikan atau dihubungkan ke NodeMCU8266 sebagai Internet of Things dan dalam memonitoring ini menggunakan aplikasi Blynk yang terdapat pada smartphone android. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa nilai resistansi input dan output sensor load cell sebesar 1.151 ohm dan 1.020 ohm. Untuk akurasi, sensor load cell memiliki nilai akurasi yang dihasilkan sebesar 99,812%. Pada pengujian jumlah tetes infus yang dihasilkan sensor load cell 5 mili sebanyak 71 tetes untuk rentan waktu 0,95 menit sampai dengan 100 mili dengan jumlah tetes sebanyak 1659 tetes dengan rentan waktu 14,57 menit. Pada pengujian besaran tegangan diperoleh 5 mili sebesar 0,518 mV sampai dengan 100 mili diperoleh tegangan sebesar 1,028 mV. Data ini menunjukkan bahwa sistem bekerja dengan baik dalam memonitoring anestesi gravimetrik maka dari itu alat ini dapat membantu para tenaga medis dalam memonitoring anestesi ini dan alternatif sebagai pengganti alat medis yang begitu rumit.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail