ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Ikan nila (Oreochromis niloticus) merupakan salah satu komoditas perikanan yang digemari masyarakat dan mampu dibudidayakan pada kondisi lingkungan dengan kisaran salinitas yang luas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui pertumbuhan ikan nila (Oreochromis niloticus) dalam metode pengaplikasian pemberian tepung kulit buah pepaya dalam pakan dengan konsentrasi yang berbeda terhadap pertumbuhan ikan nila (Oreochromis niloticus). Penelitian ini dilakukan selama 1 bulan yang berlokasi di Minie heatchry Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan. Rancangan yang digunakan alam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang diaplikasikan adalah Kontrol (0%), P1 (2%), P2 (4%), P3 (6%) dan P4 (%). Ikan Nila yang digunakan berukuran panjang 4 cm dan berat 2gr dengan padat tebar 5 ekor/akuarium. Perubahan yang diamati adalah laju pertumbuhan, panjang ikan nila, berat ikan nila dan kelangsungan hidup. Ikan Nila diberi pakan 3 kali sehari dengan dosis.. dari total biomass. Data pertumbuhan rata-rata berat ikan nila yang terbaik terjadi pada perlakuan P1 (3,07 gr), kemudian perlakuan P4 (2,68 gr), perlakuan P2 (2,61 gr), perlakuan P3 (2,34 gr) dan Kontrol (1,86 gr). Hasil Uji Anova mengenai laju pertumbuhan mutlak dan laju pertumbuhan spesifik. Hasil Uji Anova mengenai laju pertumbuhan mutlak dan laju pertumbuhan spesifik memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap pertumbuhan pertumbuhan ikan nila. Data tingkat kelulusan hidup ikan nila yang terbaik terdapat pada perlakuan P1 sebesar 100% dibandingkan dengan perlakuan lainnya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Studi Adaptasi Benih Nila (Oreochromis Niloticus) Dengan Suplemen Vitamin D3+K2 Terhadap Salinitas Abstrak Ikan Nila (Oreochromis niloticus) merupakan komoditas akuakultur bernilai ekonomi tinggi, namun kurang toleran terhadap salinitas tinggi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh suplemen Vitamin D3+K2 terhadap adaptasi benih ikan nila pada berbagai tingkat salinitas. Penelitian dilaksanakan Agustus– September 2025 di Laboratorium Budidaya Perairan FPIK Universitas Borneo Tarakan. Metode penelitian menggunakan RAL Faktorial (Faktor A: pakan dengan/tanpa Vitamin D3+K2; Faktor B: salinitas 5, 10, 15 ppt) dengan 3 ulangan. Parameter yang diamati meliputi bobot dan panjang mutlak, SGR, Survival Rate (SR) dianalisis secara statistik menggunakan anova two way factor dan uji lanjut LSD dengan tingkat kepercayaan 95% (p0,05), dan secara deskriptif untuk kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan kombinasi Vitamin D3+K2 pada salinitas 5 ppt menghasilkan pertumbuhan terbaik bobot mutlak 1,79 g; panjang mutlak 3,9 cm; SGR 5,96%), dengan SR 100% pada semua perlakuan. Disimpulkan bahwa suplemen Vitamin D3+K2 pada salinitas 5–10 ppt mer upakan kombinasi optimal untuk budidaya benih nila di perairan payau. .
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Mikroplastik adalah bagian terkecil dari plastik setelah mengalami proses fragmentasi dan memiliki ukuran partikel kurang dari 5 mm. Kondisi perairan Sungai Pamusian yang berdekatan langsung dengan pasar, padat pemukiman, tempat pembuangan sampah dan terdapat aktivitas pabrik industri. Oleh karena itu penting untuk mengetahui seberapa besar penurunan kualitas air sungai Pamusian dilihat dari indikator biologis dengan cara mengidentifikasi keberadaan mikroplastik pada ikan yang tertangkap di Sungai Pamusian. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi karakteristik dan menghitung kelimpahan mikroplastik pada ikan hasil tangkapan di Sungai Pamusian Kota Tarakan. Ikan hasil tangkapan yang didapat adalah Oreochromis niloticus dan Channa striata dicuplik insang dan usus untuk diektraksi hingga dilakukan identifikasi karakteristik mikroplastik. Mikroplastik yang telah diidentifikasi dikelompokkan berdasarkan ukuran, bentuk dan warnanya. Hasil yang ditemukan pada Oreochromis niloticus diperoleh 404 partikel mikroplastik dengan kelompok ukuran 20-5000 μm diantaranya berbentuk film, fragmen, filament, fiber dan pellet. Channa striata diperoleh 215 partikel dengan kelompok ukuran 20-5000 μm diantaranya berbentuk film, fragmen, filament, dan fiber. Masing-masing lokasi mikroplastik yang ditemukan warna hitam, putih, cokelat, biru, merah, kuning, hijau dan transparan. Kelimpahan mikroplastik terbanyak ditemukan pada Oreochromis niloticus sebanyak 65% sedangkan pada Channa striata berjumlah 35%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Parasit adalah salah satu agen pathogen yang hidup pada tubuh organisme. Parasit ini terbagi menjadi dua yaitu endoparasit dan ektoparasit. Endoparasit merupakan parasit yang terdapat pada organ dalam sedangkan ektoparasit merupakan parasit yang hidup pada permukaan luar tubuh inang yang mempunyai hubungan dengan lingkungan luar. Keberadaan parasit pada ikan dapat dijadikan sebagai salah satu indikator yang terjadi di dalam kolam pembudidaya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dengan menghitung prevalensi dan intensitas endoparasit dan ektoparasit pada Ikan Nila (Oreochromis niloticus) yang dibudidayakan di kolam Kota Tarakan. Sampel yang digunakan yaitu ikan nila (Oreochromis niloticus) dengan total jumlah sampel yaitu 60 ekor (dua kolam berbeda). Pemeriksaan endoparasit dilakukan pada organ lambung, hati dan usus sedangkan pemeriksaan ektoparasit dilakukan pada organ insang dan sisik. Hasil penelitian diperoleh satu jenis parasit yang menyerang bagian luar ikan (ektoparasit) yaitu Dactylogyrus sp. Nilai intensitas dari jenis parasit berkisar antara 1 ind/ekor dengan kategori tingkat infeksi “rendah”. Sedangkan nilai prevalensi 10-20% pada kolam Jalan Pepabri RT 18 dengan kategori tingkat serangan “infeksi sering” kemudian pada lokasi kolam Jalan Pepabri Gang Sengon memiliki nilai prevalensi berkisar 10% hingga mencapai 30%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Ikan nila (Oreochromis.niloticus) merupakan salah satu komoditas perikanan yang digemari masyarakat dalam memenuhi kebutuhan protein hewani karena memiliki daging yang tebal dan rasa yang enak. Selain itu, mudah untuk dibudidayakan. Perkembangan ikan nila dalam skala budidaya cukup pesat, hal ini ditandai dengan adanya peningkatan produksi setiap tahunnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi terbaik ekstrak serai (Cymbopongan citatus ) sebagai bahan anestesi pada ikan nila (O.niloticus). Metode penelitian dilakukan secara eksperimen dengan analisi rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan masing masing 3 ulangan. Hasil penelitian didapatkan bahwa perlakuan yang paling efektif yaitu P1 dengan dosis 15ppm waktu induksi 49,33 menit dan waktu sedative 7,33 menit, dengan presentase kelangsungan hidup ikan nila yaitu 100%. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pemberian estrak serai (cymbopongon citratus) berpengaruh nyata dalam meningkatkan kelangsungan hidup (SR) ikan nila (Oreochromis.niloticus). Kondisi kualitas air seperti pH, Suhu, Oksigen terlarut (DO) masih dalam kisaran yang optimal.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Pakan yang harus diberikan dengan kebutuhan nutrisi harus sesuai untuk menunjang pertumbuhan ikan, sumber energi utama untuk ikan adalah protein. Buah nanas mengandung enzim bromelin yang dapat diperoleh dari tanaman nanas baik dari tangkai, kulit, daun, buah, maupun batang dalam jumlah yang berbeda. Enzim Bromelin merupakan salah satu jenis enzim protease mampu menghidrolisis ikatan peptida pada protein atau polipeptida menjadi molekul yang lebih kecil yaitu asam amino, sedangkan daun pepaya adalah tumbuhan penghasil enzim papain yang merupakan golongan enzim protease sulfihidril. Tujuan dari penelitian yakni untuk mengetahui pengaruh dari pemberian tepung kulit nanas dengan kombinasi tepung daun pepaya pada pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan nila (Oreochromis niloticus) dengan konsentrasi yang berbeda. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental. Data yang diperoleh dari observasidan pengamatan secara langsung di lapangan. Rancangan percobaan menggunakan metode rancangan acak lengkap. Dari hasil penelitian perlakuan F adalah perlakuan terbaik setiap perlakuan pengolah data menggunakan Aplikasi Excell dan dianalisis dengan mengunakan static one way ANOVA dengan tingkat kepercayaan 95%, Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan kombinasi tepung daun papaya sebanyak 25% dan tepung kulit nanas sebanyak 75% merupakan hasil terbaik dengan nila pengukuran Panjang Mutlak (2.35) cm, Berat Mutlak (5.10) gram, Pertumbuhan Spesifik (0.188) %, Rasio Konversi Pakan (0.388) gram dan Kelangsungan Hidup (100) %. ABSTACT Feed should be given to properly fulfill the nutrition needs for supporting the fish growth. The main energy source of fish is protein. Pineapple contains bromelin enzyme obtained from the pineapple plant starting from stalk, peel, leaf, fruit and stem in different number. Bromelin enzyme is one type of protease enzyme which has the ability to hydrolyze the peptide bond of protein or polypeptide into smaller molecure of amino acid, while pepaya leaf produces papain enzyme which is classfied into sulfhydlyl protease enzyme. The purpose of this research is to figure out the influence of combination between pineapple peel flour and pepaya leaf flour to the growth and survival of tilapia (Oreochormis niloticus) with different concentrations. This research used experimental research. The data optained from direct observations in the field. This experimental research used a completery randomized design. This research results show the treatmen F was the best one. In each treatment, the data were processed using excell application and the analyzed using the static one-way ANOVA with the confindence level of 95%. The research results show that the addition of combination between 25% pepaya leaf flour and 75% pineapple peel flour had the best result as proven witch the tilapia’s absolute length of 2.35 cm, absolute weight of 5.10 gram, spacific growth of 0.188%. feed conversion ratio of 0.388 gram, and survival of 100%