ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Parasit adalah salah satu agen pathogen yang hidup pada tubuh organisme. Parasit ini terbagi menjadi dua yaitu endoparasit dan ektoparasit. Endoparasit merupakan parasit yang terdapat pada organ dalam sedangkan ektoparasit merupakan parasit yang hidup pada permukaan luar tubuh inang yang mempunyai hubungan dengan lingkungan luar. Keberadaan parasit pada ikan dapat dijadikan sebagai salah satu indikator yang terjadi di dalam kolam pembudidaya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dengan menghitung prevalensi dan intensitas endoparasit dan ektoparasit pada Ikan Nila (Oreochromis niloticus) yang dibudidayakan di kolam Kota Tarakan. Sampel yang digunakan yaitu ikan nila (Oreochromis niloticus) dengan total jumlah sampel yaitu 60 ekor (dua kolam berbeda). Pemeriksaan endoparasit dilakukan pada organ lambung, hati dan usus sedangkan pemeriksaan ektoparasit dilakukan pada organ insang dan sisik. Hasil penelitian diperoleh satu jenis parasit yang menyerang bagian luar ikan (ektoparasit) yaitu Dactylogyrus sp. Nilai intensitas dari jenis parasit berkisar antara 1 ind/ekor dengan kategori tingkat infeksi “rendah”. Sedangkan nilai prevalensi 10-20% pada kolam Jalan Pepabri RT 18 dengan kategori tingkat serangan “infeksi sering” kemudian pada lokasi kolam Jalan Pepabri Gang Sengon memiliki nilai prevalensi berkisar 10% hingga mencapai 30%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ikan nila (Oreochromis niloticus) merupakan ikan air tawar yang mudah di budidayakan karena memiliki daya adaptasi terhadap lingkungan cukup baik. Selain itu ikan nila mengandung gizi yang sangat tinggi, memiliki rasa lezat, disukai konsumen, sehingga memiliki nilai ekonominya cukup tinggi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui jenis-jenis ektoparasit dan tingkat prevalensi ektoparasit pada Ikan nila (Oreochromis niloticus) pada lokasi yang berbeda, metode yang digunakan adalah metode deskriptif, sampel diambil satu persatu dari wadah selanjutnya diletakkan di atas nampan atau talang, kemudian mematikan saraf otaknya dengan menusuk kepala ikan tersebut. Aspek yang dilihat saat identifikasi ektoparasit yaitu sirip ekor, sirip renang, sisik, mata dan insang yang dilakukan di Balai Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu Tarakan. Hasil identifikasi Ektoparasit yang ditemukan ada 2 jenis yaitu Dactylogyrus sp dan Trichodina sp. Tingkat prevalensi tertinggi yaitu Lokasi Kelurahan Kampung satu dengan 86% dengan kategori infeksi sedang dan Lokasi Kelurahan Sebengkok 66% dengan kategori infeksi sangat sering dan Intensitas masing-masing ektoparasit di Lokasi Kampung satu 3,84 ind/ekor dengan kategori Rendah dan Lokasi Sebengkok 8,30 ind/ekor dengan kategori sedang.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
IDENTIFIKASI EKTOPARASIT DAN ENDOPARASIT PADA UDANG WINDU (Penaeus monodon) DI TAMBAK TRADISIONAL KALIMANTAN UTARA Abstrak Indonesia berada di kawasan negara tropis, selain jumlah organisme yang cukup banyak, potensi wilayah untuk pengembangan budidaya perairan juga cukup luas. Salah satu komoditi budidaya perairan di Indonesia adalah udang windu. Budidaya udang windu (Penaeus monodon) merupakan salah satu komoditas unggulan di Kalimantan Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentikasi ektoparasit dan endoparasit pada udang windu (P. monodon) di tambak tradisional Kalimantan Utara, serta menghitung nilai prevalensi dan nilai itensitas parasit pada udang windu (P. monodon). Metode pengambilan data yang digunakan dalam penelitian adalah metode deskriptif dengan metode pengambilan sampel udang windu (P. monodon) dilakukan secara random sampling, yaitu teknik pengambilan sampel dimana semua individu dalam populasi diambil secara acak. Hasil identifikasi ektoparasit yang menyerang udang windu yaitu Zoothamnium sp., Epistylis sp. dan Vorticella sp. Sedangkan endoparasit yang menyerang udang windu yaitu Ascarophis sp. Dengan nilai prevalensi tertinggi pada 3 lokasi tambak yaitu 80% dengan kategori infeksi sedang, untuk nilai itensitas tertinggi pada 3 lokasi tambak yaitu 7,48% dengan kategori infeksi parah. Hasil pengukuran kualitas air selama penelitian menunjukkan bahwa kisaran yang diperoleh masih berada pada batas optimum dan baik bagi kehidupan udang.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kota Tarakan memiliki potensi sumber daya perikanan cukup besar khususnya perikanan budidaya. Pemanfaatan budidaya udang windu cukup tinggi namun terjadi beberapa permasalahan salah satunya adalah penyakit. Penyakit yang menginfeksi pada udang windu adalah parasit. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pravalensi ektoparasit pada udang windu (Penaeus monodon) di tambak tradisionl Kota Tarakan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode purposive sampling. Pengambilan sampel udang diambil sebanyak 4 kali dalam sebulan dengan umur udang 1 bulan. Setiap minggu diambil sebanyak 10 ekor. Identifikasi ektoparasit dilakukan pada organ mata, insang, kaki jalan, kaki renang, kulit, ekor. Selajutnya menghitung prevalensi ektoparasit. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan 3 jenis parasit yaitu Zoothamnium sp,Vorticella sp, Epistylis sp. Prevalensi ektoparasit pada udang windu (penaeus monodon) dari 40 sampel di peroleh 25 sampel yang terinfeksi ektoparasit (62,5%). Nilai prevalensi ektoparasit tertinggi ditemukan pada minggu kedua sebesar 80%. Sedangkan nilai terendah di dapatkan pada minggu pertama 50%. Nilai intensitas ektoparasit yang paling dominan yaitu Zoothamnium sp dengan nilai 1 ind/ekor