Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Hipotermi
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Perbedaan efektifitas convective warming device dan infus hangat pada pasien dengan tindakan sectio caesarea yang mengalami hipotermia di ruang OK Cito RSUD dr.H.Jusuf SK Tarakan Provinsi Kalimantan Utara

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Hipotermia merupakan efek samping yang kemungkinan terjadi, hipotermia yang terjadi di kamar operasi sebagai keadaan dimana suhu tubuh di bawah dari rentang normal (36 °C) dan dapat terjadi pre, intra atau post operasi. Penyebab dari hipotermia terkait tindakan pembedahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji perbedaan efektifitas convective warming device dan infus hangat pada pasien dengan tindakan pembedahan sectio caesarea yang mengalami hipotermia. Metode penelitian ini kuantitatif dengan desain penelitian quasi experiment design dan jenis pendekatan pre and post two group design. Sampel penelitian ini berjumlah 30 responden.Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan hasil 15 responden mendapat intervensi convective warming device dan 15 responden lainnya mendapat intervensi infus hangat. Hasil: data variabel berdistribusi tidak normal setelah diuji menggunakan Shapiro-Wilk. Uji Mann-Whitney menunjukkan nilai signifikansi Pvalue 1,000 > 0,05 pada 5 menit pertama, 0,695 > 0,05 pada 15 menit dan 1,000 > 0,05 pada menit ke-30 artinya pemberian convective warming device dan infus hangat memiliki pengaruh terhadap peningkatan suhu tubuh pada pasien dengan tindakan sectio caesarea. Sehingga kedua intervensi sama efektifnya dalam menangani hipotermia. Kesimpulan penelitian ini tidak ada perbedaan efektifitas antara pemberian intervensi convective warming device dan infus hangat pada pasien dengan tindakan sectio caesarea yang mengalami hipotermia. Berdasarkan hasil analisa data yang dilakukan, diperoleh kesimpulan bahwa untuk RSUD dr.H.Jusuf SK khususnya OK Cito, kedepannya diharapkan bisa menggunakan alternatif tindakan pemberian convective warming device untuk pasien operasi sectio caesarea yang mengalami hipotermia dikombinasikan dengan pemberian infus hangat. Kata Kunci: Hipotermia, convective warming device, infus hangat, sectio caesarea

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN HIPOTERMI PASCA GENERAL ANESTESI DI INSTALASI BEDAH SENTRAL

2022•

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN HIPOTERMI PASCA GENERAL ANESTESI DI INSTALASI BEDAH SENTRAL (IBS) RSUD TARAKAN ABSTRAK General anestesi adalah teknik yang sering dijumpai dalam operasi, yakni lebih dari 80% ditemukan 2,5% pasien mengalami komplikasi setelah menjalani anestesi. Jumlah pasien pasca anestesi hampir 30% mengalami kejadian hipotermi. Dampak negatif hipotermi terhadap pasien, antara lain risiko perdarahan meningkat, iskemia miokardium, pemulihan pasca anestesi yang lebih lama, gangguan penyembuhan luka, serta meningkatnya risiko infeksi. Teridentifikasinya faktor-faktor yang berhubungan dengan hipotermi pasca general anestesi di IBS RSUD Tarakan. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif. Sampel penelitian berjumlah 60 responden pasca general anestesi dengan teknik pengambilan sample consecutive sampling, uji yang digunakan adalah uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang berhubungan dengan hipotermi pasca general anestesi adalah usia,IMT, jenis kelamin, jenis operasi dan lama operasi di instalasi bedah sentral. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara faktor usia, IMT, jenis kelamin, lama operasi dan jenis operasi dengan hipotermi pasca general anestesi di IBS RSUD dr.H.JuSUF SK

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail