ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN HIPOTERMI PASCA GENERAL ANESTESI DI INSTALASI BEDAH SENTRAL
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN HIPOTERMI PASCA GENERAL ANESTESI DI INSTALASI BEDAH SENTRAL (IBS) RSUD TARAKAN ABSTRAK General anestesi adalah teknik yang sering dijumpai dalam operasi, yakni lebih dari 80% ditemukan 2,5% pasien mengalami komplikasi setelah menjalani anestesi. Jumlah pasien pasca anestesi hampir 30% mengalami kejadian hipotermi. Dampak negatif hipotermi terhadap pasien, antara lain risiko perdarahan meningkat, iskemia miokardium, pemulihan pasca anestesi yang lebih lama, gangguan penyembuhan luka, serta meningkatnya risiko infeksi. Teridentifikasinya faktor-faktor yang berhubungan dengan hipotermi pasca general anestesi di IBS RSUD Tarakan. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif. Sampel penelitian berjumlah 60 responden pasca general anestesi dengan teknik pengambilan sample consecutive sampling, uji yang digunakan adalah uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang berhubungan dengan hipotermi pasca general anestesi adalah usia,IMT, jenis kelamin, jenis operasi dan lama operasi di instalasi bedah sentral. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara faktor usia, IMT, jenis kelamin, lama operasi dan jenis operasi dengan hipotermi pasca general anestesi di IBS RSUD dr.H.JuSUF SK