Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

23 hasil
Subjek: sectio caesarea
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Asuhan Kebidanan Komprehensif Pada Ny. R Usia 40 Tahun Di Puskesmas Karang Rejo Kota Tarakan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Continuity of Care (CoC) merupakan pelayanan kebidanan berkesinambungan sejak kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir hingga keluarga berencana untuk meningkatkan kesehatan ibu dan bayi serta mendeteksi komplikasi secara dini. Studi kasus ini bertujuan memberikan asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. R usia 40 tahun G6P4A1 di wilayah kerja Puskesmas Karang Rejo Kota Tarakan dengan pendekatan Continuity of Care. Asuhan dilakukan mulai usia kehamilan 36 minggu 4 hari hingga masa nifas, perawatan bayi baru lahir, dan pelayanan keluarga berencana menggunakan manajemen kebidanan dan pendokumentasian SOAP. Hasil asuhan menunjukkan bahwa selama kehamilan kondisi ibu dan janin baik tanpa komplikasi. Persalinan dilakukan melalui Sectio Caesarea (SC) atas indikasi medis dengan hasil ibu dan bayi dalam keadaan baik. Masa nifas berlangsung normal tanpa komplikasi pascaoperasi. Bayi baru lahir beradaptasi dengan baik serta memperoleh vitamin K, imunisasi hepatitis B, dan pelayanan neonatal sesuai standar. Pelayanan keluarga berencana dilakukan dengan Metode Operatif Wanita (MOW/tubektomi) bersamaan dengan tindakan SC. Disimpulkan bahwa asuhan kebidanan komprehensif dengan pendekatan Continuity of Care telah terlaksana sesuai standar pelayanan dan kebutuhan klien. Pelayanan berkesinambungan mendukung kesehatan ibu dan bayi, mendeteksi risiko secara dini, serta memberikan hasil asuhan yang optimal.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN AROMATERAPI LAVENDER DENGAN INTENSITAS NYERI IBU NIFAS POST SECTIO CAESAREA 6-12 JAM PERTAMA DI RUMAH SAKIT PERTAMINA TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ibu nifas post sectio caesarea sering mengalami nyeri pada area luka operasi akibat insisi pada dinding abdomen dan uterus. Nyeri umumnya mulai dirasakan ketika efek anestesi spinal berkurang, terutama pada 6–12 jam pertama pascaoperasi. Nyeri yang tidak ditangani dengan baik dapat mengganggu mobilisasi dini, kenyamanan, istirahat, proses laktasi, serta pemulihan ibu pada masa nifas. Salah satu terapi komplementer yang dapat digunakan untuk membantu meningkatkan kenyamanan dan mengurangi persepsi nyeri adalah aromaterapi lavender. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pemberian aromaterapi lavender dengan intensitas nyeri pada ibu nifas post sectio caesarea 6–12 jam pertama di Rumah Sakit Pertamina Tarakan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif analitik dengan desain eksperimen semu (quasi experiment) menggunakan rancangan post-test only control group design. Sampel penelitian berjumlah 20 ibu nifas post sectio caesarea 6–12 jam pertama yang dibagi menjadi 10 responden kelompok intervensi dan 10 responden kelompok kontrol. Kelompok intervensi diberikan terapi standar rumah sakit berupa analgetik ditambah aromaterapi lavender, sedangkan kelompok kontrol mendapatkan terapi standar rumah sakit tanpa aromaterapi lavender. Intensitas nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Fisher-Freeman-Halton Exact Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelompok intervensi terdapat 3 responden (30,0%) mengalami nyeri ringan, 7 responden (70,0%) nyeri sedang, dan tidak terdapat responden nyeri berat. Pada kelompok kontrol, tidak terdapat responden nyeri ringan, 7 responden (70,0%) mengalami nyeri sedang, dan 3 responden (30,0%) nyeri berat. Hasil uji Fisher-Freeman-Halton Exact Test diperoleh nilai p-value = 0,048. Kesimpulannya, terdapat hubungan yang signifikan antara pemberian aromaterapi lavender dengan intensitas nyeri pada ibu nifas post sectio caesarea 6–12 jam pertama.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

DETERMINAN KEJADIAN SECTIO CAESAREA (SC) PADA IBU BERSALIN DI RUMAH SAKIT PERTAMINA TARAKAN TAHUN 2025

2026•

Sectio Caesarea (SC) merupakan tindakan operatif untuk mengeluarkan janin melalui insisi pada dinding abdomen dan uterus. Angka kejadian SC terus mengalami peningkatan dan dipengaruhi oleh berbagai faktor maternal maupun obstetri. Identifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian SC diperlukan sebagai dasar dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan ibu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan faktor determinan dengan kejadian Sectio Caesarea di RS Pertamina Tarakan Tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Data diperoleh dari data sekunder rekam medis ibu bersalin di RS Pertamina Tarakan Tahun 2025 dengan jumlah sampel sebanyak 647 responden. Analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05 serta perhitungan Odds Ratio (OR) dan 95% Confidence Interval (CI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia ibu tidak berhubungan dengan kejadian SC (p=0,089; OR=1,505; 95% CI=0,937–2,418), demikian pula paritas (p=0,804; OR=1,066; 95% CI=0,644–1,765). Sebaliknya, preeklampsia berhubungan signifikan dengan kejadian SC (p0,001; OR=8,476; 95% CI=2,575–27,896). Riwayat SC juga berhubungan signifikan dengan kejadian SC (p0,001), meskipun nilai OR tidak dapat dihitung karena terdapat sel bernilai nol. Selain itu, sistem rujukan memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian SC (p0,001; OR=49,179; 95% CI=24,506–98,689). Preeklampsia, riwayat Sectio Caesarea, dan sistem rujukan merupakan faktor yang berhubungan dengan kejadian Sectio Caesarea di RS Pertamina Tarakan, sedangkan usia ibu dan paritas tidak menunjukkan hubungan yang bermakna.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI KASUS PERAWATAN PASIEN POST SECTIO CAESAREA INDIKASI PERSALINAN RISIKO TINGGI

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Cephalopelvic Disproportion (CPD) dan partus lama menjadi kondisi persalinan risiko tinggi yang dapat menimbulkan komplikasi serius pada ibu dan janin, seperti ruptur uteri, fetal distress, infeksi, hingga kematian, sehingga memerlukan penanganan yang tepat melalui tindakan Sectio Caesarea. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus yang dilaksanakan pada tanggal 27 April–02 Mei 2026 di Ruang Perawatan Persalinan Rumah Sakit X. Subjek studi yang digunakan adalah 2 pasien post operasi Sectio Caesarea dengan indikasi CPD dan partus lama. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dokumentasi, dan studi rekam medis. Penulis menguraikan pembahasan terkait adanya kesesuaian maupun kesenjangan antara teori dan hasil asuhan keperawatan pada kedua pasien. Hasil studi kasus menunjukkan kedua pasien mengalami persamaan masalah keperawatan berupa nyeri akut dan menyusui tidak efektif, serta ditemukan perbedaan masalah keperawatan berupa bersihan jalan napas tidak efektif pada Ny. Y, dan kesiapan peningkatan menjadi orang tua serta risiko perdarahan pada Ny. S. Rencana, luaran, implementasi, dan evaluasi keperawatan disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien. Rencana keperawatan yang diberikan meliputi perawatan pasca seksio sesaria, edukasi menyusui, latihan batuk efektif, edukasi orang tua fase bayi, dan pencegahan perdarahan. Setelah pemberian asuhan keperawatan selama tiga hari, seluruh diagnosis keperawatan teratasi yang ditandai dengan penurunan nyeri, peningkatan mobilisasi, perbaikan proses menyusui, kemampuan batuk efektif, peningkatan kesiapan menjadi orang tua, dan berkurangnya tanda risiko perdarahan. Hasil studi kasus ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi penulis dalam mempersiapkan rencana dan strategi pelaksanaan asuhan keperawatan yang lebih baik ke depannya guna mempercepat pemulihan pasien post operasi Sectio Caesarea serta mencegah komplikasi lebih lanjut akibat CPD dan partus lama.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Asuhan Keperawatan Maternitas Pada Ibu Post Sectio Caesarea dengan indikasi Cephalopelvic Disproportion di Rumah Sakit Umum Daerah dr.H.Jusuf SK Tarakan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Cephalopelvic Disproportion (CPD) merupakan salah satu penyebab distosia persalinan yang sering memerlukan tindakan Sectio Caesarea (SC). Secara global, sekitar 21% persalinan dilakukan melalui Sectio Caesarea dan angka tersebut diperkirakan terus meningkat hingga 29% pada tahun 2030. Peningkatan angka Sectio Caesarea menyebabkan semakin banyak ibu nifas yang memerlukan perawatan untuk mengatasi berbagai masalah selama masa pemulihan. Studi kasus ini bertujuan memperoleh gambaran asuhan keperawatan maternitas pada ibu nifas post Sectio Caesarea dengan indikasi CPD di RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada dua pasien yang menjalani perawatan selama tiga hari. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan studi dokumentasi rekam medis. Hasil studi kasus menunjukkan bahwa kedua pasien mengalami nyeri akut, menyusui tidak efektif, dan risiko infeksi, sedangkan pada salah satu pasien juga ditemukan kesiapan peningkatan menjadi orang tua. Asuhan keperawatan yang diberikan meliputi manajemen nyeri, perawatan pasca Sectio Caesarea, pencegahan infeksi, pijat laktasi, edukasi menyusui, serta edukasi perawatan bayi. Evaluasi menunjukkan adanya penurunan intensitas nyeri, tidak ditemukan tanda-tanda infeksi, peningkatan proses menyusui, serta peningkatan kesiapan menjalankan peran sebagai orang tua. Disimpulkan bahwa asuhan keperawatan maternitas yang diberikan secara sistematis dapat mendukung proses pemulihan ibu nifas post Sectio Caesarea dengan indikasi CPD. Studi kasus ini menunjukkan pentingnya peran perawat dalam melakukan pengkajian secara komprehensif, manajemen nyeri, pemantauan dan pencegahan infeksi, dukungan laktasi, serta edukasi dan pelibatan keluarga untuk mendukung pemulihan ibu selama masa nifas.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI KASUS PERAWATAN PASIEN POST PARTUM (SECTIO CAESAREA) INDIKASI KELAINAN PADA BAYI

2026•

Sectio Caesarea (SC) merupakan pilihan jika tedapat indikasi kelaianan pada bayi seperti congenital anomaly dan gemelli prematur. Pasien pasca SC membutuhkan asuhan keperawatan yang komprehensif untuk mencegah komplikasi dan meningkatkan pemulihan pasien. Tujuan studi kasus ini adalah menggambarkan asuhan keperawatan pada pasien post partum SC indikasi kelainan pada bayi. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif pada dua pasien post SC di ruang pasca persalinan RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan pada tanggal 27 April–02 Mei 2026. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi medis. Hasil studi menunjukkan bahwa kedua pasien memiliki diagnosa yang sama diantaranya, nyeri melahirkan dan menyusui tidak efektif. Kedua pasien mengalami nyeri akut akibat prosedur operasi, pada pasien indikasi congenital anomaly mengalami pembengkakan pada payudara, dan pada pasien indikasi gemelli prematur mengalami kesulitan dalam pengeluaran ASI. Intervensi yang diberikan meliputi manajemen nyeri, ambulasi dini, pemeriksaan payudara, edukasi menyusui, edukasi kesehatan, dan pencegahan infeksi. Evaluasi menunjukkan setelah dilakukan 3 hari perawatan menunjukkan adanya penurunan nyeri, dari nyeri berat ke nyeri sedang, peningkatan mobilisasi, serta peningkatan volume ASI. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan asuhan keperawatan yang komprehensif pada pasien post SC dengan indikasi kelaianan pada bayi dapat membantu mengatasi masalah keperawatan dan meningkatkan kondisi pasien selama masa perawatan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Asuhan Keperawatan Maternitas pada Ibu Nifas Post Sectio Caesarea dengan Indikasi Oligohidramnion

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Oligohidramnion menjadi salah satu komplikasi kehamilan yang dapat menjadi indikasi dilakukannya tindakan sectio caesarea. Kondisi tersebut menyebabkan ibu memerlukan asuhan keperawatan yang komprehensif untuk mendukung proses pemulihan, mencegah komplikasi pascaoperasi, meningkatkan keberhasilan menyusui, serta mempersiapkan adaptasi terhadap peran sebagai orang tua. Studi kasus ini bertujuan untuk menerapkan dan membandingkan asuhan keperawatan maternitas pada dua pasien post sectio caesarea dengan indikasi oligohidramnion di Ruang Mawar RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada dua pasien post sectio caesarea dengan indikasi oligohidramnion. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan telah dokumentasi medis. Pelaksanaan asuhan keperawatan dilakukan melalui tahapan pengkajian, penetapan diagnosis, perencanaan intervensi, implementasi, dan evaluasi keperawatan. Hasil studi menunjukkan bahwa kedua pasien mengalami diagnosis keperawatan nyeri akut dan menyusui tidak efektif. Diagnosis kesiapan peningkatan menjadi orang tua ditemukan pada pasien pertama, sedangkan ketidaknyamanan pasca partum ditemukan pada pasien kedua. Intervensi yang diberikan meliputi manajemen nyeri, edukasi dan pendampingan menyusui, edukasi peran orang tua, serta upaya peningkatan kenyamanan. Evaluasi menunjukkan bahwa sebagian besar masalah keperawatan dapat teratasi, sementara nyeri akut mengalami perbaikan yang ditandai dengan berkurangnya intensitas nyeri dan meningkatnya kemampuan mobilisasi pasien. Berdasarkan hasil studi, asuhan keperawatan maternitas yang diberikan secara komprehensif dapat membantu mengatasi masalah keperawatan serta mendukung pemulihan ibu post sectio caesarea dengan indikasi oligohidramnion.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEPERAWATAN MATERNITAS PADA IBU NIFAS PASCA SECTIO CAESAREA DENGAN INDIKASI TALI PUSAT TERLILIT (NUCHAL CHORD) DI RUMAH SAKIT UMUM dr. H. JUSUF. SK TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar Belakang: Lilitan tali pusat (Nuchal Cord) merupakan kondisi melingkarnya tali pusat di sekitar leher janin yang berisiko menyumbat aliran darah umbilikalis. Kondisi klinis ini sering kali membutuhkan tindakan terminasi kehamilan darurat melalui operasi Sectio Caesarea (SC) demi keselamatan ibu dan janin. Tujuan: Mengetahui dan menggambarkan pelaksanaan asuhan keperawatan maternitas pada ibu nifas pasca-SC dengan indikasi tali pusat terlilit (Nuchal Cord). Metode: Desain penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada dua pasien nifas pasca-SC di Ruang Mawar RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik wawancara, observasi fisik, dan studi dokumentasi rekam medis. Hasil: Pengkajian awal menunjukkan kedua pasien mengeluhkan nyeri pada luka insisi, keterbatasan mobilisasi fisik, serta kendala dalam memproduksi ASI. Masalah keperawatan yang ditegakkan adalah nyeri melahirkan, menyusui tidak efektif, dan kesiapan peningkatan menjadi orang tua. Setelah diberikan intervensi keperawatan selama 3x24 jam berupa perawatan pasca-SC, latihan mobilisasi dini, edukasi laktasi, dan pijat oksitosin, kedua pasien menunjukkan kemajuan klinis yang signifikan. Skala nyeri melahirkan menurun dari 6 menjadi 2 pada pasien 1, dan dari 4 menjadi 2 pada pasien 2. Produksi ASI pada kedua pasien menjadi lancar serta kesiapan peran orang tua terpenuhi. Kesimpulan: Pemberian asuhan keperawatan maternitas yang komprehensif dan terarah terbukti efektif untuk menurunkan intensitas nyeri pasca-SC, mengoptimalkan keberhasilan proses menyusui, serta meningkatkan kesiapan psikologis adaptasi menjadi orang tua.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Penerapan Kinesio Taping sebagai Terapi Komplementer terhadap Penurunan Nyeri pada Ibu Post Sectio Caesarea

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Persalinan melalui tindakan Sectio Caesarea sering disertai dengan nyeri pasca operasi yang dapat mengganggu kenyamanan, mobilisasi, serta proses pemulihan ibu. Manajemen nyeri tidak hanya dilakukan secara farmakologis, tetapi juga memerlukan pendekatan nonfarmakologis sebagai terapi pendukung, salah satunya melalui penerapan kinesio taping. Tujuan Karya Ilmiah Akhir Ners ini adalah untuk menerapkan terapi inovasi kinesio taping dalam menurunkan nyeri pada ibu post Sectio Caesarea. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan maternitas pada dua pasien ibu post sectio caesarea yang mengalami nyeri pada area luka operasi. Pengkajian nyeri dilakukan menggunakan Numeric Rating Scale (NRS), diikuti dengan pemberian terapi farmakologis sesuai program medis serta intervensi nonfarmakologis berupa pemasangan kinesio taping selama tiga hari berturut-turut pada di area abdomen dengan teknik pemasangan vertikal (longitudinal) di sebelah kanan dan kiri linea alba tanpa menutupi insisi operasi. Hasil evaluasi menunjukkan adanya penurunan skala nyeri pada kedua pasien dari skala 5 menjadi skala 3, pasien tampak lebih rileks, ekspresi meringis berkurang, serta kemampuan mobilisasi mulai meningkat. Penerapan kinesio taping membantu mengurangi persepsi nyeri melalui peningkatan sirkulasi darah dan limfe, penurunan mediator inflamasi, serta modulasi impuls nyeri melalui mekanisme gate control. Dengan demikian, kinesio taping dapat digunakan sebagai intervensi keperawatan nonfarmakologis yang aman dan efektif sebagai terapi pendukung dalam manajemen nyeri pada ibu post Sectio Caesarea.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN DIAGNOSIS POST OPRASI SECTIO CAESAREA DENGAN INDIKASI PLASENTA PREVIA DAN SOLUSIO PLASENTA (STUDI KASUS DI RUANG MAWAR RUMAH SAKIT DR. H. JUSUF SK TARAKAN

2024•

Sectio Caesarea merupakan tindakan medis yang dilakukan untuk membantu persalinan yang tidak bisa dilakukan secara normal akibat masalah kesehatan ibu atau kondisi janin. Desain dalam penelitian ini menggunakan metode studi kasus, subyek yang digunakan adalah 2 klien post sectio caesarea dengan masalah yang sama yaitu nyeri akut. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan pemeriksaan fisik, studi dokumentasi dan pengumpulan hasil dari pemeriksaan diagnostik. Hasil studi kasus ini menunjukkan setelah dilakukan asuhan keperawatan kepada dua klien selama 3 hari di rumah sakit, dengan mengajarkan teknik relaksasi nafas dalam yang bertujuan untuk mengurangi rasa nyeri. Dan terdapat perbedaan yaitu pada klien 1 terdapat diagnosis menyusui efektif dan klien 2 terdapat diagnosis menyusui tidak efektif klien telah dijarkan perawatan payudara dan pijat oksitosin bertujuan untuk melancarkan Asi dan mengurangi pembengkakan pada payudara ibu. Didapatkan hasil nyeri yang dirasakan kedua klien dapat berkurang dan ibu mampu menerapkan latihan tersebut secara mandiri jika nyeri timbul kembali .Disimpulkan bahwa dari hasil penelitian studi kasus ini selama 3-4 kali kunjungan adalah masalah dapat teratasi dengan cara mengajarkan klien teknik relaksasi dan distraksi nafas dalam yang bertujuan untuk mengurangi rasa nyeri dan menyusui tidak efektif dapat teratasi setelah klien diajarkan cara memposisikan bayi dan klien setelah dilakukan pijat oksitosin. Saran untuk klien diharapkan klien tetap menjaga kondisi fisiknya dan mampu mengatasi rasa nyeri jika timbul kembali dan untuk perawatan payudara agar dapat di jaga kebersihannya.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

FAKTOR-FAKTOR MATERNAL YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERSALINAN SECTIO CAESAREA DI RUMAH SAKIT UMUM KOTA TARAKAN TAHUN 2024

2024•

ABSTRAK Menurut WHO dalam Global Survey on Maternal and Perinatal Health tahun 2021 menunjukkan sebesar 46,1% dari seluruh kelahiran dilakukan melalui Sectio Caesarea (World Health Organization, 2019). Berdasarkan data RISKESDAS tahun 2021, jumlah persalinan dengan metode Sectio Caesarea di Indonesia sebesar 17,6%. Indikasi dilakukannya persalinan secara Sectio Caesarea disebabkan oleh beberapa komplikasi dengan persentase sebesar 23,2% dengan posisi janin melintang/sungsang (3,1%), perdarahan (2,4%,) eklamsi (0,2%), ketuban pecah dini (5,6%), partus lama (4,3%), lilitan tali pusat (2,9%), plasenta previa (0,7%), plasenta tertinggal (0,8%), hipertensi (2,7%), dan lainnya (4,6%) (Kementerian Kesehatan RI, 2021). Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor maternal yang mempengaruhi persalinan sectio caesarea di Rumah Sakit Umum Kota Tarakan pada Tahun 2024. Desain penelitian ini menggunakan deskriptif analitik dengan model pendekatan yang digunakan adalah Cross-Sectional. Populasi pada penelitian ini adalah pasien yang melakukan persalinan dari bulan Januari hingga bulan Desember 2023 di Rumah Sakit Umum Kota Tarakan sebanyak 749. Pengambilan sampel dengan teknik total sampling dengan total sampel sebanyak 749. Analisis bivariat menggunakan uji chi square. Tidak ada pengaruh faktor umur kehamilan terhadap persalinan Sectio Caesarea (p-value = 0,021) , ada pengaruh faktor paritas terhadap persalinan Sectio Caesarea (p-value = 0,000), ada pengaruh faktor cephalopelvik disproportion terhadap persalinan Sectio Caesarea (p-value = 0,089) , ada pengaruh faktor riwayat persalinan terhadap persalinan Sectio Caesarea (p-value = 0,000) , tidak ada pengaruh faktor usia terhadap persalinan Sectio Caesarea (p-value = 0,929), tidak ada pengaruh faktor preeklampsia terhadap persalinan Sectio Caesarea (p-value = 0,587), ada pengaruh faktor partus lama terhadap persalinan Sectio Caesarea (p-value = 0,012), ada pengaruh faktor ketuban pecah dini terhadap persalinan Sectio Caesarea (p-value = 0,013). Perlu lebih ditingkatkannya pemberian dukungan terhadap pentingnya pengetahuan ibu hamil maupun bersalin tentang tanda bahaya persalinan guna mencegah terjadinya sectio caesarea saat persalinan terutama informasi tentang faktor-faktor yang dapat, mempengaruhi terjadinya sectio caesarea termasuk umur kehamilan, paritas, cephalopelvik disproportion, riwayat persalinan, usia, preeklampsia, partus lama, dan ketuban pecah dini.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN POST OPERASI SECTIO CAESAREA DENGAN INDIKASI LETAK SUNGSANG DI RUANG PERAWATAN MAWAR RSUD dr. H. JUSUF SK TARAKAN

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Letak sungsang merupakan keadaan dimana janin terletak memanjang dengan kepala janin berada di fundus uteri dan bokong berada dibawah cavum uteri, hal ini menjadi penyulit untuk ibu melahirkan secara pervaginam karena dapat membahayakan ibu maupun janinnya, sehingga tindakan alternatif yang dapat dilakukan yaitu Sectio Caesarea. Tujuan laporan akhir ini adalah melakukan asuhan keperawatan secara langsung kepada pasien post operasi Sectio Caesarea dengan indikasi letak sungsang yang sedang menjalani proses pemulihan di ruang Mawar RSUD. dr. H. JUSUF SK Tarakan. Metode yang digunakan adalah studi kasus pada dua pasien post operasi Sectio caesarea dengan indikasi letak sungsang selama 3 hari. Hasil dari studi kasus ini penulis menemukan adanya persamaan masalah keperawatan pada kedua pasien yaitu nyeri akut, risiko infeksi dan menyusui tidak efektif namun terdapat perbedaan pada etiolgi menyusui tidak efektif yaitu pada pasien 1 dengan anomali payudara sedangkan pasien 2 ketidakadekuatan suplai ASI. Kesimpulan dari studi kasus ini adalah masalah keperawatan yang mungkin muncul pada pasien post operasi Sectio Caesarea yaitu nyeri akut, menyusui tidak efektif dan risiko infeksi, sedangkan untuk intervensi dan luaran disesuaikan dengan kebutuhan pasien.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Asuhan Keperawatan Pada Ibu Nifas Pascal Sectio Caesarea

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Persalinan seksio sesaria merupakan proses pembedahan dengan cara mengiris pada dinding perut dan dinding rahim untuk mengeluarkan janin. Persalinan dengan metode seksio sesaria dilakukan atas dasar indikasi medis baik dari sisi ibu dan janin. Tujuan penelitian pada klien seksio sesaria biasanya dilakukan untuk mengetahui faktor penyebabnya seksio sesaria. Metode dalam karya tulis ini menggunakan studi kasus pada dua responden pasca seksio sesaria. Hasil yang didapatkan yaitu nyeri akut, gangguan mobilitas fisik, gangguan integritas kulit dan kesiapan pengetahuan tentang KB. Terdapat satu diagnosa yang berbeda pada kedua responden yaitu responden 1 memiliki diagnosa utama nyeri akut dan responden kedua memiliki diagnosa utama gangguan mobilitas fisik. Kesimpulan diagnosa yang bisa muncul pada pasien seksio sesaria yaitu nyeri akut, gangguan mobilitas fisik dan gangguan integirtas kulit. Namun ada perbedaan antara rencana keperawatan, diagnosa keperawatan, implementasi keperawatan dan evaluasi disesuaikan dengan hasil pengkajian.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Asuhan Keperawatan Pada Pasien Post Operasi Sectio Caesarea (Studi Kasus di RSUD Dr. H. Jusuf SK Tarakan

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Sectio Caesarea merupakan suatu tindakan pembedahan dengan membuat sayatan pada abdomen dan dinding uterus yang berguna sebagai jalan lahir bayi dengan syarat tertentu berat badan bayi. Data Sectio Caesarea di RSUD Dr. H. Jusuf SK pada tahun 2017 hingga 2021 terdapat 700-900 kasus. Risiko kematian ibu post Sectio Caesarea sebagian besar yaitu perdarahan 40-60% serta infeksi 20-30%. Tujuan dalam penulisan karya tulis ilmiah ini yaitu mendapatkan gambaran asuhan keperawatan yang dilakukan pada pasien post operasi Sectio Caesarea di RSUD Dr. H. Jusuf SK Tarakan. Metode dalam penelitian ini dengan pengumpulan data primer dan sekunder melalui observasi dan dokumentasi asuhan keperawatan secara sistematis. Hasil studi kasus dilakukan asuhan keperawatan selama 2 hingga 3 hari ditemukan diagnosis keperawatan pada kedua klien yaitu nyeri akut, defisit pengetahuan, menyusui tidak efektif, dan risiko infeksi. Berdasarkan hasil evaluasi dilakukan asuhan keperawatan maka masalah pada kedua klien dapat teratasi sebagian dan dapat teratasi secara menyeluruh dengan tindakan implementasi keperawatan sesuai kebutuhan klien. Kesimpulan dari pelaksanaan asuhan keperawatan pada penelitian ini menunjukkan mengenai tindakan keperawatan memiliki keterkaitan dengan proses penyembuhan secara optimal dalam mengurangi risiko komplikasi serta dapat menjadi rujukan dalam pembuatan asuhan keperawatan maternitas pada ibu dengan post Sectio Caesarea.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail