Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

7 hasil
Subjek: Post Partum
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI KASUS PERAWATAN PASIEN POST PARTUM (SECTIO CAESAREA) INDIKASI KELAINAN PADA BAYI

2026•

Sectio Caesarea (SC) merupakan pilihan jika tedapat indikasi kelaianan pada bayi seperti congenital anomaly dan gemelli prematur. Pasien pasca SC membutuhkan asuhan keperawatan yang komprehensif untuk mencegah komplikasi dan meningkatkan pemulihan pasien. Tujuan studi kasus ini adalah menggambarkan asuhan keperawatan pada pasien post partum SC indikasi kelainan pada bayi. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif pada dua pasien post SC di ruang pasca persalinan RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan pada tanggal 27 April–02 Mei 2026. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi medis. Hasil studi menunjukkan bahwa kedua pasien memiliki diagnosa yang sama diantaranya, nyeri melahirkan dan menyusui tidak efektif. Kedua pasien mengalami nyeri akut akibat prosedur operasi, pada pasien indikasi congenital anomaly mengalami pembengkakan pada payudara, dan pada pasien indikasi gemelli prematur mengalami kesulitan dalam pengeluaran ASI. Intervensi yang diberikan meliputi manajemen nyeri, ambulasi dini, pemeriksaan payudara, edukasi menyusui, edukasi kesehatan, dan pencegahan infeksi. Evaluasi menunjukkan setelah dilakukan 3 hari perawatan menunjukkan adanya penurunan nyeri, dari nyeri berat ke nyeri sedang, peningkatan mobilisasi, serta peningkatan volume ASI. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan asuhan keperawatan yang komprehensif pada pasien post SC dengan indikasi kelaianan pada bayi dapat membantu mengatasi masalah keperawatan dan meningkatkan kondisi pasien selama masa perawatan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Penerapan Kinesio Taping sebagai Terapi Komplementer terhadap Penurunan Nyeri pada Ibu Post Sectio Caesarea

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Persalinan melalui tindakan Sectio Caesarea sering disertai dengan nyeri pasca operasi yang dapat mengganggu kenyamanan, mobilisasi, serta proses pemulihan ibu. Manajemen nyeri tidak hanya dilakukan secara farmakologis, tetapi juga memerlukan pendekatan nonfarmakologis sebagai terapi pendukung, salah satunya melalui penerapan kinesio taping. Tujuan Karya Ilmiah Akhir Ners ini adalah untuk menerapkan terapi inovasi kinesio taping dalam menurunkan nyeri pada ibu post Sectio Caesarea. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan maternitas pada dua pasien ibu post sectio caesarea yang mengalami nyeri pada area luka operasi. Pengkajian nyeri dilakukan menggunakan Numeric Rating Scale (NRS), diikuti dengan pemberian terapi farmakologis sesuai program medis serta intervensi nonfarmakologis berupa pemasangan kinesio taping selama tiga hari berturut-turut pada di area abdomen dengan teknik pemasangan vertikal (longitudinal) di sebelah kanan dan kiri linea alba tanpa menutupi insisi operasi. Hasil evaluasi menunjukkan adanya penurunan skala nyeri pada kedua pasien dari skala 5 menjadi skala 3, pasien tampak lebih rileks, ekspresi meringis berkurang, serta kemampuan mobilisasi mulai meningkat. Penerapan kinesio taping membantu mengurangi persepsi nyeri melalui peningkatan sirkulasi darah dan limfe, penurunan mediator inflamasi, serta modulasi impuls nyeri melalui mekanisme gate control. Dengan demikian, kinesio taping dapat digunakan sebagai intervensi keperawatan nonfarmakologis yang aman dan efektif sebagai terapi pendukung dalam manajemen nyeri pada ibu post Sectio Caesarea.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU POST PARTUM DENGAN PENERAPAN PIJAT OKSITOSIN UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI ASI DI RUANG MELATI RSUD MALINAU

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Midwifery Care For Post Partum Mothers With The Application Of Oxytocin Massage To Improve Breast Milk Production In The Melati Room Malinau Regional Hospital ABSTRACT Postpartum is a period of recovery of the reproductive organs as before pregnancy. During the postpartum period, it is not uncommon for a postpartum mother to experience problems related to breast milk production. The coverage of exclusive breastfeeding in Indonesia in 2023 is 63.90%, in North Kalimantan 45.4% and in Malinau Regency 87.7%. The coverage of exclusive breastfeeding is still relatively low in North Kalimantan so there are several ways that can be done to increase this coverage, namely by providing complementary care that is non-pharmacological, namely oxytocin massage. This study aims to provide midwifery care to postpartum mothers by implementing oxytocin massage to increase breast milk production in the Melati room of Malinau Hospital. This study is a quantitative study with a case study approach conducted on June 5-10, 2025, the sample in this case study was a postpartum mother who experienced irregular breast milk production. Oxytocin massage was carried out for 6 visits, namely every morning. The instruments used were baby scales, measuring cups for breast milk storage, 1 set of tools for performing oxytocin massage and observation sheets. Breast milk production increased from 30 ml to 200 ml on the 6th day of oxytocin massage. It is recommended for midwives in health facilities to be able to provide education and apply oxytocin massage to every postpartum mother so that breast milk production is smooth and reduces the occurrence of problems related to breast milk production. Keywords : Oxytocin Massage, Breast Milk Production, Post Partum

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN USIA IBU,ANEMIA DAN JENIS PERSALINAN DENGAN PERDARAHAN POST PARTUM DI RUMAH SAKIT UMUM KOTA TARAKAN TAHUN 2022-2023

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

HUBUNGAN USIA IBU,ANEMIA DAN JENIS PERSALINAN DENGAN PERDARAHAN POST PARTUM DI RUMAH SAKIT UMUM KOTA TARAKAN TAHUN 2022-2023 Abstrak Latar belakang: Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, prevalensi perdarahan Pos Partum di beberapa provinsi di Indonesia antara lain Kalimantan Utara sebesar 11,2%, Papua 10,3%, NTT 9,4%. Angka-angka tersebut menunjukkan bahwa prevalensi perdarahan dini Postpartum di beberapa provinsi di Indonesia masih berada di atas angka prevalensi perdarahan dini Postpartum di tingkat nasional. Berdasarkan data SDKI 2022/2023, AKI di beberapa Provinsi di Indonesia adalah sebagai berikut: Papua 228 per 100.000 KH, NTT 224 per 100.000 KH. Sedangkan Provinsi Kalimantan Utara sendiri sebanyak 239 per 100.000 KH, dengan data kematian ibu bersalin pada tahun 2021 yaitu sebanyak 18 Kasus dengan penyebab terbesar adalah perdarahan. Sedangkan data dari Dinas Kesehatan Kota Tarakan jumlah Perdarahan Tahun 2022 sebanyak 36 Kasus. Tahun 2023 jumlah kasus perdarahan sebanyak 14 orang dan meninggal karena kasus perdarahan 2 orang . Jumlah perdarahan ini di dapatkan dari laporan Kelurahan, sedangkan 2 orang yang meninggal karena perdarahan didapatkan dari laporan Rumah Sakit Umum Kota tarakan. Data perdarahan postpartum yang didapatkan dari Rumah Sakit Umum Kota Tarakan Tahun 2022 sebanyak 44 orang dan tahun 2023 sebanyak 48 orang, angka ini semakain tahun semakin meningkat. Perdarahan yang terjadi dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain umur ibu, jarak kehamilan, paritas ibu, riwayat kehamilan, riwayat persalinan, penyakit ibu, anemia, pre eklamsi dan gangguan pembekuan darah. Tujuan: Mengetahui hubungan usia ibu, anemia dan jenis persalinan dengan kejadian perdarahan Postpartum di Rumah Sakit Umum Kota Tarakan Tahun 2022-2023. Metode: Penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan kasus Cross Sectional dengan tehnik pengambilan sampel dengan Total Sampling. Sampel penelitian yang digunakan sebanyak 92 ibu post partum dengan perdarahan. Pengambilan sampel dilakukan di Rumah Sakit Umum Kota Tarakan bulan Mei tahun 2024. Analisis yang digunakan adalah analisis Chi-Square. Hasil: • Hasil uji statistik chi-square didapatkan nilai P-value =0,01 (p0,05) yang artinya terdapat hubungan yang signifikan terhadap usia responden dengan perdarahan postpartum. • Hasil uji statistik chi-square didapatkan nilai P-value =0,26 (p>0,05) yang artinya tidak terdapat hubungan yang signifikan terhadap anemia dengan perdarahan postpartum • Hasil uji statistik chi square didapatkan nilai P-value =0,00 (p>0,05) yang artinya terdapat hubungan yang signifikan antara jenis persalinan dengan perdarahan postpartum. Kesimpulan: Terdapat hubungan usia dengan perdarahan Post partum dengan nilai P- Value=0,01(p,0,05),tidak terdapat hubungan anemia dengan perdarahan post partum dengan hasil nilai P-value=0,26 ( p>0,05) dan terdapat hubungan jenis persalinan dengan kejadian post partum dengn hasil P-value 0,00 (p>0,05)

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Asuhan kebidanan komprehensif pada ny m dipuskesmas sebengkok

2021•

Comprehensive midwifery care is a midwifery service provided to pregnant women, maternity, newborns, and the postpartum period using documentation through SOAP. With the existence of midwifery care, the development of the continous care carried out by the midwife can make the mother more trusting and open because she already knows the care giver. Comprehensive care is provided with the aim of preventing maternal and infant mortality. The pupose of this final report is to apply comprehensive midwifery care to Mrs. M during pregnancy, childbirth, postpartum and newborn by using a midwifery management approach. The study was conducted on Mrs. M G1P0A0 made 2 antenatal care visits at the first visit at 32 weeks gestation and the second visit at 34 weeks gestation. Childbirth care occurs at 41 weeks of gestation, the first stage of the latent phase lasts 8 hours and minutes at 02.00-09.00 WITA, second stage 15 minutes the bay is born spontabeously at 09.15 WITA, gender is male, stage III is 9 minutes, the placenta is complete at 09.24 WITA, IV stage 2 hours. Post partum visit 1 time and no problems were found during delivery. Vital signs, involution process, uterine fundus height, uterine contractions, lactation process, and lochea expenditure, during the puerperium are physiologically running. Newborn care is carried out 1 time visit. Observations on newborns were carried out form 1 hour after birth to 3 hours. Newborn baby weighing 2.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY.S DI PUSKESMAS SEBENGKOK

2021•

ABSTRACT According to WHO 2014 AKI report in the world that's 289,000 as of 100,000 lived in the world. The target of Millennium Development Goals (MDGs) in 2015 that 102 per 100,000 AKB born 37 per 1,000 (137), 100 WHO lived on 2015). Comprehensive midwifery are services that are provided to pregnant women, newborns, and nify exertion by using documentation through SOAP. The tutelage of a comprehensive midwifery was provided by midwife, the assessment of the conducted over Mrs. The G2P1A0 took the Antenna Receiving as much as 2 times on the first initial visit at the 36-week pregnancy and 6 weeks WITA at the age of 37 weeks 5 days, the Childbirth occurred at the age of 37 weeks 6 days, when the active phase 5 minutes at 01.55 WITA – 02.00 WITA, 200 WITA, A complete IV of pregnancy 5.005 at the WITA. Nifas 1-time visits and found no problem during childbirth. During the nifas run physiology. Newborn babies were done 1 times of visit and without any identification of any problems. Obesrvation in newborns was 1 hour until negon 3 hours of newborn babies 3,000 grams of normal, the 49 cm long, and directly carried out IMD. The conclusion after a comprehensive Midwifery was capable of lowering the mortality rate caused by complications in pregnancy, childbirth, nifas, and BBL.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail