BookOpen AccessMetadata saja
2026•
Persalinan melalui tindakan Sectio Caesarea sering disertai dengan nyeri pasca operasi yang dapat mengganggu kenyamanan, mobilisasi, serta proses pemulihan ibu. Manajemen nyeri tidak hanya dilakukan secara farmakologis, tetapi juga memerlukan pendekatan nonfarmakologis sebagai terapi pendukung, salah satunya melalui penerapan kinesio taping. Tujuan Karya Ilmiah Akhir Ners ini adalah untuk menerapkan terapi inovasi kinesio taping dalam menurunkan nyeri pada ibu post Sectio Caesarea. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan maternitas pada dua pasien ibu post sectio caesarea yang mengalami nyeri pada area luka operasi. Pengkajian nyeri dilakukan menggunakan Numeric Rating Scale (NRS), diikuti dengan pemberian terapi farmakologis sesuai program medis serta intervensi nonfarmakologis berupa pemasangan kinesio taping selama tiga hari berturut-turut pada di area abdomen dengan teknik pemasangan vertikal (longitudinal) di sebelah kanan dan kiri linea alba tanpa menutupi insisi operasi. Hasil evaluasi menunjukkan adanya penurunan skala nyeri pada kedua pasien dari skala 5 menjadi skala 3, pasien tampak lebih rileks, ekspresi meringis berkurang, serta kemampuan mobilisasi mulai meningkat. Penerapan kinesio taping membantu mengurangi persepsi nyeri melalui peningkatan sirkulasi darah dan limfe, penurunan mediator inflamasi, serta modulasi impuls nyeri melalui mekanisme gate control. Dengan demikian, kinesio taping dapat digunakan sebagai intervensi keperawatan nonfarmakologis yang aman dan efektif sebagai terapi pendukung dalam manajemen nyeri pada ibu post Sectio Caesarea.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Persalinan melalui tindakan Sectio Caesarea sering disertai dengan nyeri pasca operasi yang dapat mengganggu kenyamanan, mobilisasi, serta proses pemulihan ibu. Manajemen nyeri tidak hanya dilakukan secara farmakologis, tetapi juga memerlukan pendekatan nonfarmakologis sebagai terapi pendukung, salah satunya melalui penerapan kinesio taping. Tujuan Karya Ilmiah Akhir Ners ini adalah untuk menerapkan terapi inovasi kinesio taping dalam menurunkan nyeri pada ibu post Sectio Caesarea. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan maternitas pada dua pasien ibu post sectio caesarea yang mengalami nyeri pada area luka operasi. Pengkajian nyeri dilakukan menggunakan Numeric Rating Scale (NRS), diikuti dengan pemberian terapi farmakologis sesuai program medis serta intervensi nonfarmakologis berupa pemasangan kinesio taping selama tiga hari berturut-turut pada di area abdomen dengan teknik pemasangan vertikal (longitudinal) di sebelah kanan dan kiri linea alba tanpa menutupi insisi operasi. Hasil evaluasi menunjukkan adanya penurunan skala nyeri pada kedua pasien dari skala 5 menjadi skala 3, pasien tampak lebih rileks, ekspresi meringis berkurang, serta kemampuan mobilisasi mulai meningkat. Penerapan kinesio taping membantu mengurangi persepsi nyeri melalui peningkatan sirkulasi darah dan limfe, penurunan mediator inflamasi, serta modulasi impuls nyeri melalui mekanisme gate control. Dengan demikian, kinesio taping dapat digunakan sebagai intervensi keperawatan nonfarmakologis yang aman dan efektif sebagai terapi pendukung dalam manajemen nyeri pada ibu post Sectio Caesarea.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•
Anemia merupakan masalah kesehatan global yang banyak dialami oleh remaja putri, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Remaja putri memiliki risiko lebih tinggi terhadap anemia akibat menstruasi dan pola makan yang kurang bergizi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Pengetahuan Tentang Anemia Pada Remaja Putri Di Pondok Pesantren Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan total sampling didapatkan sampel sebanyak 124 santri dari enam pondok pesantren di Kota Tarakan. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah dimodifikasi dari Guidelines for assessing nutrition-related Knowledge, Attitudes and Practices (FAO) dan De, et al yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya mencakup item pernyataan definisi anemia, etiologi, gejala, dampak, pencegahan, dan pengobatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan yang bervariasi, dengan kategori baik 39,5%, cukup 34,7%, dan kurang 25,8%. Untuk ukuran numerik skor minimal 18,18, maksimal 100,00, rata-rata 70,24 dengan standar deviasi 19,10. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pengembangan program kesehatan di pesantren untuk mencegah anemia dan meningkatkan kualitas hidup santri.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Anemia merupakan masalah kesehatan global yang banyak dialami oleh remaja putri, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Remaja putri memiliki risiko lebih tinggi terhadap anemia akibat menstruasi dan pola makan yang kurang bergizi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pengetahuan anemia pada remaja putri pesantren di Kota Tarakan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif. Jumlah sampel 124 remaja putri. Penentuan jumlah sampel menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang telah dimodifikasi dari Guidelines for assessing nutrition-related Knowledge, Attitudes and Practices (FAO) dan De, et al sebanyak 11 item pernyataan. Hasil penelitian didapatkan remaja putri pesantren di Kota Tarakan memiliki pengetahuan baik 39,5%, pengetahuan cukup 34,7%, pengetahuan kurang 25,8%, dimana skor mean 70,24, SD 19,10, skor minimal 18,18, dan skor maksimal 100,00. Kesimpulan dari penelitian ini sebagian besar remaja putri pesantren di Kota Tarakan berpengetahuan baik tentang anemia.