Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

4 hasil
Subjek: preeklampsia
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

DETERMINAN KEJADIAN SECTIO CAESAREA (SC) PADA IBU BERSALIN DI RUMAH SAKIT PERTAMINA TARAKAN TAHUN 2025

2026•

Sectio Caesarea (SC) merupakan tindakan operatif untuk mengeluarkan janin melalui insisi pada dinding abdomen dan uterus. Angka kejadian SC terus mengalami peningkatan dan dipengaruhi oleh berbagai faktor maternal maupun obstetri. Identifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian SC diperlukan sebagai dasar dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan ibu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan faktor determinan dengan kejadian Sectio Caesarea di RS Pertamina Tarakan Tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Data diperoleh dari data sekunder rekam medis ibu bersalin di RS Pertamina Tarakan Tahun 2025 dengan jumlah sampel sebanyak 647 responden. Analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05 serta perhitungan Odds Ratio (OR) dan 95% Confidence Interval (CI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia ibu tidak berhubungan dengan kejadian SC (p=0,089; OR=1,505; 95% CI=0,937–2,418), demikian pula paritas (p=0,804; OR=1,066; 95% CI=0,644–1,765). Sebaliknya, preeklampsia berhubungan signifikan dengan kejadian SC (p0,001; OR=8,476; 95% CI=2,575–27,896). Riwayat SC juga berhubungan signifikan dengan kejadian SC (p0,001), meskipun nilai OR tidak dapat dihitung karena terdapat sel bernilai nol. Selain itu, sistem rujukan memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian SC (p0,001; OR=49,179; 95% CI=24,506–98,689). Preeklampsia, riwayat Sectio Caesarea, dan sistem rujukan merupakan faktor yang berhubungan dengan kejadian Sectio Caesarea di RS Pertamina Tarakan, sedangkan usia ibu dan paritas tidak menunjukkan hubungan yang bermakna.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

DISTRIBUSI SPASIO TEMPORAL PREVALENSI IBU HAMIL DENGAN PREEKLAMPSIA DI PUSKESMAS SE-KOTA TARAKAN TAHUN 2024

2024•

Preeklampsia merupakan kondisi spesifik pada kehamilan yang ditandai dengan adanya disfungsi plasenta dan respon maternal terhadap adanya inflamasi sistemik dengan aktivasi endotel dan koagulasi pada usia kehamilan di atas 20 minggu. Preeklampsia dapat menyebabkan eklampsia, sindrom HELLP, dan solusio plasenta pada ibu, serta dapat menyebabkan kelahiran prematur bahkan kematian pada janin. Banyak faktor risiko yang dapat mempengaruhi terjadinya preeklampsia yang jika diketahui lebih awal dapat dilakukan pencegahan secara cepat dan tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran pola sebaran ibu hamil dengan preeklampsia melalui distribusi spasial dan temporal di Puskesmas Se-Kota Tarakan dan mengetahui hubungan dari variabel usia dan paritas terhadap prevalensi preeklampsia. Jenis penelitian adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini menggunakan total sampling dari ibu hamil yang teregistrasi melakukan pemeriksaan kehamilan sejak bulan Januari hingga bulan Desember 2023 dengan HPHT kurang dari 15 Agustus 2023 di Puskesmas Kota Tarakan sebanyak 1106 ibu hamil. Analisis bivariat menggunakan uji chi square. Berdasarkan hasil penelitian secara spasial Kelurahan Karang Anyar Pantai merupakan wilayah domisili ibu hamil dengan preeklampsia tertinggi di Kota Tarakan dan secara temporal bulan Mei terdapat prevalensi ibu hamil preeklampsia terbanyak di Kota Tarakan pada 2023. Terdapat pula hubungan antara usia ibu hamil dengan preeklampsia (p-value = 0,00) dan terdapat hubungan antara paritas ibu dengan preeklampsia (p-value =0.00). Dari hasil peneltian, diharapkan bagi petugas kesehatan untuk melakukan penapisan awal preeklampsia pada kunjungan pertama kehamilan dan memberi edukasi terkait preeklampsia dalam kehamilan, sedangkan untuk ibu hamil disarankan untuk rutin melakukan pemeriksaan kehamilan secara teratur dan mengikuti saran yang diberikan petugas kesehatan terkait preeklampsia.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

FAKTOR-FAKTOR MATERNAL YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERSALINAN SECTIO CAESAREA DI RUMAH SAKIT UMUM KOTA TARAKAN TAHUN 2024

2024•

ABSTRAK Menurut WHO dalam Global Survey on Maternal and Perinatal Health tahun 2021 menunjukkan sebesar 46,1% dari seluruh kelahiran dilakukan melalui Sectio Caesarea (World Health Organization, 2019). Berdasarkan data RISKESDAS tahun 2021, jumlah persalinan dengan metode Sectio Caesarea di Indonesia sebesar 17,6%. Indikasi dilakukannya persalinan secara Sectio Caesarea disebabkan oleh beberapa komplikasi dengan persentase sebesar 23,2% dengan posisi janin melintang/sungsang (3,1%), perdarahan (2,4%,) eklamsi (0,2%), ketuban pecah dini (5,6%), partus lama (4,3%), lilitan tali pusat (2,9%), plasenta previa (0,7%), plasenta tertinggal (0,8%), hipertensi (2,7%), dan lainnya (4,6%) (Kementerian Kesehatan RI, 2021). Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor maternal yang mempengaruhi persalinan sectio caesarea di Rumah Sakit Umum Kota Tarakan pada Tahun 2024. Desain penelitian ini menggunakan deskriptif analitik dengan model pendekatan yang digunakan adalah Cross-Sectional. Populasi pada penelitian ini adalah pasien yang melakukan persalinan dari bulan Januari hingga bulan Desember 2023 di Rumah Sakit Umum Kota Tarakan sebanyak 749. Pengambilan sampel dengan teknik total sampling dengan total sampel sebanyak 749. Analisis bivariat menggunakan uji chi square. Tidak ada pengaruh faktor umur kehamilan terhadap persalinan Sectio Caesarea (p-value = 0,021) , ada pengaruh faktor paritas terhadap persalinan Sectio Caesarea (p-value = 0,000), ada pengaruh faktor cephalopelvik disproportion terhadap persalinan Sectio Caesarea (p-value = 0,089) , ada pengaruh faktor riwayat persalinan terhadap persalinan Sectio Caesarea (p-value = 0,000) , tidak ada pengaruh faktor usia terhadap persalinan Sectio Caesarea (p-value = 0,929), tidak ada pengaruh faktor preeklampsia terhadap persalinan Sectio Caesarea (p-value = 0,587), ada pengaruh faktor partus lama terhadap persalinan Sectio Caesarea (p-value = 0,012), ada pengaruh faktor ketuban pecah dini terhadap persalinan Sectio Caesarea (p-value = 0,013). Perlu lebih ditingkatkannya pemberian dukungan terhadap pentingnya pengetahuan ibu hamil maupun bersalin tentang tanda bahaya persalinan guna mencegah terjadinya sectio caesarea saat persalinan terutama informasi tentang faktor-faktor yang dapat, mempengaruhi terjadinya sectio caesarea termasuk umur kehamilan, paritas, cephalopelvik disproportion, riwayat persalinan, usia, preeklampsia, partus lama, dan ketuban pecah dini.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail