Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

5 hasil
Subjek: Temporal
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

DISTRIBUSI SPASIAL DAN TEMPORAL IKAN HIU SUNGAI (Glyphis fowlerae) DI PERAIRAN SESAYAP KABUPATEN TANA TIDUNG KALIMANTAN UTARA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Hiu sungai (Glyphis fowlerae) merupakan spesies hiu langka dengan distribusi terbatas pada perairan tawar hingga estuari. Keterbatasan informasi mengenai ekologi dan pola penyebarannya menyebabkan penelitian mengenai habitat dan distribusinya penting dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis distribusi spasial dan temporal Glyphis fowlerae serta mengetahui karakteristik habitat berdasarkan kondisi kualitas perairan di Sungai Sesayap, Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara. Penelitian dilakukan menggunakan metode survei lapangan dengan penentuan lokasi secara purposive sampling. Data yang dikumpulkan meliputi jumlah individu, lokasi tangkapan, waktu pengamatan, laju tangkap, serta parameter kualitas perairan berupa suhu, pH, salinitas, dan oksigen terlarut (DO). Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 40 individu Glyphis fowlerae ditemukan pada tiga stasiun pengamatan, dengan jumlah tertinggi pada Stasiun 1 sebanyak 16 individu (40%). Distribusi temporal selama periode Oktober 2025 hingga April 2026 menunjukkan variasi jumlah individu setiap bulan, dengan jumlah tertinggi ditemukan pada April 2026 sebanyak 8 individu (20%) dan terendah pada Desember 2025 sebanyak 4 individu (10%). Nilai laju tangkap Glyphis fowlerae selama penelitian berkisar antara 1,26–2,94 kg/jam, dengan nilai tertinggi pada April 2026 sebesar 2,94 kg/jam dan terendah pada Maret 2026 sebesar 1,26 kg/jam. Kondisi kualitas perairan selama penelitian menunjukkan suhu 31,05–31,61°C, pH 6,48–6,95, salinitas 1,19–8,24 ppt, dan DO 5,12–5,83 mg/l. Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi spasial dan temporal Glyphis fowlerae berkaitan dengan dinamika habitat Perairan Sesayap, terutama perubahan kondisi lingkungan perairan. Informasi ini dapat menjadi dasar dalam pengelolaan habitat dan upaya konservasi hiu sungai di Perairan Sesayap.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

MERANCANG BIOACOUSTICS CROSS-MODAL MODEL AI UNTUK MEMAHAMI KOMUNIKASI VOKAL PRIMATA SELAIN MANUSIA (STUDI KASUS: BEKANTAN)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Degradasi ekosistem mangrove dan ancaman kepunahan bekantan (Nasalis larvatus) di Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan (KKMB) Tarakan menuntut inovasi pemantauan ekologis yang melampaui batasan observasi visual konvensional. Penelitian ini merancang ALFANDA (Automated Learning Framework for Acoustic Nasalis-larvatus Detection and Analysis), sebuah arsitektur cross-modal Artificial Intelligence untuk menerjemahkan vokalisasi bekantan ke dalam label semantik perilaku (Sosial Kasual, Agresi Teritorial, dan Peringatan Bahaya) tanpa bergantung pada pelatih pengklasifikasi parametrik konvensional yang rentan overfitting. Sebanyak 240 sampel vokal liar dikumpulkan secara non-invasif dan diproses melalui jaringan neural biodenoising. Untuk mencegah hilangnya sinyal biologis kritis (silent failures), segmentasi temporal Convolutional Recurrent Neural Network (CRNN) dari Voxaboxen secara taktis dikalibrasi pada ambang batas hipersensitif (0,01) dan dipulihkan melalui protokol Human-in-the-Loop (HITL), mengamankan tingkat Recall batas suara absolut sebesar 100%. Sistem secara inovatif mengekstraksi "sidik jari" akustik laten 1-Dimensi menggunakan model self-supervised Transformer (sl-BEATs-all). Studi ablasi mengungkap fenomena centroid dilution saat fitur bising (kotor) disatukan, sehingga klasifikasi dioptimalkan menggunakan clean-only embeddings melalui komputasi jarak spasial (Cosine Similarity). Pengujian algoritma secara ketat menggunakan event-level stratified split (N=148 segmen uji murni) membuktikan ALFANDA mencapai Akurasi Keseluruhan sebesar 65,13%. Model beroperasi secara adaptif menghadapi ketidakseimbangan data (imbalanced dataset); mencetak Presisi tinggi 87,23% pada vokalisasi Casual, dan mengamankan Sensitivitas (Recall) pada vokalisasi Warning. Penelitian ini secara teknis meletakkan fondasi komputasional zero-training yang tangguh terhadap distorsi lingkungan, siap diimplementasikan sebagai instrumen Passive Acoustic Monitoring (PAM) waktu-nyata (real-time) untuk memajukan konservasi alam berbasis interaksi lintas-spesies.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

BIOEKOLOGI UDANG GALAH (Macrobrachium rosenbergii ) DI SUNGAI SESAYAP KABUPATEN TANA TIDUNG

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Udang galah (Macrobrachium rosenbergii) merupakan komoditas perikanan air tawar bernilai ekonomi tinggi yang hidup pada sistem sungai dan estuari. Sungai Sesayap, Kabupaten Tana Tidung, merupakan salah satu habitat alami udang galah yang belum banyak dikaji secara komprehensif dari aspek bioekologi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aspek reproduksi (nisbah kelamin, tingkat kematangan gonad/TKG, indeks kematangan gonad/IKG), aspek pertumbuhan (hubungan panjang–berat dan faktor kondisi), parameter lingkungan (DO, salinitas, pH, suhu), serta pola distribusi spasial dan temporal udang galah. Penelitian dilakukan pada tiga stasiun (hulu, tengah, hilir) dengan total sampel 300 ekor. Analisis reproduksi dilakukan melalui identifikasi TKG dan perhitungan IKG, sedangkan pertumbuhan dianalisis menggunakan persamaan hubungan panjang–berat (W = aLᵇ) dan faktor kondisi. Parameter kualitas air diukur secara langsung di lapangan. Distribusi spasial dianalisis berdasarkan kelas ukuran antar stasiun, sedangkan distribusi temporal dibandingkan antara fase spring tide dan neap tide. Hasil penelitian menunjukkan nisbah kelamin relatif seimbang (1:1,02). TKG betina didominasi tahap IV, menunjukkan aktivitas reproduksi aktif. Nilai IKG betina lebih tinggi dibanding jantan pada seluruh stasiun. Hubungan panjang–berat menunjukkan pola pertumbuhan allometrik positif pada jantan (b = 3,1342; R² = 0,896) dan allometrik negatif pada betina (b = 2,9366; R² = 0,9127). Parameter kualitas air masih berada pada kisaran optimal (DO 6,7–7,2 mg/L; pH 6,6–7,2; suhu 26,9–32,4°C; salinitas 0‰). Distribusi spasial didominasi kelas ukuran menengah (13–18 cm), dengan kecenderungan individu lebih besar ditemukan di hilir. Distribusi temporal menunjukkan dominasi ukuran menengah pada fase spring tide maupun neap tide. Disimpulkan bahwa populasi udang galah di Sungai Sesayap berada dalam kondisi pertumbuhan aktif dan reproduktif, dengan struktur ukuran yang relatif stabil serta kualitas lingkungan yang mendukung keberlanjutan populasi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

DISTRIBUSI SPASIAL DAN TEMPORAL IKAN HIU (Elasmobranchii ) DI PERAIRAN BUNYU KABUPATEN BULUNGAN KALIMANTAN UTARA

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

DISTRIBUSI SPASIAL DAN TEMPORAL IKAN HIU (Elasmobranchii) DI PERAIRAN BUNYU KABUPATEN BULUNGAN KALIMANTAN UTARA ABSTRAK Hiu (Elasmobranchii) berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut, sehingga informasi distribusi spasial dan temporalnya diperlukan sebagai dasar pengelolaan perikanan dan konservasi. Penelitian ini bertujuan mengetahui distribusi spasial dan temporal spesies hiu di Perairan Bunyu, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, pada Desember 2024–Februari 2025. Metode yang digunakan berupa survei lapangan deskriptif kuantitatif dengan enam kali operasi alat tangkap trawl (dua kali per bulan) pada kondisi pasang mati (neap tide). Data yang dikumpulkan meliputi parameter lingkungan (suhu, salinitas, pH, kecerahan), identifikasi spesies, pengukuran morfometrik, serta pemetaan distribusi menggunakan ArcGIS. Hasil penelitian menunjukkan terdapat tiga spesies hiu yang tertangkap, yaitu Sphyrna lewini (hiu martil), Rhynchobatus australiae (hiu lontar), dan Chiloscyllium punctatum (hiu batu), dengan total 50 individu. Seluruh tangkapan merupakan anakan (juvenil) yang dominan ditemukan di perairan dangkal bersubstrat pasir-lumpur. Jumlah tertinggi terjadi pada Januari, diduga dipengaruhi kondisi suhu dan arus laut yang lebih stabil. Parameter lingkungan tercatat dengan kisaran suhu 30–31,6°C, salinitas 27–30‰, pH 7,51–7,79, dan kecerahan 2,5–3,5 m. Secara spasial, sebaran hiu terfokus di zona pesisir yang beririsan dengan aktivitas nelayan lokal. Temuan ini mengindikasikan bahwa Perairan Bunyu berfungsi sebagai habitat pembesaran (nursery ground) hiu pesisir. Oleh karena itu, diperlukan pengelolaan berbasis konservasi untuk mendukung keberlanjutan populasi hiu sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem laut di wilayah Kalimantan Utara Kata kunci: Hiu, distribusi spasial, distribusi temporal, Perairan Bunyu, juvenil, konservasi perikanan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

DISTRIBUSI SPASIO TEMPORAL PREVALENSI IBU HAMIL DENGAN PREEKLAMPSIA DI PUSKESMAS SE-KOTA TARAKAN TAHUN 2024

2024•

Preeklampsia merupakan kondisi spesifik pada kehamilan yang ditandai dengan adanya disfungsi plasenta dan respon maternal terhadap adanya inflamasi sistemik dengan aktivasi endotel dan koagulasi pada usia kehamilan di atas 20 minggu. Preeklampsia dapat menyebabkan eklampsia, sindrom HELLP, dan solusio plasenta pada ibu, serta dapat menyebabkan kelahiran prematur bahkan kematian pada janin. Banyak faktor risiko yang dapat mempengaruhi terjadinya preeklampsia yang jika diketahui lebih awal dapat dilakukan pencegahan secara cepat dan tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran pola sebaran ibu hamil dengan preeklampsia melalui distribusi spasial dan temporal di Puskesmas Se-Kota Tarakan dan mengetahui hubungan dari variabel usia dan paritas terhadap prevalensi preeklampsia. Jenis penelitian adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini menggunakan total sampling dari ibu hamil yang teregistrasi melakukan pemeriksaan kehamilan sejak bulan Januari hingga bulan Desember 2023 dengan HPHT kurang dari 15 Agustus 2023 di Puskesmas Kota Tarakan sebanyak 1106 ibu hamil. Analisis bivariat menggunakan uji chi square. Berdasarkan hasil penelitian secara spasial Kelurahan Karang Anyar Pantai merupakan wilayah domisili ibu hamil dengan preeklampsia tertinggi di Kota Tarakan dan secara temporal bulan Mei terdapat prevalensi ibu hamil preeklampsia terbanyak di Kota Tarakan pada 2023. Terdapat pula hubungan antara usia ibu hamil dengan preeklampsia (p-value = 0,00) dan terdapat hubungan antara paritas ibu dengan preeklampsia (p-value =0.00). Dari hasil peneltian, diharapkan bagi petugas kesehatan untuk melakukan penapisan awal preeklampsia pada kunjungan pertama kehamilan dan memberi edukasi terkait preeklampsia dalam kehamilan, sedangkan untuk ibu hamil disarankan untuk rutin melakukan pemeriksaan kehamilan secara teratur dan mengikuti saran yang diberikan petugas kesehatan terkait preeklampsia.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail