Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

18 hasil
Subjek: Spasial
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Kemampuan Spasial Siswa Kelas IX Berdasarkan Level Berpikir Van Hiele di SMP Negeri 9 Tarakan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh variasi kemampuan dalam memvisualisasikan objek geometri dan memahami hubungan antarunsur bangun ruang sisi datar. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kemampuan spasial siswa kelas IX berdasarkan level berpikir Van Hiele di SMP Negeri 9 Tarakan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Subjek dipilih secara purposive berdasarkan hasil Van Hiele’s Geometry Test (VHGT) dan rekomendasi guru. Sebanyak 23 siswa mengikuti VHGT dan teridentifikasi 7 siswa pada level 0 (visualisasi), 3 siswa pada level 1 (analisis), dan 2 siswa pada level 2 (deduksi informal). Selanjutnya, dipilih enam subjek berdasarkan rekomendasi guru, dengan masing-masing dua subjek pada setiap level. Data dikumpulkan melalui tes kemampuan spasial dan wawancara. Analisis data mengacu pada Miles, Huberman, dan Saldaña (2014), meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan variasi proses dan strategi berpikir dalam menyelesaikan permasalahan spasial. Pada aspek persepsi spasial, sebagian besar subjek mampu menentukan permukaan cairan tetap horizontal melalui pengamatan, perbandingan gambar, dan pembayangan, meskipun satu subjek level 0 mengalami miskonsepsi. Pada aspek visualisasi spasial, seluruh subjek mampu membayangkan pelipatan objek secara bertahap. Seluruh subjek juga mampu melakukan rotasi mental berdasarkan arah dan besar sudut, menentukan hubungan sisi bersebelahan dan berhadapan, serta membayangkan objek dari sudut pandang berbeda. Ditemukan pula strategi tambahan berupa menggambar ulang dan merevisi, memanfaatkan pengalaman dan pengetahuan sebelumnya, serta menggunakan bantuan gerakan tangan, perputaran kertas, dan gambar bantu. Secara keseluruhan, kemampuan spasial subjek pada level 0, 1, dan 2 Van Hiele tercermin melalui variasi pola dan strategi dalam membangun serta mengolah bayangan spasial.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

DISTRIBUSI SPASIAL DAN TEMPORAL IKAN HIU SUNGAI (Glyphis fowlerae) DI PERAIRAN SESAYAP KABUPATEN TANA TIDUNG KALIMANTAN UTARA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Hiu sungai (Glyphis fowlerae) merupakan spesies hiu langka dengan distribusi terbatas pada perairan tawar hingga estuari. Keterbatasan informasi mengenai ekologi dan pola penyebarannya menyebabkan penelitian mengenai habitat dan distribusinya penting dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis distribusi spasial dan temporal Glyphis fowlerae serta mengetahui karakteristik habitat berdasarkan kondisi kualitas perairan di Sungai Sesayap, Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara. Penelitian dilakukan menggunakan metode survei lapangan dengan penentuan lokasi secara purposive sampling. Data yang dikumpulkan meliputi jumlah individu, lokasi tangkapan, waktu pengamatan, laju tangkap, serta parameter kualitas perairan berupa suhu, pH, salinitas, dan oksigen terlarut (DO). Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 40 individu Glyphis fowlerae ditemukan pada tiga stasiun pengamatan, dengan jumlah tertinggi pada Stasiun 1 sebanyak 16 individu (40%). Distribusi temporal selama periode Oktober 2025 hingga April 2026 menunjukkan variasi jumlah individu setiap bulan, dengan jumlah tertinggi ditemukan pada April 2026 sebanyak 8 individu (20%) dan terendah pada Desember 2025 sebanyak 4 individu (10%). Nilai laju tangkap Glyphis fowlerae selama penelitian berkisar antara 1,26–2,94 kg/jam, dengan nilai tertinggi pada April 2026 sebesar 2,94 kg/jam dan terendah pada Maret 2026 sebesar 1,26 kg/jam. Kondisi kualitas perairan selama penelitian menunjukkan suhu 31,05–31,61°C, pH 6,48–6,95, salinitas 1,19–8,24 ppt, dan DO 5,12–5,83 mg/l. Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi spasial dan temporal Glyphis fowlerae berkaitan dengan dinamika habitat Perairan Sesayap, terutama perubahan kondisi lingkungan perairan. Informasi ini dapat menjadi dasar dalam pengelolaan habitat dan upaya konservasi hiu sungai di Perairan Sesayap.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Pendapatan Asli Daerah dan Dana Alokasi Umum terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Kalimantan Utara Menggunakan Pendekatan Regresi Spasial

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Dana Alokasi Umum (DAU) terhadap pertumbuhan ekonomi serta mengidentifikasi dependensi spasial antar kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data panel yang mencakup lima kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Utara selama periode 2014–2023. Data penelitian bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK). Analisis dilakukan melalui estimasi awal, pengujian dependensi antarwilayah menggunakan Pesaran’s Cross-sectional Dependence Test, serta estimasi regresi spasial menggunakan Spatial Autoregressive (SAR) dan Spatial Error Model (SEM) dengan pendekatan random effects dan spatial fixed-effects. Pemilihan model terbaik dilakukan berdasarkan nilai Akaike Information Criterion (AIC) terendah dan log-likelihood tertinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dependensi spasial antar kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Utara, dengan nilai statistik Pesaran CD sebesar 9,215 dan probabilitas 0,0000. Berdasarkan hasil perbandingan model, Spatial Error Model (SEM) dengan spatial fixed-effects dipilih sebagai model terbaik dengan AIC sebesar 97,21685 dan log-likelihood sebesar −44,6084. Pada model tersebut, PAD berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dengan koefisien sebesar −18,48927 dan probabilitas 0,030, sedangkan DAU berpengaruh positif dan signifikan dengan koefisien sebesar 454,9621 dan probabilitas 0,030. Parameter spasial lambda (λ) sebesar −0,803902 dengan probabilitas 0,000 menunjukkan adanya dependensi spasial negatif pada komponen error, yang mengindikasikan adanya faktor-faktor tidak teramati yang memiliki keterkaitan spasial antarwilayah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Utara tidak hanya berkaitan dengan kondisi fiskal daerah, tetapi juga dengan keterkaitan spasial antarwilayah. Oleh karena itu, kebijakan pembangunan perlu mempertimbangkan karakteristik kewilayahan dan memperkuat koordinasi antardaerah untuk mendukung pemerataan dan keberlanjutan pertumbuhan ekonomi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Eksplorasi Kemampuan Spasial Murid Kelas VIII SMPN 11 Tarakan dalam Menyelesaikan Permasalahan Geometri

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kemampuan spasial merupakan kemampuan penting dalam pembelajaran geometri karena berperan dalam membantu murid memahami, membayangkan, dan memanipulasi objek geometri secara mental. Namun, kemampuan spasial setiap murid berbeda sehingga perlu dieksplorasi untuk memperoleh gambaran yang lebih mendalam mengenai proses berpikir murid dalam menyelesaikan permasalahan geometri. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan spasial murid kelas VIII SMPN 11 Tarakan dalam menyelesaikan permasalahan geometri pada materi bangun ruang sisi datar. Penelitian ini menggunakan mixed methods dengan desain explanatory sequential. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tes kemampuan spasial, wawancara, dan observasi. Hasil skor tes kemampuan spasial pada murid kelas VIII.2 dianalisis menggunakan kategorisasi berdasarkan kuartil untuk menentukan subjek kategori tinggi, sedang, dan rendah. Hasil analisis menunjukkan bahwa 6 murid (23,08%) berada pada kategori tinggi, 14 murid (53,85%) pada kategori sedang, dan 6 murid (23,08%) pada kategori rendah. Selanjutnya, tiga subjek yang mewakili masing-masing kategori dipilih untuk dilakukan wawancara dan observasi. Hasil wawancara dan observasi dianalisis secara kualitatif mengikuti tahapan analisis data menurut Creswell yang meliputi pengorganisasian data, pengodean, pengembangan tema, penyajian, dan interpretasi data. Keabsahan data diuji melalui triangulasi teknik dan member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa murid dengan kategori tinggi dan sedang menunjukkan kemampuan yang lebih baik dalam membangun dan memanipulasi representasi mental dibandingkan murid dengan kategori kemampuan spasial rendah. Kemampuan spasial murid juga tidak hanya ditentukan oleh ketepatan jawaban akhir, tetapi juga dipengaruhi oleh proses berpikir, pengonsepan, serta strategi yang digunakan dalam membangun dan memanipulasi representasi mental selama menyelesaikan permasalahan geometri. Oleh karena itu, pembelajaran perlu memberikan kesempatan untuk melatih visualisasi, representasi visual, pengonsepan geometri, serta penggunaan media konkret guna membantu membangun representasi mental objek geometri.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Penentuan Lokasi Pengembangan Sektor Pertanian di Indonesia (Berdasarkan Pendekatan Location Quontient dan Marginal Productivity of Labor)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan menentukan lokasi pengembangan sektor pertanian di Indonesia tahun 2025 dengan pendekatan Location Quotient (LQ) dan Marginal Product of Labor (MPL). Pendekatan kuantitatif digunakan dengan memanfaatkan data sekunder PDRB, tenaga kerja, volume produksi pertanian, dan data spasial tahun 2017, 2021, dan 2025. Alat analisis mencakup metode LQ untuk wilayah basis, formula MPL untuk produktivitas tenaga kerja, serta analisis spasial menggunakan QGIS. Hasil penelitian delapan provinsi termasuk basis sektor pertanian yaitu Aceh; Lampung; Jateng; NTT; Kalteng; Kalsel; Sultra; dan Sulbar. Analisis Tahap 2 di tingkat kabupaten/kota tersisa tujuh provinsi yang tereliminasi Sultra, yang lain konsisten basis subsektor tanaman pangan di Kabupaten/kota; Jateng, 25; NTT, 8; dan Kalsel, 10. Untuk subsektor hortikultura di Aceh, 7; dan Jateng, 8. Untuk subsektor perkebunan di Kalteng, 14; Kalsel, 13; dan Sulbar, 6. Untuk subsektor peternakan di Lampung, 10; Jateng, 28; NTT, 18; dan Aceh, 16. Hasil analisis spasial mengungkapkan tiga fenomena relasi ruang, yaitu di Jateng dan NTT terdapat keselarasan wilayah (spatial alignment), di Lampung dan Aceh terdapat keterpaduan sinergis (komplementer), di Kalteng, Kalsel, dan Sulbar terdapat kesenjangan perencanaan (spatial mismatch) akibat benturan kawasan industri non-pertanian. Akhirnya kebijakan spasial pertanian harus diprioritaskan pada wilayah basis dengan produktivitas positif.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KEMAMPUAN SPASIAL SISWA SMPN 10 TARAKAN DALAM MENYELESAIKAN SOAL GEOMETRI PADA BANGUN RUANG SISI DATAR

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan spasial siswa dalam menyelesaikan soal geometri pada materi bangun ruang sisi datar. Kemampuan spasial yang dibahas meliputi aspek orientasi, visualisasi, dan relasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas tiga siswa kelas IX SMP Negeri 10 Tarakan yang dipilih berdasarkan rekomendasi guru mata pelajaran matematika. Analisis data melalui tahap pengelompokan dan menyusun data, membuat deksripsi serta tema, menghubungkan tema dan deksripsi serta menginterpretasikan makna, tema, dan deskripsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan spasial siswa dalam menyelesaikan soal geometri pada materi bangun ruang sisi datar telah terlihat pada aspek orientasi, visualisasi, dan relasi. Namun, kemampuan tersebut belum berkembang secara merata sehingga masih ditemukan beberapa kesulitan, terutama pada aspek relasi dalam menghubungkan informasi, unsur bangun ruang, dan konsep geometri yang digunakan dalam penyelesaian masalah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

BIOEKOLOGI UDANG GALAH (Macrobrachium rosenbergii ) DI SUNGAI SESAYAP KABUPATEN TANA TIDUNG

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Udang galah (Macrobrachium rosenbergii) merupakan komoditas perikanan air tawar bernilai ekonomi tinggi yang hidup pada sistem sungai dan estuari. Sungai Sesayap, Kabupaten Tana Tidung, merupakan salah satu habitat alami udang galah yang belum banyak dikaji secara komprehensif dari aspek bioekologi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aspek reproduksi (nisbah kelamin, tingkat kematangan gonad/TKG, indeks kematangan gonad/IKG), aspek pertumbuhan (hubungan panjang–berat dan faktor kondisi), parameter lingkungan (DO, salinitas, pH, suhu), serta pola distribusi spasial dan temporal udang galah. Penelitian dilakukan pada tiga stasiun (hulu, tengah, hilir) dengan total sampel 300 ekor. Analisis reproduksi dilakukan melalui identifikasi TKG dan perhitungan IKG, sedangkan pertumbuhan dianalisis menggunakan persamaan hubungan panjang–berat (W = aLᵇ) dan faktor kondisi. Parameter kualitas air diukur secara langsung di lapangan. Distribusi spasial dianalisis berdasarkan kelas ukuran antar stasiun, sedangkan distribusi temporal dibandingkan antara fase spring tide dan neap tide. Hasil penelitian menunjukkan nisbah kelamin relatif seimbang (1:1,02). TKG betina didominasi tahap IV, menunjukkan aktivitas reproduksi aktif. Nilai IKG betina lebih tinggi dibanding jantan pada seluruh stasiun. Hubungan panjang–berat menunjukkan pola pertumbuhan allometrik positif pada jantan (b = 3,1342; R² = 0,896) dan allometrik negatif pada betina (b = 2,9366; R² = 0,9127). Parameter kualitas air masih berada pada kisaran optimal (DO 6,7–7,2 mg/L; pH 6,6–7,2; suhu 26,9–32,4°C; salinitas 0‰). Distribusi spasial didominasi kelas ukuran menengah (13–18 cm), dengan kecenderungan individu lebih besar ditemukan di hilir. Distribusi temporal menunjukkan dominasi ukuran menengah pada fase spring tide maupun neap tide. Disimpulkan bahwa populasi udang galah di Sungai Sesayap berada dalam kondisi pertumbuhan aktif dan reproduktif, dengan struktur ukuran yang relatif stabil serta kualitas lingkungan yang mendukung keberlanjutan populasi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH VARIABEL FISKAL DAERAH TERHADAP PDRB DENGAN PENDEKATAN SPASIAL DI PROVINSI KALIMANTAN UTARA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Provinsi Kalimantan Utara sebagai Daerah Otonom Baru masih bergantung pada dana transfer pemerintah pusat, sementara pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) antar kabupaten/kota menunjukkan adanya ketimpangan yang diduga dipengaruhi oleh kondisi fiskal daerah dan keterkaitan antarwilayah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh DBH, DAK, DAU, dan PAD terhadap PDRB kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Utara dengan mempertimbangkan efek spasial. Penelitian menggunakan data panel lima kabupaten/kota periode 2015–2024 yang dianalisis dengan regresi spasial. Berdasarkan uji Pesaran Cross-Sectional Dependence, Lagrange Multiplier, model Spatial Autoregressive (SAR) Random Effect terpilih sebagai model terbaik. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, diperoleh temuan bahwa terdapat dependensi spasial secara positif dan signifikan pada PDRB antarwilayah dengan koefisien spasial (ρ) sebesar 0,6874. DBH dan DAK tidak berpengaruh signifikan, sedangkan DAU dan PAD berpengaruh positif dan signifikan terhadap PDRB..

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

DISTRIBUSI SPASIAL DAN TEMPORAL IKAN HIU (Elasmobranchii ) DI PERAIRAN BUNYU KABUPATEN BULUNGAN KALIMANTAN UTARA

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

DISTRIBUSI SPASIAL DAN TEMPORAL IKAN HIU (Elasmobranchii) DI PERAIRAN BUNYU KABUPATEN BULUNGAN KALIMANTAN UTARA ABSTRAK Hiu (Elasmobranchii) berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut, sehingga informasi distribusi spasial dan temporalnya diperlukan sebagai dasar pengelolaan perikanan dan konservasi. Penelitian ini bertujuan mengetahui distribusi spasial dan temporal spesies hiu di Perairan Bunyu, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, pada Desember 2024–Februari 2025. Metode yang digunakan berupa survei lapangan deskriptif kuantitatif dengan enam kali operasi alat tangkap trawl (dua kali per bulan) pada kondisi pasang mati (neap tide). Data yang dikumpulkan meliputi parameter lingkungan (suhu, salinitas, pH, kecerahan), identifikasi spesies, pengukuran morfometrik, serta pemetaan distribusi menggunakan ArcGIS. Hasil penelitian menunjukkan terdapat tiga spesies hiu yang tertangkap, yaitu Sphyrna lewini (hiu martil), Rhynchobatus australiae (hiu lontar), dan Chiloscyllium punctatum (hiu batu), dengan total 50 individu. Seluruh tangkapan merupakan anakan (juvenil) yang dominan ditemukan di perairan dangkal bersubstrat pasir-lumpur. Jumlah tertinggi terjadi pada Januari, diduga dipengaruhi kondisi suhu dan arus laut yang lebih stabil. Parameter lingkungan tercatat dengan kisaran suhu 30–31,6°C, salinitas 27–30‰, pH 7,51–7,79, dan kecerahan 2,5–3,5 m. Secara spasial, sebaran hiu terfokus di zona pesisir yang beririsan dengan aktivitas nelayan lokal. Temuan ini mengindikasikan bahwa Perairan Bunyu berfungsi sebagai habitat pembesaran (nursery ground) hiu pesisir. Oleh karena itu, diperlukan pengelolaan berbasis konservasi untuk mendukung keberlanjutan populasi hiu sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem laut di wilayah Kalimantan Utara Kata kunci: Hiu, distribusi spasial, distribusi temporal, Perairan Bunyu, juvenil, konservasi perikanan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ESTIMASI CADANGAN KARBON PADA TEGAKAN MANGROVE BERBASIS SPASIAL DI KAWASAN KONSERVASI MANGROVE DAN BEKANTAN (KKMB) KOTA TARAKAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Biomass and carbon stocks in the Mangrove and Bekantan Conservation Area (KKMB) in Tarakan have not been extensively studied, despite the area being known for its high important for carbon storage. To leverage unmanned aerial vehicle (UAV) technology, this study aimed to map the distribution of estimated biomass, carbon stock, and CO₂ absorption in mangrove categorized as trees within KKMB. The method employed in this study include high-resolution UAV imagery, field measurements to determine stem diameter, and vegetation analysis using the Normalised Difference Vegetation index (NDVI). Biomass estimates was calculated using an allometric approach, while carbon stock calculations were based on 47% of the total biomass. The study found that mangrove biomass estimates ranged from 7.57 to 75.28 tons per Hectare, with a carbon stock of 3.5 to 35.38 tons of Carbon per Hectare and a CO₂ uptake value of 0.013 to 0.12 tons per individual, indicating significant variation between mangrove zones. spatial mapping of the highest carbon distribution show a dense mangrove zone. The use of UAV technology combined with field data has proven effective for monitoring mangrove ecosystems with 85% accuracy. These findings supports the scientific basis for the sustainable management of KKMB and its role in mitigating climate change.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KARAKTERISTIK KECERDASAN VISUAL SPASIAL SISWA SEKOLAH DASAR DALAM MENYELESAIKAN MASALAH GEOMETRI

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Geometri merupakan salah satu materi yang dipelajari mulai dari tingkat sekolah dasar. Materi geometri menjadi penting untuk dipelajari karena dapat kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Untuk memahami geometri dengan baik, diperlukan kemampuan visual. Namun hilangnya kemampuan seseorang dalam memahami benda-benda disebabkan oleh tingkat keabstrakan geometri yang relatif tinggi. Geometri dan kesulitan penerapannya terus menjadi tantangan bagi banyak siswa. Karena setiap anak memiliki tingkat kecerdasan visual spasial yang unik, tantangan yang mereka hadapi pun berbeda-beda. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui dan mendeskripsikan karakteristik kecerdasan visual spasial siswa SD kelas IV pada materi geometri. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pemilihan subjek dikategorikan berdasarkan gender, yaitu 2 laki-laki dan 2 perempuan. Metode pengumpulan data menggunakan tes dan metode wawancara, kemudian semua instrumen divalidasi terlebih dahulu oleh validator sehingga layak untuk digunakan dalam penelitian. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini ialah bahwa karakteristik kecerdasan visual spasial pada siswa laki-laki ditunjukkan dengan indikator pengimajinasian, pengkonsepan, dan penyelesaian masalah dengan lengkap. Namun, pada indikator penemuan pola terdapat satu subjek yang tidak lengkap dalam menemukan pola. Hal ini dikarenakan subjek tersebut tidak hapal perkalian. Karakteristik kecerdasan visual spasial pada siswa perempuan ditunjukkan dengan indikator pengimajinasian yang lengkap. Namun, pada indikator pengkonsepan, penyelesaian masalah, dan penemuan pola terdapat subjek yang menjawab tidak lengkap.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

DISTRIBUSI SPASIO TEMPORAL PREVALENSI IBU HAMIL DENGAN PREEKLAMPSIA DI PUSKESMAS SE-KOTA TARAKAN TAHUN 2024

2024•

Preeklampsia merupakan kondisi spesifik pada kehamilan yang ditandai dengan adanya disfungsi plasenta dan respon maternal terhadap adanya inflamasi sistemik dengan aktivasi endotel dan koagulasi pada usia kehamilan di atas 20 minggu. Preeklampsia dapat menyebabkan eklampsia, sindrom HELLP, dan solusio plasenta pada ibu, serta dapat menyebabkan kelahiran prematur bahkan kematian pada janin. Banyak faktor risiko yang dapat mempengaruhi terjadinya preeklampsia yang jika diketahui lebih awal dapat dilakukan pencegahan secara cepat dan tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran pola sebaran ibu hamil dengan preeklampsia melalui distribusi spasial dan temporal di Puskesmas Se-Kota Tarakan dan mengetahui hubungan dari variabel usia dan paritas terhadap prevalensi preeklampsia. Jenis penelitian adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini menggunakan total sampling dari ibu hamil yang teregistrasi melakukan pemeriksaan kehamilan sejak bulan Januari hingga bulan Desember 2023 dengan HPHT kurang dari 15 Agustus 2023 di Puskesmas Kota Tarakan sebanyak 1106 ibu hamil. Analisis bivariat menggunakan uji chi square. Berdasarkan hasil penelitian secara spasial Kelurahan Karang Anyar Pantai merupakan wilayah domisili ibu hamil dengan preeklampsia tertinggi di Kota Tarakan dan secara temporal bulan Mei terdapat prevalensi ibu hamil preeklampsia terbanyak di Kota Tarakan pada 2023. Terdapat pula hubungan antara usia ibu hamil dengan preeklampsia (p-value = 0,00) dan terdapat hubungan antara paritas ibu dengan preeklampsia (p-value =0.00). Dari hasil peneltian, diharapkan bagi petugas kesehatan untuk melakukan penapisan awal preeklampsia pada kunjungan pertama kehamilan dan memberi edukasi terkait preeklampsia dalam kehamilan, sedangkan untuk ibu hamil disarankan untuk rutin melakukan pemeriksaan kehamilan secara teratur dan mengikuti saran yang diberikan petugas kesehatan terkait preeklampsia.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KEMAMPUAN SPASIAL SISWA KELAS VIII PADA MATERI BANGUN RUANG SISI DATAR DITINJAU DARI JENIS KELAMIN

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan spasial yang dimiliki oleh siswa kelas VIII di SMPN 4 Tarakan apabila ditinjau dari jenis kelamin. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah 1 siswa laki-laki dan 1 siswa perempuan kelas VIII SMPN 4 Tarakan. Pemilihan subjek menggunakan teknik purposive sampling dengan per-timbangan siswa yang mendapatkan nilai tertinggi pada PAS Ganjil serta siswa yang komunikatif. Metode pengumpulan data menggunakan analisis dokumen dan wawancara. Teknik analisis yang digunakan adalah teknik analisis menurut Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa subjek laki-laki mampu menguasai indikator menentukan kedalaman suatu bangun ruang dengan mengasumsikan kedalaman sebagai tinggi bangun, mengidentifikasi kemiringan suatu bangun ruang terhadap acuan vertikal maupun horizontal dengan merepre-sentasikan botol miring pada sudut yang benar, mengidentifikasi jaring-jaring dari suatu bangun ruang dengan membayangkan susunan pada jaring-jaring, serta menentukan posisi bangun ruang setelah diputar dan saat mengalami perubahan sudut pandang dengan menggunakan teknik yang sama yaitu memutar kertas. Namun siswa laki-laki tidak memenuhi indikator membedakan garis, bidang vertikal dan horizontal pada bangun ruang. Sedangkan siswa perempuan mampu menentukan kedalaman suatu bangun ruang menggunakan rumus yang tepat, mengidentifikasi kemiringan suatu bangun ruang terhadap acuan vertikal maupun horizontal dengan teknik membagi sudut, membedakan garis, bidang vertikal dan horizontal pada bangun ruang dengan tepat, mengidentifikasi jaring-jaring suatu bangun ruang dengan membayangkan apabila jaring-jaring dapat dipegang dan dilipat, menentukan perubahan posisi bangun ruang setelah diputar dengan sudut tertentu menggunakan cara membagi sudut, serta menentukan posisi bangun ruang saat mengalami perubahan sudut pandang dengan membayangkan perputaran bangun hingga menemukan posisi simbol yang sesuai.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Profil Kemampuan Representasi Spasial Siswa Kelas VIII SMP N 10 Tarakan Dalam Menyelesaikan Soal Bangun Sisi Datar

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kemampuan representasi spasial merupakan kemampuan siswa yang dapat membentuk, memanipulasi, dan memproses informasi tentang suatu objek dalam ruang tiga dimensi. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui profil kemampuan representasi spasial siswa kelas VIII SMP N 10 Tarakan dalam menyelesaikan soal bangun ruang sisi datar. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif deskriptif. Populasi Dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII-1, VIII-2, dan VIII-3. Sampel penelitian ini diambil dengan teknik nonprobability sampling dengan teknik sampling total di mana seluruh populasi merupakan sampel. Teknik pengumpulan data menggunakan tes tertulis berupa soal bangun ruang sisi datar dan dokumentasi kemudian data dianalisis berdasarkan kemampuan representasi spasial peserta didik indikator kemampuan representasi spasial ada empat yaitu siswa dapat merekayasa gambar dengan menggunakan penambahan persembunyian, penghilangan ataupun pengkaburan terhadap suatu gambar siswa dapat menggabungkan konsep-konsep yang telah ada untuk membangun konsep baru, siswa dapat memisahkan ataupun menamai konsep-konsep yang terbentuk dari konsep-konsep yang lama, dan siswa dapat menyelesaikan proses dari konsep-konsep yang telah dilalui dengan menggunakan bahasa sendiri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan representasi spasial siswa dalam menyelesaikan soal bangun ruang sisi datar pada kategori sangat tinggi yaitu 20,9%, terdapat 35,2% pada kategori tinggi, terdapat 30,8% yaitu pada kategori rendah dan terdapat 13,2% pada kategori sangat rendah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Kemampuan Spasial Siswa Ditinjau dari Self Efficacy Siswa Kelas VIII SMPIT Ulul Albab Tarakan

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana kemampuan spasial ditinjau dari self efficacy siswa kelas VIII Al-Qalam SMPIT Ulul Albab Tarakan. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus karena peneliti ingin meneliti kasus kemampuan spasial ditinjau dari self efficacy. Pemilihan subjek menggunakan teknik purposive sampling, sebelum memilih subjek peneliti melakukan pemberian angket kepada semua siswa kelas VIII Al-Qalam, dimana angket berisi pernyataan self efficacy. Selanjutnya angket tersebut dikategorisasikan kemudian diperoleh 3 subjek dengan self efficacy tinggi. Peneliti mengumpulkan data dengan angket, analisis dokumen dan wawancara. Instrumen utama dalam penelitian ini adalah peneliti itu sendiri, sedangkan instrumen pendukung dari penelitian ini yaitu angket, wawancara dan dokumen. Teknik analisis data yang digunakan adalah dengan mengumpulkan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data yang digunakan yaitu uji credibility, uji transfebility, uji dependability, dan uji confirmablity. Hasil penelitian diperoleh bahwa setiap subjek dengan self efficacy tinggi mempunyai perbedaan dan kesamaan karakteristik dalam menjawab pertanyaan kemampuan spasial. Semua subjek dapat memenuhi indikator kemampuan spasial dengan baik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa siswa dengan self efficacy tinggi memiliki kemampuan spasial yang baik.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KEMAMPUAN SPASIAL PADA SISWA KELAS V DALAM MENYELESAIKAN SOAL BANGUN RUANG SEDERHANA DI SDN 049 TARAKAN

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Salah satu kemampuan yang digunakan dan perlu dikembangkan dalam mempelajari materi geometri adalah kemampuan spasial. Kondisi siswa yang cenderung mengalami kesulitan dalam memahami dan menyelesaikan soal geometri bangun ruang dengan bentuk yang berbeda-beda disebabkan saat proses pembelajaran guru hanya menggunakan metode ceramah tanpa menghadirkan wujud dari materi bangun ruang yang sedang dibahas sehingga siswa terbiasa menyelesaikan masalah bangun ruang berdasarkan contoh yang sudah diberikan oleh guru.. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan spasial siswa kelas V SDN 049 Tarakan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui tes soal kemampuan spasial, wawancara, dan dokumentasi. Sebanyak 26 siswa kelas V-B mengisi lembar tes kemampuan spasial kemudian dikelompokkan berdasarkan kategori kemampuan matematika. Sebanyak 6 orang dipilih secara acak sebagai subjek dalam penelitian ini untuk mewakili kategori kemampuan matematika tinggi, sedang, dan rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan ketegori kemampuan tinggi memenuhi 3 indikator kemampuan spasial, yaitu kemampuan persepsi, kemampuan visualisasi, dan kemampuan rotasi. Siswa dengan kategori kemampuan sedang hanya mampu memenuhi 1-2 indikator kemampuan spasial yaitu kemampuan persepsi dan kemampuan visualisasi. Siswa dengan kategori kemampuan rendah belum mempu memenuhi semua indikator kemampuan spasial yang digunakan dalam penelitian ini.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

IDENTIFIKASI KONSENTRASI SPASIAL INDUSTRI MIKRO DAN KECIL PROVINSI KALIMANTAN UTARA

2022•

Penilitian ini bertujuan untuk mengetahui pola konsentrasi spasial tenaga kerja pada Industri Mikro dan Kecil di Provinsi Kalimantan Utara. Penelitian ini menggunakan data sekunder, seperti jumlah unit usaha industri mikro dan kecil, jumlah tenaga kerja industri mikro dan kecil, dan jumlah penduduk Provinsi Kalimantan Utara pada tahun 2018-2019. Metode yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah metode Konsentrasi Tenaga Kerja (CI). Dari hasil penelitian Concentration Index (CI) tahun 2018 diperoleh konsentrasi tenaga kerja pada Industri Mikro dan Kecil terdapat di Kabupaten Malinau dan Kota Tarakan dengan nilai CI>1. Dan pada tahun 2019 diperoleh konsentrasi tenaga kerja pada Industri Mikro dan Kecil terdapat di Kota Tarakan dan Kabupaten Bulungan dengan nilai CI>1.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS POTENSI WILAYAH PENGEMBANGAN TERNAK SAPI POTONG DI KOTA TARAKAN

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PENGEMBANGAN TERNAK DISUATU WILAYAH DI PENGARUHI SDA DAN SDM SERTA KOMODITAS YANG DITANAM DAN DIMANFAATKAN SEBAGAI SUMBER PAKAN TERNAK, MAKA DIPERLUKAN ANALISIS POTENSI. PENELITIAN INI BERTUJUAN MENGETAHUI TERKAIT KECAMATAN YANG BERPOTENSI MENJADI BASIS PENGEMBANGAN TERNAK SAPI POTONG DAN MENGIDENTIFIKASI POTENSI WILAYAH PENGEMBANGAN TERNAK SAPI POTONG. PENELITIAN INI DILAKUKAN DI KOTA TARAKAN DILAKUKAN PADA DESEMBER 2019 SAMPAI JUNI 2020. JENIS PENELITIAN INI DESKRIPTIF KUANTITATIF. PENENTUAN SAMPEL MENGGUNAKAN KUOTA DIMANA SAMPEL YANG DIAMBIL 40 PETERNAK YANG TERBAGI 4 KECAMATAN, DATAA YANG DIGUNAKAN ADALAH DATA PRIMER YANG DIPEROLEH DARI PETERNAK SAPI POTONG DAN DATA SEKUNDER DARI BPS KOTA TARAKAN, DINAS PERTANIAN, PANGAN DAN PERIKANAN KOTA TARAKAN. METODE YANG DIGUNAKAN UNTUK ANALISIS ADALAH ANALISIS LQ UNTUK POTENSI BASIS KECAMATAN, ANALISIS POTENSI PENGEMBANGAN WILAYAH MENGGUNAKAN ANALISIS KEPADATAN TERNAK. HASIL PENELITIAN INI ADALAH NILAI LQ KECAMATAN TARAKAN UTARA SEBESAR 1,44 DAN KECAMATAN TARAKAN TIMUR SEBESAR 1,59 MENJADI WILAYAH BASIS TERNAK SAPI POTONG. BERDASARKAN POTENSI PENGEMBANGAN WILAYAH DAN ANALISIS SPASIAL BAHWA KECAMATAN TARAKAN UTARA MENJADI PRIORITAS PERTAMAN DALAM WILAYAH PENYEBARAN DAN PENGEMBANGAN. KECAMATAN TARAKAN TIMUR DAN KECAMATAN TARAKAN TENGAH MENJADI PRIORITAS KEDUA DALAM WILAYAH PENYEBARAN, PENGEMBANGAN DAN PEMANTAPAN. KECAMATAN TARAKAN BARAT MENJADI PRIORITAS TERAKHIR MENJADI WILAYAH PEMANTAPAN DAN WILAYAH PENYEBARAN.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail