ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN GOOGLE SITES BERBASIS POTENSI LOKAL KOTA TARAKAN MATERI GASTROPODA Abstrak Pembelajaran di kampus, khususnya dalam penggunaan media pembelajaran masih menggunakan media yang kurang interaktif, yaitu media miscrosoft powerpoint. Hal ini menyebabkan pembelajaran menjadi kurang optimal dalam meningkatkan motivasi belajar dan pemahaman mahasiswa. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran interaktif berbasis website yaitu Google Sites. Metode penelitian ini menggunakan Research And Development (R&D), dengan model Borg And Gall yang dibatasi sampai pada tahap kelima yaitu uji coba terbatas ( Meain Field Revisio). Praktisi terdiri dari praktisi media, praktisi materi, dan praktisi bahasa. Hasil penilaian respon praktisi media, menyatakan media Google Sites telah memenuhi aspek fungsionalitas, kualitas teks, gambar, dan desain. Penilaian respon praktisi materi, menyatakan telah memenuhi aspek dari isi materi, kejelasan dalam penyajian, konsistensi tipografi, kesesuaian dalam penggunaan bahasa dengan tingkat perkembangan mahasiswa, kesederhanaan dan keterbacaan bahasa. Hasil penilaian respon praktisi bahasa, menyatakan telah memenuhi aspek ketepatan bahasa, keterbacaan teks, dan kemenarikan. Selanjutnya, hasil penilaian respon mahasiswa yang terdiri dari 8 responden terhadap media pembelajaran Google Sites, memperoleh respon yang baik dan memenuhi aspek kemandirian belajar, kualitas isi materi, serta kualitas desain dan media yang komunikatif. Berdasrkan hasil yang diperoleh media pembelajaran Google Sites berbasis potensi lokal materi Gastropoda memperoleh respon positif. Temuan penelitian ini diharapkan kepada penelitian selanjutnya dapat melanjutkan sampai pada tahapan ke sepuluh yaitu tahap disiminasi dan implementasi (Disimination And Impletation).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pemanfaatan kotoran sapi dan fly ash dalam bentuk briket komposit dikaji sebagai pendekatan pemanfaatan limbah sekaligus kandidat bahan bakar pendamping pada skema co-firing PLTU. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi karakteristik briket berdasarkan variasi rasio kotoran sapi dan fly ash serta variasi jenis dan kombinasi perekat alami, kemudian mengestimasi potensi energi listrik secara teoretis. Penelitian eksperimental dilakukan pada 24 formulasi dengan rasio kotoran sapi dan fly ash sebesar 30:60, 40:50, 50:40, dan 60:30. Perekat yang digunakan yaitu tapioka, rumput laut, dan molase dengan variasi perekat tunggal 10% serta kombinasi dua perekat masing-masing 5%. Parameter pengujian meliputi kadar air, persentase residu pembakaran, nilai kalor menggunakan kalorimeter bom, dan durasi pembakaran. Estimasi energi listrik dihitung berdasarkan nilai kalor, massa sampel, dan asumsi efisiensi konversi 40%. Hasil penelitian menunjukkan kadar air sebesar 2,1–6,7%, persentase residu pembakaran 21–42%, dan nilai kalor 5,42–8,95 MJ/kg. Formulasi 60% kotoran sapi, 30% fly ash, dan molase 10% menghasilkan nilai kalor tertinggi sebesar 8,95 MJ/kg dengan kadar air 3,0% dan residu pembakaran 22%. Pada massa sampel 64 g, formulasi tersebut menghasilkan energi termal total sekitar 572,5 kJ dan estimasi energi listrik teoretis sebesar 63,61 Wh per sampel. Persentase residu pembakaran dalam penelitian ini tidak diperlakukan sebagai kadar abu standar karena pengujian tidak menggunakan furnace dengan temperatur dan waktu terkontrol. Selain itu, estimasi energi listrik belum merepresentasikan keluaran aktual PLTU, sehingga kelayakan co-firing masih memerlukan pengujian campuran dengan batu bara, evaluasi emisi, slagging/fouling, dan performa boiler.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Hipotensi merupakan kondisi kegawatdaruratan yang dapat terjadi akibat penurunan volume intravaskular, yang disebabkan oleh syok hipovolemia akibat perdarahan serta kehilangan cairan berlebihan seperti diare dan muntah yang berkaitan dengan gangguan gastrointestinal. Kondisi ini menyebabkan ketidakstabilan hemodinamik yang ditandai dengan penurunan status hemodinamik dan Mean Arterial Pressure (MAP). Penatalaksanaan awal yang umum dilakukan adalah pemberian terapi cairan untuk mengembalikan volume sirkulasi. Salah satu metode noninvasif yang dapat digunakan untuk meningkatkan status hemodinamik adalah posisi passive leg raising (PLR), yang meningkatkan venous return secara sementara untuk meningkatkan status hemodinamik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi hemodinamik pasien hipotensi sebelum dan sesudah pemberian posisi passive leg raising (PLR), serta mengetahui perubahan kondisi hemodinamik yang terjadi. Data dikumpulkan melalui pengkajian dan observasi status hemodinamik sebelum intervensi, setelah pemberian terapi cairan, dan sesudah dilakukan posisi PLR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi hemodinamik pasien sebelum intervensi berada dalam keadaan tidak stabil yang ditandai dengan tekanan darah rendah dan nilai Mean Arterial Pressure (MAP) di bawah batas normal (65 mmHg). Setelah pemberian terapi cairan, terjadi perbaikan awal pada parameter hemodinamik, yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah sistolik dan diastolik serta kenaikan nilai MAP. Pemberian posisi PLR menunjukkan peningkatan tekanan darah dan MAP yang menandakan respons positif terhadap peningkatan preload. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat perubahan kondisi hemodinamik pada pasien hipotensi sebelum dan sesudah pemberian posisi Passive Leg Raising (PLR), sehingga intervensi ini efektif dalam menilai respons cairan dan mendukung stabilitas hemodinamik pasien.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Keanekaragaman anggrek memiliki nilai ekologis, ekonomi dan edukatif. Namun informasi mengenai keanekaragaman anggrek di Kawasan Hutan Bukit Mas Kota Tarakan masih terbatas sehingga belum dimanfaatkan secara optimal sebagai sumber bahan ajar. Habitat anggrek tersebar dari daratan rendah sampai daratan tinggi. Pertumbuhan anggrek dipengaruhi oleh kondisi lingkungan yang dimana pada kawasan Hutan Bukit Mas, faktor intensitas cahaya yang rendah dapat menyebabkan kurangnya pertumbuhan anggrek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui indeks keanekaragaman anggrek di Kawasan Hutan Bukit Mas serta mengetahui potensinya sebagai bahan ajar pada pembelajaran biologi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode jelajah (eksploratif) dengan teknik purposive sampling yaitu memperhatikan aksesibilitas dan keberadaan anggrek yang tumbuh alami di sepanjang jalur Kawasan Hutan Bukit Mas, khususnya disisi kanan dan kiri jalur joging yang telah dibuat oleh pengelola kawasan. Data sampel anggrek yang ditemukan terdapat 579 individu yang meliputi dua spesies yaitu Bromheadia finlaysoniana (Lindl) berjumlah 576 individu dan Dendrobium crumenatum Sw berjumlah 3 individu. Hasil perhitungan nilai indeks keanekaragaman pada anggrek Bromheadia finlaysoniana (Lindl) sebesar 0,912 dan anggrek Dendrobium crumenatum Sw sebesar 0,636 yang keduanya dalam kategori rendah. Hasil penelitian ini dapat berpotensi sebagai bahan ajar dalam pembelajaran biologi pada mata pelajaran Keanekaragaman Hayati untuk siswa SMA/MA kelas X (fase E) kurikulum merdeka. Data ini dapat digunakan sebagai bahan diskusi, studi kasus dan proyek pembelajaran berbasis masalah untuk menganalisis tngkat keanekaragaman yang rendah dan upaya pelestarian anggrek di lingkungan sekitar.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
.Pantai Amal merupakan area militer menjadi salah satu destinasi wisata andalan di Kota Tarakan. Berada di sisi timur kota dan berbatasan langsung dengan laut Sulawesi. Kondisi aspek sosial ekonomi dan budaya di pengaruhi oleh kondisi lingkungan dan sumber daya alam pesisir yang rentan terhadap tingginya potensi bencana di wilayah pesisir. Oleh Karena itu Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis potensi bencana yang terjadi di Kelurahan Pantai Amal, Kota Tarakan, serta menganalisis tingkat potensi bencana di kawasan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif, analisis statistik, dan triangulasi data dengan pendekatan penelitaian kuantitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara serta analisis data sekunder terkait bencana di Kelurahan Pantai Amal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah Pantai Amal memiliki potensi diantaranya; bencana abrasi dengan kategori sedang, banjir rob kategori sedang, gelombang laut ekstrem memiliki potensi sedang, dan gempa bumi masuk dalam kategori rendah. Beberapa infrastruktur mitigasi bencana yang direkomendasikan untuk dibangun diantaranya; kawasan resapan air, pembangunan pemecah gelombang, pengadaan beach nourishment, pembangunan tanggul, dan penguatan struktur bangunan yang sudah ada. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengambil kebijakan untuk mengembangkan strategi mitigasi bencana di wilayah pesisir.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: bagaimana laju pertumbuhan pajak dan retribusi di Kota Tarakan, bagaimana kontribusi pajak dan retribusi daerah di Kota Tarakan, bagaimana potensi pajak dan retribusi daerah yang berpotensi di Kota Tarakan dari tahun 2018-2023, dan kondisi masing-masing jenis pajak dan retribusi daerah yang dihitung dengan matrix potensi pajak dan retribusi daerah (apakah masuk dalam kategori prima, potensial, berkembang, atau terbelakang) di Kota Tarakan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Data yang diperoleh dengan melakukan studi kepustakaan dan penelusuran dokumen. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis laju pertumbuhan, analisis tingkat kontribusi dan analisis matrix potensi. Hasil penelitian menunjukkan laju pertumbuhan semua jenis pajak daerah Kota Tarakan mengalami pertumbuhan yang positif. Sedangkan retribusi daerah, terdapat 11 jenis pajak yang mengalami pertumbuhan positif dan 10 jenis lainnya negatif. Adapun tingkat kontribusi pajak daerah Kota Tarakan, terdapat 5 jenis pajak termasuk dalam kategorikan potensial, dan 6 jenis pajak yang dikategorikan tidak potensial. Untuk tingkat kontribusi jenis retribusi daerah Kota Tarakan, ada 6 jenis retribusi daerah yang termasuk ke dalam kategori potensial, dan 15 jenis lainnya dikategorikan tidak potensial. Dilihat dari matrix potensi terdapat 5 jenis pajak daerah Kota Tarakan yang dikategorikan prima dan 4 jenis retribusi daerah Kota Tarakan yang dikategorikan prima.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan E-LKPD materi ekosistem berbasis potensi lokal terhadap hasil belajar siswa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah siswa kelas X-A SMA Muhammadiyah Tarakan yang berjumlah 29 siswa. Hasil penelitian dianalisis menggunakan Uji Ngain dan Uji Paired Sample T-test. Hasil penelitian menjelaskan hasil nilai Uji Ngain sebesar 0,7031 dengan kriteria tinggi dan hasil Uji paired Sample t-test diperoleh nilai thitung sebesar -19,006 dengan tingkat signifikansi kurang dari 0,05 yaitu ( 0,000) artinya 0,000 ≤ 0,05 sehingga H0 ditolak dan H1 diterima atau kedua rata-rata nilai pretest dan postest berbeda. Maka penggunaan E-LKPD materi ekosistem berbasis potensi lokal efektif terhadap hasil belajar siswa di SMA Muhammadiyah Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pada kualitas benih padi yang bermutu dapat dilhat dari viabilitas dan vigor benih. Penyebab turunnya mutu benih diakrenakan terserang patogen yang terbawah benih untuk mengatasi pertumbuhan patogen dapat menggunakan aplikasi ozone fine bubble, Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh ozone fine bubble terhadap perkembangan patogen terbawah benih padi dan viabilitas serta vigor benih padi. Penelitian ini menggunakan metode rancanagan acak lengkap (RAL), dengan dua faktor faktor yakni media perendaman dan durasi peremdaman, faktor pertama adalah media peremdaman yang terdiri dai 3 jenis yaitu, kontrol aquades steril, aquades steril+ozone 5 ppm, aquades steril+ozone 10 ppm, faktor kedua adalah durasi perendaman terdiri atas, 5 menit perendaman, 10 menit perendaman, 15 menit perendaman, dan 20 menit merendaman, sehingga diperoleh 12 perlakuan, diulang sebanyak 3 kali didapatkan 36 unit percobaan. Parameter pengamatan pertama mengamati cendawan terbawah benih, kedua menghitung daya berkecambah(%), ketiga mengamati potensi tumbuh maksimum(%), dan keempat mengamati indeks vigor(%). Hasil makroskopis terlihat benih padi yang terinfeksi cendawan dengan koloni berwarna hitam, mikroskopis menggunakan alat bantu mikroskop pada cendawan tersebut terlihat bahwa cendawan tersebut memiliki hifa dan konidia Hasil dari uji anova menunjukkan berdasar kan hasil persentase perkecambahan pada perlakuan persentase daya berkecambah benih padi terdapat pada faktor kontrol 5 menit 96.67%, kontrol 10 menit 91.11%, kontrol 15 menit 100% dan kontrol 20 menit 97.78%. Faktor pertama 5 ppm 5 menit 100%, 5 ppm 10 menit 97.78, 5 ppm 15 menit 100% dan 5 ppm 20 menit 97.78%. Faktor kedua 10 ppm 5 menit 100%, 10 ppm 10 menit 93.33%, 10 ppm 15 menit 97.78%, dan 10 ppm 20 menit 88.89%. Dari hasil pengamatan diatas bahwasannya indeks vigor pada benih memiliki rata-rata yang rendah pada perendaman selama 20 menit dan 20 menit, dengan taraf perlakuan 5 ppm ozone fine bubble, dan 10 ppm ozone fine bubble.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Spons merupakan organisme laut memiliki sifat yang unik dan memiliki manfaat yang baik dibidang industri, mulai dari industri pangan, farmasi, hingga detergen. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi aktivitas enzim dari bakteri simbion spons Clathria sp sebagai kandidat penghasil enzim bioindustri. Penumbuhan bakteri dari simbion spons Clathria sp pada media selektif yang ditambahkan substrat susu skim, CMC (Carboxy Methyl Cellulose), tributirin dan amilum pati dilakukan untuk melihat potensi bakteri yang mampu menghasilkan enzim protease, selulase, lipase dan amilase melalui proses hidrolisis. Dengan pengukuran zona bening dan diameter koloni, telah diperoleh isolat yang memiliki aktivitas enzim tertinggi pada masing-masing bakteri antara lain Proteolitik isolat BSC10 (2.49), Selulolitik isolat BSC10 (3.83), Lipolitik BSC10 (3.89) dan Amilolitik BSC02 (2.63). Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat isolat terbaik tersebut termasuk kategori kuat dalam menghasilkan ezim dan berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut khususnya dalam bidang bioindustri.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
STUDI PEMANFAATAN TANAMAN AKAR TABAR KEDAYAN (Aristolochia Foveolata Merr) BAGI MASYARAKAT SUKU DAYAK DI DESA PAKING DAN POTENSI IMPLEMENTASINYA PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI ABSTRAK Malinau merupakan salah satu daerah di Kalimantan Utara yang dikenal sebagai Kabupaten yang memiliki potensi alam yang melimpah salah satunya Kawasan Hutan Kayan Mentarang Desa Paking. Taman tersebut merupakan salah satu kawasan hujan tropis terluas di Asia yang dilindungi dan tinggi akan keanekaragaman hayatinya. Desa Paking merupakan suatu kawasan di Provinsi Kalimantan Utara yang terdapat di Mentarang Hulu. Daerah ini merupakan daerah pertanian dimana masyarakat hidup sebagai petani. Di daerah pedesaan ini banyak tumbuh-tumbuhan tetapi belum banyak data tentang keanekaragaman atau pemanfaatan tanaman tersebut. Sebagaimana di Desa Paking Kecamatan Mentarang ini terdiri dari tiga suku yaitu, Suku Dayak Lundayeh, Suku Dayak Abay dan Suku Dayak Punan. Kawasan ini menyimpan kearifan budaya, salah satunya yaitu budaya pemanfaatan Tumbuhan sebagai obat untuk pengobatan secara tradisional. Pengobatan tersebut berdasarkan pengobatan yang masyarakat tersebut dapatkan secara turun temurun. Penelitian ini termasuk penelitian Deskriptif yang bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan tanaman Akar Tabar Kedayan oleh masyarakat di Desa Paking Kecamatan Mentarang. Subjek penelitian diantaranya ketua adat, dukun kampung, dan masyarakat yang dijadikan sebagai informan. Subjek penelitian ini ditentukan melalui teknik purposive sampling, dengan pertimbangan yaitu masyarakat yang memanfaatkan tanaman Akar Tabar Kedayan sebagai pengobatan tradisional. Tanaman Akar Tabar Kedayan memiliki kandungan yang sangat berkhasiat untuk digunakan sebagai obat tradisional dimana masyarakat Suku Dayak disekitar sangat memanfaatkan tanaman tersebut guna untuk menyembuhkan penyakit. Tanaman Akar Tabar Kedayan sangat dipercaya dan masih digunakan hingga saat ini oleh masyarakat Suku Dayak di Desa Paking, adapaun manfaat yang didapatkan yaitu dapat menyembuhkan penyakit, usus buntu sakit perut/sambelit, meningkatkan imunitas tubuh, iritasi kandung empedu, asam urat serta dapat menetralkan racun/ mabuk alkohol. Tanaman Akar Tabar Kedayan memiliki rasa yang sangat pahit. Adapun bagian tumbuhan yang digunakan dalam pengobatan adalah akar, batang, dan kulit dari Akar Tabar Kedayan. Informasi dari pemanfaatan tanaman Akar Tabar Kedayan dapat berpotensi sebagai bahan ajar karena tumbuhan Akar Tabar Kedayan termasuk di Kompetensi Dasar Kingdom Plantae yang ada di pembelajaran biologi kelas X SMA. Maka dari itu tanaman Akar Tabar Kedayan dapat di implementasikan sebagai sumber belajar biologi pada kelas X SMA.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tempe rempah daun sengkubak merupakan makanan hasil fermentasi menggunakan bahan dasar kedelai dan tambahan daun sengkubak. Daun sengkubak adalah daun yang berasal dari Kalimantan. Tempe rempah daun sengkubak berpotensi dikembangkan menjadi LKPD berbasis potensi lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan dan respon peserta didik terhadap Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Pembuatan Tempe Rempah Daun Sengkubak (Pycnarrhena cauliflora (Miers.) Diels) Berbasis Potensi Lokal pada materi bioteknologi. Penelitian ini menggunakan model pengembangan 4D (Define, Design, Development, Disseminate). Namun, penelitian ini dibatasi hanya sampai tahap development. Subjek uji coba dalam penelitian ini yaitu siswa kelas XII MIA SMAN 1 Sembakung yang berjumlah 33 siswa dan guru sebagai praktisi. Kelayakan LKPD dinilai berdasarkan hasil validasi media dan materi. Pada validator ahli materi diperoleh nilai 92,3% dengan kategori "sangat layak". Pada validator ahli media diperoleh nilai 80% dengan kategori "sangat layak". Praktisi guru dengan nilai 100% dengan kategori "sangat layak". Respon peserta didik diperoleh dari rata-rata penilaian respon peserta didik dalam uji skala besar dengan presentase 89% termasuk dalam kategori sangat menarik. Berdasarkan hasil tersebut lembar kerja peserta didik (LKPD) materi bioteknologi berbasis potensi lokal layak untuk digunakan dalam pembelajaran.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ANALISIS PERIKANAN UDANG BINTIK (Metapenaeus sp.) BERDASARKAN DOMAIN SOSIAL EKONOMI DI MUARA BULUNGAN DAN SESAYAP Abstrak Perairan Muara Bulungan dan Muara Sesayap memiliki potensi sumberdaya ikan yang besar. Penghasilan masyarakat nelayan khususnya nelayan tugu berasal dari hasil tangkapan utama yaitu udang dan ikan. Potensi ini dapat menjadi penopang kehidupan dari segi sosial dan ekonomi masyarakat yang bekerja sebagai nelayan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis perikanan udang bintik (Metapenaeus sp.) berdasarkan domain sosial dan ekonomi di muara Bulungan dan Sesayap. Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode purposive sampling. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak 3 kali sampling pada alat tangkap tugu (stownet). Data yang dikumpulkan pada penelitian ini yaitu data primer dan data sekunder. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan observasi terhadap nelayan tugu di perairan muara Bulungan dan Sesayap terkait indikator domain sosial dan domain ekonomi. Analisis data menggunakan skor terhadap masing-masing indikator yaitu domain sosial, partisipasi pemangku kepentingan, konflik perikanan dan pemanfaatan pengetahuan lokal dalam pengelolaan sumberdaya ikan, serta domain ekonomi dengan indikator kepemilikan aset, pendapatan rumah tangga perikanan, dan rasio tabungan. Hasil penelitian partisipasi pemangku kepentingan dalam proses penangkapan dengan alat tangkap tugu masih dikategorikan rendah, mulai dari proses perijinan sampai proses pengawasan masih belum dilakukan dengan semestinya. Proses penangkapan dan waktu penangkapan masih memanfaatkan pengetahuan lokal. Usaha penangkapan udang dengan alat tangkap tugu cukup menjanjikan dengan pendapatan rata-rata yaitu Rp. 4.633.333 lebih besar dari UMK Provinsi Kalimantan Utara tahun 2022. Dengan waktu kerja yang lebih sedikit nelayan tugu masih dapat menabung rata-rata muara Bulungan 18.8% (Rp. 666.667.00) dan muara Sesayap 28% (Rp. 1.533.333).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman jenis ikan di sungai Kecamatan Mentarang. Selain itu untuk mengetahui potensinya pada pembelajaran Biologi SMA. Jenis Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Pendekatan kuantitatif digunakan untuk mendapatkan data keanekaragaman jenis ikan di Sungai Mentarang. Kualitatif digunakan untuk mendeskripsikan potensinya pada pembelajaran Biologi SMA. jenis ikan yang ditemukan di sungai Mentarang terdiri dari 6 ordo dan 12 jenis spesies yaitu ordo Cypriniformes dengan spesies B.schwanenfeldii, Parachela oxygastiodes, Neolissochilus soro, Leptobarbus hoevernii, Tor tambra, dan Rasbora elegans. Ordo Siluriformes dengan spesies Bagrus nemurus. Ordo Ostaroiphysi dengan Spesies Pangasius hypopthalmus. Ordo Anguilliformes dengan spesies Anguilla bicolor. Ordo Perciformes dengan spesies Channa striata dan Oreochromis niloticus. Ordo Elopiformes dengan spesies Megalops cyprinoides. Total jenis-jenis ikan yang diperoleh dari ketiga stasiun yaitu 114 individu. maka dapat disimpulkan bahwa terdapat jumlah total spesies yang diperoleh secara keseluruhan pada lokasi penelitian dengan indeks keanekaragaman sebesar 2.025 disesuaikan dengan rumus Shannon-Wiener maka keanekaragaman jenis ikan tergolong sedang.Sedangkan potensi hasil penelitian dapat dijadikan sebagai sumber belajar atau dapat dijadikan sebagai bahan ajar untuk memanfaatkan hasil penelitian dan memajukan pendidikan. dari identifikasi tersebut akan dituangkan menjadi bahan ajar berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Kerja Siswa (LKS), dan Handout.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tumbuhan paku merupakan tumbuhan kormus berspora, dan beberapa jenis tumbuh di Kawasan desa sempayang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis tumbuhan paku yang tumbuh di sekitar hutan desa sempayang dan di manfaatkan oleh masyarakat setempat. Penelitian ini dilakukan secara kualitatif dengan survey dengan teknik wawancara. Survey dilakukan untuk mengidentifikasi jenis tumbuhan paku. Wawancara dilakukan untuk memperoleh informasi mengenai pemanfaatan tumbuhan paku. Penelitian dilakukan di desa sempayang kecamatan malinau barat pada bulan September – November 2022. Berdasarkan hasil identifikasi tumbuhan paku ditemukan di sekitar Desa Sempayang sekitar 12 spesies tumbuhan paku, yaitu Asplenium nidus, Diplazium asperum, Deparia petersenii, Polypodium sp, Drynaria quicifolia, Sphenomeris sp, Nephrolepis hirsutula, Lyggodium circinatum, Dicranopteris linearis, Blechnum oriental, Adiantum latifolium, Lygodium microphyluum. Masyarakat sekitar desa sempayang memanfaatkan potensi tumbuhan paku, sebagai sayuran, tanaman hias, dan obat tradisonal.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
KAJIAN POTENSI BENIH IKAN LELE (CLARIAS. SP) DI KOTA TARAKAN KALIMANTAN UTARA Abstrak Ikan lele merupakan komoditas budidaya unggulan di masyarakat dan memiliki berbagai kelebihan, diantaranya pertumbuhan cepat dan memiliki kemampuan beradaptasi terhadap kondisi lingkungan yang cukup ekstrim. Selain itu produksi ikan lele mengalami peningkatan dari tahun ke tahun Tingginya hasil produksi ikan lele sangat berpengaruh terhadap penyediaan benih ikan lele yang berkualitas. Kebanyakan pengusaha benih ikan lele saat ini tidak memperhatikan faktor-faktor pendukung untuk menghasilkan benih yang berkualitas. Potensi usaha yang dimiliki oleh masing-masing wilayah ternyata memiliki peluang yang sangat besar untuk ditingkatkan nilai tambahnya melalui proses Pengembangan usaha benih ikan lele dumbo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi benih ikan lele kota Tarakan. Metode penelitian yang dilakukan secara deskriptif dengan pengumpulan data primer dan sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Berdasarkan data yang didapatkan dari beberapa instansi yaitu pada tahun 2020 (794.200 ekor/tahun), tahun 2021 (885.500 ekor/tahun), dan pada tahun 2022 (232.000 ekor/tahun)
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sektor basis, non basis, prospekif, spesialis dan kompetitif serta mengetahui kondisi dan perubahan klasifikasi sektor-sektor potensial ekonomi di Kabupaten Tana Tidung tahun 2011-2021. Analisis yang digunakan adalah analisis Location Quotient (LQ), Dynamic Location Quotient (DLQ), Shift Share dan Tipology Klassen. Hasil penelitian analisis LQ menunjukkan 4 sektor basis yang terdiri dari sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan; Pertambangan dan Penggalian; Konstruksi; dan Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib. Sedangkan hasil analisis DLQ menunjukkan 7 sektor prospektif yang terdiri dari sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan; Pertambangan dan Penggalian; Industri Pengolahan; Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang; Real Estate; Jasa Perusahaan serta sektor Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib. Hasil Shift Share menunjukkan bahwa terdapat 11 sektor yang termasuk sektor spesialis yaitu terdiri dari sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan; Pengadaan Listrik dan Gas; Konstruksi; Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor; Transportasi dan Pergudangan; Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum; Informasi dan Komunikasi; Jasa Keuangan; Jasa Pendidikan; Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial serta sektor Jasa Lainnya. Selanjutnya, diketahui terdapat 2 sektor kompetitif yang terdiri dari sektor Pengadaan Listrik dan Gas serta sektor Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang. Hasil Tipology Klassen Kabupaten Tana Tidung tahun 2011-2016 dan 2016-2021 menunjukkan bahwa terjadi perubahan klasifikasi sektor pada empat kuadran. Dimana kuadran I sektor yang maju dan tumbuh cepat terdiri dari sektor Pertambangan dan Penggalian yang pada awalnya tidak ada, sehingga di kuadran II sektor yang maju namun tumbuh tertekan hanya memiliki 3 sektor, yaitu sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan; Konstruksi; Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib. Kuadran III yang merupakan sektor potensial dan masih bisa di kembangkan tetap terdiri dari 2 sektor namun sektor Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang turun menjadi kuadran IV dan digantikan oleh sektor Jasa Perusahaan yang awalnya berada di kuadran IV. Sektor di kuadran IV adalah sektor yang relatif masih tertinggal di Kabupaten Tana Tidung.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Kangkung (Ipomea reptans) adalah salah satu komoditas pertanian yang memiliki nilai ekonomi. Pada proses pertumbuhan tanaman tersebut serangga hama dapat menjadi gangguan yang dapat merugikan bagi para petani. Tetapi tidak semua serangga bersifat hama ada yang predator, parasitoid, atau musuh alami bagi serangga yang dapat merusak tanaman. Keberadaan spesies serangga dan peranannya di wilayah pertanian Kota Tarakan perlu untuk diketahui. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui keanekaragaman serangga pada tanaman kangkung (Ipomea reptans) dan potensi implementasi pembelajaran biologi kelas X SMA. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan dari dua lokasi pengamatan di daerah pertanian Kota Tarakan terdapat 21 famili dengan jumlah total spesies yaitu 480 individu dari dua stasiun (stasiun 1 yaitu 274 dan stasiun 2 yaitu 206). Nilai indeks keanekaragaman (H’) serangga pada stasiun 1 di daerah pertanian kampung 6 yaitu 3,02, sedangkan pada stasiun 2 di daerah pertanian persemaian yaitu 3,14, ini menunjukkan kriteria keanekaragaman jenis serangga berada pada kategori tinggi. Sementara untuk hasil analisis kurikulum keterkaitan penelitian terhadap pembembelajaran biologi kelas X SMA terdapat pada materi keanekaragaman hayati Indonesia Sub.Bab 2 dengan kompetensi dasar 3.2 dan 4.2.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Kalimantan Utara memiliki potensi sumberdaya perikanan yang sangat besar, salah satunya adalah sumberdaya kepiting bakau. Berkembangnya pasar-pasar kepiting bakau baik lokal maupun internasional adalah suatu tantangan untuk meningkatkan produksi secara berkesinambungan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi pengelolaan budidaya kepiting bakau (Scylla sp) di wilayah provinsi kalimantan utara. Manfaat dari Penelitian ini di harapkan dapat memberikan informasi kepada pembudidaya mengenai potensi pengelolaan kepiting bakau yang ada di Kalimantan utara. Metode penelitian yang digunakan yaitu pemgambilan data DKP Provinsi, DKP Kota Tarakan dan BPS. penelitian dilakukan bulan September sampai Oktober di Kota Tarakan. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan September sampai bulan Oktober 2021. Pada tahun 2007 cenderung meningkat khususnya kepiting hidup dan kepiting beku, dan pada tahun 2018 potensi meningkat drastis, khususnya kepiting hidup dan daging kepiting beku. Potensi kepiting bakau pada tahun 2019 mulai menurun akibat dampak pandemi Covid-19 permasalahannya cukup kompleks saat itu lockdown dimana-mana. Memasuki tahun 2020 potensi kepiting mulai naik khususnya kepiting hidup dan kepiting beku. Pada tahun 2021 mulai menurun drastis adapun potensi berupa kepiting bakau, danging kepiting, kepiting soka, untuk capit kepiting dan kepiting beku tidak ada. Potensi kepiting bakau sangat meningkat dan tingginya permintaan kepiting bakau di dalam negeri dan luar negeri. Daerah tujuan dalam negeri kebanyakan dikirim ke Jakarta, Bandung, Makassar. Untuk luar negeri di kirim ke Malaysia, Singapura, China, Australia, Jepang, Korea Selatan. Adapun komoditas yang di ekspor maupun yang di impor berupa. Capit Kepiting, Daging Kepiting, Kepiting Hidup, dan Kepiting Beku. Untuk pasar lokal Kalimantan Utara Kepiting Bakau biasanya di kirim ke Tanjung Selor, Nunukan, KTT, dan Malinau.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan produk E-Magazine sebagai sumber belajar bagi siswa SMA pada materi Ekosistem. Jenis penelitian ini adalah Research and Development (R&D) dengan model Borg and Gall (1983). Adapun langkah-langkah model Borg and Gall (1983) yang digunakan pada penelitian ini dimulai dari penelitian dan pengumpulan data awal, perencanaan, pengembangan produk awal, uji coba produk dan revisi produk. Analisis data menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil pengembangan produk E-Magazine diperoleh nilai validasi dari ahli materi dengan rata-rata 90% (sangat layak), ahli media dengan rata-rata 100% (sangat layak), dan praktisi dengan rata-rata 84% (sangat layak). Uji coba produk dilakukan dengan melakukan uji coba terbatas dengan jumlah sampel sebanyak 12 siswa kelas X di SMAN 1 Sebatik Tengah. Hasil uji coba terbatas diperoleh rata-rata 99% dengan kriteria sangat layak. Sehingga E-Magazine yang berjudul “E-magazine about mangrove in area Sebatik Island bordering of Indonesian-Malaysian” sangat layak digunakan sebagai sumber belajar siswa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan dan respon peserta didik terhadap Lembar Kerja Peserta Didik Elektronik (E-LKPD) Berbasis Potensi Lokal pada materi ekosistem. Penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Subjek uji coba dalam penelitian ini yaitu siswa kelas X MIA 1 SMAN 2 Tarakan yang berjumlah 33 siswa. Kelayakan E-LKPD dinilai berdasarkan hasil rata-rata penilaian ahli materi, ahli media, dan praktisi guru dengan presentase kelayakan sebesar 90,3% termasuk dalam kategori sangat layak. Respon peserta didik diperoleh dari rata-rata penilaian respon peserta didik dalam uji skala besar dengan presentase 89,75% termasuk dalam kategori sangat menarik. Berdasarkan hasil tersebut lembar kerja peserta didik elektronik (E-LKPD) materi ekosistem berbasis potensi lokal layak untuk digunakan dalam pembelajaran.