Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

47 hasil
Subjek: POSISI
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

LAJU DEKOMPOSISI SERASAH DAUN KRATOM (MITRAGYNA SPECIOCA) DI DANAU MANUK BUNGKUL KECAMATAN SEMBAKUNG KABUPATEN NUNUKAN

•

Dekomposisi serasah daun kratom (Mitragyna speciosa) akan menghasilkan bahan organik yang berperan dalam menentukan kesuburan perairan Danau Manuk Bungkul. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui laju dekomposisi serasah daun kratom (Mitragyna speciosa) di Danau Manuk Bungkul Kecamatan Sembakung Kabupaten Nunukan. Penelitian ini dilakukan pada bulan September – Desember 2019 menggunakan metode deskriptif dan kuantatif. Pengambilan sampel serasah daun kratom dilakukan pada tiga titik stasiun, dimana stasiun 1 terletak di muara sungai, stasiun 2 terletak di bagian tengah atau di depan dermaga dan stasiun 3 terletak di ujung danau. Persentase laju dekomposisi serasah daun kratom di Danau Manuk Bungkul adalah 56,5% - 67% dengan rata rata laju dekomposisi berkisar 0,21–0,31 gram/hari. Laju dekomposisi serasah daun kratom pada area tergenang lebih tinggi dibandingkan area tidak tergenang, laju dekomposisi serasah area tergenang berkisar 0,22 – 0,43 gram/hari sedangkan area tidak tergenang berkisar 0,17 – 0,21 gram/hari.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KOMPOSISI JENIS IKAN PADA SAAT PASANG PURNAMA DAN PASANG PERBANI DI AREA BUDIDIAYA RUMPUT LAUT KELURAHAN PANTAI AMAL, KOTA TARAKAN.

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

KOMPOSISI JENIS IKAN PADA SAAT PASANG PURNAMA DAN PASANG PERBANI PADA AREA BUDIDAYA RUMPUT LAUT DI KELURAHAN PANTAI AMAL, KOTA TARAKAN Abstak Pantai Amal, Kota Tarakan, Kalimantan Utara, merupakan salah satu wilayah pesisir yang dimanfaatkan mansyarakat untuk budidaya rumput laut. Selain ideal untuk pertumbuhan rumput laut, kawasan ini secara ekologis memiliki peran sebagai habitat asuhan (Nursery ground) dan mencari makan (Feeding grounnd) untuk berbagai jenis ikan di area tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana komposisi jenis ikan di area budidaya rumput laut dengan membanding hasil tangkapan pada pasang tinggi dan pasang rendaah, serta mengetahui bagaiaman peran pasang perairan terhadap kompisis ikan dengan melakukan uji Anovad dan kontribusi faktor. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling dengan pertimbangan lokasi penelitian di area budidaya rumput laut dan menggunakan alat tangkap jenis jaring insang (gillnet). Berdasarkan hasil tangkapan penelitian, diperoleh sebanyak 122 individu yang tergolong kedalam 13 spesies. Pada pasang tinggi diperoleh 9 jenis dengan total 93 individu (76,23%) dan pasang rendah 6 jenis dengan total 29 individu (23,77%). Komposis jenis ikan yang paling dominan pada pasang tinggi yaitu julung – julung (Hemirafus far) dengan 62 individu (68,48%) dan jenis ikan yang dominan saat pasang rendah yaitu Kipar (Scatophagus argus) degan 10 individu (37,04%). Hasil uji anova menunjukkan perbedaan rata rata kelimpahan jenis ikan yang signifikan antara pasang yaitu F-hitung = 24,48 > F-crit =5,99 dan nilai P = 0,02 0,05 yang menegaskan bahwa adanya pengaruh nyata kondisi pasang perairan terhadap hasil tangkapan. Dengan perhitungan kontribusi faktor, kondisi pasang perairan memberikan pengaruh sebesar 80,31% terhadap keberadaan ikan. Dengan hasil tersebut dapat menegaskan adanya pengaruh pasang tinggi dan pasang rendah terhadap komposisi jenis ikan yang berasosiasi dengan rumput laut di perairan Pantai Amal Kota Tarakan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Komposisi Hasil Tangkapan Utama dan Ukuran Ikan Tenggiri (Scomberomorus sp) pada Perikanan Drift Gillnet di Kota Tarakan.

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kota Tarakan merupakan salah satu sentra perikanan tangkap di Kalimantan Utara yang didukung oleh berbagai jenis alat tangkap. Dalam pengoprasiannya, alat tangkap tidak hanya menangkap ikan target (hasil tangkapan utama), tetapi juga ikan non target (hasil tangkapan sampingan). Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menganalisis komposisi hasil tangkapan sebagai indikator selektifitas alat tangkap melalui perbandingan antar hasil tangkapan utama dan hasil tangkapan sampingan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komposisi hasil tangkapan dan distribusi ukuran hasil tangkapan utama (main catch) alat tangkap drift gillnet yang didaratkan di Pos Pendaratan Ikan Kelurahan Selumit Pantai, Kota Tarakan. Penelitian dilaksanakan selama tiga bulan, yaitu Januari sampai maret 2026, menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Data dikumpulkan melalui observasi langsung terhadap hasil tangkapan nelayan drift gillnet. Analisis dilakukan terhadap komposisi hasil tangkapan berdasarkan berat dan jumlah individu, serta distribusi ukuran panjang total ikan tenggiri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil tangkapan drift gillnet terdiri atas hasil tangkapan utama (HTU) dan hasil tangkapan sampingan (HTS). Berdasarkan berat total. Hasil, tangkapan utama berupa ikan tenggiri mendominasi sebesar 74,11%, sedangkan hasil tangkapan sampingan sebesar 23,73%. Berdasarkan jumlah individu, hasil tangkapan utama juga memiliki proporsi lebih besar sebesar 76,27%, sedangkan memberikan kontribusi terbesar terhadap biomassa tangkapan, sedangkan hasil tangkapan sampingan lebih dominan dari segi jumlah individu. Distribusi panjang total ikan tenggiri berkisar antara 38.0-68,7 cm dengan kelas ukuran dominan pada 38-42 cm dan 45,7-49,4 cm.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI KOMPOSISI JENIS DAN UKURAN UDANG HASIL TANGKAPAN UTAMA (Trammel Net) DI PERAIRAN SEBATIK KABUPATEN NUNUKAN IMPLIKASI UNTUK PENGELOLAAN BERKELANJUTAN

2026•

penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komposisi jenis dan ukuran udang hasil tangkapan utama menggunakan alat tangkap trammel net di perairan sebatik, kabupaten nunukan, kalimantan utara, serta implikasinya terhadap pengelolaan berkelanjutan. penelitian ini di lakukan di perairan sebatik, kabupaten nunukan, selama tiga bulan, dari bulan mei hingga bulan juli 2025. pengambilan sampel dilakukan secara acak dengan mempertimbangkan jumlah hasil tangkapan nelayan. Analisis meliputi identifikasi morfologis, perhitungan kelimpahan relatif, indeks keanekaragaman, distribusi ukuran, hubungan panjang-berat, serta parameter populasi dan tingkat eksploitasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi hasil tangkapan didominasi oleh udang windu (penaeus monodon) dan udang putih (litopenaeus vannamei) sebagai hasil tangkapan utama (31,96%), sementara hasil tangkapan sampingan mencapai (68,03%). Distribusi ukuran memperlihatkan sebagai besar udang tertangkap dalam kondisi juvenil atau belum mencapai ukuran matang gonad, yang mengindikasikan adanya potensi penangkapan berlebihan (overfishing). Nilai tingkat eksploitasi E sebesar 0,50-0,56 menunjukkan bahwa stok udang di perairan sebatik berada dapam kondisi fully exploited. Selain itu, berkelanjutan sumber daya udang sangat dipengaruhi oleh kondisi ekosistem mangrove yang berfungsi sebagai daerah pemijahan, pembesaran, dan pencarian makan. Degradasi mangrove akibat ahli fungsi lahan dan polusi memperburuk tekanan terhadap stok udang. Oleh karena itu diperlukan strategi pengelolaan terpadu, seperti pembatasan ukuran tangkapan, modifikasi alat tangkap, penerapan musim penutupan, serta rehabilitas mangrove berbasis masyarakat untuk menjamin berkelanjutan perikanan udang di perairan sebatik.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KOMPOSISI UKURAN IKAN PARI LORENG (Himantura undulata) HASIL TANGKAPAN RAWAI SENGGOL (Bottom Longline) YANG DIDARATKAN DI TEMPAT PENDARATAN IKAN (TPI) SELUMIT PANTAI KOTA TARAKAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini mengkaji morfometri, spesifikasi alat tangkap, dan komposisi ukuran ikan pari loreng (Himantura undulata) yang tertangkap dengan rawai senggol di perairan Tarakan dan didaratkan di Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Selumit Pantai. Data dikumpulkan dari Januari hingga April 2025 pada 12 kali kesempatan pengambilan sampel menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode purposive sampling. Parameter yang diamati meliputi panjang cakram (DL), lebar cakram (DW), berat tubuh (W), dan spesifikasi teknis alat tangkap. Hasil tangkapan didominasi oleh individu dengan DL berkisar antara 71,9–80,7 cm, dengan DL maksimum yang tercatat sebesar 122 cm. Hubungan panjang–berat menghasilkan koefisien sebesar 1,6148–2,1818 (b 3), yang menunjukkan pola pertumbuhan allometrik negatif, yaitu pertumbuhan panjang lebih cepat dibandingkan berat; uji t mengonfirmasi bahwa b berbeda signifikan dari 3. Rawai senggol yang digunakan terdiri atas tali utama sepanjang 30 m dan tali cabang 1,5 m, masing-masing dilengkapi dengan 7 mata pancing. Menurut pedoman FAO, alat ini dianggap ramah lingkungan karena selektif terhadap ikan demersal dan memiliki kontak minimal dengan habitat dasar perairan. Temuan ini menunjukkan bahwa populasi ikan pari loreng di perairan Tarakan sebagian besar masih berada pada fase pertumbuhan, sementara individu dewasa berukuran besar relatif jarang tertangkap.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENERAPAN POSISI ORTHOPNEIC TERHADAP PENURUNAN SESAK NAFAS PADA PASIEN TUBERKULOSIS PARU

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tuberkulosis paru (TB paru) merupakan penyakit menular yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat, dengan gejala sesak napas sebagai salah satu keluhan utama pasien. Penatalaksanaan non-farmakologis seperti pengaturan posisi tubuh, termasuk posisi orthopnea, dapat membantu menurunkan sesak napas pada pasien TB paru. Karya ilmiah ini bertujuan untuk Menganalisis penerapan posisi orthopnea terhadap penurunan sesak napas pada pasien TB paru melalui pengamatan perubahan frekuensi napas dan saturasi oksigen. Metode karya ilmiah ini menggunakan metode studi kasus terhadap dua pasien TB paru yang mengalami sesak napas dan dirawat di ruang isolasi RS Pratama Sebatik. Intervensi posisi orthopneic dilakukan selama tiga hari berturut-turut disertai pemantauan respirasi dan edukasi pasien. Data yang dikaji meliputi frekuensi napas, saturasi oksigen, serta kenyamanan pasien setelah intervensi. Setelah penerapan posisi orthopnea, terjadi penurunan frekuensi napas dari >28x/menit mampu mendekati nilai normal (20–24x/menit) dan peningkatan saturasi oksigen dari 95% menjadi 95–97%. Pasien juga melaporkan perasaan lebih nyaman dan berkurangnya keluhan sesak. Kesimpulan: Penerapan posisi orthopnea efektif menurunkan sesak napas dan memperbaiki pola napas pada pasien TB paru. Intervensi ini dapat dijadikan tatalaksana keperawatan non-farmakologis yang mudah diterapkan baik di rumah sakit maupun dalam perawatan di rumah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

INTERVENSI INOVASI PEMBERIAN POSISI LATERAL TERHADAP PENINGKATAN MEAN ARTERIAL PRESSURE (MAP) PADA PASIEN DENGAN KELAINAN KATUP JANTUNG

2025•

Penyakit kardiovaskular merupakan salah satu penyakit tidak menular yang dapat berakhir dengan kematian. Salah satu penyakit jantung yang juga memiliki risiko terhadap kemaitian adalah kelainan katup jantung. Kelainan katup jantung adalah keadaan dimana katup jantung tidak berfungsi secara normal dan biasanya bisa berupa penyempitan (stenosis), kebocoran (regurgitasi), ataupun kondisi dari keduanya. Hal ini menyebabkan terjadinya penurunan preload, penurunan curah jantung, dan perfusi organ vital yang akan menurunkan Mean Arterial Pressure (MAP). Salah satu terapi non farmakologis yang dapat diberikan yaitu dengan menerapkan intervensi posisi lateral untuk peningkatan Mean Arterial Pressure (MAP). Pemberian posisi lateral diterapkan oleh 2 orang klien yang mengalami kelainan katup jantung dan intervensi dilakukan selama 3 hari. Kedua klien dilakukan pemantauan Mean Arterial Pressure (MAP) saat sebelum dan sesudah pemberian intervensi posisi lateral. Setelah diberikan intervensi posisi lateral kanan dan lateral kiri, terjadi peningkatan Mean Arterial Pressure (MAP) pada kedua klien. Hal ini menunjukkan bahwa pemberian posisi lateral dapat dilakukan sebagai penatalaksanaan non farmakologis bukan hanya untuk menghindari resiko dekubitus akibat tirah baring yang lama, namun juga dapat mempengaruhi perbaikan sirkulasi pada klien yaitu peningkatan Mean Arterial Pressure (MAP).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Eksplorasi Disposisi Matematis Siswa ketika Berhadapan dengan Tugas Literasi Matematis Kelas XI SMA Negeri 1 Tarakan

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Disposisi matematis yaitu kecenderungan sikap siswa dalam menghadapi permasalahan atau tugas-tugas matematika yang meliputi rasa ingin tahu, percaya diri, ketekunan, minat, fleksibilitas, dan refleksi merupakan salah satu aspek penting dalam pengembangan kemampuan literasi matematis siswa. Terdapat asumsi bahwa disposisi matematis siswa ketika berhadapan dengan tugas literasi matematis secara individu akan berbeda ketika bekerja secara kelompok dan masih membutuhkan eksplorasi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengisi/menjawab kesenjangan tersebut. Penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan teknik pengumpulan data berupa pemberian tugas uraian model Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), penilaian diri, observasi, wawancara dan analisis dokumen. Adapun siswa yang menjadi partisipan pada penelitian ini adalah siswa kelas XI yang memiliki kemampuan literasi matematis tinggi, sedang dan rendah berdasarkan laporan nilai AKM sebelumnya, rekomendasi guru, dan kemampuan matematika pada pembelajaran di kelas. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya variasi disposisi matematis siswa ketika mengerjakan tugas secara individu dan kelompok, yaitu sikap positif dan sikap negatif. Secara umum, disposisi matematis siswa mengalami perubahan menjadi lebih positif ketika bekerja secara berkelompok. Penilaian terhadap tugas literasi matematis juga menunjukkan variasi tingkat kemampuan, di antaranya: mahir, cakap, dasar dan perlu intervensi khusus. Partisipan dengan tingkat kemampuan matematis tinggi umumnya berada pada level mahir pada kemampuan literasi matematis, sedangkan partisipan dengan kemampuan matematis sedang dan rendah cenderung berada pada level di bawahnya pada kemampuan literasi matematis. Temuan juga mengungkapkan bahwa disposisi matematis siswa dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu teman kelompok, kemampuan awal, dan suasana pembelajaran. Temuan ini menunjukkan pentingnya memperhatikan faktor afektif dan sosial dalam proses pembelajaran serta mendukung strategi kolaboratif untuk meningkatkan literasi matematis siswa.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KANDUNGAN FOSFOR PADA SERASAH DAUN MANGROVE (Avicennia alba) YANG TERDEKOMPOSISI DI KAWASAN KONSERVASI MANGROVE DAN KEPITING KELURAHAN PAMUSIAN KOTA TARAKAN

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Fosfor adalah salah satu senyawa bahan organik yang penting karena akan diabsorbsi oleh fitoplankton dan masuk ke rantai makanan. Proses dekomposisi serasah akan menghasilkan bahan organik yang berperan dalam menentukan kesuburan perairan salah satunya adalah Fosfor. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kandungan Fosfor yang terdekomposisi pada serasah daun mangrove jenis Avicennia alba di Kawasan Konservasi Mangrove dan Kepiting Kota Tarakan. Penelitian ini di lakukan pada bulan April sampai dengan Agustus 2023 dengan metode deskriptif kuantitatif. Penelitian ini dilakukan dilakukan di tiga stasiun, stasiun 1 terletak dialiran Sungai Pamusian, stasiun 2 terletak di dekat Menara Pengawas, dan stasiun 3 terletak di dekat pemukiman masyarakat. Hasil penelitian menunjukan laju dekomposisi serasah daun mangrove Avicennia alba di Kawasan Konservasi Mangrove dan Kepiting Kota Tarakan berdasarkan hari berkisar 0,71 g/hari – 0,17 g/hari, sedangkan kandungan Fosfor pada serasah daun mangrove Avicennia alba yang tersekomposisi selama 56 hari hari berkisaran 0,26 % - 0,27 %.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Literasi dan Disposisi Matematis Siswa Kelas X SMA Negeri 2 Tarakan

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kemampuan literasi matematis (KLM), yaitu kemampuan merumuskan, menerapkan, dan menginterpretasikan matematika dalam konteks dunia nyata, merupakan aspek penting dalam pendidikan matematika. Kemampuan tersebut dan disposisi matematis (DM), yaitu sikap atau karakter siswa ketika belajar Matematika, telah mendapat perhatian pendidik dan peneliti di bidang matematika. Akan tetapi, KLM siswa di Indonesia secara umum tergolong rendah, termasuk siswa kelas X di SMA Negeri 2 Tarakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi KLM, DM, serta kesulitan yang dihadapi siswa dalam menyelesaikan masalah literasi matematis. Pendekatan kualitatif dengan strategi studi kasus ini menggunakan teknik pengumpulan data melalui pemberian tugas, observasi dan wawancara. Data yang diperoleh dianalisis secara tematik, menghasilkan temuan bahwa terdapat variasi dalam KLM dan DM siswa. Siswa dengan DM positif cenderung memiliki KLM yang lebih baik dibandingkan siswa dengan disposisi netral atau negatif. Adapun kesulitan yang dialami siswa ketika berhadapan dengan tugas literasi matematis adalah kesulitan untuk memahami konsep, menentukan rumus yang tepat dan mengidentifikasi konsep matematika yang relevan. Temuan ini menekankan pentingnya upaya untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa, dan juga peningkatan KLM yang dapat dilakukan melalui pengintegrasian tugas literasi matematis yang kaya dan penerapan pedagogi investigatif. Tugas yang kaya tersebut adalah tugas yang menerapkan pengetahuan matematika, menggunakan berbagai konteks, menggunakan alat, dan mendorong orientasi kritis siswa. Sementara itu, pedagogi investigatif adalah pembelajaran yang mendorong siswa untuk melakukan penyelidikan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS TINGKAT KERAMAHAN LINGKUNGAN PERIKANAN JARING INSANG (GILLNET) DI FISHING BASE LINGKAS UJUNG TARAKAN

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Jaring insang (gillnet) memiliki nilai penting bagi produktivitas perikanan tangkap di Kota Tarakan. Sebagai salah satu kegiatan perikanan tangkap yang utama di Kota Tarakan, jaring insang gillnet penting bagi masyarakat Kota Tarakan, utamanya masyarakat nelayan di wilayah Timur Kota Tarakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi jenis dengan pendekatan analisis morfologis dan persentase tangkapan utama. Penelitian dilaksanakan Januari – Maret 2024. Metode dalam penelitian menggunakan purposive sampling pendekatan observasi dan survei. Pengumpulan data observasi secara keseluruhan sebanyak 12 kali. Analisis data pendekatan observasi morfologis sampel menggunakan acuan Marine Fisheries of South East Asia dan Market Fisheries of Indonesian. Analisis komposisi jenis menggunakan pendekatan nilai persentase. Tingkat keramahan lingkungan menggunakan pendekatan analisis 9 kriteria ramah lingkungan mengacu pada CCRF/FAO. Hasil penelitian menunjukkan secara morfologis dari hasil tangkapan gillnet terindikasi terdapat 5 jenis ikan (Eleutheronema sp., Lutjanus sp., Lates sp., Scomberomorus sp., dan Netuma sp.). Hasil tangkapan utama (HTU) mencapai 70.03% dan hasil tangkapan sampingan (HTS) mencapai 29.97%. Nilai komposisi hasil tangkapan berdasarkan persentase satuan berat yaitu hasil tangkapan paling tinggi adalah jenis ikan kurau (Eleutheronema sp.) sebanyak 55,40% dan paling sedikit adalah ikan manyung (Netuma sp.) sebanyak 5,96%. Tingkat keramahan lingkungan menurut CCRF/FAO secara keseluruhan tergolong kategori sangat ramah lingkungan dengan (nilai 28,54) berdasarkan sembilan kriteria ramah lingkungan CCRF FAO

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Komposisi Jenis Dan Ukuran Ikan Hasil Tangkapan Jaring Insang Hanyut (Drift Gillnet) Yang Didaratkan Di Tangkahan “Cinta Madina” Kabupaten Nunukan

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Abstrak Alat tangkap jaring insang hanyut (drift gillnet) yang digunakan oleh nelayan kampung nelayan Mansapa merupakan alat tangkap yang memiliki bentuk umum empat persegi panjang yang menangkap ikan yang bersifat pasif. Komposisi jenis dan ukuran hasil tangkapan jaring insang hanyut (drift gillnet) di Kabupaten Nunukan sangat diperlukan karena selain belum pernah dilakukan penelitian tersebut, informasi ilmiah terkait dengan komposisi (jenis dan ukuran) juga berguna sebagai informasi ilmiah dasar terhadap masyarakat dalam pengembangan ilmu bidang perikanan tangkap dan sebagai dasar ilmiah pada kebijakan pengelolaan lestari dan berkelanjutan sumberdaya perikanan khususnya pada perikanan jaring insang hanyut.Tujuan penelitian adalah untuk menguraikan nilai persentase komposisi jenis ikan, kategori tangkapan, menguraikan nilai persentase hasil tangkapan utama, hasil tangkapan sampingan dan hasil tangkapan buangan serta distribusi frekuensi ukuran panjang (total, standar dan cagak) dan berat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif selama bulan Desember- Februari 2024, dengan purposive sampling sebanyak 6 kali sampling. Hasil tangkapan alat tangkap jaring insang selama penelitian terdapat 5 jenis ikan yaitu Tenggiri papan, Senangin, Perak, Selangat dan Manyung. Nilai persentase komposisi per jenis berdasarkan berat ukuran yang tertinggi yaitu yaitu ikan tenggiri papan 39,34 % dan terendah yaitu ikan manyung 0,47 % sedangkan berdasarkan individu nilai yang tertinggi yaitu selangat sebanyak 64,94% ekor. dan ikan yang paling sedikit yaitu ikan manyung sebanyak 0,16%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KOMPOSISI JENIS DAN UKURAN IKAN HASIL TANGKAPAN PUKAT HELA PERMUKAAN (SURFACE TRAWL) SISTEM FLOATING OTTERBOARD DI PERAIRAN SEBATIK KABUPATEN NUNUKAN

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Alat tangkap pukat hela permukaan (surface trawl) di perairan Sebatik Desa Binalawan merupakan alat tangkap yang bersifat aktif. Alat tangkap tersebut dipergunakan oleh nelayan Sebatik dalam memanfaatkan sumberdaya perikanan di perairan Sebatik. Tujuan penelitian adalah untuk pengenalan jenis ikan, menguraikan persentase komposisi jenis, menganalisis hubungan panjang dan berat serta kategori hasil tangkapan pukat hela permukaan (surface trawl) di perairan Sebatik. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dilakukan pada bulan Januari – Maret 2024, dengan metode purposive sampling selama 18 kali sampling. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 20 jenis ikan hasil tangkapan pukat hela di perairan Sebatik selama penelitian Perak, Bawal putih, Tenggiri Papan, Talang-Talang, Gulama, Senangin, Kuro, Selangat, Tidur, Pari Sempak, Pari Jantan, Merah, Arut, Putih Cermin, Bawal Hitam, Tembang, Puput Magatan, Peperek, Beliak Mata dan Ubur - Ubur. Nilai persentase komposisi per jenis berdasarkan berat ikan yang paling tertinggi yaitu perak (18,3%) dan nilai yang terendah yaitu Tembang (0,4%). Berdasarkan ekor nilai yang tertinggi yaitu Puput Magatan (25,2%) dan nilai yang terendah didapatkan sebesar (0,1%) pada Pari Jantan. Kategori hasil tangkapan berdasarkan satuan berat tertinggi pada Hasil Tangkapan Sampingan (HTS) sebesar 50% dan berdasarkan satuan individu (ekor) pada Hasil Tangkapan Buangan (HTB) sebesar 63%. Hal ini dapat dikatakan bahwa alat tangkap yang digunakan pada penelitian ini termasuk alat tangkap yang tidak selektif karena alat tangkap tersebut dapat menangkap segala jenis ikan dan ukuran sehingga dapat merusak lingkungan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

POSISI DOMINAN RETAIL MODERN DITINJAU DARI PERSPEKTIF HUKUM PERSAINGAN USAHA

2024•

Posisi dominan retail modern merupakan keadaan di mana pelaku usaha tidak mempunyai pesaing berarti di pasar yang bersangkutan dalam kaitan dengan pangsa pasar yang dikuasai di mana pelaku usaha tidak mempunyai posisi tertinggi di antara pesaingnya di pasar yang bersangkutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui bentuk perlindungan usaha kecil terhadap retail modern dalam perspektif hukum persaingan usaha dan untuk mengatahui Apa saja dampak dari maraknya retail modern terhadap usaha kecil. Metode penelitian ini berjenis yuridis normatif. Adapun Pendekatan masalah dalam penelitian ini menggunakan Pendekatan undang-undang dan Pedekatan konseptual. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pertama, bentuk perlindungan ini bersifat preventif yaitu pencegahan dalam hal ini dengan adanya proses identifikasi apabila sudah di anggap melakukan penyalahgunaan posisi dominan. Hukum Anti Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat, Perlindungan terhadap Kekuatan Tawar, dan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Keseluruhan perlindungan hukum ini penting untuk memastikan bahwa usaha kecil memiliki kesempatan yang adil untuk tumbuh dan berkembang dalam lingkungan bisnis yang kompetitif. Kedua apa saja dampak dari maraknya retail modern Dari hasil kuesioner yang diberikan kepada responden dapat diidentifikasi bahwa kebanyakan pedagang usaha kecil yang berlokasi disekitar Retail modern mengakui bahwa keberadaan retail modern menyebabkan adanya penurunan jumlah konsumen keberadaan retail disekitar lokasi mereka dapat diidentifikasi bahwa dengan adanya retail modern yang beroperasi disekitar lokasi pedagang usaha kecil yang menjual produk yang sama menyebabkan adanya penurunan jumlah pendapatan yang disebabkan sebagian konsumen berpindah lokasi belanja ke retail modern. Hal ini disebabkan karena kebanyakan pedagang usaha kecil menjual produk yang hampir sama dengan yang dijual oleh retail modern tersebut oleh karena itu, dengan tempat dan pelayanan yang lebih nyaman dan bersih maka sebagian masyarakat selaku konsumen memilih berbelanja di retail modern dibandingkan dengan pada pedagang usaha kecil.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Korelasi Antara Kelimpahan Fitoplankton Dengan Kandungan Nitrat Dan Fosfat Di Kawasan Konservasi Mangrove Dan Kepiting Kelurahan Pamusian Kota Tarakan

2024•

Fitoplankton merupakan produsen primer yang berperan penting bagi perairan. Fitoplankton membentuk materi organik dari anorganik melalui proses fotosintesis dan dimanfaatkan oleh organisme lainnya. Sedangkan tahap terakhirnya adalah dekomposer yaitu terjadi pelepasan nitrat dan fosfat. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menganalisis korelasi antara kelimpahan fitoplankton dengan kandungan nitrat dan fosfat di Kawasan Konservasi Mangrove dan Kepiting Kelurahan Pamusian. Penelitian dilakukan pada Juni – Juli 2023. Pengambilan sampel dilakukan pada 5 titik. Metode kerja meliputi pengambilan sampel air untuk menguji kandungan nitrat, fosfat serta fitoplankton dan dilakukan juga pengambilan data pendukung sepert suhu, oksigen terlarut dan pH. Sampel fitoplankton diidentifikasi kemudian dihitung kelimpahan dan keanekaragaman. Hasil penelitian menunjukkan nitrat berkisar 0,07 – 4,12 mg/L dan fosfat berkisar 0,02 – 0,31 mg/L. Fitoplankton yang ditemukan terdapat 9 genus dari 6 kelas yaitu Bacillariophyceae 4 genus (Synedra, Rhizosolenia, Cyclotella, dan Navicula distars ), Cyanophyta 1 genus (Anabaena), Coscinodiscophycidae 1 genus (Isthmia), Dinophyceae 1 genus (Dinophysis acuminata), Litostomatea 1 genus (Loxophyllum), dan Phytomastigophorca 1 genus (Ceratium extensum). Kelimpahan fitoplankton berkisar 9 – 13 sel/L, indeks keanekaragaman berkisar 0,362 – 1,333. Berdasarkan pengujian statistik, terdapat korelasi antara nitrat dan fosfat terhadap kelimpahan fitoplankton dengan korelasi sebesar 0,856 sehingga termasuk dalam kategori korelasi tinggi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Kandungan Nitrogen Total Pada Serasah daun Mangrove Avicennia alba yang terdekomposisi di Kawasan Konservasi Mangrove dan Kepiting Kelurahan Pamusian Kota Tarakan

2024•

Nitrogen adalah sumber nutrien pada serasah yang dibutuhkan oleh organisme sebagai sumber makanan yang pada umumnya berada pada substrat dasar. Proses dekomposisi serasah akan menghasilkan bahan anorganik yang berperan dalam menentukan kesuburan perairan salah satunya adalah nitrogen. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kandungan nitrogen total yang terdekomposisi pada serasah daun mangrove jenis Avicennia alba di Kawasan Konservasi Mangrove dan Kepiting Kelurahan Pamusian Kota Tarakan. Penelitian ini dilakukan pada bulan April sampai dengan Agustus 2023 dengan metode deskriptif kuantitatif. Penelitian ini dilakukan di tiga stasiun, stasiun 1 terletak dialiran Sungai Pamusian, stasiun 2 terletak didekat Menara Pengawas, dan stasiun 3 terletak didekat pemukiman masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan laju dekomposisi serasah daun mangrove Avicennia alba semakin berkurang berdasarkan perubahan harinya yaitu berkisar 0,71 g/hari – 0,17 g/hari, sedangkan kandungan nitrogen total pada serasah daun Avicennia alba yang terdekomposisi selama 56 hari berdasarkan stasiun berkisar 0,66 - 0,71 %. Tingginya kadar nitrogen tersebut disebabkan oleh daerah sampling yang memiliki substrat berlumpur. Perairan berlumpur menjadi tempat menumpuknya bahan organik yang terbawa aliran air, sedangkan tekstur dan ukuran partikel halusnya memudahkan penyerapan bahan organik.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Komposisi Hasil dan Laju Tangkap Ikan Pari (Maculabatis sp) Tangkapan Rawai Senggol (Bottom Longline) Di Perairan Kalimantan Utara

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Nelayan Kota Tarakan menggunakan alat tangkap rawai senggol (bottom longline) dalam memanfaatkan sumberdaya perikanan, dengan hasil tangkapan utama ikan pari jantan (Maculabatis sp). Data ilmiah terkait dengan rawai dan hasil tangkapannya, sangat penting sebagai dasar dalam pengelolaan sumberdaya perikanan lestari dan berkelanjutan. Aspek yang menjadi fokus riset adalah terkait dengan estimasi komposisi hasil laju tangkap ikan pari jantan berdasarkan kelimpahan alat tangkap rawai senggol (bottom longline) di perairan Kalimantan utara Tarakan. Penelitian ini dilaksanakan selama 3 bulan (Oktober sampai dengan Desember 2022) Selama riset dua bulan tersebut, akan dilakukan sampling total sebanyak 6 kali sampling. Sampling dilakukan 2 kali dalam satu bulan pada periode neap tide (pasang surut terendah). Hasil penelitian menunjukkan pada pengoperasian alat tangkap rawai senggol diperairan kalimanan utara terdapat tangkap adalah ikan pari jantan ikan pari jantan, ose, ikan kakap merah, ikan arut, hiu, dan pari hantu macan. Komposisi hasil tangkapan yang dominan tertangkap ikan pari jantan dengan tangkapan utama (main catch) mencapai 9197,5 Kg (96.54%.), tangkapan sampigan (bycatch) sebesar 206,6 Kg (2.17 %) dan hasil tangkapan buangan (discard) sebesar 123 Kg (1.29%), dengan total keseluruhan hasil tangkapan adalah 9527,1 kg dan laju tangkapan berkisar 20,8 – 32,4 kg/jam. Kesimpulan dari penelitian ini adalah komposisi hasil tangkapan pada perikanan rawai senggol sangat selektif karena besarnya komposisi hasil tangkapan utama dan untuk laju tangkapan pada rawai senggol menunjukan relative tinggi dengan nilai bervariasi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

IDENTIFIKASI BAKTERI PADA SERASAH DAUN MANGROVE Rhizophora mucronata YANG TERDEKOMPOSISI DI KAWASAN KONSERVASI MANGROVE DAN KEPITING KELURAHAN PAMUSIAN KOTA TARAKAN

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Keberadaan bakteri pada ekosistem mangrove memiliki peran penting dalam menguraikan serasah daun mangrove menjadi bahan anorganik yang lebih sederhana, digunakan sebagai sumber nutrien bagi tumbuhan yang ada di ekosistem mangrove. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi genus bakteri pada serasah daun mangrove R. mucronata yang terdekomposisi di Kawasan Konservasi Mangrove dan Kepiting Kelurahan Pamusian Kota Tarakan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret sampai dengan Mei 2023 dengan metode diskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan ditemukan adanya bakteri yang bersifat gram positif yaitu Bacillus sp., Listeria sp., Micrococcus sp., dan bakteri yang bersifat gram negatif yaitu Aeromonas sp., Pseudomonas sp., Actinobacillus sp., Acinetobacter sp. Bakteri yang paling dominan ditemukan yaitu bakteri Bacillus sp., yang merupakan bakteri gram positif, dengan hasil Uji KOH 3% positif, katalase positif, oksidase positif, glukosa negatif, fermentatif, dan MIO bersifat positif. Rata - rata laju dekomposisi serasah daun mangrove R. mucronata berkisar antara 0,34 -0,48 gram/hari. Berdasarkan hasil penelitian ini, genus bakteri yang didapatkan masih mendukung dekomposisi serasah daun mangrove.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Komposisi dan Ukuran Pertama Tertangkap Ikan Kakap Merah (Lutjanus sp) Hasil Tangkapan Rawai (Longline) Yang Didaratkan Di Kota Tarakan

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kota Tarakan memiliki karakter pulau kecil dengan kegiatan perikanan tangkap yang dominan dilakukan oleh masyarakat Tarakan dengan profesi sebagai nelayan. Terdapat banyak lokasi sebagai tempat pendaratan ikan oleh nelayan Tarakan dengan ragam alat tangkap, salah satunya alat tangkap salah satunya rawai dasar. Rawai dasar merupakan alat tangkap yang digunakan nelayan untuk menangkap ikan pelagis kecil dan demersal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui komposisi ukuran (panjang total, panjang standar dan berat) serta menjelaskan ukuran pertama tertangkap (Lc) ikan kakap merah (Lutjanus sp) hasil tangkapan rawai di perairan Tarakan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari – Febuari 2023 dengan lokasi sampling di Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Kelurahan Selumit Pantai Tarakan. Pengambilan sampel ini dilakukan sebanyak 8 kali sampling dengan metode purposive sampling. Sampel adalah ikan kakap merah (Lutjanus sp) dengan jumlah total sebanyak 302 ekor. Hasil penelitian menunjukkan pengukuran sampel ikan kakap merah mempunyai panjang yang paling dominan dengan ukuran 27.9 – 34.2 cm (total), panjang standar memiliki nilai frekuensi tertinggi dengan ukuran berkisar 22.4 – 27.7 cm (PS) dan selang berat total ikan yang lebih dominan pada ukuran berat 165 – 853.0 gram. Hasil pengukuran pertama kali tertangkap (Lc) pada sampel ikan kakap merah (Lutjanus sp) diperoleh nilai ukuran panjang pertama kali tertangkap (Lc) sebesar 23.1 cm dengan nilai frekuensi ikan pertama kali tertangkap dalam kelas panjang (Fc) tertinggi yaitu 0.02294. Hasil analisis regresi ukuran panjang pertama kali tertangkap (Lc) ikan kakap merah (Lutjanus sp) diperoleh nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0.5158.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Komposisi Ukuran Dan Hubungan Panjang Berat Ikan Selar Tetengkek (Megalspis cordyla) Hasil Tangkap Pancing Ulur Di Perairan Pulau Bunyu

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Selar tetengkek merupakan salah satu jenis ikan hasil tangkapan para nelayan di Pulau Bunyu. Alat tangkap yang digunakan nelayan yaitu pancing ulur/tangan (head line). Ikan selar tetengkek termasuk ikan pelagis kecil yang tergolong ke dalam ikan karnivora dan menjadi salah satu sumberdaya perikanan yang memilikinilai ekologis dan ekonomis. Tujuan penelitian yaitu menjelaskan komposisi ukuran panjang total, panjang standar dan berat dengan pendekatan distribusi ferkuensi ukuran dan menjelaskan secara deskriptif kuantitatif hubungan panjang berat dengan pendekatan regresi pola kubik. Penelitian dilakukan di perairan Pulau Bunyu selama 3 bulan terhitung dari persiapan hingga telaksananya penelitian pada bulan Mei sampai dengan bulan Juli 2022. Metode pengambilan sampel yang digunakan yaitu purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan cara mengambil ikan dari nelayan pancing ulur di perairan Pulau Bunyu. Komposisi ukuran panjang total terbentuk 9 kelas dengan kisaran ukuran 25,0-55,7cm pada ukuran panjang standar 21,0-48,7cm dan berat 100,0- 1355,9 gram.Hubungan panjang total dan berat memiliki nilai b=2,876 yaitu allometrik negatif, pada hubungan panjang standar memiliki nilai b=2,853 yang bermakna allometrik negatif dan hubungan panjang cagak memiliki nilai b=2,917 yaitu allometrik negatif, yang memiliki makna bahwa pertambahan berat lebih lambat dibandingkan pertambahan panjangnya.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail