Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

11 hasil
Penulis: SORAYA
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

Penanganan Tindak Pidana Pemilu Dugaan Kampanye ditempat Ibadah Tahun 2024 (Studi Kasus Bawaslu Kota Tarakan Laporan Nomor 001/REG/LP/PL/KOTA/24.01/1/2024

2025•Koleksi Perpustakaan

Melakukan Kampanye ditempat ibadah adalah salah satu jenis-jenis pelanggaran yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum. Pasal 280 UU Pemilu ayat (1) huruf h melarang penggunaan tempat ibadah sebagai lokasi kampanye. Meskipun adanya peraturan yang mengatur dan penegakan hukum yang berjalan, fakta yang terjadi di lapangan masih ada ditemukannya pelanggaran Melakukan Kampanye ditempat ibadah. Tujuan dilakukannya Penelitian ini adalah untuk mengetahui Kedudukan Bawaslu dalam menentukan Tindak Pidana Pemilu serta untuk mengetahui syarat dihentikannya Penanganan Tindak Pidana Pemilu. Pengumpulan data dilakukan dengan studi pustaka yaitu melakukan penelusuran terkait bahan-bahan hukum peraturan perundang undangan maupun melalui penelusuran jurnal dari media internet dan juga melakukan pengumpulan informasi melalui narasumber. Berdasarkan Penelitian ini memperoleh hasil bahwa Bawaslu berkedudukan didalam penanganan tindak pidana pemilu dan menentukan Tindak Pidana Pemilu adalah pada aspek menerima temuan/laporan, mengkaji dan kemudian hasil kajian tersebut dibawa pada rapat pembahasan kedua Sentra Gakkumdu. Jika hasil pembahasan kedua Sentra Gakkumdu menyepakati temuan/laporan dugaan pelanggaran pemilu tersebut adalah sebuah tindak pidana pemilu maka Bawaslu menyampaikan temuannya kepada penyidik untuk dilakukan penyidikan. Syarat dihentikannya Penanganan Tindak Pidana Pemilu dalam kasus Dugaan Pelanggaran melakukan Kampanye ditempat Ibadah yang terjadi di Kota Tarakan pada Pemilu 2024 adalah dalam hal mengumpulkan bukti, fakta-fakta di lapangan tidak sesuai dengan laporan yang diberikan pelapor, pelapor menyampaikan bukti-bukti yang tidak cukup dan dinilai tidak dapat membuktikan laporannya. Diharapakan Bawaslu bersama dengan Lembaga yang termasuk dalam Sentra Gakkumdu sebaiknya memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait seberapa pentingnya agar menjadi sadar dan ikut berpartisipasi dalam melakukan pelaporan tindak pidana Pemilihan Umum dengan Laporan yang jelas beserta bukti yang dapat menjadi pendukung terhadap pelanggaran yang dilaporkan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Penanganan Tindak Pidana Pemilu Dugaan Kampanye ditempat Ibadah Tahun 2024 (Studi Kasus Bawaslu Kota Tarakan Laporan Nomor 001/REG/LP/PL/KOTA/24.01/1/2024

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Melakukan Kampanye ditempat ibadah adalah salah satu jenis-jenis pelanggaran yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum. Pasal 280 UU Pemilu ayat (1) huruf h melarang penggunaan tempat ibadah sebagai lokasi kampanye. Meskipun adanya peraturan yang mengatur dan penegakan hukum yang berjalan, fakta yang terjadi di lapangan masih ada ditemukannya pelanggaran Melakukan Kampanye ditempat ibadah. Tujuan dilakukannya Penelitian ini adalah untuk mengetahui Kedudukan Bawaslu dalam menentukan Tindak Pidana Pemilu serta untuk mengetahui syarat dihentikannya Penanganan Tindak Pidana Pemilu. Pengumpulan data dilakukan dengan studi pustaka yaitu melakukan penelusuran terkait bahan-bahan hukum peraturan perundang undangan maupun melalui penelusuran jurnal dari media internet dan juga melakukan pengumpulan informasi melalui narasumber. Berdasarkan Penelitian ini memperoleh hasil bahwa Bawaslu berkedudukan didalam penanganan tindak pidana pemilu dan menentukan Tindak Pidana Pemilu adalah pada aspek menerima temuan/laporan, mengkaji dan kemudian hasil kajian tersebut dibawa pada rapat pembahasan kedua Sentra Gakkumdu. Jika hasil pembahasan kedua Sentra Gakkumdu menyepakati temuan/laporan dugaan pelanggaran pemilu tersebut adalah sebuah tindak pidana pemilu maka Bawaslu menyampaikan temuannya kepada penyidik untuk dilakukan penyidikan. Syarat dihentikannya Penanganan Tindak Pidana Pemilu dalam kasus Dugaan Pelanggaran melakukan Kampanye ditempat Ibadah yang terjadi di Kota Tarakan pada Pemilu 2024 adalah dalam hal mengumpulkan bukti, fakta-fakta di lapangan tidak sesuai dengan laporan yang diberikan pelapor, pelapor menyampaikan bukti-bukti yang tidak cukup dan dinilai tidak dapat membuktikan laporannya. Diharapakan Bawaslu bersama dengan Lembaga yang termasuk dalam Sentra Gakkumdu sebaiknya memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait seberapa pentingnya agar menjadi sadar dan ikut berpartisipasi dalam melakukan pelaporan tindak pidana Pemilihan Umum dengan Laporan yang jelas beserta bukti yang dapat menjadi pendukung terhadap pelanggaran yang dilaporkan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PENGARUH MOTIVASI, LINGKUNGAN KERJA NONFISIK, DAN STRES KERJA TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN BIDANG PERAWATAN PT MULIA AGRO UTAMA DI KECAMATAN TANA LIA KABUPATEN TANA TIDUNG

2024•Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh motivasi, lingkungan kerja nonfisik, dan stres kerja terhadap kepuasan kerja karyawan bidang perawatan PT Mulia Agro Utama di Kecamatan Tana Lia Kabupaten Tana Tidung. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode survey. Teknik pengumpulan data dengan pengamatan (Kuesioner dan Wawancara). Sampel penelitian diambil dengan menggunakan nonprobability sampling. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan sampel jenuh (semua anggota populasi dijadikan sampel) dengan jumlah sampel 57 karyawan lapangan bidang perawatan PT Mulia Agro Utama di Kecamatan Tana Lia. Selanjutnya dilakukan uji hipotesis menggunakan model analisis regresi linear berganda dan uji t (parsial) dengan bantuan aplikasi SPSS V26. Hasil yang didapatkan membuktikan bahwa motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan artinya semakin tinggi tingkat motivasi maka kepuasan kerja karyawan juga meningkat, lingkungan kerja nonfisik tidak berpengaruh dan tidak signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan artinya karyawan bidang perawatan akan tetap merasakan kepuasan terlepas dari lingkungan kerja nonfisik yang positif ataupun negatif, dan stres kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan artinya semakin tinggi tingkat stres kerja yang dirasakan maka kepuasan kerja karyawan akan semakin menurun.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH MOTIVASI, LINGKUNGAN KERJA NONFISIK, DAN STRES KERJA TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN BIDANG PERAWATAN PT MULIA AGRO UTAMA DI KECAMATAN TANA LIA KABUPATEN TANA TIDUNG

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh motivasi, lingkungan kerja nonfisik, dan stres kerja terhadap kepuasan kerja karyawan bidang perawatan PT Mulia Agro Utama di Kecamatan Tana Lia Kabupaten Tana Tidung. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode survey. Teknik pengumpulan data dengan pengamatan (Kuesioner dan Wawancara). Sampel penelitian diambil dengan menggunakan nonprobability sampling. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan sampel jenuh (semua anggota populasi dijadikan sampel) dengan jumlah sampel 57 karyawan lapangan bidang perawatan PT Mulia Agro Utama di Kecamatan Tana Lia. Selanjutnya dilakukan uji hipotesis menggunakan model analisis regresi linear berganda dan uji t (parsial) dengan bantuan aplikasi SPSS V26. Hasil yang didapatkan membuktikan bahwa motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan artinya semakin tinggi tingkat motivasi maka kepuasan kerja karyawan juga meningkat, lingkungan kerja nonfisik tidak berpengaruh dan tidak signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan artinya karyawan bidang perawatan akan tetap merasakan kepuasan terlepas dari lingkungan kerja nonfisik yang positif ataupun negatif, dan stres kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan artinya semakin tinggi tingkat stres kerja yang dirasakan maka kepuasan kerja karyawan akan semakin menurun.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

UJI EFEKTIVITAS SIMPLISIA BIJI BUAH MENGKUDU (Morinda citrifolia) DENGAN KOMBINASI DAUN PANDAN (Pandanus amaryllifolius) SEBAGAI PESTISIDA NABATI TERHADAP PENGENDALI KUTU BERAS (Sitophilus oryzae) DAN POTENSI PENERAPANNYA PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI

2023•Koleksi Perpustakaan

Biji mengkudu (Morinda citrifolia) memiliki salah satu senyawa yaitu saponin dan terpenoid yang bersifat racun perut terhadap hama. Sedangkan pada daun pandan (Pandanus amaryllifolius) mengandung senyawa minyak atsiri yang dapat mengusir hama karena mengeluarkan aroma yang tidak disukai oleh hama. Penelitian ini bertujuan: 1) untuk mengetahui efektivitas dari kombinasi biji mengkudu (Morinda citrifolia) dengan daun pandan (Pandanus amaryllifolius) terhadap pengendali kutu beras; dan 2) potensi penerapannya pada pembelajaran biologi. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen deskriptif. Analisis data menggunakan SPSS yaitu uji Normalitas, uji Homogenitas, uji Anova dan uji Duncan. Hasil penelitian di laboratorium selanjutnya dianalisis keterkaitannya dengan kurikulum/silabus untuk mengetahui potensi penerapannya pada pembelajaran biologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi biji buah mengkudu (Morinda citrifolia) dengan daun pandan (Pandanus amaryllifolius) efektif sebagai pengendali hama kutu beras. Penolakan paling efektif terhadap kutu beras yaitu pada perlakuan 5 gr biji mengkudu dengan kombinasi 25 gr daun pandan yaitu mencapai 87,5 %. Dan berdasarkan hasil uji organoleptik menunjukkan semakin tinggi konsentrasi yang diberikan maka semakin rendah nilai uji organoleptik yang diberikan dari panelis. Berdasarkan hasil analisis pemanfaatan hasil penelitian sebagai sumber belajar, maka penelitian ini dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar biologi bagi peserta didik kelas X SMA pada KD 3.2 Menganalisis berbagai tingkat keanekaragaman hayati (gen, jenis, dan ekosistem) di Indonesia.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

IDENTIFIKASI BAKTERI PADA SERASAH DAUN MANGROVE Rhizophora mucronata YANG TERDEKOMPOSISI DI KAWASAN KONSERVASI MANGROVE DAN KEPITING KELURAHAN PAMUSIAN KOTA TARAKAN

2023•

Keberadaan bakteri pada ekosistem mangrove memiliki peran penting dalam menguraikan serasah daun mangrove menjadi bahan anorganik yang lebih sederhana, digunakan sebagai sumber nutrien bagi tumbuhan yang ada di ekosistem mangrove. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi genus bakteri pada serasah daun mangrove R. mucronata yang terdekomposisi di Kawasan Konservasi Mangrove dan Kepiting Kelurahan Pamusian Kota Tarakan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret sampai dengan Mei 2023 dengan metode diskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan ditemukan adanya bakteri yang bersifat gram positif yaitu Bacillus sp., Listeria sp., Micrococcus sp., dan bakteri yang bersifat gram negatif yaitu Aeromonas sp., Pseudomonas sp., Actinobacillus sp., Acinetobacter sp. Bakteri yang paling dominan ditemukan yaitu bakteri Bacillus sp., yang merupakan bakteri gram positif, dengan hasil Uji KOH 3% positif, katalase positif, oksidase positif, glukosa negatif, fermentatif, dan MIO bersifat positif. Rata - rata laju dekomposisi serasah daun mangrove R. mucronata berkisar antara 0,34 -0,48 gram/hari. Berdasarkan hasil penelitian ini, genus bakteri yang didapatkan masih mendukung dekomposisi serasah daun mangrove.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

IDENTIFIKASI BAKTERI PADA SERASAH DAUN MANGROVE Rhizophora mucronata YANG TERDEKOMPOSISI DI KAWASAN KONSERVASI MANGROVE DAN KEPITING KELURAHAN PAMUSIAN KOTA TARAKAN

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Keberadaan bakteri pada ekosistem mangrove memiliki peran penting dalam menguraikan serasah daun mangrove menjadi bahan anorganik yang lebih sederhana, digunakan sebagai sumber nutrien bagi tumbuhan yang ada di ekosistem mangrove. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi genus bakteri pada serasah daun mangrove R. mucronata yang terdekomposisi di Kawasan Konservasi Mangrove dan Kepiting Kelurahan Pamusian Kota Tarakan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret sampai dengan Mei 2023 dengan metode diskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan ditemukan adanya bakteri yang bersifat gram positif yaitu Bacillus sp., Listeria sp., Micrococcus sp., dan bakteri yang bersifat gram negatif yaitu Aeromonas sp., Pseudomonas sp., Actinobacillus sp., Acinetobacter sp. Bakteri yang paling dominan ditemukan yaitu bakteri Bacillus sp., yang merupakan bakteri gram positif, dengan hasil Uji KOH 3% positif, katalase positif, oksidase positif, glukosa negatif, fermentatif, dan MIO bersifat positif. Rata - rata laju dekomposisi serasah daun mangrove R. mucronata berkisar antara 0,34 -0,48 gram/hari. Berdasarkan hasil penelitian ini, genus bakteri yang didapatkan masih mendukung dekomposisi serasah daun mangrove.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

UJI EFEKTIVITAS SIMPLISIA BIJI BUAH MENGKUDU (Morinda citrifolia) DENGAN KOMBINASI DAUN PANDAN (Pandanus amaryllifolius) SEBAGAI PESTISIDA NABATI TERHADAP PENGENDALI KUTU BERAS (Sitophilus oryzae) DAN POTENSI PENERAPANNYA PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Biji mengkudu (Morinda citrifolia) memiliki salah satu senyawa yaitu saponin dan terpenoid yang bersifat racun perut terhadap hama. Sedangkan pada daun pandan (Pandanus amaryllifolius) mengandung senyawa minyak atsiri yang dapat mengusir hama karena mengeluarkan aroma yang tidak disukai oleh hama. Penelitian ini bertujuan: 1) untuk mengetahui efektivitas dari kombinasi biji mengkudu (Morinda citrifolia) dengan daun pandan (Pandanus amaryllifolius) terhadap pengendali kutu beras; dan 2) potensi penerapannya pada pembelajaran biologi. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen deskriptif. Analisis data menggunakan SPSS yaitu uji Normalitas, uji Homogenitas, uji Anova dan uji Duncan. Hasil penelitian di laboratorium selanjutnya dianalisis keterkaitannya dengan kurikulum/silabus untuk mengetahui potensi penerapannya pada pembelajaran biologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi biji buah mengkudu (Morinda citrifolia) dengan daun pandan (Pandanus amaryllifolius) efektif sebagai pengendali hama kutu beras. Penolakan paling efektif terhadap kutu beras yaitu pada perlakuan 5 gr biji mengkudu dengan kombinasi 25 gr daun pandan yaitu mencapai 87,5 %. Dan berdasarkan hasil uji organoleptik menunjukkan semakin tinggi konsentrasi yang diberikan maka semakin rendah nilai uji organoleptik yang diberikan dari panelis. Berdasarkan hasil analisis pemanfaatan hasil penelitian sebagai sumber belajar, maka penelitian ini dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar biologi bagi peserta didik kelas X SMA pada KD 3.2 Menganalisis berbagai tingkat keanekaragaman hayati (gen, jenis, dan ekosistem) di Indonesia.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EVALUASI KINERJA TERMINAL PENUMPANG ANGKUTAN LAUT DI PELABUHAN TENGKAYU I KOTA TARAKAN

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kota Tarakan memiliki jumlah penumpang berangkat/naik speedboat tertinggi dibandingkan kabupaten lain di Provinsi Kalimantan Utara. Hal ini seharusnya juga diimbangi dengan fasilitas pelayanan di terminal penumpang yang memadai, agar tercipta kenyamanan bagi pengguna jasa, yang kemudian akan berdampak positif dalam aspek sosial-ekonomi Kota Tarakan dan Provinsi Kalimantan Utara. Beberapa variabel indikator yang menjadi acuan dalam penilaian tingkat kepuasan pengguna jasa terhadap kinerja terminal penumpang Pelabuhan Tengkayu I adalah reliability, responsiveness, assurance, empathy dan tangibles. Untuk mengetahui tingkat kepuasan pengguna jasa terhadap kinerja terminal penumpang Pelabuhan Tengkayu I, indikator-indikator yang perlu dilakukan pembenahan, serta urutan prioritas penanganannya, maka dilakukan beberapa langkah analisis dengan metode pengumpulan data berupa survei dengan penyebaran kuesioner dan wawancara. Kemudian analisis data dilakukan dengan menggunakan metode Customer Satisfaction Index (CSI), Importance Performance Analysis (IPA) dan Quality Function Deployment (QFD). Dari hasil survei kuesioner yang dilakukan terhadap 100 responden, diperoleh kesimpulan nilai keseluruhan CSI adalah 70,13% yang berarti secara keseluruhan pengguna jasa merasa “Puas” dengan kinerja terminal penumpang Pelabuhan Tengkayu I. Berdasarkan analisis IPA diperoleh kesimpulan terdapat tiga (3) indikator yang menjadi prioritas utama untuk ditangani segera, yaitu kelengkapan alat-alat keselamatan di ruang tunggu, tersedianya papan pengumuman jadwal keberangkatan dan kedatangan speedboat serta tersedianya ruang perawatan (klinik) untuk orang sakit. Berdasarkan analisis QFD diperoleh urutan prioritas penanganan item “what” secara teknis, pertama merencanakan dan menentukan jalur evakuasi, kedua melakukan perencanaan atau penambahan ruang perawatan (klinik), ketiga menentukan dan memasang informasi letak titik kumpul, keempat memasang informasi nomor telepon darurat pada titik-titik tertentu di dalam ruang tunggu, kelima melakukan pengadaan dan pemasangan tabung pemadam kebakaran pada titik-titik tertentu di dalam ruang tunggu, keenam memperbaiki sambungan kabel TV informasi yang terputus, ketujuh merekrut petugas kesehatan dan kedelapan melakukan penyesuaian ulang terhadap jadwal keberangkatan dan kedatangan Speedboat yang terbaru.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KOHESI GRAMATIKAL DALAM KOLOM POLITIK PADA SURAT KABAR HARIAN KOMPAS DAN RADAR KALTARA (KAJIAN WACANA)

2020•

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kohesi gramatikal wacana berita politik pada surat kabar harian Kompas dan Radar Kaltara edisi Oktober 2019. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Subjek penelitian ini adalah berita politik yang ada dalam surat kabar harian Kompas dan Radar Kaltara, dari wacana berita politik dengan mengambil satu judul wacana per harinya untuk dijadikan sampel. Objek penelitian ini adalah analisis penggunaan kohesi gramatikal pada wacana yang terdapat pada kolom politik. Data yang diperoleh dengan metode simak, yang dilakukan dengan teknik baca dan teknik catat. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis isi. Berdasarkan hasil penelitian menujukkan data wacana kohesi gramatikal dalam surat kabar harian Kompas dan Radar Kaltara pada kolom politik edisi 7-11 Oktober 2019. Dalam sebuah wacana hubungan kohesinya sering ditandai dengan adanya penanda khusus yang bersifat lingual-formal. Referensi persona sebagai kata ganti orang pertama, kedua dan ketiga yang bersifat tunggal atau jamak. Penggunaan referensi demostratif ditandai dengan temporal (waktu) dan lokasional (tempat). Referensi komperatif sebagai pembeda atau membandingakan pengacuan tidak langsung. Substitusi nomina, verba, frasa dan klausa berupa penggantian pengunaan satuan lingual dengan satuan lingual lain dalam wacana untuk memperoleh unsur pembeda sesuai dengan kaidah kebahasaan yang berlaku. Elipsis sebagai pelesapan dalam sebuah frasa yang terdiri dari dua kata. Terakhir pada konjungsi atau katahubung yang lebih dilihat sebagaimana penggunaan intra kalimat dan antarkalimat. Aspek gramatikal yang ditemukan dalam surat kabar harian Kompas dan Radar Kaltara edisi 07-11 Oktober 2019 pada kolom politik terjalin dengan kohesif sehingga memiliki makna yang utuh dan padu.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail