ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Transportasi penyeberangan Speed Boat Reguler rute Tarakan – Sebatik merupakan moda utama mobilitas masyarakat perbatasan yang berperan penting dalam aktivitas sosial dan ekonomi. Namun, dalam operasionalnya masih ditemukan berbagai permasalahan pelayanan seperti keterlambatan jadwal, keterbatasan fasilitas, serta ketidaksesuaian antara harapan dan persepsi pengguna jasa. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja pelayanan, mengukur tingkat kepuasan penumpang, serta mengidentifikasi atribut layanan yang menjadi prioritas peningkatan kualitas pelayanan. Penelitian dilakukan di Pelabuhan Tengkayu 1 Tarakan dengan responden penumpang Speed Boat Reguler rute Tara-kan – Sebatik. Metode analisis yang digunakan meliputi Customer Satisfaction In-dex (CSI) untuk mengukur tingkat kepuasan secara keseluruhan, Importance Per-formance Analysis (IPA) untuk memetakan atribut layanan berdasarkan tingkat kepentingan dan kinerja, serta Quality Function Deployment (QFD) untuk meru-muskan strategi peningkatan layanan berbasis kebutuhan pengguna. Analisis IPA menunjukkan terdapat beberapa atribut prioritas perbaikan pada kuadran I, yaitu atribut yang dianggap sangat penting oleh penumpang namun kinerjanya masih rendah, khususnya pada aspek kemudahan akses informasi dan pelayanan petugas. Nilai CSI keseluruhan sebesar 68,54% berada pada rentang “puas”, yang berarti secara umum penumpang merasa puas terhadap pelayanan Speed Boat Reguler rute Tarakan – Sebatik. Rekomendasi peningkatan layanan berdasarkan QFD menekankan pentingnya perbaikan fasilitas terminal, peningkatan kualitas pelayanan petugas, serta penerapan prosedur operasional yang lebih terstandar dan berorientasi pada kebutuhan pengguna. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa kualitas pelayanan transportasi Speed Boat Reguler rute Tarakan – Sebatik sudah berada pada kategori memuaskan, namun masih memerlukan peningkatan pada beberapa atribut prioritas agar dapat mencapai tingkat pelayanan optimal dan berkelanjutan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Kurangnya kegiatan penyuluhan dan pemahaman penyuluh lapangan akan kebutuhan petani di wilayah kerjanya menjadi salah satu penyebab enggannya petani untuk aktif dalam pelaksanaan penyuluhan. Oleh karenanya penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahuai tingkat kepentingan penyuluh; (2) mengetahui tingkat kinerja penyuluh; (3) mengetahui tingkat kepuasan petani terhadap penyuluh. Penelitian menggunakan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Metode analisis yang digunakan adalah IPA (Importance Performance Analysis) dan CSI (Costumer Satisfaction Index). Berdasarakan hasil analisis tingkat kepentingan atribut kualitas pelayanan penyuluh pertanian sebanyak 4 atribut pada selang skor 78-101 dengan skala cukup penting sebanyak 9 atribut pada selang skor 102-125 dengan skala penting, dan sebanyak 2 atribut dengan selang skor 125-149 dengan skala sangat penting. skor rata-rata tertingggi terdapat pada atribut 11 sedangkan skor rata-rata terendah terdapat pada atribut 10, dan 13. Berdasarkan hasil analisis tingkat kinerja atribut kualitas pelayanan penyuluh pertanian, dapat dilihat terdapat 1 atribut pada selang skor 78-101 pada skala cukup puas, kemudian 7 atribut pada selang skor 54-77 pada skala kurang puas, dan sebanyak 7 atribut pada selang skor 30-53 pada skala tidak puas. Skor rata-rata tetinggi terdapat pada atribut 9, sedangkan skor rata-rata terendah terdapat pada atribut 13. Berdasarkan analisis didapatkan hasil nilai rata-rata untuk tingkat kepentingan sebesar 3,57. Atribut yang berda di atas rata-rata berjumah 7 atribut. Sedangkan untuk tingkat kinerja nilai rata-ratanya sebesar 1,8. Atribut yang nilai kinerjanya berada di atas rata-rata berjumlah 8 atribut. Berdasarakan hasil perhitungan CSI diperoleh hasil CSI untuk atribut kinerja penyuluh lapangan adalah sebesar 37,41%. Angka tersebut mengidentifikasikan bahwa secara umum petani di Gapoktan I kampung enam berada pada kategori kurang puas.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Kota Tarakan memiliki pelabuhan utama yang melayani seluruh kabupaten yang berada di Kalimantan Utara. Salah satu kabupaten yang melayani rute pergerakkan pelabuhan pengumpan Tarakan yaitu Kabupaten Tana Tidung. Hal ini didukung oleh tersedianya jaringan sungai sesayap. Tingginya kebutuhan jasa angkutan penyeberangan perlunya diimbangi dengan fasilitas pelayanan speedboat yang memadai, agar terciptanya kenyamanan bagi pengguna jasa. Untuk mengetahui tingkat kepuasan para pengguna jasa dan atribut-atribut yang menjadi prioritas dalam meningkatkan kinerja pelayanan speedboat dilakukan pengumpulan data berupa penyebaran kuesioner dan wawancara. Hasil dari pengumpulan data tersebut dianalisis dengan metode Importance Performance Analisis (IPA) dan Customer Satisfaction Index (CSI). Kemudian untuk menindaklanjuti hasil analisis IPA dan CSI digunakan metode Quality Function Deployment (QFD), teknik yang dipakai untuk mengetahui prioritas penanganan kinerja berdasarkan kebutuhan dan keinginan pengguna jasa. Berdasarkan hasil analisis IPA diperoleh tiga atribut yang menjadi prioritas utama untuk memerlukan penanganan/perbaikan kinerjanya, yaitu ketersediaan alat pemadam kebakaran, ketersediaan informasi gangguan perjalanan speedboat, dan ketersediaan fasilitas naik turun untuk penumpang berkebutuhan khusus, anak-anak, dan ibu hamil. Hasil analisis CSI diperoleh indeks kepuasan pengguna jasa yaitu 63,379 yang menunjukkan bahwa kinerja pelayanan yang dirasakan oleh pengguna jasa masuk dalam kriteria “Cukup Puas”. Sedangkan hasil analisis QFD diperoleh urutan prioritas perbaikan/penanganan kinerja speedboat yaitu: penurunan dilakukan dengan digendong atau ditandu dan akses masuk diprioritaskan menjadi prioritas pertama, prioritas kedua dan ketiga adalah tersedia alat komunikasi yang siap dipakai nahkoda dan ABK didalam speedboat dan pemberitahuan dalam bentuk notifikasi ke calon penumpang terkait perubahan jadwal keberangkatan, dan prioritas terakhir adalah penempatan APAR dilakukan pada 3 titik, yaitu: dekat pengemudi atau Nahkoda, ruang penumpang, dan area mesin speedboat.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pelabuhan Tengkayu I dimanfaatkan sebagai pelabuhan untuk Speed Boat ke wilayah lain di Kalimantan Utara yang jaraknya dari pusat kota sekitar 1 kilometer. Kondisi operator sering kali terlihat membawa penumpang melebihi kapasitas muat Speed Boat demi mendapatkan keuntungan lebih tanpa memikirkan kenyamanan dan keselamatan penumpang. Hal ini berdampak pada kenyamanan dan keselamatan penumpangpun terabaikan. Metode Customer Satisfaction Index adalah bentuk pengukuran yang dipakai untuk menghitung tingkat kepuasan dari keseluruhan atribut pelayanan dengan memperhatikan tingkat harapan yang di hitung. Metode Importance Performance Analysis (IPA) dipakai untuk menganalisis atau membandingkan kualitas layanan yang dirasakan pengguna layanan dengan tingkat kepuasan yang diharapkan. Penelitian yang dilakukan menggunakan metode Customer Satisfaction Index dapat disimpulkan bahwa secara keseluruhan merasa cukup puas terhadap atribut pelayanan yang ada di pelabuhan ditandai dengan angka indeks fasilitas di terminal sebesar 65,72%, Sedangkan atribut pelayanan pada kapal itu sendiri juga sudah baik ditandai dengan angka indeks sebesar 67,60%, nilai itu juga sudah mewakili bahwa penumpang merasa puas dengan atribut pelayanan yang ada pada standar pelayan angkutan Speed Boat rute Tarakan Tanjung selor. Tingkat kepuasan penumpang terhadap fasilitas yang ada di terminal dan kapal pelabuhan Tengkayu I dengan menggunakan metode IPA diklasifikasi menjadi 4 kuadran. Fasilitas yang ada di terminal Terdapat 5 (lima) fasilitas pelayanan yang termasuk dalam kuadran I (Prioritas Utama) yaitu, fasilitas keamanan dan ketertiban (tersedia CCTV), kenyamanan fasilitas di toilet, tersedianya fasilitas pengatur suhu (ventilasi udara, AC, ataupun kipas angin), tersedianya area merokok, dan kemudahan pelayanan bagasi penumpang. Sedangkan fasilitas yang ada di kapal terdapat 2 (dua) fasilitas pelayanan yang termasuk dalam kuadran I (Prioritas Utama) yaitu, tingkat kebisingan di kapal dan informasi untuk mengetahui tempat duduk sesuai tiket.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•
Kondisi geografis Kalimantan Utara didominasi dengan banyaknya sungai besar yang menghubungkan antara satu wilayah ke wilayah lain. Tingginya kebutuhan jasa angkutan penyeberangan mendorong pemerintah agar lebih memperhatikan permasalah keselamatan dan kenyamanan terutama pengembangan pada fasilitas keselamatan kapal cepat (speed long boat). Memperoleh tingkat kepuasan pengguna terhadap Kinerja Angkutan Penumpang Kapal Cepat (Speed Long Boat) rute Tarakan-Malinau. Memperoleh faktor yang dibutuhkan untuk meningkatkan Kinerja Angkutan Penumpang Kapal Cepat (Speed Long Boat) rute Tarakan-Malinau. Importance Performance Analisy (IPA) analisis yang digunakan untuk mengidentifikasi faktor kinerja utama mana yang harus ditunjukkan oleh suatu organisasi untuk mencapai kepuasan. Metode penelitian Customer Satisfaction Index (CSI) digunakan untuk menentukan tingkat kepuasan pelanggan secara keseluruhan dari sebuah penyedia layanan dengan pendekatan yang memperhitungkan penilaian pengguna terhadap kinerja penyedia, Quality Function Deployment (QFD) teknik yang dipakai untuk memfokuskan pada kebutuhan dan keinginan konsumen dalam membuat standar pelayanan. Importance Performance Analysis (IPA) terdapat tiga variabel tingkat kinerja pelayanan yakni Ketersediaan perlengkapan peralatan P3K (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan) dalam kabin kapal.Ketersediaan petunjuk jalur evakuasi dalam kabin kapal .Ketersediaan fasilitas penyandang difabel, Customer Satification Index (CSI) diperoleh indeks kepuasan pengguna jasa yaitu 67,7%, Quality Function Deployment (QFD) variabel yang menjadi prioritas Ketersediaan perlengkapan peralatan P3K (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan) di dalam kabin kapal. Ketersediaan petunjuk jalur evakuasi di dalam kabin kapal. Ketersediaan fasilitas penyandang difabel. Dari hasil yang telah diperoleh dalam penelitian ini sekiranya dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi terhadap faktor atau atribut, yang harus ditingkatkan bagi pemilik kapal atau pihak UPTD Tengkayu I dalam upaya meningkatkan kinerja pelayanan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kota Tarakan memiliki jumlah penumpang berangkat/naik speedboat tertinggi dibandingkan kabupaten lain di Provinsi Kalimantan Utara. Hal ini seharusnya juga diimbangi dengan fasilitas pelayanan di terminal penumpang yang memadai, agar tercipta kenyamanan bagi pengguna jasa, yang kemudian akan berdampak positif dalam aspek sosial-ekonomi Kota Tarakan dan Provinsi Kalimantan Utara. Beberapa variabel indikator yang menjadi acuan dalam penilaian tingkat kepuasan pengguna jasa terhadap kinerja terminal penumpang Pelabuhan Tengkayu I adalah reliability, responsiveness, assurance, empathy dan tangibles. Untuk mengetahui tingkat kepuasan pengguna jasa terhadap kinerja terminal penumpang Pelabuhan Tengkayu I, indikator-indikator yang perlu dilakukan pembenahan, serta urutan prioritas penanganannya, maka dilakukan beberapa langkah analisis dengan metode pengumpulan data berupa survei dengan penyebaran kuesioner dan wawancara. Kemudian analisis data dilakukan dengan menggunakan metode Customer Satisfaction Index (CSI), Importance Performance Analysis (IPA) dan Quality Function Deployment (QFD). Dari hasil survei kuesioner yang dilakukan terhadap 100 responden, diperoleh kesimpulan nilai keseluruhan CSI adalah 70,13% yang berarti secara keseluruhan pengguna jasa merasa “Puas” dengan kinerja terminal penumpang Pelabuhan Tengkayu I. Berdasarkan analisis IPA diperoleh kesimpulan terdapat tiga (3) indikator yang menjadi prioritas utama untuk ditangani segera, yaitu kelengkapan alat-alat keselamatan di ruang tunggu, tersedianya papan pengumuman jadwal keberangkatan dan kedatangan speedboat serta tersedianya ruang perawatan (klinik) untuk orang sakit. Berdasarkan analisis QFD diperoleh urutan prioritas penanganan item “what” secara teknis, pertama merencanakan dan menentukan jalur evakuasi, kedua melakukan perencanaan atau penambahan ruang perawatan (klinik), ketiga menentukan dan memasang informasi letak titik kumpul, keempat memasang informasi nomor telepon darurat pada titik-titik tertentu di dalam ruang tunggu, kelima melakukan pengadaan dan pemasangan tabung pemadam kebakaran pada titik-titik tertentu di dalam ruang tunggu, keenam memperbaiki sambungan kabel TV informasi yang terputus, ketujuh merekrut petugas kesehatan dan kedelapan melakukan penyesuaian ulang terhadap jadwal keberangkatan dan kedatangan Speedboat yang terbaru.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•
.ANALISIS KINERJA ANGKUTAN BARANG KAPAL FERI RUTE TARAKAN-SEBAWANG Abstrak Kota Tarakan memiliki banyak pelabuhan, salah satunya yaitu pelabuhan penyebrangan antar pulau yang dilayani dengan kapal feri yang terletak dikelurahan juata kecamatan Tarakan Utara kota Tarakan atau lebih dikenal dengan nama pelabuhan penyebrangan Juata Tarakan. Tujuan penelitian ini untuk mengukur tingkat kinerja angkutan barang rute Tarakan-Sebawang berdasarkan presepsi pengguna jasa yang diukur dengan menggunakan metode Importance Performance Analys (IPA), dan mengukur tingkat kepuasan pengguna jasa dengan menggunakan metode Customer Satification Index (CSI). Hasil analisis IPA diperoleh atribut-atribut pada kuadran I yang perlu mendapat perhatian peningkatan kinerja. Hasil analisis dengan metode Quality Function Deployment (QFD) diperoleh urutan prioritas strategis pemenuhan kebutuhan pengguna jasa yaitu : mempersiapkan sekoci penyelamatan yang ditempatkan pada tempat yang aman dan mudah untuk dijangkau, memberi tanda petunjuk tempat berkumpul jika terjadi kecemasan/kondisi bahaya/darurat pada kapal yang terpasang disetiap tempat strategis, memberi tanda pada jalur evakuasi yang terpampang pada lantai dan dinding palka secara jelas, mempersiapkan Jaket pelampung yang ditempatkan pada tempat yang aman dan mudah untuk dijangkau, mempersiapkan skoci penyelamatan yang dilengkapi mesin penggerak yang mudah dioperasikan, mempersiapkan Petugas yang memiliki pengetahuan tinggi tentang sistem operasional pada kapal feri, melengkapi petugas dengan alat komunikasi yang siap melayani 24 jam jika terjadi sesuatu, memperbanyak jumlah petugas yang porporsional (jumlah yang cukup sesuai kebutuhan). Kata kunci : Kinerja-Angkutan-Barang, IPA, CSI, QFD