ThesisOpen AccessMetadata saja
•
Keberadaan tanaman kratom di Danau Munuk Bungkul tidak hanya bernilai ekonomis tetapi juga berperan penting dalam menjaga kesuburan perairan melalui produksi serasah. Tujuan penilitian adalah untuk mengetahui produksi serasah tanaman kratom (Mitragyna speciosa) di Danau Manuk Bungkul, Kecamatan Sembakung. Penelitian dilaksanakan pada bulan September sampai dengan November 2019 menggunakan metode deskriptif dan kuantitatif. Pengambilan sampel serasah tanaman kratom dilakukan pada tiga titik stasiun. Pada masing-masing stasiun diletakkan sebanyak 6 jaring penampung pada area tergenang dan tidak tergenang dengan ukuran 2m x 2m. Produksi serasah pada tanaman kratom di kawasan Danau Manuk Bungkul yaitu sebesar 2,15 gram/m2/hari. Produksi serasah tertinggi terdapat pada area tidak tergenang yaitu sebesar 1,11 gram/m2/hari sedangkan pada area tergenang sebesar 1,04 gram/m2/hari. Komponen produksi serasah yang paling banyak berasal dari daun yaitu sebesar 1,91 gram/m2/hari sedangkan komponen terendah terdapat pada buah dan bunga sebesar 0,003 gram/m2/hari. Sumbangan serasah paling besar berasal dari stasiun 1 dikarenakan lokasi ini memiliki jumlah kerapatan yang tinggi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Mangrove merupakan ekosistem pesisir yang berperan penting dalam mendukung stabilitas lingkungan serta menopang kehidupan masyarakat pesisir, salah satunya di Kampung Bahari Nusantara (KBN) yang ekosistem mangrovenya masih terjaga kealamiannya. Meskipun kondisi vegetasinya masih tergolong baik, kawasan ini tetap menghadapi tekanan seiring berkembangnya kawasan sekitar, salah satunya berupa minimnya pemahaman masyarakat tentang fungsi ekologis mangrove serta keberadaan dermaga angkatan laut Lantamal XIII Tarakan. Penelitian ini bertujuan menganalisis struktur komunitas mangrove berdasarkan Indeks Kekayaan Spesies, Keanekaragaman, Keseragaman, Dominansi, dan Nilai Penting, serta mengkaji kualitas perairan sebagai pendukungnya. Penelitian dilaksanakan pada Februari - Maret 2026 menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode purposive sampling pada tiga stasiun pengamatan, masing-masing terdiri atas 5 plot berukuran 10×10 m (pohon), 5×5 m (anakan), dan 1×1 m (semai). Hasil penelitian menemukan lima jenis mangrove, yaitu Avicennia alba, Avicennia marina, Rhizophora apiculata, Rhizophora mucronata, dan Sonneratia alba, dengan indeks kekayaan spesies tergolong rendah di seluruh stasiun (I = 0,539; II = 0,416; III = 0,486), indeks keanekaragaman tergolong rendah di seluruh stasiun (I = 0,272; II = 0,248; III = 0,602), indeks keseragaman Stasiun I dan II tergolong sedang (0,569 dan 0,520) sedangkan Stasiun III tergolong tinggi (0,861), serta indeks dominansi Stasiun I dan II tergolong tinggi (0,669 dan 0,700) sedangkan Stasiun III tergolong sedang (0,306). Sonneratia alba tercatat sebagai spesies paling dominan dengan Indeks Nilai Penting tertinggi 257,7%. Kadar oksigen terlarut tergolong rendah akibat tingginya dekomposisi serasah, sementara salinitas, pH, dan suhu masih dalam kisaran yang mendukung pertumbuhan mangrove. Hasil ini menunjukkan struktur komunitas mangrove di kawasan ini secara keseluruhan mencerminkan ekosistem yang belum stabil secara ekologis, di mana proses suksesi masih berlangsung menuju komunitas yang lebih beragam dan seimbang.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kawasan mangrove di Kelurahan Kampung Empat, Kota Tarakan merupakan lahan rehabilitasi mangrove. Berdasarkan observasi, Keberhasilan pertumbuhan pohon pada lahan tersebut sangat krusial agar dapat berfungsi optimal dalam menyuplai kontribusi bahan organik yang menentukan tingkat kesuburan perairan di sekitarnya. Penelitian mengenai produksi serasah Rhizophora apiculata di Kelurahan Kampung Empat Kota Tarakan dilakukan untuk mengetahui sejauh mana kemampuan tegakan hasil penanaman tersebut dalam menyumbang material organik bagi produktivitas hayati perairan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari - April 2026. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak 9 plot dengan periode dua kali setiap bulan. Kisaran suhu 29 oC-30 oC, salinitas 16 ppt - 20 ppt, pH 6 – 8 dan oksigen terlarut 4,1 mg/L - 4,7 mg/L. Kerapatan pohon 800-1500 pohon/ha. Produksi serasah berkisar antara 5,18 ± 1,54 ton/ha/tahun hingga 9,32 ± 3,64 ton/ha/tahun. Produksi serasah paling tinggi pada bulan Maret, yaitu 7,27 ± 2,57 ton/ha/tahun. Pada bulan ini intensitas matahari di Kota Tarakan paling tinggi, karena bulan ini merupakan puncak musim pancaroba pertama dimana posisi matahari tepat di atas garis khatulistiwa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Fosfor adalah salah satu senyawa bahan organik yang penting karena akan diabsorbsi oleh fitoplankton dan masuk ke rantai makanan. Proses dekomposisi serasah akan menghasilkan bahan organik yang berperan dalam menentukan kesuburan perairan salah satunya adalah Fosfor. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kandungan Fosfor yang terdekomposisi pada serasah daun mangrove jenis Avicennia alba di Kawasan Konservasi Mangrove dan Kepiting Kota Tarakan. Penelitian ini di lakukan pada bulan April sampai dengan Agustus 2023 dengan metode deskriptif kuantitatif. Penelitian ini dilakukan dilakukan di tiga stasiun, stasiun 1 terletak dialiran Sungai Pamusian, stasiun 2 terletak di dekat Menara Pengawas, dan stasiun 3 terletak di dekat pemukiman masyarakat. Hasil penelitian menunjukan laju dekomposisi serasah daun mangrove Avicennia alba di Kawasan Konservasi Mangrove dan Kepiting Kota Tarakan berdasarkan hari berkisar 0,71 g/hari – 0,17 g/hari, sedangkan kandungan Fosfor pada serasah daun mangrove Avicennia alba yang tersekomposisi selama 56 hari hari berkisaran 0,26 % - 0,27 %.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Nitrogen adalah sumber nutrien pada serasah yang dibutuhkan oleh organisme sebagai sumber makanan yang pada umumnya berada pada substrat dasar. Proses dekomposisi serasah akan menghasilkan bahan anorganik yang berperan dalam menentukan kesuburan perairan salah satunya adalah nitrogen. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kandungan nitrogen total yang terdekomposisi pada serasah daun mangrove jenis Avicennia alba di Kawasan Konservasi Mangrove dan Kepiting Kelurahan Pamusian Kota Tarakan. Penelitian ini dilakukan pada bulan April sampai dengan Agustus 2023 dengan metode deskriptif kuantitatif. Penelitian ini dilakukan di tiga stasiun, stasiun 1 terletak dialiran Sungai Pamusian, stasiun 2 terletak didekat Menara Pengawas, dan stasiun 3 terletak didekat pemukiman masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan laju dekomposisi serasah daun mangrove Avicennia alba semakin berkurang berdasarkan perubahan harinya yaitu berkisar 0,71 g/hari – 0,17 g/hari, sedangkan kandungan nitrogen total pada serasah daun Avicennia alba yang terdekomposisi selama 56 hari berdasarkan stasiun berkisar 0,66 - 0,71 %. Tingginya kadar nitrogen tersebut disebabkan oleh daerah sampling yang memiliki substrat berlumpur. Perairan berlumpur menjadi tempat menumpuknya bahan organik yang terbawa aliran air, sedangkan tekstur dan ukuran partikel halusnya memudahkan penyerapan bahan organik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Keberadaan bakteri pada ekosistem mangrove memiliki peran penting dalam menguraikan serasah daun mangrove menjadi bahan anorganik yang lebih sederhana, digunakan sebagai sumber nutrien bagi tumbuhan yang ada di ekosistem mangrove. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi genus bakteri pada serasah daun mangrove R. mucronata yang terdekomposisi di Kawasan Konservasi Mangrove dan Kepiting Kelurahan Pamusian Kota Tarakan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret sampai dengan Mei 2023 dengan metode diskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan ditemukan adanya bakteri yang bersifat gram positif yaitu Bacillus sp., Listeria sp., Micrococcus sp., dan bakteri yang bersifat gram negatif yaitu Aeromonas sp., Pseudomonas sp., Actinobacillus sp., Acinetobacter sp. Bakteri yang paling dominan ditemukan yaitu bakteri Bacillus sp., yang merupakan bakteri gram positif, dengan hasil Uji KOH 3% positif, katalase positif, oksidase positif, glukosa negatif, fermentatif, dan MIO bersifat positif. Rata - rata laju dekomposisi serasah daun mangrove R. mucronata berkisar antara 0,34 -0,48 gram/hari. Berdasarkan hasil penelitian ini, genus bakteri yang didapatkan masih mendukung dekomposisi serasah daun mangrove.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Proses dekomposisi serasah akan menghasilkan bahan organik yang berperan dalam menentukan kesuburan perairan salah satunya adalah karbon. Kawasan Konservasi Mangrove dan Kepiting telah mengalami penurunan luasan yang mengakibatkan berkurangnya pasokan bahan organik karbon sehingga akan mempengaruhi produktivitas perairan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji kandungan bahan organik karbon yang terdekomposisi pada serasah daun mangrove jenis R. mucronata di Kawasan Konservasi Mangrove dan Kepiting Kota Tarakan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni sampai dengan Agustus 2022 dengan metode deskriptif kuantitatif. Penelitian ini dilakukan di tiga stasiun, dimana stasiun 1 terletak di aliran Sungai Pamusian, stasiun 2 terletak di dekat Menara Pengawas, dan stasiun 3 terletak di dekat pemukiman masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan laju dekomposisi serasah daun mangrove R. mucronata di Kawasan Konservasi Mangrove dan Kepiting Kota Tarakan berkisar 0,38-0,43 g/hari. Laju dekomposisi tertinggi terjadi pada 14 hari pertama dan menurun sampai hari ke 56. Kandungan karbon pada serasah daun R. mucronata yang terdekomposisi selama 56 hari berkisar 21,57-22,48 %.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Proses dekomposisi serasah akan menghasilkan bahan organik yang berperan dalam menentukan kesuburan perairan salah satunya adalah fosfor. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguraikan kandungan bahan organik fosfor yang terdekomposisi pada serasah daun mangrove jenis R. mucronata di Kawasan Konservasi Mangrove dan Kepiting Kota Tarakan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni sampai dengan Agustus 2022 dengan metode deskriptif kuantitatif. Penelitian ini dilakukan di tiga stasiun, stasiun 1 terletak di aliran Sungai Pamusian, stasiun 2 terletak di dekat Menara Pengawas, dan stasiun 3 terletak di dekat pemukiman masyarakat. Hasil penelitian menunjukan laju dekomposisi serasah daun mangrove R. mucronata di Kawasan Konservasi Mangrove dan Kepting Kota Tarakan Berkisar 0,38-0,43 g/hari, sedangkan kandungan fosfor pada serasah daun R. mucronata yang terdekomposisi selama 56 hari berkisar 0,7-0,8 %.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Proses dekomposisi serasah akan menghasilkan bahan organik yang berperan dalam menentukan kesuburan perairan salah satunya adalah nitrogen. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguraikan kandungan bahan organik nitrogen total yang terdekomposisi pada serasah daun mangrove jenis R. mucronata di Kawasan Konservasi Mangrove dan Kepiting Kelurahan Pamusian Kota Tarakan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni sampai dengan Agustus 2022 dengan metode deskriptif kuantitatif. Penelitian ini dilakukan di tiga stasiun, stasiun 1 terletak di aliran Sungai Pamusian, stasiun 2 terletak didekat Menara Pengawas, dan stasiun 3 terletak didekat pemukiman masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan laju dekomposisi serasah daun mangrove R. mucronata di Kawasan Konservasi Mangrove dan Kepiting Kelurahan Pamusian Kota Tarakan berkisar 0,38-0,43 g/hari, sedangkan kandungan nitrogen total pada serasah daun R. mucronata yang terdekomposisi selama 56 hari berkisar 0,66-0,72 %.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
ABSTRAK Mangrove merupakan tumbuhan berkayu yang hidup di bibir pantai dan memiliki peran penting bagi kehidupan biota laut salah satunya yaitu sebagai produsen utama bagi biota, maka dari itu pentingnya untuk selalu menjaga dan melestarikan mangrove. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil produksi mangrove jenis Avicennia lanata dan laju dekomposisi serasah mangrove di Juata Laut Kota Tarakan. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Oktober 2021 sampai dengan bulan Februari 2022 di mangrove Juata Laut. Berdasarkan Hasil penelitian yang telah dilakukan pada 3 stasiun dengan jarak minimal 50 meter per stasiun maka telah didapatkan jumlah produksi dari mulai daun serasah, buah, bunga dan ranting yang di pisahkan terlebih dahulu dan dilakukan proses penimbangan pada berat awal dan berat akhir dengan hasil penelitian telah didapatkan jumlah produksi terbanyak yaitu pada stasiun 2 dengan jumlah produksi 2,73 gram/m2/hari berat akhir. Selanjutnya hasil dari produksi digunakan untuk mendapatkan nilai laju dekomposisi daun serasah selama 56 hari dengan proses awal dilakukan penimbangan pada daun serasah secara rata yaitu seberat 20 gram. Hasil dekomposisi menunjukkan bahwa daun serasah mangrove yang telah di pasang tidak terurai secara sempurna.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Mangrove memiliki bagian seperti daun, ranting, buah serta bunga yang gugur dan berperan penting sebagai pemasok bahan organik disuatu perairan. Salah satu ekositem mangrove yang ada di Kota Tarakan yaitu Kawasan Konservasi Mangrove dan Kepiting Kelurahan Pamusian. Tujuan penelitian ini untuk menghitung jumlah produksi serasah mangrove Rhizophora mucronata di Kawasan Konservasi Mangrove dan Kepiting Kelurahan Pamusian Kota Tarakan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus hingga November 2021. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu deksriptif dan kuantitatif. Penentuan titik lokasi penelitian ini yaitu menggunakan teknik purposive sampling dengan memilih 3 stasiun berdasarkan tegakan mangrove yang dominan. Pengambilan sampel menggunakan jaring penampung serasah yang berukuran 2x2 m dengan waktu pengambilan 1 minggu sekali selama 2 bulan. Hasil produksi serasah mangrove Rhizophora mucronata memiliki nilai sebesar 1.31 g/m2/hari. Komponen produksi serasah paling banyak berasal dari daun dan paling sedikit berasal dari ranting, bunga dan buah. Produksi serasah paling tinggi berasal dari stasiun 3 karena lokasi ini memiliki jumlah kerapatan pohon yang tinggi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Avicennia marina adalah salah satu jenis mangrove yang masuk ke dalam kategori mangrove mayor. Status tersebut menyebabkan Acennia marina hampir selalu ditemukan pada setiap ekosistem mangrove. Serasah daun mangrove merupakan tergolong sampah organik, bahan organik tersebut di perlukan sebagai sumber makanan bagi organisme di ekosistem tersebut..Skeletonema costatum adalah salah satu fitoplankton yang memiliki enzim autolysis sendiri yang mudah dicerna oleh larva dan tidak mengotori media budidaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan ekstrak serasah daun mangrove Avicennia marina terhadap laju pertumbuhan fitoplankton Skeletonema costatum. Analisi data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan.Ulangan tersebut di lakukan untuk mengurangi bias data yang diperoleh, Adapun dosis yang digunakan adalah Perlakuan A 0,5 ml, B 1,5 ml, C 2,5 ml,(K) 0 ml Data pertumbuhan yang diperoleh, selanjutnya dilakukan uji normalitas dan homogenesis. Kemudian dilakukan uji One way (ANOVA). Dari hasil uji statistik analisi of variance (ANOVA) menunjukan bahwa perlakuan pemberian pupuk organik menggunakan serasah daun mangrove pada media kultur tidak memberikan pengaruh secara nyata pada pertumbuhan S.costatum. Nilai rata-rata kepadatan sel tertinggi terjadi pada perlakuan C yaitu pada hari ke-4 sebesar 118.173 sel/ml/, diikuti pada perlakuan B sebesar 112.158 sel/ml, disusul nilai kepadatan sel pada perlakuan A sebesar 98.142 sel/ml dan nilai kepadatan sel terendah pada perlakuan K sebesar 96.134. Kisaran suhu selama penelitian adalah 26 – 27°C. Kisaran ini sangat mendukung pertumbuhan Skeletonema costatum
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Laju dekomposisi serasah daun mangrove merupakan suatu proses dimana organisme yang telah mati mengalami penghancuran menjadi partikel yang lebih kecil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui laju dekomposisi serasah daun mangrove Rhizopora mucronata di Kawasan Konservasi Mangrove dan Kepiting Kelurahan Pamusian Kota Tarakan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September – Desember 2021. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dan pengambilan sampel mangrove dilakukan pada 3 titik stasiun yaitu daerah aliran Sungai Pamusian, daerah menara pengawas dan daerah pemukiman penduduk. Pengukuran laju dekomposisi yang dilakukan berdasarkan jenis yang dominan dengan menggunakan litter-bag yang terbuat dari nylon kemudian diamati dengan rentang waktu tiap 14 hari selama 2 bulan (4 kali pengambilan sampel). Pengujian sampel dilakukan di Laboratorium Kualitas Air Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautann Universitas Borneo Tarakan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa laju dekomposisi serasah daun mangrove Rhizopora mucronata di Kawasan Konservasi Mangrove dan Kepiting Kelurahan Pamusian yaitu berkisar 0,21 – 0,29 g/hari. Laju dekomposisi serasah daun mangrove Rhizopora mucronata menunjukkan bahwa paling cepat terjadi pada rentang waktu 14 hari dan paling lama terjadi pada waktu 56 hari
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Mangrove memiliki bagian seperti daun, ranting, buah serta bunga yang gugur dan berperan penting sebagai pemasok bahan organik di suatu perairan. Salah satu ekosistem mangrove yang ada di Kota Tarakan yaitu Kawasan Konservasi Mangrove dan Kepiting, tepatnya terletak di Kelurahan Pamusian. Tujuan penelitian ini untuk menghitung jumlah produksi serasah mangrove jenis api-api (Avicennia alba) di Kawasan Konservasi Mangrove, Kelurahan Pamusian, Kota Tarakan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2020-Januari 2021. Metode yang digunakan penelitian ini yaitu deksriptif kuantitatif. Penentuan titik lokasi penelitian ini yaitu menggunakan teknik purposive sampling dengan memilih 3 stasiun berdasarkan tegakan mangrove yang dominan. Pengambilan sampel menggunakan jaring penampung serasah yang berukuran 2x2 m dengan waktu pengambilan 1 minggu sekali. Hasil produksi serasah mangrove api-api (Avicennia alba) berkisar 1,07-1,77 g/m2/hari dan dikonversikan selama setahun dapat mencapai nilai sebesar 5,30 ton/ha/tahun. Komponen produksi serasah paling banyak berasal dari ranting dan paling sedikit dari daun, buah dan bunga. Produksi serasah paling tinggi berasal dari stasiun 2 karena lokasi ini memiliki jumlah kerapatan yang tinggi di antara titik stasiun lainnya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•
IDENTIFIKASI BAKTERI PADA SERASAH DAUN KRATOM (Mitragyna Speciosa Kroth) YANG TERDEKOMPOSISI DI KAWASAN DANAU MANUK BUNGKUL KECAMATAN SEMBAKUNG KABUPATEN NUNUKAN ABSTRAK Bakteri memegang peranan penting dalam proses dekomposisi serasah daun kratom di Kawasan Danau Manuk Bungkul dalam menghasilkan bahan organik. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi genus bakteri pada serasah daun kratom (Mitragyna speciosa) yang terdekomposisi di Danau Manuk Bungkul Kecamatan Sembakung Kabupaten Nunukan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September sampai Desember 2019. Metode yang digunakan yaitu experimen, deskriptif dan kuantitatif melalui 2 tahap yaitu pengambilan serasah kratom di Danau Manuk Bungkul dan identifikasi bakteri di Laboratorium Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Kelas II Tarakan. Hasil identifikasi bakteri serasah daun Mitragyna speciosa yang terdekomposisi sebanyak 4 genus bakteri yaitu Actinobacillus sp., Aeromonas sp., Bacillus sp., dan Enterobacteria sp. Bakteri yang paling dominan ditemukan yaitu Aeromonas sp. Rata-rata hasil laju dekomposisi yaitu 0,19 – 0,27 gram/hari.