Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

5 hasil
Subjek: R. mucronata
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

IDENTIFIKASI BAKTERI PADA SERASAH DAUN MANGROVE Rhizophora mucronata YANG TERDEKOMPOSISI DI KAWASAN KONSERVASI MANGROVE DAN KEPITING KELURAHAN PAMUSIAN KOTA TARAKAN

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Keberadaan bakteri pada ekosistem mangrove memiliki peran penting dalam menguraikan serasah daun mangrove menjadi bahan anorganik yang lebih sederhana, digunakan sebagai sumber nutrien bagi tumbuhan yang ada di ekosistem mangrove. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi genus bakteri pada serasah daun mangrove R. mucronata yang terdekomposisi di Kawasan Konservasi Mangrove dan Kepiting Kelurahan Pamusian Kota Tarakan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret sampai dengan Mei 2023 dengan metode diskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan ditemukan adanya bakteri yang bersifat gram positif yaitu Bacillus sp., Listeria sp., Micrococcus sp., dan bakteri yang bersifat gram negatif yaitu Aeromonas sp., Pseudomonas sp., Actinobacillus sp., Acinetobacter sp. Bakteri yang paling dominan ditemukan yaitu bakteri Bacillus sp., yang merupakan bakteri gram positif, dengan hasil Uji KOH 3% positif, katalase positif, oksidase positif, glukosa negatif, fermentatif, dan MIO bersifat positif. Rata - rata laju dekomposisi serasah daun mangrove R. mucronata berkisar antara 0,34 -0,48 gram/hari. Berdasarkan hasil penelitian ini, genus bakteri yang didapatkan masih mendukung dekomposisi serasah daun mangrove.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KANDUNGAN BAHAN ORGANIK KARBON PADA SERASAH DAUN MANGROVE Rhizophora mucronata YANG TERDEKOMPOSISI DI KAWASAN KONSERVASI MANGROVE DAN KEPITING KOTA TARAKAN

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Proses dekomposisi serasah akan menghasilkan bahan organik yang berperan dalam menentukan kesuburan perairan salah satunya adalah karbon. Kawasan Konservasi Mangrove dan Kepiting telah mengalami penurunan luasan yang mengakibatkan berkurangnya pasokan bahan organik karbon sehingga akan mempengaruhi produktivitas perairan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji kandungan bahan organik karbon yang terdekomposisi pada serasah daun mangrove jenis R. mucronata di Kawasan Konservasi Mangrove dan Kepiting Kota Tarakan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni sampai dengan Agustus 2022 dengan metode deskriptif kuantitatif. Penelitian ini dilakukan di tiga stasiun, dimana stasiun 1 terletak di aliran Sungai Pamusian, stasiun 2 terletak di dekat Menara Pengawas, dan stasiun 3 terletak di dekat pemukiman masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan laju dekomposisi serasah daun mangrove R. mucronata di Kawasan Konservasi Mangrove dan Kepiting Kota Tarakan berkisar 0,38-0,43 g/hari. Laju dekomposisi tertinggi terjadi pada 14 hari pertama dan menurun sampai hari ke 56. Kandungan karbon pada serasah daun R. mucronata yang terdekomposisi selama 56 hari berkisar 21,57-22,48 %.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KANDUNGAN FOSFOR PADA SERASAH DAUN MANGROVE Rhizophora mucronata YANG TERDEKOMPOSISI DI KAWASAN KONSERVASI MANGROVE DAN KEPITING KOTA TARAKAN

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Proses dekomposisi serasah akan menghasilkan bahan organik yang berperan dalam menentukan kesuburan perairan salah satunya adalah fosfor. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguraikan kandungan bahan organik fosfor yang terdekomposisi pada serasah daun mangrove jenis R. mucronata di Kawasan Konservasi Mangrove dan Kepiting Kota Tarakan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni sampai dengan Agustus 2022 dengan metode deskriptif kuantitatif. Penelitian ini dilakukan di tiga stasiun, stasiun 1 terletak di aliran Sungai Pamusian, stasiun 2 terletak di dekat Menara Pengawas, dan stasiun 3 terletak di dekat pemukiman masyarakat. Hasil penelitian menunjukan laju dekomposisi serasah daun mangrove R. mucronata di Kawasan Konservasi Mangrove dan Kepting Kota Tarakan Berkisar 0,38-0,43 g/hari, sedangkan kandungan fosfor pada serasah daun R. mucronata yang terdekomposisi selama 56 hari berkisar 0,7-0,8 %.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Kandungan Bahan Organik Nitrogen Total Pada Serasah Daun Mangrove R. mucronata yang Terdekomposisi di Kawasan Konservasi Mangrove dan Kepiting Kelurahan Pamusian Kota Tarakan

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Proses dekomposisi serasah akan menghasilkan bahan organik yang berperan dalam menentukan kesuburan perairan salah satunya adalah nitrogen. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguraikan kandungan bahan organik nitrogen total yang terdekomposisi pada serasah daun mangrove jenis R. mucronata di Kawasan Konservasi Mangrove dan Kepiting Kelurahan Pamusian Kota Tarakan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni sampai dengan Agustus 2022 dengan metode deskriptif kuantitatif. Penelitian ini dilakukan di tiga stasiun, stasiun 1 terletak di aliran Sungai Pamusian, stasiun 2 terletak didekat Menara Pengawas, dan stasiun 3 terletak didekat pemukiman masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan laju dekomposisi serasah daun mangrove R. mucronata di Kawasan Konservasi Mangrove dan Kepiting Kelurahan Pamusian Kota Tarakan berkisar 0,38-0,43 g/hari, sedangkan kandungan nitrogen total pada serasah daun R. mucronata yang terdekomposisi selama 56 hari berkisar 0,66-0,72 %.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

LAJU DEKOMPOSISI SERASAH DAUN MANGROVE Rhizophora mucronata DI KAWASAN KONSERVASI MANGROVE DAN KEPITING KOTA TARAKAN KALIMANTAN UTARA

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Laju dekomposisi serasah daun mangrove merupakan suatu proses dimana organisme yang telah mati mengalami penghancuran menjadi partikel yang lebih kecil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui laju dekomposisi serasah daun mangrove Rhizopora mucronata di Kawasan Konservasi Mangrove dan Kepiting Kelurahan Pamusian Kota Tarakan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September – Desember 2021. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dan pengambilan sampel mangrove dilakukan pada 3 titik stasiun yaitu daerah aliran Sungai Pamusian, daerah menara pengawas dan daerah pemukiman penduduk. Pengukuran laju dekomposisi yang dilakukan berdasarkan jenis yang dominan dengan menggunakan litter-bag yang terbuat dari nylon kemudian diamati dengan rentang waktu tiap 14 hari selama 2 bulan (4 kali pengambilan sampel). Pengujian sampel dilakukan di Laboratorium Kualitas Air Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautann Universitas Borneo Tarakan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa laju dekomposisi serasah daun mangrove Rhizopora mucronata di Kawasan Konservasi Mangrove dan Kepiting Kelurahan Pamusian yaitu berkisar 0,21 – 0,29 g/hari. Laju dekomposisi serasah daun mangrove Rhizopora mucronata menunjukkan bahwa paling cepat terjadi pada rentang waktu 14 hari dan paling lama terjadi pada waktu 56 hari

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail