Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

6 hasil
Subjek: fosfor
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

KARAKTERISASI TEPUNG TULANG IKAN BULAN-BULAN (Megalops cyprinoides) SEBAGAI SUMBER KALSIUM DAN FOSFOR DENGAN METODE HIDROLISIS PROTEIN

2025•

Kalsium dan fosfor merupakan mineral esensial yang berperan penting dalam pembentukan tulang, gigi, serta metabolisme tubuh. Kekurangan kedua mineral ini dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti osteoporosis dan stunting. Selama ini sumber utama kalsium dan fosfor berasal dari susu dan suplemen sintetis yang terbatas dan mahal, sehingga diperlukan alternatif sumber mineral alami. Salah satu potensi yang dapat dimanfaatkan adalah limbah tulang ikan bulan-bulan (Megalops cyprinoides), yang jumlahnya melimpah namun belum optimal pemanfaatannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis karakterisasi tepung tulang ikan bulan-bulan (Megalops cyprinoides) sebagai sumber kalsium dan fosfor menggunakan metode hidrolisis protein. Penelitian dilakukan melalui 2 tahap yaitu pembuatan tepung tepung tulang ikan bulan-bulan, dan analisis proksimat serta kandungan kalsium dan fosfor. Parameter yang dianalisis meliputi rendemen, kadar air, kadar abu, kadar protein, kadar lemak, serta kandungan kalsium dan fosfor. Hasil penelitian menunjukkan rendemen tepung tulang ikan sebesar 22,65%, kadar air 3,66%, kadar abu 78,89%, kadar protein 20,14%, kadar lemak 2,20%, kandungan kalsium 33,06%, dan fosfor 16,14%. Kandungan mineral kalsium dan fosfor yang tinggi menunjukkan bahwa tepung tulang ikan bulan-bulan memiliki potensi sebagai sumber mineral yang baik untuk aplikasi dalam industri pangan dan pakan. Metode hidrolisis protein efektif dalam meningkatkan ekstraksi kalsium dan fosfor dari tulang ikan. Dengan demikian, pengolahan limbah tulang ikan bulan-bulan menjadi tepung tulang dapat menjadi alternatif pemanfaatan hasil samping perikanan yang bernilai ekonomi tinggi sekaligus mendukung upaya pemenuhan kebutuhan mineral dalam pangan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KANDUNGAN FOSFOR PADA SERASAH DAUN MANGROVE (Avicennia alba) YANG TERDEKOMPOSISI DI KAWASAN KONSERVASI MANGROVE DAN KEPITING KELURAHAN PAMUSIAN KOTA TARAKAN

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Fosfor adalah salah satu senyawa bahan organik yang penting karena akan diabsorbsi oleh fitoplankton dan masuk ke rantai makanan. Proses dekomposisi serasah akan menghasilkan bahan organik yang berperan dalam menentukan kesuburan perairan salah satunya adalah Fosfor. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kandungan Fosfor yang terdekomposisi pada serasah daun mangrove jenis Avicennia alba di Kawasan Konservasi Mangrove dan Kepiting Kota Tarakan. Penelitian ini di lakukan pada bulan April sampai dengan Agustus 2023 dengan metode deskriptif kuantitatif. Penelitian ini dilakukan dilakukan di tiga stasiun, stasiun 1 terletak dialiran Sungai Pamusian, stasiun 2 terletak di dekat Menara Pengawas, dan stasiun 3 terletak di dekat pemukiman masyarakat. Hasil penelitian menunjukan laju dekomposisi serasah daun mangrove Avicennia alba di Kawasan Konservasi Mangrove dan Kepiting Kota Tarakan berdasarkan hari berkisar 0,71 g/hari – 0,17 g/hari, sedangkan kandungan Fosfor pada serasah daun mangrove Avicennia alba yang tersekomposisi selama 56 hari hari berkisaran 0,26 % - 0,27 %.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KANDUNGAN FOSFOR TOTAL PADA SEDIMEN BERDASARKAN KEDALAMAN DIKAWASAN KONSERVASI MANGROVE DAN KEPITING KELURAHAN PAMUSIAN

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Fosfor merupakan unsur hara esensial bagi tanaman agar dapat tumbuh secara optimal. Ketersbahan organik fosfor pada sedimen di kawasan mangrove berfungsi untuk membantu berlangsungnya proses fotosinstesis, penggunaan gula dan pati oleh tanaman. Rendahnya kandungan fosfor pada sedimen berdampak bagi terhambatnya pertumbuhan tanaman di kawasan mangrove. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meguji kandungan fosfor total pada sedimen berdasarkan perbedaan kedalaman di Kawasan Konservasi Mangrove dan Kepiting Kelurahan Pamusian Kota Tarakan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April sampai dengan bulan Juni 2023. Metode dalam penelitian ini adalah Metode deskriptif kuantitatif dengan mendeskripsikan kandungan Fosfor (P) pada sedimen berdasarkan perbedaan kedalaman pada setiap stasiun sampling. Pengambilan sampel sedimen dilakukan pada tiga Stasiun berbeda yaitu Stasiun 1 dekat daerah aliran sungai, Stasiun 2 dekat menara pengawas dan Stasiun 3 dekat daerah pemukiman warga. Pengujian sampel sedimen dilakukan di Laboratorium Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan. Hasil penelitian ini diperoleh kandungan Fosfor (P) pada kedalaman 10 cm berkisar 12,44 mg/L- 14, 22 mg/L, kedalaman 20 cm berkisar 12, 59 mg/L – 17,87 mg/L dan kedalaman 30 cm berkisar 12, 44 mg/L – 13, 51 mg/L.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KANDUNGAN FOSFOR PADA SERASAH DAUN MANGROVE Rhizophora mucronata YANG TERDEKOMPOSISI DI KAWASAN KONSERVASI MANGROVE DAN KEPITING KOTA TARAKAN

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Proses dekomposisi serasah akan menghasilkan bahan organik yang berperan dalam menentukan kesuburan perairan salah satunya adalah fosfor. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguraikan kandungan bahan organik fosfor yang terdekomposisi pada serasah daun mangrove jenis R. mucronata di Kawasan Konservasi Mangrove dan Kepiting Kota Tarakan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni sampai dengan Agustus 2022 dengan metode deskriptif kuantitatif. Penelitian ini dilakukan di tiga stasiun, stasiun 1 terletak di aliran Sungai Pamusian, stasiun 2 terletak di dekat Menara Pengawas, dan stasiun 3 terletak di dekat pemukiman masyarakat. Hasil penelitian menunjukan laju dekomposisi serasah daun mangrove R. mucronata di Kawasan Konservasi Mangrove dan Kepting Kota Tarakan Berkisar 0,38-0,43 g/hari, sedangkan kandungan fosfor pada serasah daun R. mucronata yang terdekomposisi selama 56 hari berkisar 0,7-0,8 %.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Kandungan Bahan Organik Karbon (C), Nitrogen (N) dan Fosfor (P) pada Serasah Daun Kratom (Mitragyna speciosa kroth) yang Terdekomposisi di Kawasan Danau Manuk Bungkul Kecamatan Sembakung Kabupaten Nunukan

2020•

KANDUNGAN BAHAN ORGANIK C (KARBON), N (NITROGEN) DAN FOSFOR (P) PADA SERASAH DAUN KRATOM (Mitragyna speciosa kroth) YANG TERDEKOMPOSISI DI KAWASAN DANAU MANUK BUNGKUL KECAMATAN SEMBAKUNG KABUPATEN NUNUKAN Abstrak Dekomposisi serasah daun kratom (Mitragyna speciosa) akan menghasilkan bahan organik yang berperan dalam menentukan kesuburan perairan Danau Manuk Bungkul. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kandungan bahan organik Karbon (C), Nitrogen (N) dan Fosfor (P) pada serasah daun kratom yang terdekomposisi di Kawasan Danau Manuk Bungkul. Penelitian ini dilakukan pada bulan September 2019 – Januari 2020 menggunakan metode deskriptif dan kuantatif dengan mendeskripsikan kandungan bahan organik Karbon (C), Nitrogen (N) dan Fosfor (P) di setiap stasiun. Pengambilan sampel serasah daun kratom dilakukan pada tiga titik stasiun, dimana stasiun 1 terletak di muara sungai, stasiun 2 terletak di bagian tengah atau di depan dermaga dan stasiun 3 terletak di ujung danau dengan 3 kali pengulangan. Pada setiap stasiun memiliki sub stasiun yaitu tergenang dan tidak tergenang. Laju dekomposisi serasah daun kratom sebesar 0,19 – 0,27 gram/hari. Kandungan bahan organik Karbon (C) pada serasah daun kratom sebesar 13,56 – 23,81 %, bahan organik Nitrogen (N) sebesar 1,02 – 2,59 % dan bahan organik Fosfor (F) sebesar 0,014 – 0,031 % di Kawasan Danau Manuk Bungkul Kecamatan Sembakung Kabupaten Nunukan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KANDUNGAN BAHAN ORGANIK KARBON (C), NITROGEN (N), DAN FOSFOR (P) PADA SEDIMEN BERDASARKAN KEDALAMAN DI KAWASAN DANAU MANUK BUNGKUL KECAMATAN SEMBAKUNG KABUPATEN NUNUKAN

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kandungan bahan organik Karbon (C), Nitrogen (N), dan Fosfor (P) pada sedimen berperan sebagai proses fotosintesis, respirasi, serta pembentuk protein bagi tanaman. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kandungan bahan organik Karbon (C), Nitrogen (N), dan Fosfor (P) pada sedimen berdasarkan kedalaman10 cm, 20 cm, dan 30 cm di Kawasan Danau Manuk Bungkul Kecamatan Sembakung Kabupaten Nunukan. Penelitian ini dimulai pada bulan September 2019 sampai dengan Januari 2020 metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kuantitatif dengan mendeskripsikan kandungan Karbon (C), Nitrogen (N), dan Fosfor (P) pada sedimen berdasarkan kedalaman disetiap stasiun penelitian. Pengambilan sampel dilakukan di 3 titik stasiun yaitu daerah muara sungai, tengah danau, dan hulu danau dengan 3 kali pengulangan. Kandungan karbon (C) pada sedimen di kedalaman 10 cm berkisar antar 1,35 – 1.83%, kedalaman 20 cm berkisar antar 0,73 – 0,78% dan kedalaman 30 cm berkisar antar 0,81 – 1,54%. Kandungan nitrogen (N) berdasarkan kedalaman 10 cm berkisar antar 0,21 – 0,25%, kedalaman 20 cm berkisar antar 0,14 – 0,16% dan kedalaman 30 cm berkisar antar 0,18 – 0,21%. Serta kandungan fosfor (P) berdasarkan kedalaman 10 cm berkisar antar 3,71 – 5,09 mg/l, kedalaman 20 cm berkisar antar 5,15 – 5,39 mg/l dan kedalaman 30 cm berkisar antar 3,37 – 5,15 mg/l di Kawasan Danau Manuk Bungkul Kecamatan Sembakung Kabupaten Nunukan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail