Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

14 hasil
Subjek: Karbon
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Laju Korosi pada Baja Karbon Rendah dalam Lingkungan Asam sulfat

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Korosi pada baja karbon rendah menjadi permasalahan penting karena dapat menurunkan kualitas dan umur pakai material, terutama pada lingkungan yang bersifat asam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis laju korosi dan perubahan kondisi permukaan baja karbon rendah pada media air aki murni konsentrasi H_2{SO}_4 30% dan air aki yang diencerkan dengan aquades hingga konsentrasi 0,5 M. Pengujian dilakukan dengan variasi waktu perendaman 144, 288, 432, dan 576 jam menggunakan metode kehilangan berat (weight loss). Analisis permukaan dilakukan melalui pengamatan visual, foto makro, dan pengolahan citra untuk mengetahui perkembangan porositas pada spesimen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju korosi pada kedua media mengalami penurunan seiring bertambahnya waktu perendaman. Pada media air aki murni, laju korosi menurun dari 1,389 mpy menjadi 0,298 mpy, sedangkan pada media air aki + aquades 0,5 M menurun dari 0,578 mpy menjadi 0,147 mpy. Sebaliknya, persentase porositas permukaan mengalami peningkatan dengan dominasi ukuran pori 0–10 µm dan 10–50 µm. Berdasarkan hasil pengamatan permukaan, terjadi perubahan berupa peningkatan kekasaran, pengikisan, serta terbentuknya cekungan dan lubang kecil yang menunjukkan kecenderungan korosi merata dengan serangan lokal berupa korosi sumuran. Media air aki murni menghasilkan tingkat serangan korosi lebih tinggi dibandingkan media air aki + aquades 0,5 M.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

NILAI EKONOMI KARBON PADA LAHAN AGROFORESTRI KOPI ROBUSTA DI DESA SEMBUAK WAROD KECAMATAN MALINAU UTARA KABUPATEN MALINAU

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menghitung nilai ekonomi karbon pada lahan agroforestri kopi robusta di Desa Sembuak Warod, Kecamatan Malinau Utara, Kabupaten Malinau. Metode yang diterapkan adalah metode non-destruktif dengan pengambilan data lapangan yang dilakukan dari Juli hingga Agustus 2025. Data yang dikumpulkan mencakup biomassa pohon, serasah, dan kondisi tanah, serta analisis stok karbon menggunakan rumus alometrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total rata-rata stok karbon pada lahan agroforestri kopi robusta mencapai 2,33 ton CO₂-e/ha untuk biomassa di atas permukaan tanah (AGB) dan 0,58 ton CO₂-e/ha untuk biomassa di bawah permukaan tanah (BGB). Sebagai tambahan, biomassa akar dan serasah menghasilkan nilai C litter sebesar 0,66 kg, dengan total biomassa basah 1,4 kg dan C litter 6,58 ton CO₂-e/ha. Ini menunjukkan potensi signifikan lahan agroforestri dalam menyimpan karbon. Nilai ekonomi karbon yang diperoleh bervariasi antara Rp30.000 hingga Rp451.050 per ton, tergantung pada mekanisme pasar dan penggunaan karbon. Analisis ini menggarisbawahi peran penting sistem agroforestri kopi robusta dalam mitigasi perubahan iklim dan penyimpanan karbon yang stabil. Sistem agroforestri ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomi bagi petani tetapi juga mendukung keberlanjutan lingkungan. Oleh karena itu, disarankan agar petani mempertahankan variasi tanaman di lahan agroforestri dan pemerintah menyelenggarakan program pelatihan untuk praktik agroforestri berkelanjutan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan strategi konservasi karbon yang lebih efektif di wilayah tersebut.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Pengaruh PWHT Terhadap Kekuatan Tarik Dan Struktur Mikro Sambungan Las SMAW Material Baja Karbon Rendah

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Post Weld Heat Treatment (PWHT) terhadap kekuatan tarik, struktur mikro, dan ukuran butir sambungan las SMAW pada baja karbon rendah. Pengelasan dilaiman menggunakan elektroda E7016 diameter 3,2 mm pada posisi 1G dengan kampuh V tunggal pada material tebal 8 mm. PWHT dilakukan dengan metode annealing pada suhu 600°C dengan variasi waktu penahanan 60 menit dan 90 menit. Pengujian meliputi liquid penetrant test, uji tarik berdasarkan standar ASTM A370-23, serta pengamatan struktur mikro dan analisis butir menggynakan metode metalografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa raw material memiliki kekuatan tarik rata-rata 123,43 MPa dengan regangan 13%. Spesimen tanpa PWHT Memiliki kekuatan tarik tertinggi sebesar 134,83 MPa dengan regangan 8%. Setelah PWHT 60 menit, kekuatan tarik menurun menjadi 129,6 MPa dengan regangan meningkat menjadi 10%, sedangkan PWHT 90 menit menghasilkan kekuatan tarik 128,94 MPa dengan regangan 9%. Hasil metalografi menunjukkan bahwa PWHT menghasilkan struktur mikro lebih halus dan seragam. Analisis ukuran butir menunjukkan kecenderungan pembentukan butir yang lebih seragam dan stabil pada spesimen PWHT, terutama pada waktu penahanan 90 menit. Disimpulkan bahwa PWHT mampu mengurangi tegangan sisa, memperhalus struktur mikro, serta menyeimbangkan sifat mekanik sambungan las.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Pengaruh Pengelasan SMAW Preheat Pada Sambungan Las Baja Karbon Rendah Terhadap Kekuatan Tarik Dan Struktur Mikro

2026•

.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perlakuan panas awal (preheat) pada proses pengelasan Shielded Metal Arc Welding (SMAW) terhadap kualitas sambungan baja karbon rendah. Fokus utama penelitian adalah membandingkan hasil pengelasan antara kondisi tanpa perlakuan panas (non-preheat) dan dengan suhu preheat 200°C terhadap cacat permukaan (penetrant test), kekuatan tarik, dan perubahan struktur mikro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian preheat 200°C efektif mencegah terjadinya distorsi pada spesimen dibandingkan tanpa perlakuan panas. Pada uji penetrant, kedua kondisi masih menunjukkan adanya cacat porositas pada pengelasan Preheat 200°C dan cacat undercut, spatter pada pengelasan tanpa perlakuan panas. Secara mekanik, spesimen tanpa perlakuan memiliki kekuatan tarik rata-rata tertinggi sebesar 135 MPa dengan regangan 33% (elongation). Sebaliknya, spesimen dengan preheat 200°C mengalami penurunan kekuatan tarik menjadi 122 MPa, namun nilai regangan (elongation) meningkat menjadi 34%. Analisis struktur mikro menunjukkan bahwa hasil dari perlakuan panas preheat menghasilkan struktur butir yang besar karena laju pendinginan yang lebih lambat.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Pengaruh Elektroda Pengelasan SMAW Pada Sambungan Las Material Baja Karbon Rendah Terhadap Kekuatan Tarik Dan Metalografi

2026•

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi elektroda pada proses pengelasan Shielded Metal Arc Welding (SMAW) terhadap sifat mekanik dan karakteristik struktur mikro baja karbon rendah. Fokus penelitian diarahkan pada perbandingan kinerja elektroda E7016 dan E7018 yang banyak diaplikasikan dalam industri konstruksi dan manufaktur. Metode yang digunakan adalah eksperimen laboratorium dengan material baja karbon rendah berketebalan 8 mm. Proses pengelasan dilakukan menggunakan kampuh V tunggal dengan sudut 60° pada posisi datar (1G) dan arus pengelasan sebesar 90 Ampere. Pengujian hasil las meliputi pengujian tidak merusak (Non-Destructive Test) menggunakan metode liquid penetrant untuk mendeteksi cacat permukaan, serta pengujian merusak (Destructive Test) berupa uji tarik berdasarkan standar ASTM A370-23 dan uji metalografi untuk mengamati struktur mikro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi elektroda berpengaruh signifikan terhadap kekuatan tarik sambungan las. Elektroda E7016 menghasilkan nilai kekuatan tarik rata-rata sebesar 135 MPa, lebih tinggi dibandingkan elektroda E7018 yang memperoleh rata-rata 117 MPa. Hasil uji penetran menunjukkan adanya cacat minor berupa porositas dan undercut pada kedua spesimen, namun masih dalam batas toleransi yang diizinkan. Pengamatan metalografi memperlihatkan perubahan ukuran butir pada daerah weld metal dan Heat Affected Zone (HAZ) yang cenderung lebih kasar dibandingkan base metal akibat siklus termal selama proses pengelasan. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa untuk aplikasi yang memprioritaskan kekuatan tarik pada baja karbon rendah dengan parameter pengelasan yang digunakan dalam penelitian ini, elektroda E7016 lebih direkomendasikan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS LAJU KOROSI PADA DAERAH SAMBUNGAN PEGELASAN SMAW BAJA KARBON RENDAH DENGAN METODE WEIGHT LOSS

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Korosi merupakan masalah degradasi material yang kritis, terutama pada baja karbon rendah yang digunakan secara luas dalam konstruksi dan industri perkapalan. Daerah sambungan pengelasan seringkali menjadi titik rentan akibat perubahan mikrostruktur dan sifat mekanik yang disebabkan oleh siklus termal pengelasan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis laju korosi dan struktur mikro pada daerah sambungan pengelasan baja karbon rendah yang dihasilkan menggunakan metode Shielded Metal Arc Welding (SMAW) dengan arus 90 A. Pengujian korosi dilakukan menggunakan Metode Kehilangan Berat (Weight Loss Method) selama periode empat minggu dengan air hujan sebagai media korosi. Hasil pengujian laju korosi menunjukkan bahwa spesimen yang dilas mengalami kehilangan massa yang terakumulasi dari waktu ke waktu. Laju korosi tertinggi tercatat pada Minggu ke-2 (0,222 mm/y), hal ini membuktikan bahwa pengaruh panas pada saat proses pengelasan terjadi dapat mempengaruhi laju korosi, selain pengaruh pengaruh panas proses pengelasan laju korosi juga dapat dipengaruhi oleh perubahan suhu dan tingkat keasamaan media korosi itu sendiri. Selain itu sambungan las SMAW pada baja karbon rendah juga menunjukkan ketahanan korosi yang amat sangat baik terhadap paparan air hujan, meskipun kerentanan korosi perlu dipertimbangkan pada periode awal paparan. Kata Kunci: Baja Karbon Rendah, Las SMAW, Laju Korosi, Weight Loss, Struktur Mikro.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PEMANFAATAN CANGKANG KERANG TEMBERUNGUN (Telescopium telescopium) DENGAN VARIASI SUHU KALSINASI SEBAGAI KATALIS SINTESIS BIODIESEL DAN MINYAK JELANTAH SEBAGAI PREKURSOR

2025•

Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah cangkang kerang temberungun (Telescopium telescopium) sebagai katalis heterogen dalam produksi biodiesel dari minyak jelantah melalui proses transesterifikasi. Cangkang dikalsinasi pada suhu 600°C dan 750°C serta dibandingkan dengan sampel tanpa kalsinasi. Sintesis biodiesel dilakukan dengan rasio berat jelantah terhadap metanol 5:1 menggunakan katalis sebanyak 2% dari berat minyak, direaksikan dengan refluks pada suhu 60°C selama 3 jam. Biodiesel yang dihasilkan dianalisis melalui uji rendemen, densitas, viskositas dan karakteristik nyala. Hasil menunjukkan bahwa kalsinasi suhu tinggi berhasil mengubah CaCO3 menjadi CaO yang aktif secara katalitik. Spektrum FTIR menunjukkan bahwa sampel 750°C menampilkan puncak khas Ca-O, menandakan konversi sempurna dari CaCO3. Biodiesel dari katalis non-kalsinasi menghasilkan rendemen tertinggi (10,09%), namun suhu 600°C memberikan hasil densitas dan viskositas paling sesuai dengan standar. Studi ini menunjukkan bahwa cangkang kerang temberungun memiliki potensi sebagai katalis ramah lingkungan dan ekonomis dalam produksi biodiesel.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ESTIMASI CADANGAN KARBON PADA TEGAKAN MANGROVE BERBASIS SPASIAL DI KAWASAN KONSERVASI MANGROVE DAN BEKANTAN (KKMB) KOTA TARAKAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Biomass and carbon stocks in the Mangrove and Bekantan Conservation Area (KKMB) in Tarakan have not been extensively studied, despite the area being known for its high important for carbon storage. To leverage unmanned aerial vehicle (UAV) technology, this study aimed to map the distribution of estimated biomass, carbon stock, and CO₂ absorption in mangrove categorized as trees within KKMB. The method employed in this study include high-resolution UAV imagery, field measurements to determine stem diameter, and vegetation analysis using the Normalised Difference Vegetation index (NDVI). Biomass estimates was calculated using an allometric approach, while carbon stock calculations were based on 47% of the total biomass. The study found that mangrove biomass estimates ranged from 7.57 to 75.28 tons per Hectare, with a carbon stock of 3.5 to 35.38 tons of Carbon per Hectare and a CO₂ uptake value of 0.013 to 0.12 tons per individual, indicating significant variation between mangrove zones. spatial mapping of the highest carbon distribution show a dense mangrove zone. The use of UAV technology combined with field data has proven effective for monitoring mangrove ecosystems with 85% accuracy. These findings supports the scientific basis for the sustainable management of KKMB and its role in mitigating climate change.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Menghitung Karbon Tegakan Pohon Kayu Putih (Melaluca Leucadendron Liin) dan Potensi Nilai Ekonomi Karbon di Mamburungan Timur Kota Tarakan (Studi Kasus Kebun Kayu Putih Bapak Amransyah)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pohon kayu putih merupakan salah satu pohon yang termasuk pertumbuhannya cepat selain pohon kayu putih dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan minyak tanaman ini juga berperan dalam membantu memperlambat terjadinya pemanasan global karena tanaman ini menyerap karbon dioksida yang dimanfaatkan sebagai bahan makanan dalam proses fotosintesis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi pertumbuhan pohon kayu putih (Melaleuca leucadendron Linn), Untuk mengetahui Rata-rata biomassa pada pohon kayu putih dan untuk mengetahui jumlah karbon pada pohon kayu putih serta untuk mengetahui potensi nilai ekonomi karbon pada pohon kayu putih. Metode penentuan sampel pada penelitian ini adalah purposive sampling (sengaja) yaitu menentukan sempel dengan sengaja. Dengan pengumpulan data yaitu Observasi, Wawancara mendalam dan dokumentasi. Dengan analisis data Pengukuran diameter dengan rumus adalah D=k/π, perhitungan biomassa tegakan biomassa dengan menggunakan rumus alometrik biomassa Acacia nilotika, pengukuran karbon tegakan dengan menggunakan rumus adalah C = B x 0.47 serta perhitungan potensi nilai ekonomi karbon. Hasil yang didapatkan pada jumlah karbon pada pohon kayu putih dapat dilihat dari hasil perhitungan karbon yaitu 7.227 kg dengan rata-rata 32,85 kg per tegakan, menunjukkan bahwa pohon tersebut memiliki peran yang sangat penting dalam menyimpan karbon di lahan dan hutan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Estimasi Stok Karbon Organik Dari Lamun dan Sedimen Di Perairan Pulau Balikukup Kabupaten Berau

2024•

Ekosistem lamun memiliki peran penting dalam penyimpanan karbon dalam jumlah besar dan dalam jangka waktu yang panjang. Karbon anorganik merupakan salah satu jenis karbon yang terlarut dalam air dan dimanfaatkan pada proses fotosintesis lamun. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi kandungan karbon organik dari lamun dan sedimen. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari-Maret 2023. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Lokasi penelitian dibagi menjadi 8 stasiun untuk sedimen dan 5 stasiun untuk lamun yang mewakili lokasi sampling tersebut di karang besar Perairan Pulau Balikukup. Analisis kandungan karbon lamun dan sedimen menggunakan metode Walkley & Black melalui proses pengasaman kemudian titrasi. Hasil penelitian menunjukkan kandungan karbon tiap jenis lamun yaitu Halodule uninervis 0,23 %Corg/gBK, Thalassia hemprichii 0,38 %Corg/gBK, Enhalus acoroides 0,22 %Corg/gBK, Halophila ovalis 0,23 %Corg/gBK , Syringodium isoetifolium 0,16 %Corg/gBK dan Cymodocea rotundata 0,10 %Corg/gBK. Nilai kandungan Corg pada sedimen berkisar 0,16 – 0,30 %Corg/gBK. Penyimpanan karbon terbanyak terdapat pada jenis lamun Thalassia hemprichii dan pada sedimen kandungan karbon terbanyak terdapat di stasiun 7.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

analsisi sambungan baut bracket motor listrik guna penerapan pada modifikasi sepeda motor bakar beat carbu 110 CC menjadi electric vehicle 2 kW

2023•

Dalam melakukan konversi motor bakar ke motor listrik adalah bracket. Bracket berfungsi sebagai dudukan motor listrik yang kemudian yang dihubungkan kebagian mesin. Motor listrik, bracket dan mesin dihubungkan dengan sambungan baut. Pemilihan baut perlu dipertimbangkan dengan kebutuhan agar umur sambungan lebih lama. penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kekuatan geser baut pada sambungan bracket dan dinamo. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode kuantitatif dengan menggunakan model-model matematis. Pada penelitian ini menganalisis 2 bahan baut dengan ukuran yang sama yaitu M6. Kedua bahan tersebut ialah stainless steel dan baja karbon. Bahan baut stainless steel diperoleh dari suplayer bracket sedangkan baja karbon bawaan mesin honda.Dari hasil analisis kedua jenis baut diperoleh nilai tegangan geser maxsimal adalah τa 2,4 kg/mm2. Sedangkan analisis baut dengan pembebanan bracket dan dinamo diperoleh nilai tegangan geser sebesar τb 0,42 kg/mm2. Dari hasil tersebut bahwa kedua bahan baut dapat digunakan karena tidak melebihi tegangan geser maxsimal sebesar τa 2,4 kg/mm2.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KANDUNGAN BAHAN ORGANIK KARBON PADA SERASAH DAUN MANGROVE Rhizophora mucronata YANG TERDEKOMPOSISI DI KAWASAN KONSERVASI MANGROVE DAN KEPITING KOTA TARAKAN

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Proses dekomposisi serasah akan menghasilkan bahan organik yang berperan dalam menentukan kesuburan perairan salah satunya adalah karbon. Kawasan Konservasi Mangrove dan Kepiting telah mengalami penurunan luasan yang mengakibatkan berkurangnya pasokan bahan organik karbon sehingga akan mempengaruhi produktivitas perairan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji kandungan bahan organik karbon yang terdekomposisi pada serasah daun mangrove jenis R. mucronata di Kawasan Konservasi Mangrove dan Kepiting Kota Tarakan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni sampai dengan Agustus 2022 dengan metode deskriptif kuantitatif. Penelitian ini dilakukan di tiga stasiun, dimana stasiun 1 terletak di aliran Sungai Pamusian, stasiun 2 terletak di dekat Menara Pengawas, dan stasiun 3 terletak di dekat pemukiman masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan laju dekomposisi serasah daun mangrove R. mucronata di Kawasan Konservasi Mangrove dan Kepiting Kota Tarakan berkisar 0,38-0,43 g/hari. Laju dekomposisi tertinggi terjadi pada 14 hari pertama dan menurun sampai hari ke 56. Kandungan karbon pada serasah daun R. mucronata yang terdekomposisi selama 56 hari berkisar 21,57-22,48 %.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Kandungan Bahan Organik Karbon (C), Nitrogen (N) dan Fosfor (P) pada Serasah Daun Kratom (Mitragyna speciosa kroth) yang Terdekomposisi di Kawasan Danau Manuk Bungkul Kecamatan Sembakung Kabupaten Nunukan

2020•

KANDUNGAN BAHAN ORGANIK C (KARBON), N (NITROGEN) DAN FOSFOR (P) PADA SERASAH DAUN KRATOM (Mitragyna speciosa kroth) YANG TERDEKOMPOSISI DI KAWASAN DANAU MANUK BUNGKUL KECAMATAN SEMBAKUNG KABUPATEN NUNUKAN Abstrak Dekomposisi serasah daun kratom (Mitragyna speciosa) akan menghasilkan bahan organik yang berperan dalam menentukan kesuburan perairan Danau Manuk Bungkul. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kandungan bahan organik Karbon (C), Nitrogen (N) dan Fosfor (P) pada serasah daun kratom yang terdekomposisi di Kawasan Danau Manuk Bungkul. Penelitian ini dilakukan pada bulan September 2019 – Januari 2020 menggunakan metode deskriptif dan kuantatif dengan mendeskripsikan kandungan bahan organik Karbon (C), Nitrogen (N) dan Fosfor (P) di setiap stasiun. Pengambilan sampel serasah daun kratom dilakukan pada tiga titik stasiun, dimana stasiun 1 terletak di muara sungai, stasiun 2 terletak di bagian tengah atau di depan dermaga dan stasiun 3 terletak di ujung danau dengan 3 kali pengulangan. Pada setiap stasiun memiliki sub stasiun yaitu tergenang dan tidak tergenang. Laju dekomposisi serasah daun kratom sebesar 0,19 – 0,27 gram/hari. Kandungan bahan organik Karbon (C) pada serasah daun kratom sebesar 13,56 – 23,81 %, bahan organik Nitrogen (N) sebesar 1,02 – 2,59 % dan bahan organik Fosfor (F) sebesar 0,014 – 0,031 % di Kawasan Danau Manuk Bungkul Kecamatan Sembakung Kabupaten Nunukan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KANDUNGAN BAHAN ORGANIK KARBON (C), NITROGEN (N), DAN FOSFOR (P) PADA SEDIMEN BERDASARKAN KEDALAMAN DI KAWASAN DANAU MANUK BUNGKUL KECAMATAN SEMBAKUNG KABUPATEN NUNUKAN

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kandungan bahan organik Karbon (C), Nitrogen (N), dan Fosfor (P) pada sedimen berperan sebagai proses fotosintesis, respirasi, serta pembentuk protein bagi tanaman. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kandungan bahan organik Karbon (C), Nitrogen (N), dan Fosfor (P) pada sedimen berdasarkan kedalaman10 cm, 20 cm, dan 30 cm di Kawasan Danau Manuk Bungkul Kecamatan Sembakung Kabupaten Nunukan. Penelitian ini dimulai pada bulan September 2019 sampai dengan Januari 2020 metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kuantitatif dengan mendeskripsikan kandungan Karbon (C), Nitrogen (N), dan Fosfor (P) pada sedimen berdasarkan kedalaman disetiap stasiun penelitian. Pengambilan sampel dilakukan di 3 titik stasiun yaitu daerah muara sungai, tengah danau, dan hulu danau dengan 3 kali pengulangan. Kandungan karbon (C) pada sedimen di kedalaman 10 cm berkisar antar 1,35 – 1.83%, kedalaman 20 cm berkisar antar 0,73 – 0,78% dan kedalaman 30 cm berkisar antar 0,81 – 1,54%. Kandungan nitrogen (N) berdasarkan kedalaman 10 cm berkisar antar 0,21 – 0,25%, kedalaman 20 cm berkisar antar 0,14 – 0,16% dan kedalaman 30 cm berkisar antar 0,18 – 0,21%. Serta kandungan fosfor (P) berdasarkan kedalaman 10 cm berkisar antar 3,71 – 5,09 mg/l, kedalaman 20 cm berkisar antar 5,15 – 5,39 mg/l dan kedalaman 30 cm berkisar antar 3,37 – 5,15 mg/l di Kawasan Danau Manuk Bungkul Kecamatan Sembakung Kabupaten Nunukan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail