Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

17 hasil
Subjek: Biomassa
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH CAMPURAN LAPISAN BETON PLAT BAJA KOMPOR BIOMASSA TERHADAP KEKERASAN DAN STRUKTUR MIKRO PADA BAJA KARBON RENDAH DENGAN PROSES PERLAKUAN PANAS

2026•

Penelitian ini menganalisis pengaruh variasi komposisi lapisan beton pada plat baja kompor biomassa terhadap nilai kekerasan dan struktur mikro material. Latar belakang penelitian ini adalah menjaga sifat kekerasan material kompor biomassa dengan melapisi beton pada logam untuk menahan panas dari proses pembakaran pada kompor. Metode eksperimen dilakukan pembuatan beton dengan dua campuran yang berbeda pasir dan semen. campuran beton berfungsi sebagai media pelindung pada saat proses pemanasan. Spesimen diberikan perlakuan panas selama 5 jam pada plat baja karbon rendah A36 yang dilapisi beton setebal 3 cm. Spesimen uji terdiri dari tiga variasi: Tanpa Perlakuan (TP), Spesimen A (SA) dengan komposisi semen 50% dan pasir 50%, serta Spesimen B (SB) dengan komposisi semen 80% dan pasir 20%. Pengujian yang digunakan meliputi uji kekerasan Vickers dan uji metalografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan panas memberikan pengaruh pada setiap spesimen. Spesimen SA mengalami perubahan nilai kekerasan menjadi 131,03 HV dibandingkan kondisi awal (TP) sebesar 123,2 HV. Sebaliknya, spesimen SB justru mengalami perubahan kekerasan menjadi 107,4 HV. Uji metalografi menunjukan perubahan bahwa pada spesimen SA terjadi perubahan struktur mikro dibandingkan spesimen SB.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Produksi Biomassa dan Total Lipid Chlorella vulgaris melalui Intervensi Penambahan Ion Magnesium (Mg2+) pada Media Kultur

2026•

Chlorella vulgaris merupakan salah satu fitoplankton hijau uniseluler yang memiliki kemampuan fotosintesis tinggi dan berpotensi sebagai sumber energi terbarukan melalui akumulasi lipid. Magnesium diketahui berperan penting sebagai atom pusat molekul klorofil dan aktivator berbagai enzim fotosintetik, sehingga ketersediaannya sangat menentukan efisiensi fotosintesis, pertumbuhan biomassa, dan pembentukan lipid. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertumbuhan biomassa dan total lipid pada Chlorella vulgaris yang dikultur dengan penambahan magnesium (Mg2+). Penelitian ini menggunakan metode pendekatan deskriptif kuantitatif dengan perlakuan tanpa penambahan magnesium dan dengan penambahan Magnesium 0,4 ppm pada media kultur Chlorella vulgaris. Pemeliharaan dilakukan selama 8 hari dan pengecekan kualitas air setiap 3 hari sekali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan harian rata-rata Chlorella vulgaris tertinggi diperoleh pada perlakuan dengan penambahan Mg²⁺ 0,4 ppm dengan nilai 7.747 sel/hari, sedangkan pada kontrol sebesar 7.357 sel/hari. Biomassa kering yang diperoleh pada kedua perlakuan tidak menunjukkan perbedaan nyata, yaitu sama-sama sebesar 1,3 g/L, akan tetapi perbedaan sangat jelas terlihat pada parameter total lipid, di mana perlakuan dengan penambahan ion Mg²⁺ menghasilkan lipid sebesar 72%, sedangkan pada kontrol hanya 26,66%. Kultur Chlorella vulgaris dengan penambahan ion magnesium 0,4 ppm, mampu meningkatkan rata-rata pertumbuhan harian dan kandungan total lipid lebih baik dibandingkan dengan perlakuan tanpa penambahan ion magnesium. Kultur dengan penambahan ion magnesium 0,4 ppm tidak memberikan perbedaan terhadap total biomassa dibandingkan dengan kultur tanpa penambahan ion magnesium. Chlorella vulgaris is a unicellular green phytoplankton with high photosynthetic capacity and potential as a renewable energy source through lipid accumulation. Magnesium plays an important role as the central atom in chlorophyll molecules and as an activator of various photosynthetic enzymes, so its availability greatly determines photosynthetic efficiency, biomass growth, and lipid formation. This study aims to analyze biomass growth and total lipids in Chlorella vulgaris cultured with magnesium (Mg²⁺) supplementation. This study uses a quantitative descriptive approach with treatments without magnesium supplementation and with 0.4 ppm magnesium supplementation in the Chlorella vulgaris culture medium. Maintenance was carried out for 8 days, and water quality checks were performed every 3 days. The results showed that the highest average daily growth of Chlorella vulgaris was obtained in the treatment with the addition of 0.4 ppm Mg²⁺ , with a value of 7,747 cells/day, while in the control it was 7,357 cells/day. The dry biomass obtained in both treatments showed no significant difference at 1.3 g/L, but a clear difference was observed in the total lipid parameter: the Mg²⁺ treatment produced 72% lipids, while the control produced only 26.66%. Chlorella vulgaris culture with the addition of 0.4 ppm magnesium ions increased average daily growth and total lipid content more than the treatment without magnesium ions. Culture with 0.4 ppm magnesium ions showed no difference in total biomass compared to the culture without magnesium ions.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Uji sifat fisik dan kimia pada briket limbah kulit kakao (Theobroma cacao L.) sebagai bahan bakar alternatif

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kebutuhan energi di indonesia hingga saat ini masih sangat bergantung pada bahan bakar fosil, Sementara ketersediaan semaki berkurang dan penggunaanya berdampak buruk terhadap lingkungan. Kondisi tersebut mendorong perlunya pengembangan sumber daya energi alternatif yang berasal dari bahan terbarukan, salah satunya biomassa. Limbah kulit kakao (Theobroma cacao L.) merupakan hasil samping dari kegiatan perkebunan kakao yang jumlahnya cukup besar dan belum dimanfaatkan secara maksimal. Kulit kakao mengandung senyawa lignoselulosa yang berpotensi untuk diolah menjadi bahan bakar alternatif dalam bentuk briket arang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sifat fisik dan kimia briket yang terbuat dari limbah kulit kakao serta menentukan kelayakan sebagai bahan bakar alternatif berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI 01-6235-2000). Penelitian dilaksanakan pada bulan maret hingga Mei 2025 dengan menggunakan metode deskriftif kuantitatif, yaitu P1 (90% arang : 10% perekat), P2 (85% : 15%), P3 (80% : 20%), dan P4 (75% : 25%), dengan tiga kali ulangan. Parameter yang diamati meliputi kadar air, kerapatan, kadar abu, nilai kalor, rendemen, serta uji pembakaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh perlakuan menghasilkan kadar air di bawah 8% dan nilai kerapatan di atas 0,44 g/cm³, sehingga telah memenuhi standar SNI untuk kedua parameter tersebut. Nilai kerapatan tertinggi diperoleh pada perlakuan P3 sebesar 0,85 g/cm³, sedangkan kadar air terendah terdapat pada perlakuan P4 sebesar 0,05%. Namun demikian, hasil pengujian kadar abu dan nilai kalor menunjukkan bahwa sebagian besar perlakuan belum memenuhi standar SNI. Nilai kalor tertinggi diperoleh pada perlakuan P2 sebesar 4.485 kal/g, namun masih berada di bawah batas minimum SNI yaitu 5.000 kal/g. Nilai rendemen arang kulit kakao yang diperoleh sebesar 10,03%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa limbah kulit kakao berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif dalam bentuk briket. Namun, diperlukan perbaikan dan optimasi lebih lanjut pada proses karbonisasi dan komposisi perekat agar kualitas briket yang dihasilkan dapat memenuhi standar nasional

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ESTIMASI CADANGAN KARBON PADA TEGAKAN MANGROVE BERBASIS SPASIAL DI KAWASAN KONSERVASI MANGROVE DAN BEKANTAN (KKMB) KOTA TARAKAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Biomass and carbon stocks in the Mangrove and Bekantan Conservation Area (KKMB) in Tarakan have not been extensively studied, despite the area being known for its high important for carbon storage. To leverage unmanned aerial vehicle (UAV) technology, this study aimed to map the distribution of estimated biomass, carbon stock, and CO₂ absorption in mangrove categorized as trees within KKMB. The method employed in this study include high-resolution UAV imagery, field measurements to determine stem diameter, and vegetation analysis using the Normalised Difference Vegetation index (NDVI). Biomass estimates was calculated using an allometric approach, while carbon stock calculations were based on 47% of the total biomass. The study found that mangrove biomass estimates ranged from 7.57 to 75.28 tons per Hectare, with a carbon stock of 3.5 to 35.38 tons of Carbon per Hectare and a CO₂ uptake value of 0.013 to 0.12 tons per individual, indicating significant variation between mangrove zones. spatial mapping of the highest carbon distribution show a dense mangrove zone. The use of UAV technology combined with field data has proven effective for monitoring mangrove ecosystems with 85% accuracy. These findings supports the scientific basis for the sustainable management of KKMB and its role in mitigating climate change.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Pengaruh Reduksi Dimensi Kompor Biomassa Plat Galvanis Terhadap Efisiensi Termal

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kompor biomassa adalah kompor yang menggunakan bahan bakar biomassa untuk menghasilkan panas melalui proses pembakaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh reduksi dimensi terhadap efisiensi termal kompor biomassa berbahan plat galvanis yang dilengkapi teknologi blower DC 12 Volt. Desain awal kompor mengacu pada penelitian Ming, Santoso, dan Nurdin (2022) dengan ukuran 50×50×55 cm³, kemudian direduksi menjadi ukuran ±40×40×40 cm³ mengacu pada kompor prime standar dari Clean Cooking Alliance (2021). Pengujian dilakukan menggunakan metode Water Boiling Test (WBT) dengan dua variasi volume air (2 liter dan 5 liter) serta tiga variasi berat bahan bakar (40%, 60%, dan 80%). Hasilnya menunjukkan bahwa reduksi dimensi kompor mampu mempertahankan fungsi dan efisiensi termal yang layak. Efisiensi termal tertinggi sebesar 14,6% pada pengujian 5 liter air dengan 60% bahan bakar. Selain itu, laju konsumsi bahan bakar spesifik (FCR) terendah adalah 13,4 g/s, menunjukkan efisiensi penggunaan bahan bakar yang lebih baik dibandingkan penelitian sebelumnya. Dengan demikian, kompor hasil reduksi ini memiliki kinerja termal yang cukup baik serta desain yang lebih ringkas dan mudah dipindahkan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Variasi Celah Tungku Kompor Biomassa Menggunakan Plat Galvanis

2025•

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi celah tungku pada kompor biomassa berbahan plat galvanis terhadap efisiensi pembakaran. Kompor biomassa dirancang dengan tiga variasi jarak celah lubang udara, yaitu 2 cm, 4 cm, dan 6 cm, menggunakan bahan bakar tempurung kelapa. Uji performa dilakukan menggunakan metode Water Boiling Test (WBT) untuk mengukur sensible heat, latent heat, daya output, efisiensi termal, dan laju konsumsi bahan bakar. Hasil pengujian menunjukkan bahwa tungku dengan celah 2 cm menghasilkan efisiensi termal tertinggi sebesar 4,05%, daya output sebesar 164 kW, serta konsumsi bahan bakar sebesar 208 g/s. Variasi celah 4 cm dan 6 cm menunjukkan efisiensi termal lebih rendah, masing-masing sebesar 2,47% dan 2,59%. Dengan demikian, semakin kecil jarak antar celah, semakin tinggi efisiensi kompor. Penelitian ini menunjukkan bahwa desain celah pada tungku sangat berpengaruh terhadap performa kompor biomassa dan dapat dijadikan acuan dalam pengembangan kompor biomassa yang efisien dan ramah lingkungan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Menghitung Karbon Tegakan Pohon Kayu Putih (Melaluca Leucadendron Liin) dan Potensi Nilai Ekonomi Karbon di Mamburungan Timur Kota Tarakan (Studi Kasus Kebun Kayu Putih Bapak Amransyah)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pohon kayu putih merupakan salah satu pohon yang termasuk pertumbuhannya cepat selain pohon kayu putih dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan minyak tanaman ini juga berperan dalam membantu memperlambat terjadinya pemanasan global karena tanaman ini menyerap karbon dioksida yang dimanfaatkan sebagai bahan makanan dalam proses fotosintesis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi pertumbuhan pohon kayu putih (Melaleuca leucadendron Linn), Untuk mengetahui Rata-rata biomassa pada pohon kayu putih dan untuk mengetahui jumlah karbon pada pohon kayu putih serta untuk mengetahui potensi nilai ekonomi karbon pada pohon kayu putih. Metode penentuan sampel pada penelitian ini adalah purposive sampling (sengaja) yaitu menentukan sempel dengan sengaja. Dengan pengumpulan data yaitu Observasi, Wawancara mendalam dan dokumentasi. Dengan analisis data Pengukuran diameter dengan rumus adalah D=k/π, perhitungan biomassa tegakan biomassa dengan menggunakan rumus alometrik biomassa Acacia nilotika, pengukuran karbon tegakan dengan menggunakan rumus adalah C = B x 0.47 serta perhitungan potensi nilai ekonomi karbon. Hasil yang didapatkan pada jumlah karbon pada pohon kayu putih dapat dilihat dari hasil perhitungan karbon yaitu 7.227 kg dengan rata-rata 32,85 kg per tegakan, menunjukkan bahwa pohon tersebut memiliki peran yang sangat penting dalam menyimpan karbon di lahan dan hutan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Modifikasi Kompor Biomassa Menggunakan Teknologi Fan

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kompor biomassa merupakan jenis kompor yang memanfaatkan hasil pembakaran dari bahan biomassa untuk proses memasak di sektor rumah tangga. Penilitian ini dilakukan dengan tujuan untuk memodifikasi guna mengoptimalkan kinerja kompor biomassa yang telah dibangun pada tahun 2022 dengan menggunakan kipas atau fan AC 220 volt. Adapun tahapan yang dilakukan pada penelitian ini adalah menentukan jumlah fan AC 220 volt berdasarkan perhitungan stoikiometri, menggunakan metode Water boiling Test (WTB) untuk menghitung efisiensi termal, dan menghitung kalor pada dinding kompor. Pengujian ini dilakukan dengan menggunakan 3 variasi bahan bakar yaitu, 3 kilogram, 4 kilogram dan 5 kilogram dan 2 variasi air yaitu 3 liter dan 5 liter. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai efisiensi termal yang tertinggi terdapat pada pengujian 5 liter air dengan bahan bakar 3 kg sekitar 60,9%, sedangkan nilai efisiensi terendah terdapat pada pengujian 3 liter air dengan bahan bakar 5 kg sekitar 24,5%. Adapun total nilai kalor pada dinding kompor dengan variasi bahan bakar 3, 4, dan 5 kg sekitar 161,9 kKalori, 202,5 kKalori, dan 236,2 kK, masing-masing.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENAMBAHAN LIMBAH KEPALA UDANG DALAM MEDIA KULTUR TERHADAP BIOMASSA CACING SUTRA (Tubifex sp)

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Cacing sutra adalah salah satu jenis pakam alami yang digemari larva ikan karena mempunyai kandungan nutrisi yang baik untuk pertumbuhan larva ikan. Media hidup cacing sutra terdiri dari lumpur dan bahan organic. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan limbah kepala udang dalam media kultur terhadap biomassa dan populasi cacing sutra. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober-November bertempat di Laboratorium Mini Hactery Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan. Cacing yang digunakan adalah cacing sutra berukuran 1,4-2,3cm. jumlah cacing sutra yang ditebar 10 gram. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri dari 4 perlakuan dan 3 kali ulangan Perlakuan A (tanpa penambahan tepung kepala udang), Perlakuan B (tepung kepala udang 200gram), Perlakuan C (tepung kepala udang 400gram), Perlakuan D(tepung kepala udang 600gram). Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan Limbah Kepala Udang memberikan pengaruh nyata (p0,05) terhadap populasi dan biomassa cacing sutra (Tubifex sp). Populasi dan biomassa tertinggi terdapat pada perlakuan C 17826± 311 individu dengan biomassa 18.00± 0.31 gram yang dicapai hari ke 20 berdasarkan hasil, dapat disimpulkan bahwa Limbah Kepala Udang dapat meningkatkan Populasi dan biomassa Cacing Sutra (Tubifex sp).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Rancang Bangun Kompor Biomassa Menggunakan Bahan Dasar Plat Galvanis Dilengkapi dengan Teknologi Blower

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kompor biomassa merupakan sebuah kompor yang sistem pembakarannya menggunakan bahan bakar biomassa untuk memproduksi kalor melalui pembakaran untuk penggunaan proses memasak domestik. Penelitian ini bertujuan untuk merancang bangun dan menguji performansi dari kompor biomassa menggunakan bahan dasar plat galvanis dilengkapi dengan teknologi blower melalui metode pengujian Water Boiling Test (WBT). Hasil penelitian ini, kompor yang telah dibangun menggunakan bahan dasar plat galvanis dengan diameter 380 mm dan tinggi 500 mm pada badan kompor dan tungku kompor yang berdiameter 280 mm dan 450 mm yang terdapat lubang-lubang (anulus) pada dinding untuk aliran udara yang bersumber dari blower DC berkapasitas 12 volt. Daya output untuk persentase berat bahan bakar 80% (5 liter air) sebesar 82 kW dengan laju konsumsi bahan bakar sebesar 0.095 kg/s, sedangkan untuk persentase berat bahan 20% (2 liter air) sebesar 41 kW dengan laju konsumsi bahan bakar 0.035 kg/s. Efisiensi termal dari kompor biomassa berkisar 6% - 10%.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Efisiensi Termal Pada Kompor Biomassa

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kompor biomassa adalah salah satu teknologi pemanfaatan biomassa untuk keperluan memasak pada sektor rumah tangga. Biomassa dapat berasal dari hasil alam, contohnya kayu meranti yang digunakan sebagai bahan bakar pada penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembakaran yang terjadi pada kompor biomassa dan mengetahui efisiensi termal pada kompor. Proses pengukuran serta pengambilan data pada kompor biomassa, akan dilakukan dengan menggunakan metode Water Boiling Test (WBT). Metode ini dilakukan untuk menghitung efisiensi termal pada kompor biomassa dan akan dilakukan pengukuran kalor pada dinding kompor. Pengujian ini dilakukan dengan menggunakan 3 variasi volume air yaitu, 1 liter, 1.5 liter, dan 2 liter. Nilai efisiensi termal pada kompor meliputi 3 variasi volume air yaitu 1, 1,5 dan 2 liter air. Nilai efisiensi yang terdapat pada massa 1 liter air sekitar 26,6%, untuk massa 1,5 liter air sekitar 33,6% dan pada massa 2 liter air sekitar 41,8%. Jumlah bakar bakar biomassa yang digunakan sebesar 2,5 Kg, Dari hasil pembakaran terdapat sisa bahan bakar yang berbeda massanya, dimana hasil dari percobaan 1 liter menyisakan lebih banyak bahan bakar sebesar 1,5 Kg dan membakar biomassa sebesar 1 Kg, lalu pada percobaan 1,5 liter menyisakan bahan bakar sekitar 1,1 Kg dan membakar biomassa sebanyak 1,4 Kg, pada percobaan 2 liter air menyisakan bahan bakar sebesar 0,9 Kg dan membakar biomassa sebanyak 1,6 Kg.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Ketahanan Mekanik Plat Baja Sebagai Bahan Utama Pada Kompor Biomassa

2022•

Pemanfaatan energi fosil oleh masyarakat Indonesia untuk memenuhi kebutuhan secara terus menerus menimbulkan krisis energi yang tidak dapat diperbarui ini. Pemanfaatan energi tidak terbarukan dalam sehari hari dimasyarakat ialah memasak. Oleh karena itu, eksplorasi terhadap sumber energi terbarukan lain merupakan solusi untuk memenuhi kebutuhan energi yang semakin meningkat. Salah satu energi terbarukan adalah biomassa. Energi biomassa merupakan energi alternatif yang bersumber dari biomassa. Untuk mempermudah penggunaan energi biomassa ini telah dirancang kompor biomassa yang secara efektif dapat melakukan transfer energi panas dengan memanfaatkan bahan dari plat baja dan beton serta dilengkapi teknologi blower. Pada penelitian ini fokus pada ketahanan plat baja yang digunakan sebagai bahan utama kompor terhadap energi panas. Pada penelitian ini material diberi perlakuan panas dengan variasi waktu pemanas 5 dan 7 jam. Dengan tambahan variasi ketebalan beton 3, 4, 5, dan 6 cm. Plat dan spesimen dibentuk dengan ukuran 5x5x2 cm, hasil uji kekerasan diperoleh nilai kekerasan plat paling rendah berada pada variasi waktu 5 jam dengan ketebalan 3 cm senilai 109,5 HV. Sedangkan nilai kekerasan yang paling tinggi diperoleh plat pada variasi waktu 7 jam dengan ketebalan 6 cm senilai 144 HV.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PERBEDAAN DOSIS PUPUK ORGANIK CAIR (POC) TERHADAP BIOMASSA DAN POPULASI CACING SUTRA (Tubifex Sp)

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Perkembangan usaha bidang perikanan di Indonesia saat ini sudah berkembang pesat, tercatat bahwa dalam periode tahun 2020 – 2021 pertumbuhan produksi perik anan budidaya mencapai 9,0% pertahun. Usaha pembesaran ikan konsumsi sangat bergantung dari pembenihan yang dapat menghasilkan benih yang sesuai dengan kuantitas dan kualitas yang baik. Pakan alami yang digemari oleh ikan adalah cacing sutra karena memiliki kandungan protein yang cukup tinggi yaitu mencapai 52,49%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik cair (POC) terhadap biomassa dan populasi cacing sutra (Tubifex sp), pupuk organik cair (POC) keong mas adalah larutan dari hasil fermentasi memiliki kandungan unsur hara lebih dari satu unsur hara mikro yaitu Fe 0,02803 ppm, Zn 0,0809 ppm, Cu 0,0034 ppm, Mn 0,3996 ppm, B 0,0517 ppm, Mo 0,00001 ppm. Data dianalisis berdasarkaan Berat biomassa pertumbuhan panjang cacing sutra kemudian dianalisis secara statistik menggunakan Anova dengan program SPSS.20. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pupuk organik cair (POC) keong mas memberikan pengaruh dengan berat rata-rata tertinggi K3 sebesar 10.858 g, dengan pertumbuhan harian yaitu 0,0028 g/30 ekor, populasi terbaik terdapat pada K1 yaitu sebesar 2571.50, protein 43,1-45,7 %.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENGGUNAAN AMPAS TAHU DENGAN DOSIS YANG BERBEDA PADA PERTUMBUHAN CACING SUTRA (Tubifex sp)

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Cacing sutra merupakan salah satu jenis pakan alami yang disukai oleh benih ikan karena pertumbuhan benih sangat dipengaruhi oleh kualitas pakan dan jenis pakan yang diberikan. Ampas tahu merupakan limbah organik yang dapat digunakan sebagai suplai makanan untuk menopang pertumbuhan cacing sutera karena memiliki nilai protein yang cukup tinggi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pengunaan ampas tahu dengan dosis yang berbeda untuk pertumbuhan cacing sutra (Tubifex sp). Cacing sutra sebanyak 10gr dipelihara pada wadah berukuran 35cmx28cmx15cm selama 20 hari. Adapun perlakuan yang diberikan yaitu Kontrol (Lumpur 100%) P1 (Lumpur 70% dan Ampas tahu 30%) P2 (Lumpur 60% dan Ampas Tahu 40%) P3 (Lumpur 50% dan Ampas Tahu 50%). Hasil penelitian menunjukkan nilai biomassa dan populasi cacing sutra memiliki nilai yang berbeda nyata bila dibandingkan kontrol dengan nilai terbaik pada P3 dan terkecil pada kontrol. Data pengukuran kualitas air dalam kondisi yang baik yaitu suhu 26,3-27,5oC, pH 6-7 dan DO 3,1-4 mg/L. Hasil uji kandungan bahan C-organik yang terdapat pada tanah sebesar 0.59%. Berdasarkan hasil penelitian pemberian ampas tahu yang dicampurkan pada media pemeliharaan mampu meningkatkan biomassa cacing sutra dan populasi cacing sutra secara signifikan karena mengandung protein yang baik untuk pertumbuhan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

fermentasi ampas tahu dan limbah sayuran sebagai media pertumbuhan cacing sutra tubifex sp

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Cacing sutra (Tubifex sp) merupakan salah satu pakan alami yang dibutuhkan dalam pembenihan ikan khususnya pada fase larva, karena memiliki kandungan nutrisi yang baik untuk pertumbuhan larva. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemberian fermentasi ampas tahu dan limbah sayuran terhadap pertumbuhan cacing sutra (Tubifex sp). Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari fermentasi ampas tahu dan kotoran ayam, fermentasi limbah sayuran dan kotoran ayam fermentasi ampas tahu, limbah sayuran dan kotoran ayam, parameter yang diamati meliputi biomassa dan populasi cacing sutra, serta kualitas air sebagai penunjang. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian media ampas tahu dan limbah sayuran dengan konsentrasi yang berbeda berpengaruh atau berbeda nyata terhadap pertumbuhan biomassa dan populasi cacing sutra. Nilai tertinggi terdapat pada perlakuan dua menghasilkan cacing sutra sebanyak 13,4g dan populasi ±19,250 individu. Berdasarkan data kualitas air selama penelitian diperoleh kisaran suhu 28-29,5 °C, nilai pH kisaran 7,5-8,2 dan nilai DO kisaran 5-9.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PEMBERIAN MEDIA KOTORAN SAPI DENGAN KONSENTRASI YANG BERBEDA TERHADAP KEPADATAN POPULASI CACING SUTRA (Tubifex sp)

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemberian kotoran sapi terhadap pertumbuhan cacing sutra (Tubifex sp) serta mengetahui dikonsentrasi berapa yang sesuai dengan pertumbuhan cacing sutra (Tubifex sp). Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari lima perlakuan dan tiga kali ulangan. Media perlakuan terdiri dari perlakuan satu kotoran sapi 20% dan lumpur 80%, perlakuan dua kotoran sapi 30% dan lumpur 70%, perlakuan tiga kotoran sapi 40% dan lumpur 60%, kontrol negatif 100% lumpur, dan kontrol positif kotoran sapi hasil olahan biogas 20% dan lumpur 80%. Parameter yang diamati meliputi biomassa dan populasi cacing sutra, serta kualitas air sebagai penunjang. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian media kotoran sapi dengan konsentrasi yang berbeda tidak berpengaruh terhadap kepadatan populasi dan biomassa cacing sutra. Nilai populasi dan biomassa yang mengalami penaikan terdapat pada perlakuan 3 menghasilkan cacing sutra sebanyak 0,16 gram dan ±67 individu. Berdasarkan data kualitas air selama penelitian diperoleh kisaran suhu 30-32 °C, nilai pH kisaran 5-7 dan nilai do kisaran 5-9.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

BUDIDAYA CACING SUTERA ( Tubifex tubifex ) DENGAN PEMANFAATAN LIMBAH KOTORAN SAPI DAN IKAN LELE PADA SISTEM RESIRKULASI

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRACT Silkworms (Tubifex tubifex) are natural fish feed that used in the maintenance of ornamental fish and consumption, particularly on the phase of the juvenile. The study aimed to determine the effect of the utilization of the waste of cow and catfish in silkworm cultivation with a recirculation system to increase productivity and biomass of silkworm. The research method used was experimental, consisting of two treatments, such as the waste of cow and catfish with four replications. The results showed the highest productivity and biomass of the silkworm obtained in the treatment of the catfish waste was 170 g and for the treatment of the cow waste, it showed a lower biomass rate was 76 g. The results of water quality measurements during the study showed temperatures ranging from 24.7 to 29.7 C °, pH was in the range of 7, ammonia levels (NH3) ranged from 0.557-3 mg / L, nitrate levels ranged from 0.235 to 0.391 mg / L, and dissolved oxygen (DO) ranged from 2.01 to 4.49 ppm. The conclusion showed that treatment with catfish wastes has a significant effect on the increase of the silkworm biomass (Tubifex tubifex), The final total weight was 170 g with the average weight of 27.5 g and the nutrient content was

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail