Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

31 hasil
Subjek: Lele
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Rancang Bangun Alat Pemberi Pakan Ikan Otomatis

•

RANCANG BANGUN ALAT PEMBERI PAKAN IKAN OTOMATIS Nama Mahasiswa : Marisal NPM : 15.301020.033 Dosen Pembimbing : Mulyadi, S.T., M.T. ABSTRAK Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah rumah tangga Perikanan budidaya menurut Kabupaten/Kota dan jenis budidaya diprovinsi Kalimantan Utara, berjumlah 10.282 rumah tangga. Hal tersebut diambil dari komoditas budidaya laut, tambak, kolam keramba dan sawah. Dari data tersebut, ikan menjadi solusi yang baik di bidang bisnis budidaya. Hanya saja masalah yang sering dialami pembudidaya ikan ialah ikan yang sakit bahkan mati yang disebabkan oleh pemberian pakan yang kurang efisien. Kegiatan pemberian pakan ikan terkadang mengalami keterlambatan dan tidak sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan, sehingga dapat mempengaruhi pertumbuhan ikan dan membahayakan keadaan ikan. Pada penelitian ini dirancang sistem pemberi pakan ikan yang bekerja secara otomatis, alat tersebut bekerja sesuai dengan jadwal pakan ikan dengan frekuensi pakan tiga kali sehari yaitu pagi, sore dan malam. Dari pakan otomatis ini sistem akan berhenti yang disebabkan oleh sensor accelerometer. Sensor accelerometer ADXL335 tersebut berfungsi untuk mengetahui apakah ikan masih lapar atau sudah kenyang dengan menggunakan tiga parameter yaitu sumbu x, y dan z, sumbu ini yang digunakan untuk menentukan nilai acuan dan nilai yang didapatkan untuk masing-masing sumbu x= 329, 330, 331, sumbu y=339, 340, 341 dan sumbu z= 349, 350, 351. Sedangkan untuk mengetahui jumlah pakan habis maka digunakan sensor load cell, keluaran dari load cell akan dikirim menuju smartphone dengan menggunakan aplikasi blynk dan akan ditampilkan pesan bahwa pakan hampir habis jika berat pakan yang terbaca 50 gram ke bawah. Sistem pemantau ini telah terhubung dengan modul NodeMCU ESP8266 sebagai IoT sehingga dapat dipantau dari jarak jauh. Untuk rata-rata total pengujian yang didapatkan yaitu 80 gram dengan kebutuhan 82.5 gram, maka untuk tingkat keberhasilan sistem ini yaitu 96,96%.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

POTENSI AKAR TUBA, SAPONIN, DAN KOMBINASINYA TERHADAP EFEKTIVITAS ANESTESI IKAN LELE DUMBO (Clarias gariepinus)

2026•

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efektivitas bahan alami akar tuba, saponin, dan kombinasi keduanya sebagai bahan anestesi, serta pengaruhnya terhadap respons fisiologis dan kelangsungan hidup ikan lele dumbo (Clarias gariepinus). Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan, yaitu kontrol, akar tuba, saponin, dan kombinasi akar tuba dengan saponin, masing-masing diulang sebanyak 3 kali. Parameter yang diamati meliputi waktu induksi dan pemulihan anestesi, perubahan gejala dan respon, laju operkulum, tingkat kelangsungan hidup, serta kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan akar tuba memberikan waktu induksi paling cepat yaitu 74 menit namun waktu pemulihan terlama 371 menit. Perlakuan saponin memiliki waktu induksi terlama 143 menit dengan waktu pemulihan paling singkat 252 menit dan tingkat kelangsungan hidup mencapai 100%. Perlakuan kombinasi menghasilkan induksi cepat 100 menit namun waktu pemulihan cukup lama yaitu 295 menit. Berdasarkan hasil penelitian, saponin merupakan bahan anestesi paling efektif dan aman, sedangkan akar tuba dan kombinasi dapat digunakan namun perlu memperhatikan dosis agar risiko kematian dapat diminimalkan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI POTENSI LIMBAH SAYURAN KUBIS SEBAGAI PAKAN SUBTITUSI PADA BUDIDAYA IKAN LELE DUMBO (Clarias garierpinus) DAN ANALISA KELAYAKAAN FINANSIAL

2025•

Pakan merupakan komponen biaya terbesar dalam kegiatan budidaya ikan lele dumbo (Clarias gariepinus), yang dapat mencapai lebih dari 60% dari total biaya produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembuatan pakan subtitusi dari limbah sayuran kubis untuk budidaya ikan lele dumbo, mengetahui tingkat pertumbuhan ikan lele dumbo akibat pemberian pakan limbah sayuran kubis, dan menganalisa kelayakan finansial usaha budidaya ikan lele dumbo yang menggunakan limbah sayuran kubis sebagai pakan subtitusi. Penelitian menggunakan Rancanagan acak kelompok yang terdiri dari empat perlakuan, yaitu P1 (100% pellet komersil), P2 (50 % pelet komersil + 50 % pelet limbah sayuran kubis), P3 (25 % pellet komersil + 75 % pelet limbah sayuran kubis), dan P4 (100 % pelet limbah sayuran kubis). Penelitian diulang 6 kali, sehingga terdapat 24 satuan percobaan. Parameter penelitian terdiri dari kandungan proksimat pellet limbah sayuran kubis, pertumbuhan ikan lele (Panjang dan berat ikan), FCR, efisiensi pakan, dan kelayakan finansial budidaya ikan lele dumbo dari perlakuan terbaik. Hasil penelitian ini, semua pakan substitusi berupa campuran pakan komersial dan limbah sayuran kubis, termasuk pakan berbahan 100% limbah sayuran kubis, telah memenuhi persyaratan mutu kimia pakan ikan lele sesuai SNI 9043-4:2022. Seluruh perlakuan pakan berpengaruh terhadap pertambahan panjang dan berat ikan lele, efisiensi pakan, serta nilai FCR, di mana perlakuan P1 (100% pakan komersial) menghasilkan pertumbuhan tertinggi, sedangkan perlakuan P2 (50% pakan komersial + 50% pakan limbah sayuran kubis) memberikan kinerja pemanfaatan pakan terbaik dengan nilai FCR terendah (9,83) dan efisiensi pakan tertinggi (81,14), yang menunjukkan adanya pemanfaatan nutrien yang lebih efisien melalui kombinasi pakan yang proporsional. Namun demikian, meskipun secara biologis P2 merupakan perlakuan terbaik berdasarkan FCR dan efisiensi pakan, hasil analisis kelayakan finansial menunjukkan bahwa usaha budidaya ikan lele dumbo dengan penggunaan pakan tersebut belum layak secara finansial untuk dikembangkan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PEMANFAATAN DAUN DUCKWEED (Lemna sp) SEBAGAI PAKAN BUATAN TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN LELE DUMBO (Clarias gariepinus)

2024•

Daun Duckweed merupakan salah satu jenis tumbuhan air, tanaman ini tumbuh mengapung dan berpotensi sebagai bahan baku maupun pakan ikan. Selain budidayanya yang mudah, Duckweed juga memiliki protein yang tinggi sehingga mampu untuk dibuat sebagai bahan baku pakan pellet. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung duckweed ke dalam formulasi pakan untuk meningkatkan pertumbuhan ikan lele dumbo (Clarias gariepinus). Penelitian ini menggunakan metode RAL dengan lima perlakuan dan tiga ulangan, dimana P1: tepung ikan 100% + tepung duckweed 0%, P2 : tepung ikan 0% + tepung duckwed 100%, P3 : tepung ikan 75% + tepung duckweed 25%, P4 : tepung ikan 50% + tepung duckweed 50% dan P5 : tepung ikan 25% + tepung daun duckweed 75%. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Perlakuan (P5) dengan kombinasi pakan tepung ikan 25% dan Duckweed 75% merupakan pakan yang paling efektif dalam meningkatkan pertumbuhan ikan, dengan panjang mutlak (2,30cm), berat mutlak (8,35 gram), dan laju pertumbuhan yang tertinggi (90%). Tepung ikan 50% dan Duckweed 50% (P4) juga memberikan hasil yang baik, meskipun tidak sebaik (P5). Kombinasi tepung ikan 25% dan Duckweed 75% (P5) memberikan hasil yang lebih baik dari pada kontrol tepung ikan (P1). Selain itu tingkat kelangsungan hidup (SR) ikan lele pada tiap perlakuan lainnya juga cukup tinggi yaitu sebesar P1 80%, P2 83%, P3 85%, dan P4 88%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PEMANFAATAN KULIT PISANG KEPOK (Musa paradisiaca L.) SEBAGAI PAKAN BUATAN TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN LELE DUMBO (Clarias gariepenus)

2024•

Meningkatnya produksi perikanan budidaya ikan lele di Kota Tarakan, maka permintaan akan bahan baku untuk pembuatan pakan ikan semakin meningkat, Pemanfaatan limbah kulit pisang kepok merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan baku pakan impor karena murah, berkualitas, dan berbahan baku lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung kulit pisang kapok (Mussa paradisiaca L.) berbagai dosis sebagai pakan buatan terhadap pertumbuhan ikan lele dumbo (Clarias gariephenus). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November – Desember 2023. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan April- Mei 2022. Hewan uji yang digunakan dalam penelitian ini yaitu ikan lele dumbo berukuran 6 cm yang dipelihara selama 30 hari. Penelitian ini disusun menggunakan Rancang Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan yang diterapkan adalah P0 : pakan dengan perbandingan tepung ikan 100% dan tepung kulit pisang kepok 0%. P1: pakan dengan perbandingan tepung ikan 90% dan tepung kulit pisang kepok 10%. P2: pakan dengan perbandingan tepung ikan 70% dan tepung kulit pisang kepok 30%. P3: pakan dengan perbandingan tepung ikan 50% dan tepung kulit pisang kepok 50%. dari hasil penelitian ini yaitu penambahan tepung kulit pisang kepok pada pakan mampu meningkatan pertumbuhan pajang dan berat ikan lele dengan nilai pertumbuhan panjang dan berat yang diperoleh P0 (0,6 cm 1,0 gr), P1 (0,8 cm, 1,1 gr), P2 (0,9 cm,1,3 gr) dan P3 (1,3cm, 2,7 gr) Hasil penelitian menunjukan bahwa pertumbuhan mutlak tertinggi diperoleh pada perlakuan P3 dengan penambahan tepung ikan 50% dan tepung kulit pisang kepok 50%. Pemberian pakan selama 30 hari berturut-turut diperoleh kelangsungan hidup ikan tertinggi yaitu berada di perlakuan P3 dengan nilai 27,35%, disusul oleh P1 25,07% dan P3 24,22%, sedangkan nilai kelangsungan hidup pada perlakuan P0 sebesar 23,36%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

LAJU PERTUMBUHAN IKAN LELE (Clarias sp) YANG DIBERIKAN PAKAN ALAMI BERUPA MAGGOT (Hermetia illucens) HASIL BUDIDAYA MENGGUNAKAN SAYUR KOL

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ikan lele (Clarias sp) adalah salah satu jenis ikan air tawar yang banyak dibudidayakan karena mudah beradaptasi dengan lingkungan yang kurang menguntukan dan mudah dipijahkan. Tujuan penelitian ini antara lain untuk mengetahui pengaruh pemberian kombinasi pakan yang berbeda berupa maggot BSF dengan pelet ikan F-999 terhadap pertumbuhan ikan lele (Clarias sp). Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan 3 kali ulangan, dengan perlakuan kombinasi pelet ikan F-999 100%, pelet ikan F-999 50% + 50% maggot BSF, dan maggot BSF 100%. Peningkatan pertumbuhan berat tertinggi pada perlakuan 2 pelet F-999 50% + 50% maggot BSF 6 gram, dan berat terendah pada P1 pelet ikan F-999 100% 5,5gram Peningkatan pertumbuhan panjang tertinggi pada perlakuan 2 pelet F-999 50% + 50% maggot BSF 4,6cm, dan berat terendah pada P1 pelet ikan F-999 100% 4,1cm, Survival Rate mendapatkan hasil 100% kelangsungan hidup ikan mendapatkan hasil yang baik. Berdasarkan hasil uji ragam (ANOVA) menunjukkan bahwa pemberian perlakuan P1: Pelet ikan F-999, P2: pelet F-999 50% + 50% maggot bsf, dan P3: maggot BSF 100%. Berpengaruh tidak berbeda nyata terhadap pertumbuhan berat ikan lele, sedangkan panjang mutlak berbeda nyata. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian komposisi pakan yang berupa pelet 50% + 50% maggot BSF memberikan hasil pertumbuhan yang optimal dibandingkan dengan perlakuan lainnya.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EFEKTIFITAS PENGAPLIKASIAN MAGGOT BLACK SOLDIER FLY (Hermatia illucens) SEBAGAI ALTERNATIF PAKAN PADA IKAN LELE (Clarias sp)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Maggot merupakan organisme yang berasal dari telur black soldier (Hermatia illucens) yang dikenal sebagai organisme pembusuk karena kebiasaannya mengkonsumsi bahan-bahan organik. Syarat bahan yang dapat yang dapat dijadikan bahan baku pakan yaitu : tidak berbahaya bagi ikan, tersedia sepanjang waktu, mengandung nutrisi sesuai dengan kebutuhan ikan, dan bahan tersebut tidak berkompetisi dengan kebutuhan manusia.Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan pengaruh kombinasi maggot dengan pakan buatan, sehingga menghasilkan pertumbuhan dan sintasan yang optimal terhadap benih ikan lele. Penelitian ini menggunakan lima perlakuan dan tiga kali ulangan, yaitu A= Pemberian maggot 100%, B = Kombinasi maggot 25% + pelet 75%, C = Kombinasi Maggot 75% + pelet 25%, D = Maggot 50% + Pellet 50%, E = Pelet 100%. Ikan yang digunakan adalah ikan lele yang berukurang 3-5 cm dengan umur ±3-4 minggu. Parameter yang diukur meliputi pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan lele. Dari masing-masing perlakuan panjang mutlak ikan lele (Clarias sp.) A. Magot 100% (3,01 cm), B. Magot 25% dan Pelet 75% (3,59 cm), B. Magot 75% dan Pelet 25% (3,6 cm), D. Magot 50% dan Pelet 50% (5,39 cm), dan E. Pelet 100% (2,31 cm), Dari masing-masing perlakuan berat mutlak ikan lele (Clarias sp.) A. Magot 100% (3,01 cm), B. Maggot 25% dan Pelet 75% (3,59 cm), B. Maggot 75% dan Pelet 25% (3,6 cm), D. Maggot 50% dan Pelet 50% (5,39 cm), dan E. Pelet 100% (2,31 cm). Efektifitas pengaplikasian maggot black soldier fly (hermatia illucens) sebagai alternatif pakan pada ikan lele (clarias sp.). pakan maggot. D. Kombinasi Magoot 50% dan pellet 50% pada panjang mutlak.dan menghasilkan pertumbuhan berat tertinggi sebesar 10,42 cm pada berat mutlak, 9,67 gram pada panjang mutlak dan tingkat kelangsungan hidup mencapai 100% untuk ketiga perlakuan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pertumbuhan Populasi Kutu Air (Daphnia sp.) Dengan Media dan Sumber Pakan Dari Air Limbah Budidaya Ikan Lele Dan Kotoran Ayam

2024•

Kutu air atau Daphnia sp. salah satu pakan alami yang dimanfaatkan organisme sebagai sumber nutrisi terutama untuk kegiatan pembenihan, keberhasil budidaya ditentukan oleh pakan yang berkualitas baik khususnya yaitu pada fase pembenihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan air limbah budidaya ikan lele dan kotoran ayam sebagai media pertumbuhan populasi Daphnia sp. penelitian ini mengunakan metode eksperimen dengan model Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 5 perlakuan dan 3 ulangan yaitu perlakuan Kontrol (100% air bersih), P1 (25% air limbah lele ( 75% air bersih), P2 (50% air limbah lele ( 50% air bersih), P3 (75% air limbah lele ( 25% air bersih), P4 (100% air limbah lele). Parameter yang diamati adalah pertumbuhan populasi Daphnia sp. dan kualitas air. Data di analisis dengan analisis sidik ragam (ANOVA) dan dilanjut dengan uji duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengunaan air limbah budidaya ikan lele dan kotoran ayam mempengaruhi pertambahan populasi Daphnia sp. Populasi Daphnia sp. tertinggi di peroleh pada perlakuan P4 dengan dosis 100% air limbah budidaya ikan lele + 15 gram kotoran ayam, menghasilkan pertumbuhan populasi Daphnia sp. yang terbaik dengan jumlah 18.810 ind/l.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Penggunaan Tepung Kepala Udang Terfermentasi Sebagai Bahan Substitusi Tepung Ikan Dalam Formulasi Pakan Ikan Lele (Clarias Gariepinus)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pemanfaatan limbah kepala udang merupakan salah satu alternatif yang dapat meningkatkan nilai guna dan nilai ekonomisnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui laju pertumbuhan benih ikan lele, dan mengetahui kadar protein pakan buatan yang berasal dari tepung kepala udang terfermentasi. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan 2 perlakuan 5 ulangan dengan perlakuan A Pakan komersil, perlakuan B Pakan buatan dengan tepung kepala udang. Data kandungan nutrisi pakan dianalisis secara deskriptif, sedangkan data pertumbuhan dianalisis dengan uji t test. Analisis kandungan kadar air pada pakan buatan sebesar 9%. kadar protein 22,90%, kadar lemak 9,6%, kadar abu 9,64, dan karbohidrat 50,157%. Nilai tertingi yang didapatkan pada panjang ikan, pertambahan bobot ikan, Spesific Growth Rate (SGR), Fed Converion Ratio (FCR), terdapat pada ikan yang diberikan pakan buatan dari tepung kepala udang. sedangkan Survival Rate (SR) nilai tertinggi terdapat pada ikan yang diberikan pakan komersil. Derajat Keasaman (pH), suhu, kandungan oksigen terlarut (DO) terdapat nilai yang masi layak untuk digunakan budidaya. Amoniak berkisar antara 1-2 mlebihi standar SNI. Subtitusi tepung kepala udang dalam pakan buatan telah memenuhi SNI, namun belum mencukupi kebutuhan protein ikan lele. Namun, hasil uji coba pada benih ikan lele diperoleh data pertumbuhan yang tidak berbeda nyata dengan penggunaan pakan komersil.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Pemberian Probiotik pada Pakan Terhadap Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Ikan Lele (Clarias sp)

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Peningkatan produksi ikan lele telah dikembangkan dengan berbagai cara, salah satunya dengan penambahan probiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interval pemberian probiotik pada pakan terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan lele (Clarias sp). Penelitian ini dilaksanakan selama 28 hari menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan konsentrasi P1: (kontrol), P2: (pemberian probiotik interval 1 hari), P3: (pemberian probiotik interval 2 hari), P4: (pemberian probiotik interval 3 hari). Berdasarkan statistik ANOVA menunjukkan bahwa pemberian probiotik berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan panjang, pertumbuhan berat, SGR (Spesific Growth Rate), SR (Survival Rate) dan FCR (Feed Convertion Ratio) pada ikan lele. Interval pemberian probiotik yang optimal terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan lele (Clarias sp) terdapat pada perlakuan 2 dengan konsentrasi (pemberian pakan probiotik interval 1 hari), dengan nilai pertumbuhan panjang mutlak sebesar 5,4 cm, pertumbuhan berat mutlak sebesar 5,8 gr, SGR sebesar 5,3 %, FCR dengan nilai 2,9 dan SR sebesar 100%. Data pengukuran kualitas air selama masa pemeliharaan menunjukkan nilai suhu 25°C-29°C, pH 7-7,7, DO 6,6-8,2 mg/L, Amoniak 0,14-0,95 mg/L.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peningkatan Laju Pertumbuhan Ikan Lele (Clarias sp) Dengan Memperkaya Pakan Buatan Menggunakan Tepung Daun Katuk (Sauropus androgynus)

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Produksi Ikan lele (Clarias sp) dari tahun ke tahun tidak stabil. Peningkatan produksi ikan lele telah dikembangkan dengan berbagai cara, salah satunya dengan penambahan bahan alami yang kaya akan kandungan nutrisi seperti daun katuk. Daun katuk (Sauropus androgynus) merupakan tanaman herbal yang mengandung kadar lemak yang tinggi dan memiliki kemampuan untuk meningkatkan metabolisme serta pertumbuhan ikan lele (Clarias sp). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung daun katuk (Sauropus androgynus) sebagai bahan alternatif campuran pakan ikan pada pakan buatan untuk meningkatkan pertumbuhan ikan lele (Clarias sp). Penelitian ini dilaksanakan selama 30 hari dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 3 kali ulangan dengan konsentrasi P1: (kontrol), P2: (pakan buatan + tepung daun katuk 100 gram/kg), P3: (pakan bautan + tepung daun katuk 150 gram/kg). Berdasarkan analisis statistik ANOVA menunjukkan bahwa pemberian daun katuk pada perlakuan 3 berpengaruh secara signifikan terhadap pertumbuhan panjang, pertumbuhan berat, SGR (Spesific Growth Rate) dan FCR (Feed Convertion Ratio) pada ikan lele. Jumlah sel hepatosit yang terdapat pada pengamatan histologi menunjukkan sel hepatosit tertinggi terdapat pada perlakuan P3 (225.636), kemudian perlakuan P2 (224.560), dan terendah pada P1 (218.756). Pemberian pakan terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan yaitu P3 dengan konsentrasi (pakan buatan + tepung daun katuk 150 gram/kg). Data pengukuran kualitas air selama masa pemeliharaan menunjukkan nilai suhu 24,7°C–28,7°C, pH 7-7,4, DO 6,6-8,1 mg/L. Berdasarkan hasil penelitian pemberian pakan buatan yang dicampurkan tepung daun katuk (Sauropus androgynus) yang mengandung kadar lemak yang dapat meningkatkan pertumbuhan ikan lele (Clarias sp) yang diamati dari pertumbuhan dan morfologi sel hati, sehingga daun katuk dapat dijadikan sebagai bahan baku organik dalam pembuatan pakan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Potensi Maggot (Hermatia illucens) Dari Kultur Sampah Tomat dan Gorengan Sebagai Pakan Alternatif Guna Peningkatan kelangsungan Hidup Ikan Lele (Clarias sp.)

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ikan lele merupakan ikan yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Permintaan pasar ikan lele terus meningkat setiap tahunnya, oleh sebab itu produksi perlu ditingkatkan lagi, terutama pada proses kelangsungan hidup ikan lele. Permasalahan kelangsungan hidup umumnya karena mahalnya harga pakan ikan. Untuk menekan harga pakan perlu dicari alternatif pengganti sumber protein hewani lebih murah dan mudah diperoleh yaitu maggot. Maggot (Hermatia illucens) merupakan organisme yang berasal dari telur lalat black soldier fly. Maggot sebagai pakan alternatif untuk meningkatkan kelangsungan hidup ikan lele karena maggot memiliki kandungan protein tinggi dan memiliki kemampuan untuk menghasilkan enzim alami yang dapat meningkatkan daya cerna ikan terhadap pakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi maggot dari kultur sampah tomat dan gorengan sebagai pakan alternatif guna peningkatan kelangsungan hidup ikan lele (Clarias sp.). Rancangan penelitian terdiri atas 5 perlakuan 3 ulangan, yaitu : kontrol (pemberian pakan pelet 100%), perlakuan 2 ( pemberian pakan pelet 75% + maggot 25%), perlakuan 3 (pemberian pakan pelet 50% + maggot 50%), perlakuan 4 (pemberian pakan pelet 25% + maggot 75%), dan perlakuan 5 (pemberian maggot 100%). Parameter yang diamati adalah bobot mutlak, Survival Rate (SR), Spesifik Growth Rate (SGR), dan kualitas air. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa maggot dari kultur sampah tomat dan gorengan dapat digunakan sebagai pakan alternatif ikan lele dan hasil terbaik didapatkan pada perlakuan 3 dengan kombinasi pakan pelet 50% + maggot 50% dengan hasil pertumbuhan sebesar18,33%, tingkat kelangsungan hidup sebesar 100% dan laju pertumbuhan spesifik sebesar 3,02%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENYERAPAN KUNING TELUR PADA LARVA IKAN LELE DUMBO (Clarias gariepenus) DENGAN MENGGUNAKAN PAKAN TEPUNG KUNYIT DAN HORMON TIROKSIN

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ikan lele merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang mempunyai nilai ekonomi tinggi. Ikan jenis ini sudah dibudidayakan secara komersial oleh masyarakat Indonesia, dan merupakan salah satu sumber penghasilan yang potensial di kalangan pembudidaya ikan. Metode yang dapat digunakan adalah dengan modifikasi pakan. Pakan dapat dimodifikasi dengan memberikan komponen tertentu yang dapat mempercepat proses pembentukan vitellogenin atau bakal kuning telur di dalam tubuh sehingga dapat meningkatkan kualitas larva yang dihasilkan.Penelitian bertujuan untuk mengetahui penyerapan kuning telur pada larva ikan lele (Clarias gariepenus) dengan menggunakan pakan tepung kunyit dan hormon tiroksin. Penelitian terdiri dari empat perlakuan, yaitu perlakuan kontrol,penambahan tepung kunyit 4,8 g/kg pakan, penambahan tiroksin 0,1 g/kg pakan, penambahan tiroksin 0, 1 gram dan kunyit 4,8 g/ kg pakan. Parameter yang diamati adalah penyerapan kuning telur, panjang larva, kelansungan hidup (SR) larva ikan serta beberapa parameter kualitas air seperti Suhu dan pH. Hasil Penelitian terbaik diperoleh pada perlakuan penambahan tepung kunyit 4,8 g/kg pakan yang menunjukkan penyerapan kuning telur bertahan hingga hari ke 5, dan panjang larva berukuran 7,35 mm, dan kelangsungan hidup (SR) 85%. Sedangkan untuk kualitas suhu berkisaran 27°C -29°C, pH berkisaran 6 - 7. Dari semua hasil parameter yang diukur menunjukkan bahwa dengan pemberian tepung kunyit dengan dosis 4,8 g/kg pada pakan mampu meningkatkan penyerapan kuning telur ikan serta meningkatkan kualitas larva ikan lele.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Penggunaan Ragi Roti (Saccharomyces Cereviciae) Dan Vitamin C Untuk Meningkatkan Resistensi Benih Ikan Lele Terhadap Infeksi Bakteri (Aeromonas hydrophila)

2023•

Penyakit yang sering menyerang ikan lele dumbo adalah penyakit bakterial yang disebabkan oleh bakteri Aeromonas hydrophila. Vitamin C dan ragi roti yang ditambahkan dalam pakan dapat meningkatkan resistensi ikan terhadap infeksi penyakit melalui peningkatan respons imun nonspesifik, sedangkan vitamin C berperan dalam pemeliharaan sistem kekebalan tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan kombinasi pakan benih ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) yang diberi ragi roti (Saccharomyces cereviciae) dan vitamin C untuk meningkatkan resisten benih ikan lele terhadap infeksi bakteri Aeromonas hydrophila. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan April- Mei 2022. Hewan uji yang digunakan dalam penelitian ini yaitu ikan lele dumbo berukuran 6 cm yang dipelihara selama 41 hari. Penelitian ini disusun menggunakan Rancang Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan empat ulangan. Perlakuan yang diterapkan adalah P0: pemberian pakan tanpa pemberian ragi roti dan vitamin C, P1; penambahan ragi roti 5g/kg pakan, P2: penambahan vitamin C 750 mg/kg pakan, dan P3: kombinasi penambahan vitamin C 750 dan ragi roti 5g ke dalam pakan komersil. Hasil penelitian penambahan ragi roti dan vitamin C pada pakan komersil dapat meningkatkan ketahanan tubuh ikan lele terhadap infeksi bakteri Aeromonas hydrophila, penambahan ragi roti dan vitamin C pada pakan komersil sebanyak 5/750 kg pakan yang diberikan ke ikan selama 21 hari berturut-turut, diperoleh sintasan ikan lele tertinggi setelah ikan di uji tantang dengan bakteri A.hydropilla yaitu pada perlakuan P3 sebesar 77% .

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pemberian ekstrak bonggol buah nanas pada pakan untuk meningkatkan pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan lele sangkuriang (Clarias gariepinus)

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ikan lele merupakan spesies yang berasal dari Mozambik (Afrika). Ikan ini pertama kali digunakan sebagai ikan hias, namun dalam perkembangannya menjadi salah satu ikan air tawar konsumsi unggulan karena pertumbuhannya yang cepat dan dapat tumbuh hingga ukuran besar dalam waktu relatif singkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemberian ekstrak bonggol buah nanas pada pakan untuk meningkatkan pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan Lele sangkuriang (Clarias gariepinus). Ikan uji yang digunakan adalah benih ikan lele sangkuriang berukuran 3 – 5 cm dengan rata-rata bobot awal 3 ± gram dan kepadatan tebar 1 ekor/1 liter. Penelitian ini dilaksanakan 28 hari dengan menggunakan metode eksperimental Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 kali ulangan dengan perlakuan P0 (kontrol) tanpa ekstrak bonggol nanas, P1 dengan dosis 0,75% P2 1,5% dan P3 3% ekstrak bonggol nanas/kg pakan. Pengukuran parameter pengamatan terdiri dari panjang mutlak, panjang harian, berat mutlak, berat harian, Spesifik Growth Rate (SGR), Survival Rate (SR) dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ekstrak bonggol buah nanas pada perlakuan P2 dengan dosis 1,5% menunjukkan nilai yang tertinggi pada panjang mutlak sebesar 4,4 cm, pada berat mutlak 2,3 gram, Spesifik Growth Rate (SGR) 4,5% dan Survival Rate sebesar 86% dan nilai terendah pada setiap pengamatan terdapat pada perlakuan P0 (kontrol). Namun, pada uji statistik tidak menunjukkan perbedaan hasil yang signifikan, tetapi secara deskripsi semua perlakuan yang menggunakaan ekstrak bonggol buah nanas menunjukkan nilai lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan P0 (kontrol). Kesimpulan dari penelitian ini ialah pada perlakuan P2 dengan dosis 1,5% memiliki nilai tertinggi dari semua parameter pengamatan dibandingkan dengan perlakuan yang lainnya.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Pemberian Pakan Alami yang Berbeda Terhadap Pertumbuhan Benih ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus)

2022•

PENGARUH PEMBERIAN PAKAN ALAMI YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN BENIH IKAN LELE DUMBO (Clarias gariepinus) Abstrak Ikan lele (Clarias gariepinus) merupakan komoditas unggulan air tawar yang banyak diminati oleh masyarakat sehingga ikan ini banyak dibudidayakan dan memiliki pertumbuhan yang cukup cepat. Pertumbuhan ikan lele dumbo dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya kualitas pakan. Kualitas pakan dapat dijadikan sebagai dasar untuk pertumbuhan ikan lele baik pakan alami maupun pakan buatan. Namun pakan buatan yang digunakan memiliki biaya operasional yang sangat besar sehingga perlu penggunaan pakan alami sebagai alternatife, untuk pertumbuhan ikan diantaranya cacing sutra, kutu air, dan kuning telur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui laju pertumbuhan dan kelangsungan hidup pada benih ikan lele (Clarias gariepinus) setelah diberi jenis pakan yang berbeda. Metode yang digunakan yaitu rancangan acak lengakp (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan; P1 Cacing sutra (Tubifex sp), P2 Kutu Air (Moina sp), P3 Kuning Telur, dan kontrol menggunakan pelet. Ikan yang digunakan yaitu larva ikan lele yang berumur 4 hari dan diberikan pakan secara adlibitum sebanyak 4 kali sehari selama 30 hari. Hasil peneltian ini menunjukkan pemberian pakan alami berupa Cacing sutra, memberikan pertumbuhan bobot dan panjang total terbaik yaitu 0,358g, 2,69 cm dan laju pertumbuhan spesifik 0,3575%. Pertumbuhan panjang, pertumbuhan berat dan laju pertumbuhan terendah pada perlakuan Kuning telur yaitu 0,178 g, 2,25 cm dan laju pertumbuhan spesifiknya 0,1775 %. Hasil penelitian dan analisis statistik menujukkan perlakuan yang diberi pakan alami cacing sutra menunjukkan hasil yang terbaik, berbeda sangat nyata terhadap pertumbuhan panjang dan berat. Kata Kunci : Cacing Sutra, Ikan Lele, Pakan Alami, Pertumbuhan The Effect of Different Natural Feeding on the Growth of Dumbo Catfish (Clarias gariepinus) ​​Abstract Catfish is a superior freshwater commodity that is in great demand by the public so that this fish is widely cultivated in two ways, namely the hatchery segment and the enlargement segment, the growth of dumbo catfish is influenced by several factors, one of which is the quality of feed. In general, the quality of artificial feed can be used as a basis for the selection of good nutrient levels for catfish growth but the operational costs of commercial feed are so large that they are replaced by natural feed with good nutrtion and are very good for fish growth including silkworms, water fleas, and egg yolk. The results of this research showed natural feeding in the form of silkworms, providing the best total weight and length growth of 0,358g, 2,69 cm and a specific growth rate of 0,3575%.. The long growth, weight growth and lowest growth rate in the Yolk treatment were 0,178 g, 2,25 cm and the specific growth rate was 0,1775 %.The results of the diversity analysis showed that the treatment given naturally fed silkworms showed the best results, very noticeable differences in length and weight growth. The results of the BNT test using the LSD test on long growth resulted in each treatment differing markedly and weight showed that the treatment fed with silkworm feed was significantly different from other treatments. Keywords : Catfish, Natural Feed, Growth

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PEMANFAATAN EKSTRAK DAUN KETAPANG KOMBINASI EM4 DALAM MEDIA PEMELIHARAAN TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN LELE DUMBO (Clarias gariepinus)

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ikan lele dumbo merupakan salah satu komoditas budidaya perikanan yang memiliki prospek tinggi dan banyak diminati masyarakat. Produksi ikan lele sebanding dengan tingkat pertumbuhan yang optimal. Permasalahan pertumbuhan umumnya karena kualitas air yang kurang baik sehingga rentan terhapap bakteri dan patogen. Salah satu cara menanggulanginya yaitu dengan penambahan bahan alami berupa daun ketapang yang memiliki senyawa aktif dan mudah didapatkan serta ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi senyawa aktif yang terdapat pada ekstrak daun ketapang kering serta efektivitas pemberian ekstrak daun ketapang terhadap laju pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan lele. Penelitian ini dilaksanakan selama 42 hari dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan dengan konsentrasi P1: kontrol (0 ekstrak daun ketapang + 0 probiotik), P2: (10 ml ekstrak daun ketapang + 1 ml probiotik), P3: (50 ml ekstrak daun ketapang dan 2 ml probiotik), P4 : (100 ml ekstrak daun ketapang + 3 ml). Berdasarkan hasil uji ragam (ANOVA) menunjukkan adanya pengaruh signifikan terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan lele. Perlakuan P2 dengan konsentrasi (10 ml ekstrak daun ketapang kering + 1 ml probiotik) adalah perlakuan yang terbaik, dan terendah pada perlakuan P1 kontrol (0 ekstrak daun ketapang dan 0 probiotik).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

UJI TANTANG PENGANGKUTAN TANPA PENAMBAHAN OKSIGEN TERHADAP BENIH LELE (Clarias gariepinus)DARI INDUK YANG DIBERIKAN TEPUNG KUNYIT DAN HORMON TIROKSIN

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pengangkutan ikan dapat diartikan sebagai tindakan memindahkan ikan, yang didalamnya diberi tindakan-tindakan untuk menjaga agar derajat kelulusan hidup sampai ditempat tujuan. Untuk mengurangi stres selama pengangkutan dibutuhkan benih yang berkualitas. Terdapat beberapa metode untuk meningkatkan benih yang berkualitas seperti transgenin, manipulasi lingkungan dan lain-lain, tetapi cara ini belum efektif dalam meningkatkan kualitas benih. Dibutuhkan metode lain dalam meningkatkan kualitas benih seperti penggunaan bahan alam seperti kunyit dan hormon tiroksin. Metode penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan. Ikan uji yang digunakan adalah benih ikan lele sebanyak 120 ekor dengan padat tebar 10 ekor/plastik. Benih yang digunakan berasal dari indukan yang diberikan perlakuan pemberian pakan berbeda yang terdiri dari K (kontrol), A (pakan dengan tambahan kunyit), B (pakan dengan tambahan tiroksin), C (pakan dengan tambahan kunyit dan tiroksin). Hasil penelitian menunjukkan bahwa indukan yang diberikan pakan modifikasi tepung kunyit (Perlakuan A) berpengaruh nyata dalam meningkatkan daya tahan benih lele pada proses pengangkutan tanpa oksigen, yang menghasilkan tingkat kelangsungan hidup sebesar 93%, dan tidak ada perbedaan bobot dan panjang antar perlakuan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Identifikasi Bakteri Patogen Pada Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus) Yang Dibudidayakan Di Kota Tarakan, Kalimantan Utara.

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Budidaya ikan air tawar yang paling banyak dibudidayakan di Kota Tarakan adalah ikan lele dumbo (Clarias gariepinus). Budidaya ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) semakin berkembang menunjukkan bahwa minat masyarakat dalam mengkomsumsi ikan meningkat. Penyakit bakterial adalah penyakit yang biasa menyerang ikan lele dumbo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis patogen bakteri dan dampak dari serangan bakteri yang ada pada ikan lele dumbo yang dibudidayakan di Kota Tarakan. Metode pengambilan data yang digunakan dalam penelitian adalah metode deskriptif dengan metode pengambilan sampel ikan lele dumbo dilakukan secara random sampling. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Maret- Agustus 2022. Isolat bakteri diperoleh dari bagian tubuh ikan yang luka, lendir, hati, ginjal dan usus. Bakteri ditumbuhkan pada media TSA dan diidentifikasi menggunakan uji KOH 3%, Katalase, Oksidase, O/F, MIO, dan Glukosa. 45 sampel ikan lele dumbo dari 3 lokasi budidaya didapatkan hasil identifikasi bakteri yang menyerang ikan lele dumbo yaitu sebanyak 4 jenis bakteri dari Aeromonas sp. Plesiomonas sp. Vibrio sp, dan Enterobacter sp. Dampak dari serangan bakteri membuat 25% produksi ikan lele di tiga lokasi budidaya berkurang. Parameter kualitas air di tiga lokasi budidaya selama penelitian menunjukkan bahwa Suhu berkisar 30 oC, pH berkisar 6,8-8,8, dan Amoniak berkisar 2,1-2,8 mg/L yang diperoleh masih dapat berada pada batas optimum, sedangkan oksigen terlarutnya rendah berkisar 0,46-2,76 mg/l.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP BENIH IKAN LELE (CLARIAS GARIEPINUS) DENGAN PEMBERIAN PAKAN ALAMI CACING SUTRA (TUBIFEX SP)

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ikan lele (Clarias gariepinus) merupakan ikan air tawar yang bernilai ekonomis penting dan salah satu komoditas utama dalam perikanan budidaya di Indonesia. Beberapa kelebihan atau keunggulan ikan lele dibandingkan dengan jenis ikan lainnya yaitu pertumbuhannya relatif lebih cepat serta pemeliharaannya yang mudah, tahan terhadap penyakit dan tahan terhadap buruknya kualitas air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan Tubifex sp dengan dosis yang optimal terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan lele Sangkuriang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan yaitu pakan pelet dengan dosis 7% (P0), cacing sutra dengan dosis 7% (P1), cacing sutra dengan dosis 10% (P2), cacing sutra dengan dosis 13% (P3) dengan pemberian pakan 3 kali sehari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pakan Tubifex sp tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan lele. Pemberian pakan terbaik dalam peningkatan pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan lele yaitu pada perlakuan P3 yaitu pemberian pakan cacing sutra 13% menghasilkan pertumbuhan panjang sebesar 4,6 cm dan pertambahan berat sebesar 2,51 g lebih tinggi dibanding perlakuan lainnya. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian pakan alami cacing sutra dengan dosis yang berbeda memberikan hasil yang tidak berbeda nyata terhadap pertumbuhan panjang, pertumbuhan berat, laju pertumbuhan harian, tingkat kelangsungan hidup benih. Dosis pemberian pakan yang optimal terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih lele terdapat pada perlakuan dengan pemberian pakan cacing sutra 13%. Kata Kunci: Benih Ikan Lele (Clarias gariepinus), Cacing Sutra (Tubifex sp), Dosis pakan, Pertumbuhan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail