Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

52 hasil
Subjek: Limbah
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH DOSIS PUPUK LIMBAH TAHU DAN KEDALAMAN PENGOLAHAN TANAH TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG TANAH (ARACHIS HYPOGEA L.)

•

Yakobus Vilkanova Tobi Kelen. 15201010044. 2019. Pengaruh Dosis Pupuk Limbah Tahu dan Kedalaman Pengolahan Tanah Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kacang Tanah (Arachis Hypogea L). Dibimbing oleh Amarullah. Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan. Produksi kacang tanah di Kalimantan Utara mengalami penurunan selama lima tahun terakhir, Tahun 2017 produksi kacang tanah 205 ton sedangkan tahun 2018 produksi kacang tanah mengalami penurunan yaitu 190 ton. Produksi tersebut tidak sebanding dengan kebutuhan yang semakin meningkat. Salah satu cara untuk meningkatkan produksi tanaman kacang tanah dapat dilakukan dengan penggunaan pupuk yang tepat dan pengolahan tanah yang optimal sehingga dapat memacu pertumbuhan tanaman kacang tanah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh dosis limbah tahu dan kedalaman pengolahan tanah terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang tanah. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial 9 perlakuan, 3 ulangan dan 27 unit percobaan. Faktor pertama yaitu kedalaman olah tanah 10 cm (K1), 15 cm (K2), 20 cm (K3) dan dosis limbah tahu 60 ml/tanaman (L1), 120 ml/tanaman (L2) dan 180 ml/tanaman (L3). Hasil penelitian menunjukan bahwa Interaksi terbaik berada pada kedalaman 15 cm dan dosis limbah tahu 120 ml/tanaman (K2L2), dan berbeda nyata dengan perlakuan kedalaman 10 cm dan dosis limbah tahu 60 ml/tanaman (K1L1), serta kedalaman 20 cm dan dosis limbah tahu 180 ml/tanaman (K3L3) .Parameter berat basah tanaman kacang tanah pada perlakuan kedalaman olah tanah 10 cm (K1) dan 20 cm (K3). Sedangkan parameter tinggi tanaman, lebar daun, jumlah daun, berat basah polong, berat kering polong, berat kering tanaman, jumlah polong pertanaman, jumlah biji pertanaman, panjang akar, jumlah akar dan berat 100 biji tidak pengaruh yang nyata.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PEMANFAATAN LIMBAH JEROAN IKAN DARI PASAR TRADISIONAL DAN LUMPUR MANGROVE SEBAGAI PENGHASIL ENERGI LISTRIK MENGGUNAKAN MICROBIAL FUEL CELL (MFC)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi pemanfaatan limbah jeroan ikan dari pasar tradisional Kota Tarakan dan lumpur mangrove sebagai media penghasil energi listrik menggunakan sistem Microbial Fuel Cell (MFC). Penelitian dilaksanakan pada September–November 2025 di Laboratorium Minihatchery Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan. Metode penelitian menggunakan dua perlakuan, yaitu perlakuan dengan penambahan lumpur mangrove dan perlakuan tanpa lumpur mangrove, masing-masing dilakukan tiga kali pengulangan selama 60 hari pengamatan. Limbah jeroan ikan digunakan sebagai substrat organik, sedangkan lumpur mangrove berfungsi sebagai sumber mikroorganisme elektrogenik. Pengukuran tegangan dilakukan setiap hari menggunakan multimeter digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua perlakuan mampu menghasilkan energi listrik dengan kecenderungan peningkatan tegangan selama masa pengamatan. Tegangan rata-rata pada perlakuan dengan lumpur mangrove sebesar 0,7108 V, sedangkan perlakuan tanpa lumpur mangrove sebesar 0,7015 V. Tegangan maksimum yang diperoleh mencapai sekitar 0,78 V. Hasil uji statistik t-test menunjukkan bahwa perbedaan kedua perlakuan tidak signifikan secara statistik (p>0,05), namun secara deskriptif penambahan lumpur mangrove menghasilkan tegangan yang lebih tinggi dan mempercepat fase adaptasi mikroorganisme dalam sistem MFC. Penelitian ini membuktikan bahwa limbah jeroan ikan memiliki potensi sebagai sumber energi alternatif ramah lingkungan sekaligus mendukung pengelolaan limbah perikanan secara berkelanjutan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PEMANFAATAN LIMBAH JEROAN IKAN DARI PASAR TRADISIONAL DAN LUMPUR MANGROVE SEBAGAI PENGHASIL ENERGI LISTRIK MENGGUNAKAN MICROBIAL FUEL CELL (MFC)

2026•

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi pemanfaatan limbah jeroan ikan dari pasar tradisional Kota Tarakan dan lumpur mangrove sebagai media penghasil energi listrik menggunakan sistem Microbial Fuel Cell (MFC). Penelitian dilaksanakan pada September–November 2025 di Laboratorium Minihatchery Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan. Metode penelitian menggunakan dua perlakuan, yaitu perlakuan dengan penambahan lumpur mangrove dan perlakuan tanpa lumpur mangrove, masing-masing dilakukan tiga kali pengulangan selama 60 hari pengamatan. Limbah jeroan ikan digunakan sebagai substrat organik, sedangkan lumpur mangrove berfungsi sebagai sumber mikroorganisme elektrogenik. Pengukuran tegangan dilakukan setiap hari menggunakan multimeter digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua perlakuan mampu menghasilkan energi listrik dengan kecenderungan peningkatan tegangan selama masa pengamatan. Tegangan rata-rata pada perlakuan dengan lumpur mangrove sebesar 0,7108 V, sedangkan perlakuan tanpa lumpur mangrove sebesar 0,7015 V. Tegangan maksimum yang diperoleh mencapai sekitar 0,78 V. Hasil uji statistik t-test menunjukkan bahwa perbedaan kedua perlakuan tidak signifikan secara statistik (p>0,05), namun secara deskriptif penambahan lumpur mangrove menghasilkan tegangan yang lebih tinggi dan mempercepat fase adaptasi mikroorganisme dalam sistem MFC. Penelitian ini membuktikan bahwa limbah jeroan ikan memiliki potensi sebagai sumber energi alternatif ramah lingkungan sekaligus mendukung pengelolaan limbah perikanan secara berkelanjutan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Efektivitas Daun Pandan Laut Berduri (Pandanus tectorius) dari Pesisir Pantai Amal Tarakan Sebagai Biosorben Limbah Industri Perikanan

2026•

Limbah hasil perikanan mengandung senyawa-senyawa seperti amonia, COD, tingkat kekeruhan dan keasaman (pH) yang ketika masuk ke lingkungan perairan dapat menyebabkan terjadinya pencemaran. Kandungan selulosa yang tinggi pada daun pandan laut berduri (Pandanus tectorius) dapat dimanfaatkan sebagai biosorben untuk menyerap senyawa-senyawa yang dapat mencemari perairan sehingga kondisi perairan dapat menjadi lebih baik. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis efektivitas daun pandan laut sebagai biosorben dalam menurunkan senyawa PH, COD, Kekeruhan dan amonia pada limbah hasil perikanan. Metode analisis ph menggunakan ph meter, amonia menggunakan spektrofotometer (SNI 06-6989; 30-2005), COD Menggunakan titrasi (SNI 6989.73; 2019) dan kekeruhan menggunakan Turbidimeter. Terdapat 5 perlakukan yakni A (perendaman 60 menit). B (perendaman 90 menit), C (perendaman 120 menit), D (perendaman 150 menit) dan E (tanpa perendaman serbuk daun pandan laut). Hasil uji ph tertinggi terdapat pada perlakuan C (9,28) dan terendah E (7,86). Hasil uji COD tertinggi perlakuan B (1824 mg/l) dan terendah E (48 mg/l). Hasil uji kekeruhan A (1581 NTU) dan terendah E (314 NTU). Hasil uji amonia tertinggi perlakukan perlakuan E (11.61 mg/l) dan terendah C (2,02 mg/l). Hasil uji menunjukkan terjadi penurunan senyawa amonia yang diberi perlakuan perendaman serbuk daun pandan laut sehingga dapat disimpulkan daun pandan laut memiliki efektivitas dalam mengabsor senyawa amonia pada limbah hasil perikanan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH MACAM PEMBENAH TANAH ORGANIK SEBAGAI PENDUKUNG PHONSKA UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata Strurt.)

2026•

Abstrak Pemberian bahan pembenah tanah menjadi tindakan penting dalam memperbaiki kualitas fisik, kimia dan hayati tanah pada lahan sub-optimal baik kering maupun basah, baik pembenah tanah alami maupun sintetik. Penggunaan pembenah tanah sebagai pendamping pupuk kimia guna memperbaiki sifat fisik tanah serta mendukung pertumbuhan tanaman secara optimal. Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh berbagai jenis pembenah tanah organik sebagai pendukung pupuk Phonska terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis (Zea mays saccharata Strurt.). Penelitian dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari enam perlakuan yaitu kontrol (P0), Phonska tunggal (P1), Phonska + limbah udang (P2), Phonska + kotoran sapi (P3), Phonska + kotoran ayam (P4) dan Phonska + arang sekam padi (P5). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kombinasi Phonska dengan pembenah tanah organik memberikan pengaruh nyata terhadap seluruh parameter pengamatan. Perlakuan Phonska + kotoran ayam (P4) memberikan hasil terbaik pada tinggi tanaman dan jumlah daun dengan nilain masing-masing 193,108 cm dan 12,542 helai. Pemberian Phonska + limbah udang (P2) memberikan hasil terbaik pada komponen hasil dengan rerata jumlah tongkol terbanyak (14,750 buah) dan berat kering berangkasan tertinggi (222,083 g). Sinergi antara pupuk anorganik dan pembenah organik terbukti efektif meningkatkan produktivitas jagung manis di lahan marginal.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PEMANFAATAN LIMBAH CAIR HASIL PRODUKSI KELAPA SAWIT MENJADI PUPUK ORGANIK CAIR DAN POTENSINYA SEBAGAI BAHAN AJAR DI SMK JURUSAN AGRIBISNIS TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Limbah cair pabrik kelapa sawit atau Palm Oil Mill Effluent (POME) merupakan limbah agroindustri yang mengandung bahan organik dan unsur hara cukup tinggi sehingga berpotensi dimanfaatkan sebagai pupuk organik cair (POC). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembuatan POC melalui fermentasi, menganalisis kandungan unsur hara nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K), serta mengkaji potensinya sebagai bahan ajar pada mata pelajaran Pembibitan dan Kultur Jaringan Tanaman di SMK Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari satu kontrol dan empat perlakuan, masing-masing enam ulangan. Fermentasi dilakukan selama dua minggu menggunakan EM4 dan molase. Data dianalisis dengan uji Kruskal-Wallis karena tidak berdistribusi normal dan tidak homogen. Hasil menunjukkan bahwa variasi konsentrasi limbah cair kelapa sawit berpengaruh signifikan terhadap kandungan N, P, dan K (Sig 0,05). Perlakuan 250 ml menghasilkan kandungan unsur hara tertinggi. POC dari limbah cair kelapa sawit berpotensi digunakan sebagai bahan ajar kontekstual yang mendukung pembelajaran berbasis lingkungan dan pertanian berkelanjutan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI POTENSI LIMBAH SAYURAN KUBIS SEBAGAI PAKAN SUBTITUSI PADA BUDIDAYA IKAN LELE DUMBO (Clarias garierpinus) DAN ANALISA KELAYAKAAN FINANSIAL

2025•

Pakan merupakan komponen biaya terbesar dalam kegiatan budidaya ikan lele dumbo (Clarias gariepinus), yang dapat mencapai lebih dari 60% dari total biaya produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembuatan pakan subtitusi dari limbah sayuran kubis untuk budidaya ikan lele dumbo, mengetahui tingkat pertumbuhan ikan lele dumbo akibat pemberian pakan limbah sayuran kubis, dan menganalisa kelayakan finansial usaha budidaya ikan lele dumbo yang menggunakan limbah sayuran kubis sebagai pakan subtitusi. Penelitian menggunakan Rancanagan acak kelompok yang terdiri dari empat perlakuan, yaitu P1 (100% pellet komersil), P2 (50 % pelet komersil + 50 % pelet limbah sayuran kubis), P3 (25 % pellet komersil + 75 % pelet limbah sayuran kubis), dan P4 (100 % pelet limbah sayuran kubis). Penelitian diulang 6 kali, sehingga terdapat 24 satuan percobaan. Parameter penelitian terdiri dari kandungan proksimat pellet limbah sayuran kubis, pertumbuhan ikan lele (Panjang dan berat ikan), FCR, efisiensi pakan, dan kelayakan finansial budidaya ikan lele dumbo dari perlakuan terbaik. Hasil penelitian ini, semua pakan substitusi berupa campuran pakan komersial dan limbah sayuran kubis, termasuk pakan berbahan 100% limbah sayuran kubis, telah memenuhi persyaratan mutu kimia pakan ikan lele sesuai SNI 9043-4:2022. Seluruh perlakuan pakan berpengaruh terhadap pertambahan panjang dan berat ikan lele, efisiensi pakan, serta nilai FCR, di mana perlakuan P1 (100% pakan komersial) menghasilkan pertumbuhan tertinggi, sedangkan perlakuan P2 (50% pakan komersial + 50% pakan limbah sayuran kubis) memberikan kinerja pemanfaatan pakan terbaik dengan nilai FCR terendah (9,83) dan efisiensi pakan tertinggi (81,14), yang menunjukkan adanya pemanfaatan nutrien yang lebih efisien melalui kombinasi pakan yang proporsional. Namun demikian, meskipun secara biologis P2 merupakan perlakuan terbaik berdasarkan FCR dan efisiensi pakan, hasil analisis kelayakan finansial menunjukkan bahwa usaha budidaya ikan lele dumbo dengan penggunaan pakan tersebut belum layak secara finansial untuk dikembangkan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pemanfaatan Limbah Kulit Udang Windu (Penaeus monodon) Sebagai Substrat Dalam Sistem Microbial Fuel Cell (MFC) Untuk Produksi Energi Listrik Dengan Penambahan Lumpur Mangrove

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pemanfaatan limbah kulit udang sebagai substrat dalam menghasilkan energi listrik menggunakan teknologi Microbial Fuel Cell (MFC) berhasil dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur potensial yang dihasilkan akibat adanya aktivitas dari bakteri yang terdapat pada substrat tersebut. Terdapat dua perlakuan untuk mengkonfirmasi adanya aktivitas bakteri. Perlakuan 2 yaitu hanya menggunakan limbah kulit udang windu sebagai substrat dan penambahan lumpur mangrove pada substrat. Tahap awal dari penelitian ini adalah proses hidrolisis limbah dengan menggunakan aquades (rasio 1:12 b/v) selama 24 jam, dilanjutkan dengan pemasangan elektroda karbon twill (anoda tenggelam, katoda di permukaan), serta pengukuran potensial listrik harian menggunakan multimeter digital. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa kedua perlakuan sama-sama mampu menghasilkan energi listrik. Namun, perlakuan 2 dengan penambahan lumpur mangrove menunjukkan kinerja lebih baik, ditandai dengan tegangan rata-rata 0,75 V serta puncak tertinggi 0,8665 V. Sebaliknya, perlakuan 1(tanpa lumpur mangrove) hanya menghasilkan rata-rata 0,61 V dengan tingkat fluktuasi yang lebih besar. Selain itu, penambahan lumpur mangrove terbukti mempercepat respons sistem dan meningkatkan kestabilan daya listrik yang dihasilkan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penambahan lumpur mangrove berperan signifikan dalam meningkatkan keanekaragaman mikroba dan mempercepat proses degradasi substrat, sehingga menghasilkan efisiensi konversi energi yang lebih tinggi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERBANDINGAN VARIASI STARTER MOL (mikroorganisme lokal) KULIT NANAS DAN LIMBAH IKAN SEBAGAI BIOAKTIVATOR DALAM PENGOMPOSAN

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kualitas mikroorganisme lokal (mol) kulit nanas dan mikroorganisme lokal (mol) limbah ikan sebagai bioaktivator dalam menguraikan limbah organik sayuran serta mengetahui mikroorganisme lokal (mol) yang lebih efektif digunakan sebagai bioaktivator dalam mempercepat proses penguraian limbah organik sayuran. Jenis penelitian yang dilakukan adalah eksperimental dengan memberikan 4 perlakuan penambahan bioaktivator mol kulit nanas (P1), mol limbah ikan (P2), mol kulit nanas + mol limbah ikan (P4), serta menggunakan kontrol (P0) sebagai pengendali perlakuan. Analisis data yaitu Uji Prasyarat (Uji Normalitas dan Uji Homogenitas), Uji Hipotesis (Anova Satu Arah) dan Uji Lanjut (Duncan). Parameter yang diukur meliputi suhu, pH, tekstur, warna, dan bau. Berdasarkan hasil pengamatan, kompos dengan penambahan bioaktivator mol kulit nanas membutuhkan waktu 19-21 hari untuk matang, sedangkan kompos dengan bioaktivator mol limbah ikan memerlukan waktu 23-27 hari. Uji statistik menggunakan metode One Way Analiysis of Variance (ANOVA) dengan tingkat signifikansi α 0,05 menunjukkan adanya perubahan yang signifikan antara kedua jenis bioaktivator. Dari parameter yang dianalisis, kompos dengan penambahan mol kulit nanas menunjukkan hasil yang lebih efektif dibandingkan dengan kompos yang menggunakan mol limbah ikan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KOMBINASI LIMBAH AIR CUCIAN BERAS DENGAN LIMBAH KULIT PISANG KEPOK DALAM PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR (POC) DAN PENGARUHNYA TERHADAP PERTUMBUHAN Ipomoea aquatica

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan dari kombinasi limbah air cucian beras dengan limbah kulit pisang kepok dalam menghasilkan POC dan menentukan pengaruh takaran yang berbeda pada media POC terhadap pertumbuhan tanaman kangkung (Ipomoea aquatica). Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimental berupa 4 perlakuan dari takaran limbah air cucian beras dengan limbah kulit pisang kepok yang berbeda dengan 3 kali pengulangan. Analisis data yaitu Uji Prasyarat (Uji Normalitas dan Uji Homogenitas), Uji Hipotesis (Anova Satu Arah) dan Uji Lanjut (Duncan). Selanjutnya dilakukan pengukuran suhu, pH, tekstur, warna, aroma, dan analisis unsur hara berupa C, N, P, K. Hasil penelitian menunjukkan takaran kombinasi yang efektif yaitu pada sampel P2 (POC) berupa limbah air cucian beras 500 ml + limbah kulit pisang kepok 1000 gr. Berdasarkan hasil penelitian pada takaran tersebut telah sesuai dengan standarisasi pembuatan pupuk organik cair. Hasil analisis data pada sampel P2 menunjukan pengaruh yang signifikan terhadap parameter pengamatan pada pertumbuhan Ipomoea aquatica.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

APLIKASI PUPUK LEPAS LAMBAT UREA BALL DENGAN PEMBUNGKUS ARANG DAN LIMBAH UDANG PADA TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays sacharata Sturt)

2024•

Penggunaan pupuk anorganik dan organik di Indonesia terus meningkat seiring dengan kemajuan teknologi dan perluasan lahan pertanian. Saat ini, pengolahan lahan di Indonesia masih sangat bergantung pada pupuk anorganik. Urea merupakan pupuk yang mempunyai daya serap dan pelarutan air yang sangat tinggi dan cepat. Untuk meningkatkan efektivitas penggunaan urea dan mengurangi kehilangan nitrogen, dapat direkayasa pupuk dalam bentuk slow release fertilizer. Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak kelompok (RAK) 1 faktor, 7 perlakuan dan 3 kali ulangan yaitu, P0 = Tanpa pemberian perlakuan (kontrol), P1 = urea = 6.7 g /tanaman, P2 = pembungkus arang tempurung kelapa = 333 g /tanaman, P3 = pembungkus limbah udang = 333 g /tanaman, P4 = urea + pembungkus arang tempurung kelapa = 6,7 g + 333 g /tanaman, P5 = urea + pembungkus limbah udang = 6,7 g + 333 g /tanaman, P6 = urea + pembungkus limbah udang + pembungkus arang tempurung kelapa = 6,7 g + 167 g + 167 g /tanaman. Perlakuan diberikan sebanyak 1 kali yaitu pada 12 hari setelah tanam. Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman, jumlah daun, berat basa dan kering jaringan tanaman, berat basah dan kering akar. Hasil penelitian ini menunjukan perlakuan P6 = urea + pembungkus limbah udang + pembungkus arang tempurung kelapa = 6,7 g + 167 g + 167 g/tanaman, memberikan nilai tertinggi pada tinggi tanaman, jumlah daun, berat basah dan berat kering jaringan tanaman, berat basah dan kering akar dengan nilai berturut-turut adalah 96,38 cm, 5,16, 34,25 g, 19,86 g, 15,23 g dan 7,05 g.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH APLIKASI PUPUK ORGANIK CAIR LIMBAH UDANG PADA TANAMAN SAYURAN KANGKUNG(Ipomoea reptans poir), BAYAM(Amaranthus.sp) DAN SAWI(Brassica juncea.L)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tanaman kangkung(Ipomoea reptans poir) dapat ditanam mulai dari dataran rendah sampai dataran tinggi,dimana suatu ketinggian dapat mempengaruhu kualitas hasilnya.Kangkung merupakan jenis tanaman sayuran daun,dan termasuk kedalam family Convolvulaceae.Sawi hijau(Brassica juncea.L) termasuk kedalam jenis tanaman sayuran daun dari keluarga cruciferae yang mempunyai nilai ekonomis yang cukup.Sumber gizi yang terkandung kedalam tanaman sawi yaitu terdiri dari besi,protein,lemak,karbohidrat,serat,kalsium,fosfor,besi dan berbagai jenis vitamin lainnya seperti vitamin A,vitamin B1,vitamin B2,vitamin B3 dan tentu saja vitamin C.Bayam(Amaranthus.sp) merupakan salah satu jenis tanaman yang biasa ditanami menjadi tanaman sayuran yang bisa untuk dikonsumsi oleh banyak orang, yang dimana bagian sayuran yang bisa dimakan yaitu pada bagian daun.Udang merupakan bahan makanan yang tentu saja banyak mengandung vitamin A,vitamin E,vitamin B1,kalori,lemak,protein dan juga tentu saja banyak mengandung zat kapur,mineral,fosfor,potassium yang sangat baik untuk tubuh.Untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik cair limbah udang terhadap pertumbuhan tanaman sayuran kangkung,bayam dan sawi.Penelitian ini dilaksanakan di Jl.Camar IV RT 03 NO 91 Juata Permai Kota Tarakan,Kalimantan Utara pada bulan Juni 2023.Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak kelompok (RAK) dengan satu faktor perlakuan sebagai berikut:C1:Tanaman Sawi,C2:Tanaman Bayam,dan C3:Tanaman Kangkung.Berdasarkan penelitian kajian metode aplikasi pupuk organik cair limbah udang pada beberapa tanaman sayuran kangkung,sawi dan bayam,dapat diketahui dengan melalui rangkaian penelitian dengan dilanjutkan pengamatan yang terdiri dari tiga parameter yaitu tinggi tanaman,panjang daun tanaman,dan jumlah daun.Pada hasil penelitian ini dapat diambil kesimpulan yaitu pada hasil data grafik dengan pemberian pupuk organik cair(POC) limbah udang terjadinya peningkatan tinggi tanaman,panjang daun,dan jumlah daun untuk tanaman sawi,bayam dan kangkung.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PEMANFAATAN LIMBAH CANGKANG KERANG KAPAH (Meretrix sp) YANG DIKALSINASI PADAH SUHU 500 C TERHADAP LIMBAH CAIR INDUSTRI PERIKANAN KOTA TARAKAN

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Limbah kerang merupakan sisa-sisa kerang yang tidak dapat dimakan karena sifatnya yang keras.Cangkang kerang kapah (Meretrix sp) mengandung sekitar 87% kalsium oksida (CaO) yang berpotensi sebagai bahan dasar ekstraksi kalsium karbonat (CaCO3). Tujuan dari penelitian ini adalah Menganalisis pH, TSS, COD, dan amonia sebelum dan sesudah pemberian serbuk cangkang kerang kapah yang dikalsinasi pada suhu 500oc terhadap limbah cair industri perikanan. Penelitian ini dimulai dari pengambilan sampel, preparasi, pengujian senyawa aktif yang terdiri dari uji pH,COD,Amonia,TSS. Hasil analisis menunjukkan Pengukuran pH sebelum penambahan serbuk cangkang menunjukkan nilai tertinggi sebesar 8,81, sedangkan nilai terendah sebesar 8,66 setelah penambahan serbuk cangkang, pada pengujian parameter COD sebelum penambahan serbuk cangkang kerang kapah menunjukkan nilai tertinggi yaitu 272 mg/l. Namun setelah penambahan serbuk cangkang terlihat pengaruh yang signifikan dengan nilai terendah mencapai 16 mg/. hasil pengukuran kadar amonia pada limbah cair sebelum penambahan serbuk cangkang kerang kapah diperoleh nilai sebesar 30 mg/L. Dari hasil pengukuran kadar amonia setelah penambahan serbuk cangkang kerang kapah terlihat nilai tersebut mengalami penurunan, dengan nilai terendah mencapai 0,03 mg/L. Perlakuan dengan menggunakan serbuk cangkang kapah memberikan dampak terhadap total padatan tersuspensi (TSS) hal ini karena adanya partikel-partikel yang tidak larut dari serbuk cangkang kerang kapah baik yang kecil maupun yang besar dapat berdampak pada air karena partikel-partikel tersebut tidak larut dan tidak dapat mengendap.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENGGUNAAN LIMBAH PISANG KEPOK (Musa paradisiaca) YANG DI FERMENTASI TERHADAP PERTUMBUHAN CACING SUTRA (Tubifex sp)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pakan merupakan salah satu faktor penunjang keberhasilan usaha budidaya perairan. Pengelolaan dan manajemen yang baik diperlukan agar pakan yang diberikan bisa efisien dan efektif sehingga target produksi dapat tercapai. Pakan yang diberikan harus memenuhi syarat kuantitas dam kualitas yang baik berdasarkan nutrisi yang dibutuhkan oleh ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan limbah pisang kepok yang di fermentasi terhadap pertumbuhan cacing sutra (Tubifex sp.). Metode penelitian meliputi pengukuran pertumbuhan biomassa dan Laju Pertumbuhan Spesifik (LPS) cacing sutra serta mengukur parameter kualitas air. Data penelitian dianalisis secara statistik menggunakan bantuan software pengolah data statistik. Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan terbaik biomassa cacing sutra didapatkan pada perlakuan D dengan dosis 30 gram/wadah sebesar 75,91 gram, dengan nilai LPS sebesar 21,206% per hari. Pengukuran kualitas air yang meliputi suhu, pH dan DO menunjukkan masih pada kisaran yang optimal untuk pertumbuhan dan perkembangan cacing sutra. Bisa disimpulkan bahwa pemberian pakan limbah pisang kepok memberikan pengaruh yang positif terhadap pertumbuhan dan perkembangan cacing sutra.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH MACAM BAHAN COATING UREA PADA SLOW RELEASE FERTILIZER TERHADAP PELEPASAN NITROGEN MENGGUNAKAN KINETIKA PELEPASAN FIRST ORDER

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ketersediaan Nitrogen dalam tanah merupakan salah satu permasalahan dalam pemupukan nitrogen (N). Nitrogen merupakan unsur hara makro primer yang dibutuhkan dalam jumlah yang banyak, namun ketersediaannya dalam tanah tergolong sangat rendah. Dinamika cepat tersedia dari pupuk N anorganik serta tingginya kehilangan nitrogen melalui pencucian dan penguapan menjadikan aplikasi pupuk N anorganik kurang efisien. Teknologi yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan efisiensi N adalah dengan teknologi pupuk lambat tersedia (slow release fertilizer) menggunakan bahan organik. Penelitian ini bertujuan untuk menguji formula pupuk SRF dengan menggunakan bahan pendukung urea-organik dalam melepaskan hara N di tanah marginal dan mengetahui laju dan pola pelepasan nitrogen dari formula SRF yang dihitung menggunakan kinetika pelepasan first orde. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok yang terdiri dari 5 perlakuan yaitu Kontrol (K), P1 (Urea tanpa coating), P2: Urea-Arang sekam (1:1), P3: Urea-Arang tempurung kelapa (1:1), P4: Urea-Limbah udang (1:1). Percobaan diinkubasi dilakukan selama 2, 4, 6 dan 8 minggu di dua lokasi berbeda yaitu laboratorium dan lahan. Hasil penelitian menunjukan bahwa arang tempurung kelapa dan limbah udang sangat baik sebagai pendukung dalam formula SRF. Formulasi Urea-Arang tempurung kelapa sangat baik dalam mengontrol pelepasan NO3-. Sedangkan formulasi Urea-Limbah udang sangat baik dalam mengontrol pelepasan NO3- berdasarkan pelepasan kinetika first order.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENGGUNAAN LIMBAH ORGANIK DENGAN DOSIS YANG BERBEDA TERHADAP LAJU PERTUMBUHAN PAKAN ALAMI IKAN JENIS CACING SUTRA (Tubifex sp.)

2024•

Pakan merupakan salah satu faktor yang penting dalam usaha budidaya perikanan. Pakan alami merupakan pakan yang sudah tersedia di alam. Pakan alami yang banyak digunakan dalah cacing sutra (Tubifex sp). Tujuan Penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh pengunaan limbah organik terhadap pertumbuhan Cacing sutra (Tubifex sp). Penelitian ini mengunakan metode eksperimen dengan model Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan variabel uji yaitu berupa perbedaan dosis pakan : A= 0 gr/wadah, B= 35 gr/wadah, C= 40 gr/wadah dan D= 45 gr/wadah yang diberikan selama 21 hari. Pakan yang diberikan merupakan hasil fermentasi dengan komposisi di antaranya yaitu limbah kulit pisang kepok 20%, dedak 20%, ampas tahu 40%, EM4 10% dan Molase Tebu 10%. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan D dengan dosis 45 gram pakan didapatkan rata-rata pertumbuhan tertinggi yaitu 76,50 gram dengan populasi 87.975 ekor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan perlakuan memberikan pengaruh sangat nyata (P0,05) terhadap pertumbuhan cacing sutra, menunjukan bahwa ratarata pertumbuhan keempat perlakuan berbeda secara signifikan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGATURAN PENGELOLAAN LIMBAH BERBAHAYA DAN BERACUN DI PUSKESMAS KOTA TARAKAN

2024•

ABSTRAK Pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana kebijakan puskesmas khususnya kota tarakan dalam mengelola limbah B3 karena menyangkut kesehatan dalam lingkungan. Seperti yang diketahui bahwa Kesehatan merupakan hal terpenting yang diperlukan oleh tubuh manusia. Upaya peningkatan kualitas hidup manusia di bidang kesehatan, merupakan suatu usaha yang sangat luas dan menyeluruh, usaha tersebut meliputi peningkatan kesehatan masyarakat baik fisik maupun non fisik. Berdasarkan Undang-Undang No 7 Tahun 2023 tentang Kesehatan, bahwa semua orang tidak diperbolehkan untuk menggelar pembuangan limbah dan/atau bahan ke media lingkungan hidup tanpa perizinan. Dalam mengelola limbah medis, sebaiknya perhatikan terlebih dahulu tata cara yang tercantum dalam Peraturan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Nomor P.56/MENLHKSETJEN/2015 tentang Tata Cara dan Persyaratan Teknis Pengelolaan Limbah. Fasilitas pelayanan kesehatan yang mengandung bahan berbahaya dan beracun sehingga pengolahan limbah medis tidak menimbulkan pencemaran atau penularan penyakit. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan tipe penelitian hukum normatif. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pendekatan Undang-Undang (Statute Approach) dan Pendekatan Konseptual (Conceptual Approach). Evaluasi pengelolaan limbah padat medis yang dilakukan di Puskesmas masyarakat menunjukkan bahwa klasifikasi limbah padat medis adalah golongan B3 menurut Peraturan Menteri Kesehatan No. 7 Tahun 2019 karena mengelompokkan limbah menurut karakteristiknya, antara lain limbah infeksius, limbah patologis, limbah akut, limbah medis, limbah sitotoksik, dan limbah kimia. Kata Kunci:Limbah B3, Limbah Medis, Puskesmas

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Uji Pemberian Dosis Kompos Limbah Bulu Ayam dan Panjang Stek Terhadap Pertumbuhan dan Pembungaan Melati Putih (Jasminum sambac)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan mengetahui dosis kompos limbah bulu ayam terbaik, panjang stek terbaik dan kombinasi terbaik antara keduanya terhadap pertumbuhan dan pembungaan melati putih (Jasminum sambac). Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) 2 faktor. Faktor pertama dosis limbah bulu ayam yang terdiri dari 4 taraf yaitu D0 (tanpa kompos), D1 (26 g/polybag), D2 (47 g/polybag) dan D3 (68g/polybag) dan faktor kedua panjang stek terdiri dari 3 taraf yaitu P0 (10 cm), P1 (15 cm) dan P2 (20 cm) dengan kombinasi perlakuan yang berbeda terdapat 12 perlakuan dan setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 36 satuan percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dosis kompos limbah bulu ayam dengan dosis 68 g/polybag (D3) merupakan perlakuan terbaik terhadap pertumbuhan dan pembungaan melati putih (Jasminum sambac) pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun, panjang cabang, jumlah cabang, jumlah akar, panjang akar dan jumlah bunga. Perlakuan panjang stek batang 20 cm (P2) merupakan perlakuan terbaik terhadap pertumbuhan dan pembungaan melati putih (Jasminum sambac) pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang, panjang cabang, jumlah akar, panjang akar, berat akar dan jumlah bunga. Pemberian kompos limbah bulu ayam dengan dosis 68g/polybag (D3) dan panjang stek 20 cm (P2) merupakan kombinasi perlakuan terbaik terhadap pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang, panjang cabang, jumlah akar, panjang akar, berat akar dan jumlah bunga melati putih (Jasminum sambac) dibandingkan perlakuan lainnya.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGGUNAAN LIMBAH SAYUR KOL DAN AMPAS PADI TERHADAP PERTUMBUHAN PAKAN ALAMI JENISMAGGOT BLACK SOLDIER FLY (Hermetia illucens)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kebutuhan ikan akan protein bergantung pada ukuran ikan, jumlah, kuantitas pakan yang dimakan ikan. Semakin tinggi harga bahan pakan sumber protein tentu menjadi perhatian lebih bagi para pembudidaya karena biaya pakan merupakan komponen terbesar dalam kegiatan budidaya, salah satu cara dilakukan untuk meningkatkan produksi budidaya, yaitu melakukan riset untuk menghasilkan pakan yang ekonomis dengan kandungan nutrisi yang sesuai dengan kebutuhan ikan. Maggot merupakan salah satu sumber protein hewani tinggi karena mengandung kisaran protein 30-45%. maggot sendiri dapat dijadikan pilihan untuk penyediaan pakan karena mudah dikembangbiakan dan memiliki manfaat yang banyak termasuk dalam mengurai limbah organik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan persentase terbaik penggunaan ampas padi dan limbah sayur kol dalam pertumbuhan maggot secara optimal , Hasil dari berat terbaik maggot terdapat pada perlakuan D didapatkan total berat rata rata 243.66 gram yaitu pada perlakuan menggunakan ampas padi 50% dengan sayur kol 50%, mendapatkan hasil lebih tinggi dibandingkan perlakuan lainnya, sedangkan perlakuan A menggunakan limbah sayur kol 100% didapatkan total berat rata rata terendah yaitu 21.66 gram, dan 189.66 gram untuk perlakuan B, 191 gram untuk perlakuan C dan 209.33 gram untuk perlakuan E. Produksi maggot perlakuan terbaik terdapat pada perlakuan D (Dedak 50% + Sayur kol 50% ) menghasilkan total maggot sebanyak 4252.33 berbanding terbalik dengan perlakuan A menggunakan limbah sayur kol 100 % hanya menghasilkan 828.66, Dilihat kondisi lingkungannya, magot menyukai kondisi lingkungan yang lembab dan banyak mengandung nutrien, Sedangkan maggot tidak menyukai media yang berair dan becek seperti pada perlakuan A maka menyebabkan maggot kesulitan dalam masa pertumbuhan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pertumbuhan Populasi Kutu Air (Daphnia sp.) Dengan Media dan Sumber Pakan Dari Air Limbah Budidaya Ikan Lele Dan Kotoran Ayam

2024•

Kutu air atau Daphnia sp. salah satu pakan alami yang dimanfaatkan organisme sebagai sumber nutrisi terutama untuk kegiatan pembenihan, keberhasil budidaya ditentukan oleh pakan yang berkualitas baik khususnya yaitu pada fase pembenihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan air limbah budidaya ikan lele dan kotoran ayam sebagai media pertumbuhan populasi Daphnia sp. penelitian ini mengunakan metode eksperimen dengan model Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 5 perlakuan dan 3 ulangan yaitu perlakuan Kontrol (100% air bersih), P1 (25% air limbah lele ( 75% air bersih), P2 (50% air limbah lele ( 50% air bersih), P3 (75% air limbah lele ( 25% air bersih), P4 (100% air limbah lele). Parameter yang diamati adalah pertumbuhan populasi Daphnia sp. dan kualitas air. Data di analisis dengan analisis sidik ragam (ANOVA) dan dilanjut dengan uji duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengunaan air limbah budidaya ikan lele dan kotoran ayam mempengaruhi pertambahan populasi Daphnia sp. Populasi Daphnia sp. tertinggi di peroleh pada perlakuan P4 dengan dosis 100% air limbah budidaya ikan lele + 15 gram kotoran ayam, menghasilkan pertumbuhan populasi Daphnia sp. yang terbaik dengan jumlah 18.810 ind/l.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail