Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

11 hasil
Penulis: SUNARTI
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

Pertanggungjawaban pidana terhadap pelaku perkosaan yang mengakibatkan kehamilan perspektif hukum pidana

2026•

Kehamilan yang timbul akibat perkosaan merupakan sebuah kerugian permanen dengan dampak yang luas bagi korban, meliputi bidang fisik, psikologis, serta sosial ekonomi. Pemerintah wajib secara konstitusional melindungi dan menjamin hak perempuan yang menjadi korban kejahatan tersebut, serta memastikan mereka mendapatkan kepastian hukum yang adil melalui prosedur pertanggungjawaban pidana yang proporsional kepada pelaku. namun, dalam realitas terdapat jurang antara hukuman pidana yang dijatuhkan dan beban seumur hidup yang harus dipikul korban. Keputusan pengadilan masih cenderung mengadopsi keadilan (Retributif) yang menitikberatkan pada penjara bagi pelaku, sementara hak korban untuk mendapatkan pemulihan lewat (Restitusi) atau kompensasi materiil atas konsekuensi kehamilan sering diabaikan atau tidak dapat dilaksanakan secara efektif. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana pertanggungjawaban pidana dibentuk bagi pelaku perkosaan yang menyebabkan kehamilan sesuai dengan peraturan yang ada, serta menilai penerapan sanksi pidana dan pertimbangan hakim dalam memutus perkara tersebut agar tercapai keadilan bagi korban Penelitian ini memakai pendekatan perundang undangan, konseptual, serta studi kasus. Bahan hukumnya meliputi sumber primer, sekunder, dan non hukum. Jenis penelitiannya adalah penelitian hukum normatif. Menurut temuan penelitian, Penulis menyatakan bahwa kehamilan yang diakibatkan oleh perkosaan harus dianggap sebagai faktor pemberat (aggravating circumstance) dalam penetapan tanggung jawab pidana pelaku karena konsekuensinya yang bersifat permanen. Selain hukuman penjara, tanggung jawab pidana perlu diperluas lewat mekanisme Restitusi yang meliputi biaya perawatan medis, persalinan, dan pemeliharaan hidup anak sebagaimana diatur dalam Undang-Undang TPKSsebagai (lex specialis). Tindakan pelaku dalam Putusan Nomor 52/Pid. Sus/2023/PN Tar telah memenuhi unsur pidana, namun putusan yang diberikan belum optimal dalam mencapai keadilan (Restoratif ) karena tidak mencantumkan perintah pembayaran Restitusi secara konkret. Kurangnya pengawasan atas hak Restitusi membuat korban menanggung beban fisik dan finansial sendirian, sementara pelaku hanya menjalani hukuman yang bersifat sementara.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pertanggungjawaban pidana terhadap pelaku perkosaan yang mengakibatkan kehamilan perspektif hukum pidana

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kehamilan yang timbul akibat perkosaan merupakan sebuah kerugian permanen dengan dampak yang luas bagi korban, meliputi bidang fisik, psikologis, serta sosial ekonomi. Pemerintah wajib secara konstitusional melindungi dan menjamin hak perempuan yang menjadi korban kejahatan tersebut, serta memastikan mereka mendapatkan kepastian hukum yang adil melalui prosedur pertanggungjawaban pidana yang proporsional kepada pelaku. namun, dalam realitas terdapat jurang antara hukuman pidana yang dijatuhkan dan beban seumur hidup yang harus dipikul korban. Keputusan pengadilan masih cenderung mengadopsi keadilan (Retributif) yang menitikberatkan pada penjara bagi pelaku, sementara hak korban untuk mendapatkan pemulihan lewat (Restitusi) atau kompensasi materiil atas konsekuensi kehamilan sering diabaikan atau tidak dapat dilaksanakan secara efektif. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana pertanggungjawaban pidana dibentuk bagi pelaku perkosaan yang menyebabkan kehamilan sesuai dengan peraturan yang ada, serta menilai penerapan sanksi pidana dan pertimbangan hakim dalam memutus perkara tersebut agar tercapai keadilan bagi korban Penelitian ini memakai pendekatan perundang undangan, konseptual, serta studi kasus. Bahan hukumnya meliputi sumber primer, sekunder, dan non hukum. Jenis penelitiannya adalah penelitian hukum normatif. Menurut temuan penelitian, Penulis menyatakan bahwa kehamilan yang diakibatkan oleh perkosaan harus dianggap sebagai faktor pemberat (aggravating circumstance) dalam penetapan tanggung jawab pidana pelaku karena konsekuensinya yang bersifat permanen. Selain hukuman penjara, tanggung jawab pidana perlu diperluas lewat mekanisme Restitusi yang meliputi biaya perawatan medis, persalinan, dan pemeliharaan hidup anak sebagaimana diatur dalam Undang-Undang TPKSsebagai (lex specialis). Tindakan pelaku dalam Putusan Nomor 52/Pid. Sus/2023/PN Tar telah memenuhi unsur pidana, namun putusan yang diberikan belum optimal dalam mencapai keadilan (Restoratif ) karena tidak mencantumkan perintah pembayaran Restitusi secara konkret. Kurangnya pengawasan atas hak Restitusi membuat korban menanggung beban fisik dan finansial sendirian, sementara pelaku hanya menjalani hukuman yang bersifat sementara.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Analisis Komparatif Kinerja Keuangan berdasarkan PSAK 62 dan PSAK 117 terkait Pengukuran LIabilitas Kontrak Asuransi pada Perusahaan Asuransi yang terdafar di Bursa Efek Indonesia

2026•Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan kinerja keuangan perusahaan asuransi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia berdasarkan penerapan PSAK 62 dan PSAK 117, khususnya terkait pengukuran liabilitas kontrak asuransi. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif komparatif dengan desain berpasangan. Data penelitian berupa laporan keuangan sembilan perusahaan asuransi umum periode 2018–2024 yang disimulasikan menggunakan pendekatan PSAK 117 serta data riil kuartal I tahun 2025 sebagai representasi awal implementasi standar baru. Simulasi pengukuran liabilitas dilakukan dengan Premium Allocation Approach (PAA) melalui perhitungan Liability for Incurred Claims (LIC) dan Liability for Remaining Coverage (LRC). Variabel kinerja keuangan yang dianalisis meliputi Risk Based Capital (RBC), Loss Ratio, Return on Assets (ROA), dan Return on Equity (ROE). Hasil uji normalitas menunjukkan data tidak berdistribusi normal sehingga pengujian hipotesis dilakukan menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test. Temuan menunjukkan adanya perbedaan signifikan pada seluruh rasio kinerja keuangan antara pengukuran berbasis PSAK 62 dan PSAK 117. Penerapan PSAK 117 cenderung meningkatkan nilai liabilitas kontrak asuransi yang berdampak pada penurunan RBC dan rasio profitabilitas, serta perubahan loss ratio.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Komparatif Kinerja Keuangan berdasarkan PSAK 62 dan PSAK 117 terkait Pengukuran LIabilitas Kontrak Asuransi pada Perusahaan Asuransi yang terdafar di Bursa Efek Indonesia

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan kinerja keuangan perusahaan asuransi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia berdasarkan penerapan PSAK 62 dan PSAK 117, khususnya terkait pengukuran liabilitas kontrak asuransi. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif komparatif dengan desain berpasangan. Data penelitian berupa laporan keuangan sembilan perusahaan asuransi umum periode 2018–2024 yang disimulasikan menggunakan pendekatan PSAK 117 serta data riil kuartal I tahun 2025 sebagai representasi awal implementasi standar baru. Simulasi pengukuran liabilitas dilakukan dengan Premium Allocation Approach (PAA) melalui perhitungan Liability for Incurred Claims (LIC) dan Liability for Remaining Coverage (LRC). Variabel kinerja keuangan yang dianalisis meliputi Risk Based Capital (RBC), Loss Ratio, Return on Assets (ROA), dan Return on Equity (ROE). Hasil uji normalitas menunjukkan data tidak berdistribusi normal sehingga pengujian hipotesis dilakukan menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test. Temuan menunjukkan adanya perbedaan signifikan pada seluruh rasio kinerja keuangan antara pengukuran berbasis PSAK 62 dan PSAK 117. Penerapan PSAK 117 cenderung meningkatkan nilai liabilitas kontrak asuransi yang berdampak pada penurunan RBC dan rasio profitabilitas, serta perubahan loss ratio.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PEMANFAATAN KOMPOSIT KITOSAN DARI KULIT UDANG DAN CaO KERANG KAPAH (Meretrix sp) SEBAGAI ADSORBEN MANGAN (Mn)2+

2023•

Limbah kulit udang di Kota Tarakan cukup melimpah. Saat ini hanya dimanfaatkan sebagai campuran pakan ternak, padahal kulit udang dapat dijadikan sebagai kitosan. Selain limbah kulit udang, cangkang kerang kapah juga menghasilkan limbah yang dibuang begitu saja tanpa diolah terlebih dahulu, padahal limbah ini berpotensi sebagai sumber mineral salah satunya kalsium oksida atau CaO. Kalsium pada kerang kapah secara fisik mempunyai pori-pori yang memungkinkan memiliki kemampuan mengadsorpsi atau menyerap zat-zat lain ke dalam permukaan pori-pori sehingga dapat dijadikan sebagai adsorben. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kemampuan adsorbsi dari kitosan CaO dalam penyerapan ion logam Mn 2+ . Prosedur yang digunakan pada penelitian ini dimulai dengan proses isolasi kulit udang menjadi kitosan melalui tahap deproteinasi, demineralisasi, dan deasetilasi dengan rendemen sebesar 10,42 %. Hasil FTIR dari kitosan menyatakan bahwa kitosan berhasil di sintesis dan derajat deasetilasi kitosan yang didapatkan sebesar 76 % untuk kitosan yang tersinstesis. Kerang kapah dikalsinasi pada suhu 900ºC untuk menghasilkan CaO. Hasil karakterisasi XRD menunjukkan terbentuk 2 mineral yaitu CaO dan Ca (OH)2. CaO dicirikan dengan munculnya puncak pada sudut 2ϴ sebesar 32,25°, 37,39°, dan 53,89°, sedangkan puncak Ca (OH)2 pada sudut 2ϴ sebesar 18,13°,29,45°, 34,17°, 36,01°, 43,20°, dan 50,97°. Komposit kitosan CaO disintesis dengan cara mencampurkan kitosan dan CaO. Hasil karakterisasi FTIR komposit menyatakan bahwa terdapat kandungan kitosan dan CaO. Uji AAS dilakukan untuk mengukur kadar logam Mn2+ hasil penyerapan oleh adsorben kitosan-CaO. Hasil persentase adsorbsi tertinggi mencapai sebesar 81,43 % pada konsentrasi adsorben 2,0 g/100mL.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengembangan permainan edukatif (permainan detektif) untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa di SMK Negeri 2 tarakan

2023•Koleksi Perpustakaan

SUNARTI 2022 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kelayakan media pengembangan permainan edukatif (permainan detektif) untuk meningkatkan kemampuan berfikir kritis siswa di SMK Negeri 2 Tarakan, yang ditinjau berdasarkan dari validasi ahli media/ desain, ahli materi dan bahasa, serta kelayakan yang diperoleh dari respon siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian Research and Development (R&D) Prosedur penelitianan dan pengembangan dalam penelitian ini berdasarkan alur model penelitian dan pengembangan yang dimodifikasi oleh Borg and Gall dalam Sugiyono (2015). Dimodifikasi dengan tahapan yaitu: 1)Potensi dan masalah, 2)Pengumpulan data, 3)Desain produk, 4)Validasi desain, 5)Revisi desain, 6)Uji coba produk, 7)Revisi Produk. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah lembar validasi dan angket respon siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan simpel random sampling yang dilakukan dikelas XI SMK N 2 Tarakan sebanyak 30 siswa. Teknik analisis data hasil validasi yang diperoleh dari ahli media/desain sebesar 79% dengan kategori layak, ditinjau dari penilaian yang dilakukan berdasarkan aspek penilaian kelayakan sebuah media. Hasil validasi ahli materi serta bahasa memperoleh presentase 96% dan terkategori sangat layak ditinjau dari materi dan bahasa yang relevan dengan kompetensi siswa. Hasil respon siswa pada uji coba pemakaian memperoleh hasil 89,93% dengan kategori sangat layak. Sehingga dapat disimpulkan dari berbagai penilaian dari validator ahli media/ desain, ahli materi da bahasa, serta respon siswa maka media permainan edukatif (permainan detektif) dinyatakan sangat layak digunakan dalam proses layanan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PEMANFAATAN KOMPOSIT KITOSAN DARI KULIT UDANG DAN CaO KERANG KAPAH (Meretrix sp) SEBAGAI ADSORBEN MANGAN (Mn)2+

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Limbah kulit udang di Kota Tarakan cukup melimpah. Saat ini hanya dimanfaatkan sebagai campuran pakan ternak, padahal kulit udang dapat dijadikan sebagai kitosan. Selain limbah kulit udang, cangkang kerang kapah juga menghasilkan limbah yang dibuang begitu saja tanpa diolah terlebih dahulu, padahal limbah ini berpotensi sebagai sumber mineral salah satunya kalsium oksida atau CaO. Kalsium pada kerang kapah secara fisik mempunyai pori-pori yang memungkinkan memiliki kemampuan mengadsorpsi atau menyerap zat-zat lain ke dalam permukaan pori-pori sehingga dapat dijadikan sebagai adsorben. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kemampuan adsorbsi dari kitosan CaO dalam penyerapan ion logam Mn 2+ . Prosedur yang digunakan pada penelitian ini dimulai dengan proses isolasi kulit udang menjadi kitosan melalui tahap deproteinasi, demineralisasi, dan deasetilasi dengan rendemen sebesar 10,42 %. Hasil FTIR dari kitosan menyatakan bahwa kitosan berhasil di sintesis dan derajat deasetilasi kitosan yang didapatkan sebesar 76 % untuk kitosan yang tersinstesis. Kerang kapah dikalsinasi pada suhu 900ºC untuk menghasilkan CaO. Hasil karakterisasi XRD menunjukkan terbentuk 2 mineral yaitu CaO dan Ca (OH)2. CaO dicirikan dengan munculnya puncak pada sudut 2ϴ sebesar 32,25°, 37,39°, dan 53,89°, sedangkan puncak Ca (OH)2 pada sudut 2ϴ sebesar 18,13°,29,45°, 34,17°, 36,01°, 43,20°, dan 50,97°. Komposit kitosan CaO disintesis dengan cara mencampurkan kitosan dan CaO. Hasil karakterisasi FTIR komposit menyatakan bahwa terdapat kandungan kitosan dan CaO. Uji AAS dilakukan untuk mengukur kadar logam Mn2+ hasil penyerapan oleh adsorben kitosan-CaO. Hasil persentase adsorbsi tertinggi mencapai sebesar 81,43 % pada konsentrasi adsorben 2,0 g/100mL.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengembangan permainan edukatif (permainan detektif) untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa di SMK Negeri 2 tarakan

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

SUNARTI 2022 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kelayakan media pengembangan permainan edukatif (permainan detektif) untuk meningkatkan kemampuan berfikir kritis siswa di SMK Negeri 2 Tarakan, yang ditinjau berdasarkan dari validasi ahli media/ desain, ahli materi dan bahasa, serta kelayakan yang diperoleh dari respon siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian Research and Development (R&D) Prosedur penelitianan dan pengembangan dalam penelitian ini berdasarkan alur model penelitian dan pengembangan yang dimodifikasi oleh Borg and Gall dalam Sugiyono (2015). Dimodifikasi dengan tahapan yaitu: 1)Potensi dan masalah, 2)Pengumpulan data, 3)Desain produk, 4)Validasi desain, 5)Revisi desain, 6)Uji coba produk, 7)Revisi Produk. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah lembar validasi dan angket respon siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan simpel random sampling yang dilakukan dikelas XI SMK N 2 Tarakan sebanyak 30 siswa. Teknik analisis data hasil validasi yang diperoleh dari ahli media/desain sebesar 79% dengan kategori layak, ditinjau dari penilaian yang dilakukan berdasarkan aspek penilaian kelayakan sebuah media. Hasil validasi ahli materi serta bahasa memperoleh presentase 96% dan terkategori sangat layak ditinjau dari materi dan bahasa yang relevan dengan kompetensi siswa. Hasil respon siswa pada uji coba pemakaian memperoleh hasil 89,93% dengan kategori sangat layak. Sehingga dapat disimpulkan dari berbagai penilaian dari validator ahli media/ desain, ahli materi da bahasa, serta respon siswa maka media permainan edukatif (permainan detektif) dinyatakan sangat layak digunakan dalam proses layanan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Pengetahuan dan Efikasi Diri Pasien dalam Pencegahan Ulkus Kaki Diabetik

2023•Koleksi Perpustakaan

Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Pengetahuan dan Efikasi Diri Pasien dalam Pencegahan Ulkus Kaki Diabetik Abstrak Penyakit diabetes melitus jika tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan komplikasi akut dan kronis, salah satunya adalah ulkus kaki diabetik. Ulkus kaki diabetik dapat dicegah dengan pengelolaan kaki secara komprehensif meliputi penilaian resiko, perawatan kaki, pendidikan dan dukungan tim multidisiplin. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan dan efikasi diri pasien dalam pencegahan ulkus kaki diabetik. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan desain quasy experiment pre test-post test control group desain. Sampel adalah penderita DM yang belum mempunyai ulkus kaki diabetik yang dirawat di Rumah Sakit Umum Kota Tarakan. Tehnik pengambilan sampel menggunakan sistematis sampling dengan jumlah sampel 18 orang pada kelompok perlakuan dan 18 orang kelompok kontrol. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan Wilcoxon Sign Rank Test dan Mann Whitney U Test. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan signifikan nilai pengetahuan (p=0,001) dan efikasi diri (p=0,001) setelah diberikan pendidikan kesehatan antara kelompok perlakuan dan kontrol. Pendidikan kesehatan dapat meningkatkan pengetahuan dan efikasi diri pasien. Pendidikan kesehatan berpengaruh terhadap pengetahuan dan efikasi diri pasien dalam pencegahan ulkus kaki diabetik.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Pengetahuan dan Efikasi Diri Pasien dalam Pencegahan Ulkus Kaki Diabetik

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Pengetahuan dan Efikasi Diri Pasien dalam Pencegahan Ulkus Kaki Diabetik Abstrak Penyakit diabetes melitus jika tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan komplikasi akut dan kronis, salah satunya adalah ulkus kaki diabetik. Ulkus kaki diabetik dapat dicegah dengan pengelolaan kaki secara komprehensif meliputi penilaian resiko, perawatan kaki, pendidikan dan dukungan tim multidisiplin. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan dan efikasi diri pasien dalam pencegahan ulkus kaki diabetik. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan desain quasy experiment pre test-post test control group desain. Sampel adalah penderita DM yang belum mempunyai ulkus kaki diabetik yang dirawat di Rumah Sakit Umum Kota Tarakan. Tehnik pengambilan sampel menggunakan sistematis sampling dengan jumlah sampel 18 orang pada kelompok perlakuan dan 18 orang kelompok kontrol. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan Wilcoxon Sign Rank Test dan Mann Whitney U Test. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan signifikan nilai pengetahuan (p=0,001) dan efikasi diri (p=0,001) setelah diberikan pendidikan kesehatan antara kelompok perlakuan dan kontrol. Pendidikan kesehatan dapat meningkatkan pengetahuan dan efikasi diri pasien. Pendidikan kesehatan berpengaruh terhadap pengetahuan dan efikasi diri pasien dalam pencegahan ulkus kaki diabetik.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA OLEH SISWA VISUAL DAN AUDITORI (STUDI KASUS PADA MATERI PERBANDINGAN KELAS VII-3 SMP NEGERI 12 TARAKAN)

2021•

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemecahan masalah siswa visual dan auditori di kelas VII-3 SMP Negeri 12 Tarakan pada materi perbandingan. Jenis penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII-3 SMP Negeri 12 Tarakan sebanyak 4 (empat) orang yang dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Dimana 4 (empat) siswa tersebut diantaranya 2 (dua) siswa visual dan 2 (dua) siswa auditori. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan analisis dokumentasi yang ditulis dalam catatan lapangan kemudian dianalisis menggunakan perjodohan pola, eksplanasi, dan deret waktu. Temuan penelitian berdasarkan analisis data dibedakan untuk siswa visual dan auditori. Siswa visual memiliki pemecahan masalah perbandingan masalah perbandingan mereka 1) dapat memahami masalah dengan cara membaca soal dengan cepat sambil menggerakkan bibir untuk membaca dalam hati, 2) dapat merencanakan penyelesaian menggunakan cara atau metode yang tepat dengan mencoret-coret kertas hitungan, 3) dapat melaksanakan rencana penyelesaian dengan rapi, teliti, dan teratur sesuai dengan rencana sebelumnya, dan 4) memeriksa kembali cenderung menggunakan gaya belajar kinestetik dengan membaca ulang yang di anggap penting pada penyelesaiannya. Sementara siswa auditori mereka 1) dapat memahami masalah perbandingan dengan cara membaca soal berulang kali dengan bersuara pelan. Siswa dapat mengungkapkan apa saja yang diketahui dan apa saja yang ditanyakan dengan bahasa sendiri, 2) dapat merencanakan penyelesian cenderung menggunakan gaya belajar kinestetik yaitu memilih metode mana yang benar untuk dapat digunakan untuk menyelesaikan soal dengan bahasa tubuh, 3) dapat melaksanakan rencana penyelesaian sesuai dengan rencana sebelumnya dengan berbicara sendiri terkait penyelesaian, dan 4) memeriksa kembali dengan membaca langkah demi langkah penyelesaian dan memperbaiki jika ada kesalahan namun ragu menuliskan perbaikannya. This research aimed at describing the problem solving by the visual and auditory students in VII-3 class of SMP Negeri 12 Tarakan on proportion learning material. This type of research was a case study under a qualitative approach. Four students from VII-3 class of SMP Negeri 12 Tarakan were selected using purposive sampling technique. Those four students as the representation of two visual students and two auditory students. The data were collected by observing, interviewing, and analyzing documents which were written in the form of field notes and then analyzed using match-making patterns, explanations, and time series. The findings based on data analysis were distinguished for visual and auditory students. The visual students were: (l) can understanding problems by reading the test items quickly while moving their lips to read silently, (2) can planning solutions using the right way or method by scribbling on the counting paper, (3) can carrying out the completion plan neatly, thoroughly, and regularly in accordance with the previous plan, and (4) can rechecking and tended to use a kinesthetic learning style by rereading what was considered important at its completion. While the auditory students were: (l) can understanding proportion problems by reading the questions repeatedly in a low voice. They could express what was known and what was asked in their own language, (2) can planning solutions and tended to use a kinesthetic learning styles, namely choosing which method was proper to be employed to solve problems by using body language, (3) can carrying out the completion plan according to the previous plan by talking to him/herself relating to the completion, and (4) rechecking by reading the solution step by step and correcting if there were mistakes but were doubtful to write down the corrections.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail