Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

24 hasil
Subjek: Pencemaran
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis karakteristik Air Sungai Riyap Sebagai Sumber Baku Air Tambak Udang Windu (Penaeus monodon)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Udang windu (Penaeus monodon) merupakan komoditas penting dalam budidaya tambak tradisional di Kabupaten Bulungan yang keberhasilan produksinya sangat bergantung pada kualitas air sumber. Sungai Riyap merupakan sumber utama air tambak di Desa Sajau Hilir, namun kondisi perairannya berpotensi dipengaruhi oleh aktivitas pertambakan, perkebunan, permukiman, serta dinamika pasang surut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik fisika-kimia air Sungai Riyap sebagai sumber baku air tambak udang windu dan menentukan status mutu air menggunakan metode Indeks Pencemaran (IP). Penelitian dilaksanakan pada Januari–Maret 2026 di empat stasiun yang mewakili bagian hulu, depan pintu tambak, area setelah aktivitas tambak, dan muara sungai. Pengambilan sampel dilakukan pada kondisi pasang dan surut. Parameter yang diamati meliputi suhu, salinitas, kecerahan, kecepatan arus, pH, oksigen terlarut (DO), amonia, nitrit, nitrat, dan fosfat. Hasil penelitian menunjukkan suhu berkisar 27–32 °C, salinitas 14–17 ppt, kecerahan 37–92 cm, kecepatan arus 0,6–0,9 m/detik, pH 5,7–7,0, DO 5,5–6,7 mg/L, amonia 0,045–0,467 mg/L, nitrit 0,063–0,374 mg/L, nitrat 0,618–0,949 mg/L, dan fosfat 0,023–0,038 mg/L. Suhu, salinitas, dan DO secara umum masih mendukung budidaya udang windu tradisional, sedangkan pH, amonia, nitrit, nitrat, fosfat, serta beberapa parameter fisik menunjukkan ketidaksesuaian terhadap kisaran yang dipersyaratkan. Nilai IP berkisar 2,7–11,0, terdiri atas 37,5% pengamatan tercemar ringan, 54,2% tercemar sedang, dan 8,3% tercemar berat. Rata-rata IP pada kondisi pasang sebesar 4,90, sedangkan pada kondisi surut meningkat menjadi 7,42, atau sekitar 51% lebih tinggi. Kondisi tercemar berat ditemukan pada Stasiun 3 dan Stasiun 4 saat surut bulan ketiga dengan IP masing-masing 10,1 dan 11,0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sungai Riyap masih berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber air tambak udang windu, tetapi memerlukan pengelolaan melalui pemilihan waktu pengambilan air saat pasang, penggunaan tandon atau kolam pengendapan, pengondisian pH, serta pemantauan kualitas air secara berkala. Kata kunci: indeks pencemaran; kualitas air; Sungai Riyap; tambak tradisional

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Evaluasi Tingkat Pencemaran Air Sungai Bengawan Di Kota Tarakan Menggunakan Metode Indeks Pencemaran.

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Sungai Bengawan di Kota Tarakan merupakan salah satu sumber daya perairan yang dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai keperluan, meliputi aktivitas domestik, perikanan, dan kegiatan ekonomi lainnya. Peningkatan aktivitas masyarakat di sekitar daerah aliran sungai (DAS) dapat meningkatkan potensi masuknya limbah domestik dan sumber pencemar lainnya ke dalam badan perairan, sehingga berisiko menyebabkan penurunan kualitas air. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya dilakukan evaluasi untuk mengetahui tingkat pencemaran dan status mutu air Sungai Bengawan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas air Sungai Bengawan berdasarkan parameter fisika dan kimia serta menentukan tingkat pencemarannya menggunakan metode Indeks Pencemaran (IP) yang mengacu pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 27 Tahun 2021. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pengambilan sampel air pada beberapa titik pengamatan yang mewakili wilayah hulu, tengah, dan hilir Sungai Bengawan. Parameter yang dianalisis meliputi suhu, pH, kecerahan, kekeruhan, Total Suspended Solids (TSS), Dissolved Oxygen (DO), Biological Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD), amonia total, dan ortofosfat. Hasil pengukuran kualitas air selanjutnya dibandingkan dengan baku mutu air kelas II sebagai dasar penentuan nilai Indeks Pencemaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas perairan Sungai Bengawan berada pada tingkat pencemaran ringan hingga sedang. Berdasarkan hasil perhitungan Indeks Pencemaran, nilai indeks pada bagian hulu sebesar 3,5, bagian tengah sebesar 3,5, dan bagian hilir sebesar 1,8. Hasil tersebut menunjukkan adanya variasi tingkat pencemaran antarwilayah pengamatan, dengan nilai Indeks Pencemaran yang lebih rendah pada bagian hilir dibandingkan dengan bagian hulu dan tengah.Hasil tersebut menunjukkan adanya pencemaran pada setiap wilayah pengamatan dengan tingkat pencemaran yang berbeda. Oleh karena itu, diperlukan upaya pengelolaan dan pengendalian pencemaran secara berkelanjutan guna mempertahankan kualitas air serta menjaga keberlanjutan fungsi Sungai Bengawan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERAN LEMBAGA ADAT DALAM MENCEGAH PENCEMARAN SUNGAI DI DESA LONG AMPUNG KECAMATAN KAYAN SELATAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitan ini bertujuan untuk menganalisis Peran Lembaga Adat Dalam Mencegah Pencemaran Sungai di Desa Long Ampung Kecamatan Kayan Selatan. Berdasarkan latar belakang, maka dua permasalahan yang diangkat dalam penelitan ini adalah, Peran lembaga adat dalam menjaga kebersihan dan kelestarian sungai di Desa Long Ampung dan yang kedua adalah efektivitas peran lembaga adat dalam menegakkan aturan terkait pencemaran sungai. Penelitan ini menggunkan tipe penelitian hukum normatif, dengan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan peraturan perundang-undangan (Statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Berdasarkan hasil penelitian, Lembaga adat Desa Long Ampung berperan menjaga kebersihan dan kelestarian sungai melalui aturan adat, konservasi, dan edukasi. Mereka melarang pembuangan limbah serta penggunaan bahan kimia berbahaya, menerapkan sistem Tana' Ulen untuk menjaga ekosistem, dan mengatur penangkapan ikan secara berkelanjutan. Kepercayaan terhadap roh penjaga sungai juga mendorong penghormatan terhadap alam, yang diwujudkan dalam ritual adat seperti Peti Nyin. Efektivitas lembaga adat dalam menegakkan aturan pencemaran sungai di Desa Long Ampung berjalan efektif karena berlandaskan pada Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa dan Perda Kabupaten Malinau Nomor 10 Tahun 2012 tentang Pengakuan dan Perlindungan Hak-Hak Masyarakat Adat. Hukum adat diakui sebagai bentuk kearifan lokal yang sah dan mampu menyelesaikan persoalan secara damai. Penerapan sanksi adat, seperti denda, bersifat preventif dan efektif mencegah pelanggaran berulang.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

TINJAUAN KRIMINOLOGI PERBUATAN PENCEMARAN NAMA BAIK MELALUI SARANA ARTIFICIAL INTELLIGENCE

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Perkembangan teknologi artificial intelligence (AI) membuka peluang penyalahgunaan baru dalam bentuk pencemaran nama baik digital, khususnya melalui teknologi deepfake yang mampu memanipulasi wajah, suara, dan identitas seseorang secara realistis sehingga sulit dibedakan dari konten asli. Regulasi yang ada yaitu Pasal 27A UU ITE dan Pasal 433 KUHP Nasional belum secara khusus mengatur penyalahgunaan AI, sehingga muncul celah hukum yang dimanfaatkan pelaku. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tinjauan kriminologi terhadap pencemaran nama baik melalui sarana AI serta fungsi kriminologi terhadap pertanggungjawaban pidana atas perbuatan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan konseptual, pendekatan perundang-undangan, dan pendekatan kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejahatan ini diminati dan terus berulang karena seseorang mempelajari manipulasi konten melalui komunitas digital yang menormalisasi perilaku tersebut, didukung teknologi AI yang mudah diakses, gratis, dan tersedia tutorialnya, serta didorong oleh motif ekonomi, balas dendam, rendahnya empati, dan anonimitas ruang siber yang melemahkan kontrol moral pelaku. Kriminologi berfungsi dalam pertanggungjawaban pidana melalui analisis motif pelaku sebagai dasar penilaian mens rea, pembuktian unsur kesalahan melalui analisis pola perilaku digital, penentuan pihak yang bertanggung jawab mulai dari pembuat konten, penyebar, hingga platform digital yang lalai, serta sebagai landasan ilmiah pembaruan hukum pidana yang lebih responsif terhadap perkembangan kejahatan berbasis AI. Penelitian ini menyarankan agar masyarakat meningkatkan literasi digital, penegak hukum mengoptimalkan kapasitas forensik digital, lembaga legislatif bersama pemerintah segera membentuk regulasi khusus yang mengatur penyalahgunaan AI dan deepfake dalam revisi UU ITE maupun KUHP Nasional, serta Penyedia Sistem Elektronik (PSE) dibatasi dan diawasi ketat oleh negara guna mencegah penyebaran konten manipulatif di ruang digital.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Problem Based Learning Berbasis Laboratorium Virtual Terhadap Hasil Belajar Kognitif Siswa SMP Pada Materi Pencemaran Lingkungan

2026•

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan model Problem Based Learning (PBL) berbasis laboratorium virtual terhadap hasil belajar kognitif siswa SMP pada materi pencemaran lingkungan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa serta kurang optimalnya penggunaan model pembelajaran yang mendorong keterlibatan aktif dan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuasi eksperimen dengan desain nonequivalent control group design. Subjek penelitian terdiri dari dua kelompok, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol yang tidak dipilih secara acak. Kedua kelompok diberikan pretest dan posttest. Kelas eksperimen diberi perlakuan berupa penerapan PBL berbasis laboratorium virtual, sedangkan kelas kontrol menggunakan pembelajaran multi-metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan penggunaan model PBL berbasis laboratorium virtual terhadap hasil belajar kognitif siswa. Hal ini ditunjukkan oleh nilai rata-rata posttest kelas eksperimen yang lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Selain itu, model ini juga mampu meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa, khususnya pada aspek analisis (C4) dan evaluasi (C5), serta meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran. Dengan demikian, model Problem Based Learning berbasis laboratorium virtual efektif digunakan sebagai alternatif pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar kognitif siswa pada materi pencemaran lingkungan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Perlindungan Hukum Korban Tindak Pidana Pencemaran Nama Baik Yang Berakibat Pada Budaya Pembatalan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk perlindungan hukum korban tindak pidana pencemaran nama baik yang berakibat pada budaya pembatalan (cancel culture) serta untuk mengetahui akibat hukum budaya pembatalan terhadap korban tindak pidana pencemaran nama baik. Budaya pembatalan dilakukan secara masif melalui sistem elektronik dan berpotensi menimbulkan kerugian materiil maupun immateriil bagi korban, seperti rusaknya reputasi, kehilangan pekerjaan, serta tekanan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk perlindungan hukum terhadap korban tindak pidana pencemaran nama baik yang berakibat pada budaya pembatalan serta akibat hukumnya dalam perspektif hukum pidana Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan hukum terhadap korban dilakukan melalui upaya preventif dan represif berdasarkan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, serta dapat diperkuat melalui pendekatan keadilan restoratif guna memulihkan nama baik dan martabat korban.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

TINJAUAN KRIMINOLOGI TERHADAP TINDAK PIDANA PENCEMARAN NAMA BAIK TERHADAP MANAJEMEN PERUSAHAAN UMUM DAERAH MELALUI MEDIA SOSIAL

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Terdapat beberapa kasus tindak pidana telah terjadi di masyarakat, bahkan merambah hingga ke kota Tarakan. Salah satu yang pernah terjadi di kota Tarakan adalah adanya video yang tersebar di media sosial yang diduga mengandung unsur black campaign berbuntut pada pelaporan hukum. Pelaporan yang dimaksud adalah dengan laporan yang berkaitan dengan pencatutan dan video pencemaran nama baik instansi yang menyeret dan menyangkut PDAM Tarakan sebagai salah satu perumda yang ada di kota Tarakan. Video tersebut diduga telah mencoreng nama BUMD, khususnya perumda PDAM Tirta Alam Tarakan yang selama ini aktif memberikan pelayanan dan keuntungan ke pemerintah kota Tarakan. Permasalahan adalah sebagai berikut: Faktor penyebab dan proses terjadinya tindak pidana pencemaran nama baik terhadap perusahaan umum daerah melalui media sosial dan Tanggung jawab pelaku pencemaran nama baik terhadap perusahaan umum daerah melalui media sosial. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah tipe penelitian hukum empiris. Lokasi penelitian adalah tempat dilaksanakannya penelitian yaitu pada salah satu perusahaan umum daerah di kota Tarakan. Populasi adalah keseluruhan objek penelitian yaitu seluruh perusahaan umum daerah di kota Tarakan. Sementara sampel adalah sebagian dari populasi sebagai gambaran hasil penelitian yaitu salah satu perusahaan umum daerah di kota Tarakan yaitu Perusahaan Umum Daerah Tirta Alam Tarakan. Jenis dan sumber data yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara dan observasi. Bahwa Faktor penyebab dan proses terjadinya tindak pidana pencemaran nama baik terhadap perusahaan umum daerah melalui media sosial adalah faktor media sosial dan internet karena saat ini masyarakat bisa dengan bebas dan leluasa mengakses media sosial kapan pun dan di mana pun sehingga masyarakat dengan sangat mudah tercemar oleh konten-konten yang ada dalam media sosial. Sehingga masyarakat bisa saja dengan mudah memposting atau mengeluarkan kata-kata yang menyinggung atau mencemarkan nama baik seseorang melalui media sosial menggunakan akun anonim. Bahwa Tanggung jawab pelaku pencemaran nama baik terhadap perusahaan umum daerah melalui media sosial adalah tanggung jawab sesuai yang tercantum dalam KUHP juga dapat merujuk pada Pasal 27A jo. Pasal 45 Ayat (4) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik yang mengatur setiap orang dengan sengaja menyerang kehormatan atau nama baik orang lain dengan cara menuduhkan suatu hal, dengan maksud supaya hal tersebut diketahui umum dalam bentuk informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang dilakukan melalui sistem elektronik dipidana penjara paling lama 2 tahun dan/atau denda paling banyak Rp400 juta Rupiah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENCEMARAN NAMA BAIK MELALUI MEDIA SOSIAL (Studi Kasus Putusan Nomor: 415/Pid.Sus/2020/PN Tar dan Putusan Nomor: 370/Pid.Sus/2018/PN Jkt.Sel)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini membahas mengenai pertanggungjawaban pidana terhadap pelaku tindak pidana pencemaran nama baik melalui media sosial dengan studi kasus Putusan Nomor 415/Pid.Sus/2020/PN Tarakan dan Putusan Nomor 370/Pid.Sus/2018/PN Jakarta Selatan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui bentuk pertanggungjawaban pidana yang dijatuhkan kepada pelaku serta pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan terhadap kasus pencemaran nama baik melalui media sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada Putusan Nomor 415/Pid.Sus/2020/PN Tar, terdakwa dijatuhi pidana penjara selama dua bulan dengan masa percobaan enam bulan dan denda sebesar Rp2.000.000,00, sedangkan pada Putusan Nomor 370/Pid.Sus/2018/PN Jakarta Selatan terdakwa dijatuhi pidana penjara selama satu tahun enam bulan. Perbedaan penjatuhan pidana ini dipengaruhi oleh keadaan yang memberatkan maupun meringankan terdakwa, adanya perdamaian, serta dampak yang ditimbulkan dari tindak pidana tersebut. Pertimbangan hakim dalam kedua putusan didasarkan pada fakta-fakta persidangan, tuntutan jaksa penuntut umum, serta alat bukti yang diajukan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pertanggungjawaban pidana dalam kasus pencemaran nama baik di media sosial tetap mengacu pada ketentuan Pasal 27 ayat (3) jo Pasal 45 ayat (3) UU ITE, namun penerapannya mempertimbangkan kondisi objektif dan subjektif terdakwa serta nilai keadilan yang hendak ditegakkan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KUALITAS AIR SUNGAI KAYAN DENGAN PENDEKATAN INDEKS PENCEMARAN DI TANJUNG SELOR PROVINSI KALIMANT AN UTARA

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Sungai Kayan berada Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara. Sungai ini merupakan salah satu sungai terbesar yang memiliki peran penting bagi masyarakat sekitarnya baik dari segi ekonomi, sosial, maupun ekologi. Pemanfaatannya seperti sarana transportasi, perikanan, pertanian, sumber air bersih, pariwisata dan rekreasi, dari kegiatan masyarakat tersebut berpotensi menyebabkan terjadinya pencemaran yang berdampak pada penurunan kualitas air Sungai Kayan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan Indeks Pencemaran (IP) Sungai Kayan berdasarkan parameter fisika, kimia dan biologi. Metode yang digunakan pada penelitian ini deskriptif kuantitatif. Lokasi pengambilan sampel dilakukan pada empat stasiun mengunakan metode purposive sampling dan metode grab sampling lokasi Stasiun 1 terletak di Tanjung Palas, Stasiun 2 terletak di Tugu Cinta Damai, Stasiun 3 terletak di kawasan Instalasi PDAM dan Stasiun 4 di Selimau. Pengambilan sampel dilakukan pada waktu pagi dan sore hari dengan parameter fisika (suhu, kekeruhan, TSS dan TDS), kimia (pH, DO, BOD, COD, nitrat, fosfat, dan MBAS) dan biologi (E.coli). Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa aktivitas masyarakat di sepanjang Sungai Kayan berpengaruh terhadap kualitas air Sungai Kayan hal ini berdasarkan pada nilai indeks pencemaran menunjukkan bahwa kualitas air di pengambilan pagi dan sore pada Stasiun 1 nilai IP 3,79 dan 3,91. Stasiun 2 nilai IP 3,55 dan 3,78. Stasiun 3 nilain IP 3,63 dan 4,98 kategori cemar ringan sedangkan Stasiun 4 masuk dalam kategori cemar sedang dan cemar ringan dengan nilai IP 5,86 dan 4,66 . Nilai Indeks Kualitas Air (IKA) yaitu 47,5 kondisi tersebut termasuk kategori kurang. Berdasarkan hasil penelitian perlu dilakukan pengelolaan dan monitoring secara berkelanjutan terhadap Sungai Kayan agar pemanfaatannya tidak menimbulkan resiko.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS DAYA DUKUNG (CARRYING CAPACITY) PERAIRAN DALAM PENGELOLAAN PENGINAPAN LAUT (STILTED OVERWATER ACCOMMODATION) DI PULAU DERAWAN

2025•

Derawan Island remains a popular destination in East Kalimantan, but its coastal ecosystem, especially coral reefs and sea grass, are very vulnerable. The purpose of this study was to check the quality of seawater and the environmental carrying capacity around marine accommodation on Derawan Island. Samples were taken at eleven monitoring points, bith during high and low tide. The parameters analysed included temperature salinity, , brightness, dissolved oxygen (DO), total suspended solid (TSS), ammonia, orto-phoshate, and oil and fat. The results showed that TSS was stable at a low of 0,0115 mg/L, meaning that sediment from human activities was very minimal. Ammonia was slightly higher during the low tide phase at 0,0022-0,0023 mg/L, possibly due to accumulated organic water, but still below the quality standard limit. Phosphate remained consistent at 0.0011 mg/L and mostly came from natural processes, while oil and fat fluctuated between 0,0002-0,0011 mg/L, with some point having an influence from human activities. The Sea Water Quality Index (IKAL) was recorded at 81.16-95-.93 percent, categorized as good to very good, with TSS as the main determinant. In terms of carrying capacity, the assimilation capacity of the waters is still adequate, although routine monitoring of phosphate and ammonia remains important to prevent eutrophication and accumulation of organic pollutans

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengujian bakteri Escherichia coli dan indeks kualitas air pada sungai bengawan kota tarakan

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Aktivitas di sepanjang bantaran Sungai Bengawan berpotensi menyebabkan tercemarnya perairan sungai. Aktivitas tersebut diantaranya seperti air limpasan perkebunan, peternakan dan ada beberapa rumah yang masih memiliki jamban yang langsung masuk ke dalam sungai maupun kegiatan manusia lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kandungan Coliform beserta indeks kualitas air pada Sungai Bengawan sehingga dapat memberikan gambaran tentang tingkat kebersihan atau pencemaran air sungai di tempat yang diteliti. Penentuan status mutu mengacu pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Kehutanan Nomor 27 Tahun 2021 tentang indeks kualitas lingkungan hidup, hasil pengukuran kualitas air dibandingkan dengan Baku Mutu Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 tentang baku mutu air sungai dan sejenisnya dan penentuan kelas air mengacu pada Peraturan Walikota Tarakan Nomor 04 Tahun 2010. Titik pengambilan sampel dilakukan sebanyak 5 stasiun. Parameter yang digunakan yaitu parameter Biologi, Fisika dan kimia seperti Total Coliform, Fecal Coli, Suhu, Kekeruhan, TSS, pH, DO, BOD, COD, Nitrat, Nitrit dan Fosfat Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sungai ini positif adanya bakteri Coliform. Hasil Bakteri Escherichia coli berkisar antara 565 - 1600 MPN/100 mL, Suhu 28-29 oC, TSS 20-47 mg/L, pH 6-6,2, DO5,7-7,8 mg/L, BOD 0,5-4,6 mg/L, COD 21,3-37,3 mg/L, Nitrat 0,44-1,15 mg/L, Nitrit 0,033-0,065 mg/L, fosfat 0,07-0,18 mg/L. Hasil perhitungan indeks pencemaran berkisar antara 3,54-5,17, kemudian dikonversi ke dalam indeks kualitas air menjadi 48. Nilai tersebut menunjukkan bahwa Sungai Bengawan masuk ke dalam kategori cemar sedang, sedangkan indeks kualitas air masuk ke dalam katagori kurang baik.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengawasan Pencemaran Lingkungan Yang Dihasilkan Oleh Industri Di Sektor Perikanan Kota Tarakan

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PENGAWASAN PENCEMARAN LINGKUNGAN YANG DIHASILKAN OLEH INDUSTRI DI SEKTOR PERIKANAN KOTA TARAKAN ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk untuk menganalisis peraturan yang mengatur tentang pengawasan pencemaran lingkungan yang dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup terhadap industri perikanan yang melakukan pencemaran lingkungan, serta untuk menganalisis penegakan hukum administrasi terhadap pelanggaran pencemaran lingkungan hidup yang dilakukan oleh industri perikanan di Kota Tarakan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah tipe penelitian Normatif, dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual, dan pendekatan kasus. Data yang di peroleh dalam penelitian ini berdasarkan hasil wawancara dengan Pejabat Pengawas Dinas Lingkungan Hidup Kota Tarakan, dan ikut serta dalam pengawasan langsung di salah satu industri perikanan yang melakukan pelanggaran bersama dengan Pejabat Pengawas Dinas Lingkungan Hidup Kota Tarakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun pengawasan yang dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Tarakan sudah sesuai dengan prosedur maupun regulasi yang ada terkait dengan pengawasan pencemaran lingkungan, namun hal ini ternyata belum efektif karena masih terdapat industri yang melanggar atau tidak mematuhi ketentuan izin lingkungan, seperti PT.D yang masih didapati tidak memenuhi kewajiban dalam dokumen AMDAL dan UKL-UPL yang mengakibatkan pencemaran ligkungan, berdasarkan pelanggaran pencemaran lingkungan yang dilakukan oleh PT.D maka di kenakan Sanksi Administrasi berupa Paksaan Pemerintah agar segera memperbaiki pengelolaan lingkungannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Penelitian ini memberikan beberapa saran, diantaranya perlunya peningkatan efektivitas pengawasan serta Kerjasama antara pemerintah daerah, pihak industri, maupun masyarakat untuk meciptakan pengawasan yang lebih efektif, serta penerapan sanksi yang lebih tegas terhadap pelaku usaha yang melanggar ketentuan lingkungan. Dan diperlukan edukasi maupun pembinaan bagi industri perikanan agar kepatuhan terhadap peraturan lingkungan meningkat. dengan adanya pengawasan yang lebih ketat dan penegakan hukum yang lebih baik, diharapkan pencemaran lingkungan dapat diminimalisir dan keberlanjutan lingkungan di Kota Tarakan dapat terjaga.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Tinjauan Yuridis Pencemaran Lingkungan Laut Oleh Kapal Asing Di Wilayah Perairan Indonesia (Studi Kasus Putusan Nomor: 234/Pid.Sus/2021/PN Btm)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Indonesia sebagai negara kepulauan yang letaknya sangat strategis dalam perdagangan dunia menjadikan Indonesia memiliki permasalahan-permasalahan diantaranya pencemaran lingkungan laut. Permasalahan tersebut seperti minyak dari kapal, bahan bakar, minyak dari kamar mesin atau minyak muatan yang mencemarkan lingkungan laut. Pencemaran lingkungan laut merupakan isu lingkungan global yang berdampak signifikan di wilayah perairan Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara normatif permasalahan penegakan hukum pencemaran lingkungan laut berdasarkan Putusan Nomor:234/Pid.Sus/2021/PN Btm. Penelitian ini memaparkan bagaimana sistem hukum Indonesia mengatur pencemaran lingkungan laut dan hukum internasional apakah sudah sesuai dengan aturan yang berlaku dan menilai efektivitas penegakan hukum dalam kasus ini. Metode penelitian yang digunakan meliputi analisis normatif terhadap putusan pengadilan, tinjauan terhadap perundang-undangan terkait, serta kajian terhadap doktrin dan literatur hukum yang berkaitan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat peraturan hukum yang jelas mengenai pencemaran lingkungan laut, penerapan dan penegakan hukum dalam kasus ini menghadapi berbagai tantangan. Penelitian ini menyarankan perlunya sistem penegakan hukum lingkungan laut untuk memastikan perlindungan yang lebih efektif terhadap kelestarian lingkungan laut di Indonesia.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hak Imunitas Anggota Legislatif dalam Perkara Tindak Pidana Pencemaran Nama Baik

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bermaksud menjawab dua pertanyaan terkait hak imunitas anggota legislatif dalam perkara tindak pidana pencemaran nama baik. Pertama penanganan perkara tindak pidana pencemaran nama baik anggota legislatif dan ratio recidendi pada putusan nomor: 129/Pid.Sus/2021/PN.Sbw hak imunitas anggota legislatif dalam perkara tindak pidana pencemaran nama baik. Pada penelitian ini tipe penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif terhadap kaidah-kaidah hukum, dengan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan peraturan perundang-undangan (Statute approach), pendekatan konseptual (Conceptual approach), dan studi kasus (Case approach), sumber dan bahan hukum yang digunakan dalam skripsi ini terdiri dari bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder. Bahan hukum primer yaitu meliputi perundang-undangan yang ada kaitannya dengan hak imunitas anggota legislatif dalam perkara tindak pidana pencemaran nama baik. Bahan hukum sekunder yaitu, literatur, jurnal, serta bahan non hukum yang berhubungan dengan hak imunitas anggota legislatif dalam perkara tindak pidana pencemaran nama baik. Hal ini menunjukkan bahwa hukum tidak boleh menjamin kepentingan beberapa orang yang berkuasa, melainkan harus menjamin kepentingan untuk keadilan bagi semua warga negara.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP JURNALIS YANG DIPERSANGKAKAN MELAKUKAN TINDAK PIDANA PENCEMARAN NAMA BAIK MELALUI MEDIA ELEKTRONIK

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Jurnalis dalam bekerja seringkali mendapatkan ancaman yang menyebabkan terenggutnya kemerdekaan pers yang berdampak pada terhambatnya proses jurnalistik yaitu mencari, membuat dan menerbitkan berita di media massa. Salah satu ancaman tersebut adalah kriminalisasi jurnalis dengan penerapan pasal tindak pidana pencemaran nama baik dan mekanisme penyelesaian yang tidak sesuai sering terjadi di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk perlindungan hukum kepada jurnalis terhadap berita yang ditulis dan diterbitkannya dan untuk mengetahui mekanisme penyelesaian hukum terhadap jurnalis yang dipersangkakan melakukan tindak pidana pencemaran nama baik. Metode penelitian ini berjenis yuridis normatif. Adapun pendekatan masalah dalam penelitian ini menggunakan pendekatan peraturan perundang-undangan, pedekatan konseptual dan pendekatan konsep. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, bentuk perlindungan hukum terhadap jurnalis terhadap berita yang ditulis terbagi atas 2 (dua) yaitu Preventif, bentuk perlindungan yang bersifat mencegah jurnalis melakukan pelanggaran dan Represif, bentuk perlindungan hukum yang bersifat memulihkan keadaan seperti semula. Bagian dari bentuk perlindungan hukum preventif adalah adanya pedoman pemberitaan melalui media elektronik, terdapat standar perlindungan profesi jurnalis menurut UU Pers dan KUHP dan kemerdekaan pers diakui sebagai bagian dari hak asasi manusia. Sedangkan bagian dari bentuk perlindungan hukum yang bersifat represif adalah adanya Hak Jawab dan Hak Koreksi, Perlindungan Hukum Pidana bagi Pers, dan pertanggungjawaban perusahaan pers terhadap sengketa pers. Kedua, mekanisme penyelesaian terhadap jurnalis yang dipersangkakan melakukan tindak pidana pencemaran nama baik menggunakan UU Pers sebagai lex specialis dari UU ITE sebagaimana yang tercantum dalam SKB Pedoman Implementasi UU ITE. Setiap laporan di kepolisian yang berkenaan dengan pers maka wajib dikoordinasikan kepada Dewan Pers sesuai dengan nota kesepahaman yang dibuat oleh dua instansi ini.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PEMBUKTIAN KEJAHATAN SIBER DALAM TINDAK PIDANA PENCEMARAN NAMA BAIK MELALUI MEDIA SOSIAL

2023•

Penelitian ini bermaksud menjawab dua pertanyaan terkait Pembuktian Kejahatan Siber Dalam Tindak Pidana Pencemaran Nama Baik Melalui Media Sosial. Pertama, apakah ketentuan hukum pidana kejahatan siber pencemaran nama baik di Indonesia; Kedua, pembuktian tindak pidana pencemaran nama baik di Indonesia. Penelitian ini termasuk jenis penelitian yuridis normatif dan yuridis sosiologis, di mana data-data yang dipakai adalah data kepustakaan kemudian melakukan telaah terhadap kasus-kasus yang berkaitan dengan isu yang sedang ditangani. Penelitian ini menggunakan pendekatan Perundang-Undangan (Statute Approach), Kasus (Case Approach), sedangkan menganalisis, penulis menggunakan metode deduktif. Hasil penelitian menunjukkan Ketentuan hukum tentang tindak pidana pencemaran nama baik di Indonesia diatur dalam, Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), dan Undang-Undang Nomor 1 tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Serta, Pembuktian tindak pencemaran nama baik di Indonesia mengacu pada Pasal 184 KUHAP, majelis hakim dalam menjatuhkan hukuman terhadap terdakwa tentu sudah mempertimbangkan sesuai dengan fakta hukum yang terungkap di persidangan. Dalam proses pemeriksaan di persidangan disitu akan dihadirkan, bukti saksi, bukti elektronik, barang bukti lainnya dihadirkan dan terdakwa memberikan kesaksiannya juga dan ternyata hakim meyakini bahwa ternyata benar ini adalah tindak pidana, sehingga dalam putusan hakim menuangkan bahwa setelah didukung dengan alat bukti-alat bukti, saksi-saksi dan keteranagn terdakwa serta barang bukti yang didapat keyakinan hakim bahwa betul terdakwa melakukan tindakan pencemaran nama baik tersebut.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KANDUNGAN Escherichia coli dan TOTAL Coliform PADA PERAIRAN LAUT PULAU TARAKAN

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Berbagai aktivitas penyumbang pencemaran perairan yang dilakukan di daerah pesisir seperti rumah tangga, industri dan pelabuhan. Limbah Merupakan faktor yang mempengaruhi keberadaan bakteri E.coli dan Total coliform dalam perairan. Tujuan penelitian untuk mengukur kandungan E.coli dan total coliform pada perairan laut Pulau Tarakan. Penelitian dilakukan pada bulan April hingga Juni 2022 dengan menggunakan metode deskriptif. Penentuan lokasi sampling dilakukan dengan teknik purposive sampling. Metode uji laboratorium yang digunakan yaitu Colilert 18 (in House) dan SNI 2333.1:2015, kemudian dibandingkan dengan Peraturan Pemerintah No.22 Tahun 2021 mengenai standar baku mutu air laut air laut untuk pelabuhan, wisata bahari dan biota laut. Titik pengukuran dan pengambilan sampel air laut dilakukan pada 5 titik stasiun dengan masing-masing stasiun 3 kali ulangan berdasarkan sumber penghasil pencemaran dari aktivitas yang terdapat di laut dan pesisir. Hasil penelitian diperoleh nilai rata-rata E.coli pada stasiun 1-5 secara berurutan yaitu 16,3; 20,3; 12,7; 17,7; 23,7 Jml/100 mL dan nilai rata-rata hasil pengukuran coliform 59.000,0; 1.673,3; 3.340,0; 1.386,7; 7.946,7 Jml/100 mL. Hasil pengukuran parameter kualitas air sebagai data pendukung diperoleh suhu berkisar 30,7-31,3 C, pH 7,3-8,0, DO 2,6-4,9 mg/L, salinitas 10,3-25,0 ‰, dan TDS 14,537-30,688 mg/L. Perairan pada stasiun 1-5 parameter Escherichia coli belum memenuhi standar baku yang ditetapkan untuk pelabuhan dan biota laut tetapi masih memenuhi standar untuk wisata bahari. Total coliform di setiap stasiun belum memenuhi standar baku mutu yang telah ditetapkan baik untuk kegiatan pelabuhan, wisata bahari dan biota laut

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Uji Kelayakan Kualitas Air Sungai Untuk Budidaya Perikanan Menggunakan Keramba Jaring Apung (KJA) Di Perairan Sungai Sekalayan, Kabupaten Nunukan

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Sungai Sekalayan diduga memiliki potensi untuk kegiatan keramba jaring apung. Kegiatan budidaya keramba jaring apung membutuhkan data mengenai kualitas perairan. Kualitas air mempunyai peran yang sangat penting pada keberhasilan budidaya karena berpengaruh langsung terhadap kesehatan dan pertumbuhan ikan khususnya informasi mengenai adanya masalah penurunan kualitas air pada lokasi yang ditetapkan untuk keramba jaring sehingga dapat dinilai kelayakan dari wilayah tersebut untuk kegiatan budidaya. Proses budidaya menggunakan Keramba Jaring Apung (KJA) merupakan salah satu inisiatif yang tepat untuk mengembangkan biota yang ada pada perairan Sungai Sekalayan. Usaha budidaya keramba jaring apung membutuhkan pengamatan kualitas perairan. Kualitas air mempunyai peran yang sangat penting pada keberhasilan budidaya karena berpengaruh langsung terhadap kesehatan dan pertumbuhan ikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji kelayakan kualitas air sungai Sekalayan untuk kegiatan KJA. Metode yang digunakan pada penelitian ini menggunakan metode Indeks Pencemaran (IP) serta penentuan nilai status mutu air berdasarkan Kepmen LH No. 115 Tahun 2003 dan baku mutu PP No.22 Tahun 2021 Kelas III. Hasil klasifiasi menunjukkan nilai IP stasiun I 106; stasiun II 2.6; dan stasiun III 1.42. Hasil klasifikasi menunjukkan ketiga stasiun mengalami cemar ringan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa keadaan perairan sungai Sekalayan masih layak dijadikan objek untuk melakukan kegiatan budidaya perikanan dengan sistem KJA.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Studi Kondisi Kawasan Konservasi Mangrove Dan Bekantan Di Kota Tarakan Berdasarkan Struktur Komunitas Mangrove Dan Keanekaragaman Gastropoda

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan yang berada di pusat kota yang padat dengan berbagai kegiatan masyarakat, diantaranya perusahaan perikanan, pelabuhan perikanan, pusat perbelanjaan, pasar umum dan pemukiman penduduk. Semua aktifitas yang berada di lingkungan ini, sangat berpotensi untuk menimbulkan kerusakan bagi lingkungan hutan mangrove. Kegiatan-kegiatan tersebut membuang limbahnya ke sungai baik secara langsung maupun tidak langsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kerapatan mangrove, keanekaragaman gastropoda dan korelasi faktor fisika dan kimia air pada lingkungan ekosistem mangrove dengan kelimpahan gastropoda di KKMB Kota Tarakan. Penelitian dilakukan pada 3 stasiun yang dipilih secara purposive di kawasan KKMB Kota Tarakan. Pada plot yang telah ditentukan Jenis mangrove dan gastropoda diamati dan dihitung jumlah berdasarkan jenisnya, pengamatan dilakukan pada waktu surut air laut. Hasil penelitian menemukan 10 jenis mangrove dengan kerapatan relatif (KR) tertinggi adalah jenis Rhizopora mucronata sebesar 44,53 batang/Ha. Indeks keanekaragaman gastropoda di KKMB menunjukan nilai 1 yang mengindikasikan keanekaragaman sedang, dan ditemukan jenis Telescopium telescopium sebagai individu terbanyak mencapai 120 individu. Korelasi faktor fisika dan kimia air menggunakan perhitungan CCA (Cannonical Coressponce Analysis) memperlihatkan bahwa faktor kualitas air terbukti mempengaruhi tingkat vegetasi mangrove dan keanekaragam gastropoda.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PEMANFAATAN KOMPOSIT KITOSAN DARI KULIT UDANG DAN CaO KERANG KAPAH (Meretrix sp) SEBAGAI ADSORBEN MANGAN (Mn)2+

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Limbah kulit udang di Kota Tarakan cukup melimpah. Saat ini hanya dimanfaatkan sebagai campuran pakan ternak, padahal kulit udang dapat dijadikan sebagai kitosan. Selain limbah kulit udang, cangkang kerang kapah juga menghasilkan limbah yang dibuang begitu saja tanpa diolah terlebih dahulu, padahal limbah ini berpotensi sebagai sumber mineral salah satunya kalsium oksida atau CaO. Kalsium pada kerang kapah secara fisik mempunyai pori-pori yang memungkinkan memiliki kemampuan mengadsorpsi atau menyerap zat-zat lain ke dalam permukaan pori-pori sehingga dapat dijadikan sebagai adsorben. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kemampuan adsorbsi dari kitosan CaO dalam penyerapan ion logam Mn 2+ . Prosedur yang digunakan pada penelitian ini dimulai dengan proses isolasi kulit udang menjadi kitosan melalui tahap deproteinasi, demineralisasi, dan deasetilasi dengan rendemen sebesar 10,42 %. Hasil FTIR dari kitosan menyatakan bahwa kitosan berhasil di sintesis dan derajat deasetilasi kitosan yang didapatkan sebesar 76 % untuk kitosan yang tersinstesis. Kerang kapah dikalsinasi pada suhu 900ºC untuk menghasilkan CaO. Hasil karakterisasi XRD menunjukkan terbentuk 2 mineral yaitu CaO dan Ca (OH)2. CaO dicirikan dengan munculnya puncak pada sudut 2ϴ sebesar 32,25°, 37,39°, dan 53,89°, sedangkan puncak Ca (OH)2 pada sudut 2ϴ sebesar 18,13°,29,45°, 34,17°, 36,01°, 43,20°, dan 50,97°. Komposit kitosan CaO disintesis dengan cara mencampurkan kitosan dan CaO. Hasil karakterisasi FTIR komposit menyatakan bahwa terdapat kandungan kitosan dan CaO. Uji AAS dilakukan untuk mengukur kadar logam Mn2+ hasil penyerapan oleh adsorben kitosan-CaO. Hasil persentase adsorbsi tertinggi mencapai sebesar 81,43 % pada konsentrasi adsorben 2,0 g/100mL.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail