ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pengembangan ekowisata berbasis masyarakat di kawasan perbatasan merupakan instrumen krusial dalam menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi lokal dengan kelestarian ekologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis persepsi pengunjung terhadap pengembangan ekowisata berbasis masyarakat di Wisata Mangrove Setabu, Kecamatan Sebatik Barat, Kabupaten Nunukan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, serta penyebaran kuesioner terstruktur berskala Likert kepada 48 responden yang ditentukan melalui teknik quoted accidental sampling. Analisis data dilakukan dengan menggunakan pemetaan matriks SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats). Hasil penelitian menunjukkan bahwa posisi strategis pengembangan Wisata Mangrove Setabu berada pada Kuadran Strategi ST (Strengths–Threats). Faktor kekuatan utama kawasan terletak pada keasrian lanskap alami hutan bakau (S1) serta ketersediaan fasilitas spot foto/jembatan boardwalk (S2) yang sangat diminati oleh wisatawan usia muda (15–29 tahun). Namun, kendala internal yang krusial adalah rusaknya infrastruktur jembatan kayu yang berlubang (W2) akibat keterbatasan finansial karena tidak adanya pemungutan biaya tiket masuk maupun parkir (W5). Di sisi eksternal, ancaman terbesar berasal dari maraknya aktivitas penggalian pasir ilegal oleh oknum masyarakat (T4) serta bencana abrasi pantai (T2). Formulasi strategi terbaik menitikberatkan pada pemanfaatan seluruh kekuatan internal untuk memitigasi ancaman eksternal melalui penerapan sistem zonasi (Zona Pemanfaatan Wisata dan Zona Konservasi Inti) serta penguatan regulasi lokal.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Derawan Island remains a popular destination in East Kalimantan, but its coastal ecosystem, especially coral reefs and sea grass, are very vulnerable. The purpose of this study was to check the quality of seawater and the environmental carrying capacity around marine accommodation on Derawan Island. Samples were taken at eleven monitoring points, bith during high and low tide. The parameters analysed included temperature salinity, , brightness, dissolved oxygen (DO), total suspended solid (TSS), ammonia, orto-phoshate, and oil and fat. The results showed that TSS was stable at a low of 0,0115 mg/L, meaning that sediment from human activities was very minimal. Ammonia was slightly higher during the low tide phase at 0,0022-0,0023 mg/L, possibly due to accumulated organic water, but still below the quality standard limit. Phosphate remained consistent at 0.0011 mg/L and mostly came from natural processes, while oil and fat fluctuated between 0,0002-0,0011 mg/L, with some point having an influence from human activities. The Sea Water Quality Index (IKAL) was recorded at 81.16-95-.93 percent, categorized as good to very good, with TSS as the main determinant. In terms of carrying capacity, the assimilation capacity of the waters is still adequate, although routine monitoring of phosphate and ammonia remains important to prevent eutrophication and accumulation of organic pollutans
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini merupakan studi etnozoologi yang membahas mengenai hubungan antar manusia dengan jenis fauna yang terdapat di lingkungan sekitar dalam kehidupan sosial-budaya masyarakat Kelurahan Karang Rejo dan Pengunjung KKMB kota Tarakan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana pengetahuan masyarakat terhadap keberadaan jenis fauna, persepsi masyarakat terhadap pemanfaatan dan pengolahan jenis fauna yang terdapat di Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan (KKMB) kota Tarakan serta untuk mengetahui potensi data hasil penelitian sebagai sumber belajar biologi. Adapun metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan melakukan wawancara mendalam dengan masyarakat Kelurahan Karang Rejo dan pengunjung KKMB yang didukung oleh dokumentasi. Penelitian dilakukan pada bulan Juli-Agustus 2023 dengan jumlah subjek penelitian sebanyak 25 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat mengetahui keberadaan jenis fauna yang beranekaragam, masyarakat memiliki persepsi cukup baik terhadap pemanfaatan jenis fauna yang hanya dapat dilakukan dari segi aspek ekowisata untuk dilestarikan secara berkelanjutan serta pemanfaatan dan pengolahan jenis fauna yang cukup bervariasi di luar dari KKMB kota Tarakan seperti untuk konsumsi, pengobatan tradisional dan mistis atau pertanda. Pemetaan pembelajaran terdapat pada materi biologi kelas X SMA pada Kompetensi Dasar (KD) 3.2 dan Kompetensi Dasar (KD) 4.2.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•
Lousyane Elvira Roring. 2021. Analisis Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Kunjungan Wisatawan Di Ekowisata Air Panas Semolon Kabupaten Malinau Kalimantan Utara. ( Di Bimibing Oleh Muhammad Arbain, S.Pd.I., M.Pd ). Penelitian ini bertujuan untuk Untuk mengetahui dan menganalisis kunjungan wisatawan keobyek wisata air panas Semolon. Untuk mengetahui dan menganalisis faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kunjungan wisatawan keobyek wisata air panas Semolon. Untuk mengetahui upaya yang di lakukan pemerintah daerah Kabupaten Malinau untuk Meningkatkan kunjungan wisatawan ke objek Wisata Air Panas Semolon. Bedasarkan pada hasil analisis regresi linear berganda yang telah dilakukan pada penelitian ini, di dapat persamaan regresi sebagai berikut :. Bedasarkan table di atas, terlihat bahwa koefesien (R2) adalah 0,071, hal ini berarti varian pada variable kunjunga wisatawan 07,1% ditentukan oleh varian yang terjadi pada variable kunjungan wisatawan, pengertian ini sering diartikan pengaruh varian variable terhadap jumlah kunjungan wisatawan adalah sebesar 07,1% dan sisanya 0.920 di tentukan faktor lainnya.Dari table koefesien diatas konstanta (a) pada kolom B 1,466 dan B pada table koefesien adalaah b1 = -0.010, b2 = -6.525 b3 = 3.189 dan b4 = 0.005, persamaan regresi dari table koefesien dapat ditulis sebagai berikut Y= a + b1 + b2 + b3 + b4 atau Y= a + 0.010 + -6525 + 3.189 + 0.005 X. Hal ini berarti apabila Faktor-faktor yang Mempengaruhi jumlah kunjungan seperti Jumlah Wisatawan, Pengeluaran Perjalanan, Pendapatan dan jarak.tidak adanya peningkatan dan perbaikan atau konstanta. Maka Kunjungan Wisatawan di Air Panas Semolon tidak akan adaa peningkatan tetap sebesar 1.466.Pemerintah Daerah Kabupaten Malinau melakukan berbagai upaya dan program untuk menyebarkan informasi memperkenalkan wisata air panas Semolon kepada masyarakat sekala lokal malinau, Nasional, dan Manca Negara antara lain Media cetak, Media internet, dan MultimediaPemerintah Kabupaten Malinau juga masih terus berupayah untuk mengembangan, Akses jalan, Menuju ke Desa wisata air panas Semolon, dan Menambah Sarana dan Prasarana antara lain, Gazebo, Kamar Mandi, Camping Ground, Jembatan dan Jalan Setapak menuju ke sumber Air Panas yang terletak di bagian Hulu.