Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Persepsi Wisata
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERSEPSI WISATAWAN TERHADAP OBJEK WISATA MANGROVE SETABU

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pengembangan ekowisata berbasis masyarakat di kawasan perbatasan merupakan instrumen krusial dalam menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi lokal dengan kelestarian ekologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis persepsi pengunjung terhadap pengembangan ekowisata berbasis masyarakat di Wisata Mangrove Setabu, Kecamatan Sebatik Barat, Kabupaten Nunukan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, serta penyebaran kuesioner terstruktur berskala Likert kepada 48 responden yang ditentukan melalui teknik quoted accidental sampling. Analisis data dilakukan dengan menggunakan pemetaan matriks SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats). Hasil penelitian menunjukkan bahwa posisi strategis pengembangan Wisata Mangrove Setabu berada pada Kuadran Strategi ST (Strengths–Threats). Faktor kekuatan utama kawasan terletak pada keasrian lanskap alami hutan bakau (S1) serta ketersediaan fasilitas spot foto/jembatan boardwalk (S2) yang sangat diminati oleh wisatawan usia muda (15–29 tahun). Namun, kendala internal yang krusial adalah rusaknya infrastruktur jembatan kayu yang berlubang (W2) akibat keterbatasan finansial karena tidak adanya pemungutan biaya tiket masuk maupun parkir (W5). Di sisi eksternal, ancaman terbesar berasal dari maraknya aktivitas penggalian pasir ilegal oleh oknum masyarakat (T4) serta bencana abrasi pantai (T2). Formulasi strategi terbaik menitikberatkan pada pemanfaatan seluruh kekuatan internal untuk memitigasi ancaman eksternal melalui penerapan sistem zonasi (Zona Pemanfaatan Wisata dan Zona Konservasi Inti) serta penguatan regulasi lokal.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Potensi Objek Wisata Ratu Intan Pantai Amal Dalam Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah Kota Tarakan

2024•

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa potensi objek wisata Ratu Intan Pantai Amal dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah Kota Tarakan dan persepsi wisatawan terhadap objek wisata Ratu Intan Pantai Amal yang dilakukan melalui analisis nilai indeks dengan mempertimbangkan kriteria interpretasi skor yang didasarkan pada interval tertentu. Data yang digunakan merupakan data primer dan data sekunder. Data primer bersumber dari hasil wawancara peneliti secara langsung kepada Kepala Bidang Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata Kota Tarakan, salah satu staf PDIP Dinas Pariwisata, dan UMKM pada objek wisata Ratu Intan Pantai Amal. Sedangkan data sekunder bersumber dari Dinas Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata Kota Tarakan berupa jumlah kunjungan wisatawan tahun 2023, Badan pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah berupa laporan realisasi anggaran pendapatan dan belanja daerah Kota Tarakan tahun 2017-2023 (Rupiah). Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode analisis deskriptif kualitatif dengan menggunakan alat analisis skala likert dan teknik pengambilan sampel acak proporsional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa objek wisata Ratu Intan Pantai Amal memiliki keuntungan sebesar Rp 792.552.000 pada tahun 2023. Dari segi persepsi wisatawan terhadap objek wisata Ratu Intan Pantai Amal menunjukkan bahwa indikator attraction (daya tarik), accessibilities (aksesibilitas), dan aminities (fasilitas) rata-rata wisatawan sangat puas terhadap ketiga indikator tersebut. Dengan demikian, objek wisata ini memiliki potensi yang besar dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah Kota Tarakan.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail