ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan model Problem Based Learning (PBL) berbasis laboratorium virtual terhadap hasil belajar kognitif siswa SMP pada materi pencemaran lingkungan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa serta kurang optimalnya penggunaan model pembelajaran yang mendorong keterlibatan aktif dan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuasi eksperimen dengan desain nonequivalent control group design. Subjek penelitian terdiri dari dua kelompok, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol yang tidak dipilih secara acak. Kedua kelompok diberikan pretest dan posttest. Kelas eksperimen diberi perlakuan berupa penerapan PBL berbasis laboratorium virtual, sedangkan kelas kontrol menggunakan pembelajaran multi-metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan penggunaan model PBL berbasis laboratorium virtual terhadap hasil belajar kognitif siswa. Hal ini ditunjukkan oleh nilai rata-rata posttest kelas eksperimen yang lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Selain itu, model ini juga mampu meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa, khususnya pada aspek analisis (C4) dan evaluasi (C5), serta meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran. Dengan demikian, model Problem Based Learning berbasis laboratorium virtual efektif digunakan sebagai alternatif pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar kognitif siswa pada materi pencemaran lingkungan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENGAWASAN PENCEMARAN LINGKUNGAN YANG DIHASILKAN OLEH INDUSTRI DI SEKTOR PERIKANAN KOTA TARAKAN ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk untuk menganalisis peraturan yang mengatur tentang pengawasan pencemaran lingkungan yang dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup terhadap industri perikanan yang melakukan pencemaran lingkungan, serta untuk menganalisis penegakan hukum administrasi terhadap pelanggaran pencemaran lingkungan hidup yang dilakukan oleh industri perikanan di Kota Tarakan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah tipe penelitian Normatif, dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual, dan pendekatan kasus. Data yang di peroleh dalam penelitian ini berdasarkan hasil wawancara dengan Pejabat Pengawas Dinas Lingkungan Hidup Kota Tarakan, dan ikut serta dalam pengawasan langsung di salah satu industri perikanan yang melakukan pelanggaran bersama dengan Pejabat Pengawas Dinas Lingkungan Hidup Kota Tarakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun pengawasan yang dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Tarakan sudah sesuai dengan prosedur maupun regulasi yang ada terkait dengan pengawasan pencemaran lingkungan, namun hal ini ternyata belum efektif karena masih terdapat industri yang melanggar atau tidak mematuhi ketentuan izin lingkungan, seperti PT.D yang masih didapati tidak memenuhi kewajiban dalam dokumen AMDAL dan UKL-UPL yang mengakibatkan pencemaran ligkungan, berdasarkan pelanggaran pencemaran lingkungan yang dilakukan oleh PT.D maka di kenakan Sanksi Administrasi berupa Paksaan Pemerintah agar segera memperbaiki pengelolaan lingkungannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Penelitian ini memberikan beberapa saran, diantaranya perlunya peningkatan efektivitas pengawasan serta Kerjasama antara pemerintah daerah, pihak industri, maupun masyarakat untuk meciptakan pengawasan yang lebih efektif, serta penerapan sanksi yang lebih tegas terhadap pelaku usaha yang melanggar ketentuan lingkungan. Dan diperlukan edukasi maupun pembinaan bagi industri perikanan agar kepatuhan terhadap peraturan lingkungan meningkat. dengan adanya pengawasan yang lebih ketat dan penegakan hukum yang lebih baik, diharapkan pencemaran lingkungan dapat diminimalisir dan keberlanjutan lingkungan di Kota Tarakan dapat terjaga.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan yang berada di pusat kota yang padat dengan berbagai kegiatan masyarakat, diantaranya perusahaan perikanan, pelabuhan perikanan, pusat perbelanjaan, pasar umum dan pemukiman penduduk. Semua aktifitas yang berada di lingkungan ini, sangat berpotensi untuk menimbulkan kerusakan bagi lingkungan hutan mangrove. Kegiatan-kegiatan tersebut membuang limbahnya ke sungai baik secara langsung maupun tidak langsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kerapatan mangrove, keanekaragaman gastropoda dan korelasi faktor fisika dan kimia air pada lingkungan ekosistem mangrove dengan kelimpahan gastropoda di KKMB Kota Tarakan. Penelitian dilakukan pada 3 stasiun yang dipilih secara purposive di kawasan KKMB Kota Tarakan. Pada plot yang telah ditentukan Jenis mangrove dan gastropoda diamati dan dihitung jumlah berdasarkan jenisnya, pengamatan dilakukan pada waktu surut air laut. Hasil penelitian menemukan 10 jenis mangrove dengan kerapatan relatif (KR) tertinggi adalah jenis Rhizopora mucronata sebesar 44,53 batang/Ha. Indeks keanekaragaman gastropoda di KKMB menunjukan nilai 1 yang mengindikasikan keanekaragaman sedang, dan ditemukan jenis Telescopium telescopium sebagai individu terbanyak mencapai 120 individu. Korelasi faktor fisika dan kimia air menggunakan perhitungan CCA (Cannonical Coressponce Analysis) memperlihatkan bahwa faktor kualitas air terbukti mempengaruhi tingkat vegetasi mangrove dan keanekaragam gastropoda.