ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis ikan dan mengetahui struktur komunitas ikan berdasarkan indeks keanekaragaman, keseragaman, serta dominansi di Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan (KKMB) Kota Tarakan. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan jaring insang (gillnet), kemudian ikan yang diperoleh diidentifikasi berdasarkan karakter morfometrik dan meristik. Struktur komunitas dianalisis menggunakan Indeks Keanekaragaman Shannon-Wiener (H′), Indeks Keseragaman (E), dan Indeks Dominansi Simpson (C). Hasil penelitian menunjukkan terdapat lima jenis ikan dari famili yang berbeda, yaitu Mugil cephalus, Megalops cyprinoides, Johnius trachycephalus, ikan putih caranx sp, dan Euristhmus microceps. Nilai indeks keanekaragaman pada ketiga stasiun berkisar 1,500–1,891 dan termasuk kategori rendah. Indeks keseragaman berada pada kisaran 0,913–0,946 yang menunjukkan komunitas dalam kondisi stabil, sedangkan indeks dominansi berkisar 0,284–0,375 dan tergolong rendah. Berdasarkan hasil tersebut, komunitas ikan di kawasan mangrove KKMB Kota Tarakan berada dalam kondisi relatif stabil dengan tingkat dominansi yang rendah, walaupun jumlah jenis yang ditemukan masih terbatas. Hasil penelitian ini dapat menjadi informasi dasar untuk mendukung pengelolaan dan konservasi ekosistem mangrove secara berkelanjutan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) terhadap keterampilan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran Biologi pada materi ekosistem. Penelitian ini dilaksanakan di SMAN 1 Sebatik Tengah pada semester genap tahun ajaran 2025/2026 menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experiment berupa Nonequivalent Control Group Design. Sampel penelitian terdiri atas 68 siswa, yaitu 34 siswa kelas XC sebagai kelas kontrol dan 34 siswa kelas XD sebagai kelas eksperimen yang dipilih melalui Purposive Sampling. Instrumen penelitian meliputi tes uraian keterampilan berpikir kritis dan angket respon siswa. Data dianalisis menggunakan Uji ANCOVA. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai Pretest kelas kontrol dan eksperimen masing-masing sebesar 42,44 dan 41,65. Setelah perlakuan, rata-rata nilai Posttest kelas kontrol sebesar 56,38, sedangkan kelas eksperimen sebesar 73,74. Hasil ANCOVA menunjukkan nilai signifikansi 0,000 (p 0,05), yang mengindikasikan bahwa model PjBL berpengaruh signifikan terhadap keterampilan berpikir kritis siswa. Hasil angket respon siswa memperoleh persentase 85,82% dengan kategori sangat baik, yang menunjukkan respon positif terhadap penerapan model PjBL dalam pembelajaran Biologi. Model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) terbukti meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran Biologi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Pulau Tarakan, Kalimantan Utara, memiliki ekosistem mangrove yang menjadi habitat penting bagi berbagai biota, salah satunya Geloina sp yang mampu beradaptasi terhadap fluktuasi salinitas dan memanfaatkan bahan organik dari serasah mangrove. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola distribusi, kepadatan, serta hubungan panjang-berat Geloina sp sebagai dasar pengelolaan ekosistem mangrove berkelanjutan. Penelitian dilaksanakan dari bulan Maret-Mei 2025 menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan Teknik purposive sampling pada tiga area mangrove 9 ha (depan, tengah, dan belakang) dengan 30 plot transek kuadrat berukuran 5×5 m dan jarak antar area 30 m. Sampel dikumpulkan saat surut untuk menghitung kepadatan (ind/m²), pola distribusi dengan indeks Morisita, distribusi frekuensi ukuran cangkang, serta hubungan panjang-berat individu. Hasil penelitian menunjukkan vegetasi mangrove didominasi Rhizophora sp. dan Avicennia sp., dengan kepadatan tertinggi pada area depan (0,88 ind/m², 22 individu), diikuti area belakang (0,60 ind/m², 15 individu) dan tengah (0,48 ind/m², 12 individu). Hasil perhitungan Indeks Morisita (I = 0.9) menunjukkan bahwa pola distribusi Geloina sp di kawasan mangrove KKMB Kota Tarakan bersifat merata/seragam. Sebagian besar individu berukuran sedang (5,59–6,31 cm), dan hubungan panjang-berat mengikuti persamaan W = 0,3532·L³·¹⁹⁵⁷ (R² = 0,9041), menunjukkan pertumbuhan alometrik positif. Ekosistem mangrove KKMB mendukung keberadaan Geloina sp., namun kepadatannya masih rendah sehingga perlu pengelolaan berkelanjutan untuk meningkatkan populasi dan menjaga habitatnya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Mangrove merupakan vegetasi yang tumbuh pada tanah berlumpur di daerah batas pasang surut air laut. Ekosistem ini penting di wilayah pesisir yang berperan dalam menjaga kestabilan lingkungan dan mendukung kehidupan biota yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi komunitas mangrove saat ini serta mengukur tinggi kanopi mangrove di Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan (KKMB) Kota Tarakan, Kalimantan Utara. Penelitian dilakukan dengan metode purposive sampling yang mencakup 4 transek dan 22 plot pengamatan. Kerusakan mangrove yang terus terjadi menunjukkan bahwa upaya konservasi belum sepenuhnya efektif dan masih menghadapi tantangan dalam implementasi diarea perluasan Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan (KKMB) Kota Tarakan, Kalimantan Utara. Parameter yang diamati meliputi identifikasi jenis, indeks nilai penting, serta pengukuran tinggi kanopi menggunakan Clinometer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunitas mangrove di lokasi studi mengalami tekanan yang cukup signifikan, yang dipengaruhi oleh aktivitas manusia seperti konversi lahan dan pencemaran. Tinggi kanopi mangrove bervariasi tergantung pada jenis dan kondisi lokasi tumbuhnya. Implikasi dari hasil ini menunjukkan perlunya strategi pengelolaan mangrove yang berkelanjutan dan partisipatif, guna menjaga keberlangsungan ekosistem mangrove serta mendukung fungsi ekologisnya secara optimal.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Plankton berperan penting dalam ekosistem perairan sebagai pakan alami bagi berbagai organisme yang kelimpahannya dipengaruhi oleh kualitas air. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan kualitas air dengan struktur komunitas plankton di tambak tradisional Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara. Pengambilan sampel dilakukan pada tiga stasiun, yaitu Desa Sambungan, Desa Tanah Merah dan Desa Bebatu. Parameter abiotik yang diamati meliputi suhu, pH, salinitas, DO, nitrat, dan fosfat. Parameter biotik mencakup kelimpahan, keanekaragaman (H'), keseragaman (E), dan dominansi plankton. Hasil menunjukkan kelimpahan tertinggi terdapat di Stasiun 3 dengan fitoplankton 360 sel/L dan zooplankton 5 ind/L, sedangkan kelimpahan terendah di Stasiun 2 (fitoplankton 250 sel/L; zooplankton 3 ind/L) dan Stasiun 1 (fitoplankton 163 sel/L; zooplankton 5 ind/L). Indeks keanekaragaman di Stasiun 1 (fitoplankton 1,121; zooplankton 1,442) dan Stasiun 2 (fitoplankton 1,108; zooplankton 1,009) tergolong sedang, sedangkan di Stasiun 3 lebih rendah (fitoplankton 0,993; zooplankton 0,714). Analisis regresi menunjukkan bahwa kelimpahan fitoplankton sangat dipengaruhi oleh nitrat (R² = 99,9%), salinitas (R² = 93,5%), suhu (R² = 80,5%), dan fosfat (R² = 77,2%). Zooplankton dipengaruhi oleh DO (R² = 93,4%) dan suhu (R² = 84,2%). Kualitas air terbukti memengaruhi struktur komunitas plankton secara signifikan. Analisis menunjukkan bahwa kelimpahan fitoplankton dan zooplankton dipengaruhi oleh berbagai parameter kualitas air, terutama nutrien, suhu, salinitas, dan oksigen terlarut. Setiap jenis plankton merespons faktor lingkungan secara berbeda, sehingga kualitas air berperan penting dalam membentuk struktur komunitas plankton. Temuan ini menekankan pentingnya pemantauan kualitas air demi menjaga keseimbangan ekosistem tambak.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Padang lamun memiliki peranan yang penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut, baik dari aspek ekologis, biologis, maupun fisik. Kondisi padang lamun dapat dilihat berdasarkan tipologi habitat, seperti di Pulau Panjang, Pulau Derawan dan Reef Flat Masimbung. Pulau Panjang memiliki ekosistem mangrove, padang lamun, Reef Flat dan minim aktivitas manusia dibandingkan dengan Pulau Derawan yang padat aktivitas manusia, namun memiliki padang lamun dan Reef Flat. Untuk lokasi Masimbung hanya berupa hamparan Reef Flat dan padang lamun saja. Penelitian bertujuan untuk menganalisis karakteristik padang lamun berdasarkan tipologi habitat di Pulau Panjang, Pulau Derawan, dan Reef Flat Masimbung. Penelitian dilaksanakan pada Desember 2023 hingga April 2024 menggunakan metode kuantitatif dan pemodelan. Parameter yang diukur meliputi parameter ekologi (kerapatan, tutupan dan kekayaan jenis lamun) serta parameter kualitas air (suhu, salinitas, pH, kecerahan, DO, TSS, minyak dan lemak, amonia, orto-fosfat dan nitrat). Sebanyak 50 sampel lamun dan air diambil menggunakan transek kuadrat berukuran 0,5 m x 0,5 m, yang dianalisis dengan metode Multi Dimensional Scaling (MDS). Hasil penelitian tutupan lamun pada ketiga lokasi yaitu berkisar 37%-64%. Kerapatan lamun pada ketiga lokasi yaitu berkisar 10-147 individu/m². Pada kekayaan jenis lamun yang ditemukan di ketiga lokasi memiliki sebanyak 5 jenis lamun yaitu Thalassia hemprichii, Halophila ovalis, Cymodocea rotundata, Syringiodium isoetifolium, Holudule uninervis. Parameter kualitas air menunjukkan suhu berkisar antara 28–30°C, salinitas 36-37‰, pH 6,65-8,73, kecerahan 100%, DO 6,2-6,5mg/L, TSS 0,153-0,449mg/L, minyak dan lemak 0,028-0,249mg/L, ammonia total 0-0,106 mg/L, orto-fosfat 0-0,047mg/L dan nitrat 0-0,016mg/L. Analisis MDS menunjukkan bahwa secara umum tidak ada perbedaan meskipun ada variasi antar lokasi tapi hasil skoring pemodelan menunjukkan satu bentang ekosistem yang identik (sama) namun ada variasi unsur yang berbeda.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan E-LKPD materi ekosistem berbasis potensi lokal terhadap hasil belajar siswa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah siswa kelas X-A SMA Muhammadiyah Tarakan yang berjumlah 29 siswa. Hasil penelitian dianalisis menggunakan Uji Ngain dan Uji Paired Sample T-test. Hasil penelitian menjelaskan hasil nilai Uji Ngain sebesar 0,7031 dengan kriteria tinggi dan hasil Uji paired Sample t-test diperoleh nilai thitung sebesar -19,006 dengan tingkat signifikansi kurang dari 0,05 yaitu ( 0,000) artinya 0,000 ≤ 0,05 sehingga H0 ditolak dan H1 diterima atau kedua rata-rata nilai pretest dan postest berbeda. Maka penggunaan E-LKPD materi ekosistem berbasis potensi lokal efektif terhadap hasil belajar siswa di SMA Muhammadiyah Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan yang berada di pusat kota yang padat dengan berbagai kegiatan masyarakat, diantaranya perusahaan perikanan, pelabuhan perikanan, pusat perbelanjaan, pasar umum dan pemukiman penduduk. Semua aktifitas yang berada di lingkungan ini, sangat berpotensi untuk menimbulkan kerusakan bagi lingkungan hutan mangrove. Kegiatan-kegiatan tersebut membuang limbahnya ke sungai baik secara langsung maupun tidak langsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kerapatan mangrove, keanekaragaman gastropoda dan korelasi faktor fisika dan kimia air pada lingkungan ekosistem mangrove dengan kelimpahan gastropoda di KKMB Kota Tarakan. Penelitian dilakukan pada 3 stasiun yang dipilih secara purposive di kawasan KKMB Kota Tarakan. Pada plot yang telah ditentukan Jenis mangrove dan gastropoda diamati dan dihitung jumlah berdasarkan jenisnya, pengamatan dilakukan pada waktu surut air laut. Hasil penelitian menemukan 10 jenis mangrove dengan kerapatan relatif (KR) tertinggi adalah jenis Rhizopora mucronata sebesar 44,53 batang/Ha. Indeks keanekaragaman gastropoda di KKMB menunjukan nilai 1 yang mengindikasikan keanekaragaman sedang, dan ditemukan jenis Telescopium telescopium sebagai individu terbanyak mencapai 120 individu. Korelasi faktor fisika dan kimia air menggunakan perhitungan CCA (Cannonical Coressponce Analysis) memperlihatkan bahwa faktor kualitas air terbukti mempengaruhi tingkat vegetasi mangrove dan keanekaragam gastropoda.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Hutan mangrove merupakan ekosistem peralihan antara daratan dan lautan di sebagian besar sepanjang garis pantai tropis dan subtropis yang tergenang air laut. Mangrove dapat tumbuh di area bekas tambak. Lahan tambak yang sudah lama ditinggal akan ditumbuhi oleh mangrove secara alami yang dipengaruhi oleh pasang surut air laut. Adapun tujuan penelitian ini yaitu mengidentifikasi dan menganalisis jenis mangrove serta mengetahui kondisi mangrove yang ada di lahan bekas tambak. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data vegetasi mangrove tingkat anakan dan semai serta data pendukung yaitu, salinitas dan substrat. Penentuan letak titik petak untuk sampling mangrove dilakukan dengan metode purposive sampling. Pada penelitian ini ditemukan 3 jenis mangrove yaitu Sonnerata alba, Avicennia lanata dan Avicennia alba. Indeks Nilai Penting (INP) mangrove di lahan bekas tambak tergolong baik yang dibuktikan nilai INP yang didapatkan tidak ada yang 15%. Hal ini berarti jenis mangrove yang didapatkan di lokasi penelitian berperan penting dalam pembentukan ekosistem mangrove. Kerapatan didapatkan sebesar 1.910 ind/ha dan termasuk dalam kriteria sangat padat. Salinitas air laut pada saat pasang berkisar 25º/ₒₒ-30º/ₒₒ. Dari hasil yang didapatkan jenis substrat di lahan tambak memiliki dua jenis substat yaitu, Sandy Clay (liat berpasir) dan Sandy Clay Loam (lempung liat berpasir). Mangrove pada Bekas Tambak tergolong dalam kriteria sangat padat dan tergolong dalam kondisi baik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan dan respon peserta didik terhadap Lembar Kerja Peserta Didik Elektronik (E-LKPD) Berbasis Potensi Lokal pada materi ekosistem. Penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Subjek uji coba dalam penelitian ini yaitu siswa kelas X MIA 1 SMAN 2 Tarakan yang berjumlah 33 siswa. Kelayakan E-LKPD dinilai berdasarkan hasil rata-rata penilaian ahli materi, ahli media, dan praktisi guru dengan presentase kelayakan sebesar 90,3% termasuk dalam kategori sangat layak. Respon peserta didik diperoleh dari rata-rata penilaian respon peserta didik dalam uji skala besar dengan presentase 89,75% termasuk dalam kategori sangat menarik. Berdasarkan hasil tersebut lembar kerja peserta didik elektronik (E-LKPD) materi ekosistem berbasis potensi lokal layak untuk digunakan dalam pembelajaran.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Sempadan pantai dan ekosistem mangrove merupakan zona penyangga dengan peranannya yang sangat besar bagi wilayah pesisir dan makhluk hidup disekitarnya. Namun, semakin bertambahnya jumlah penduduk pada suatu pulau, turut mengancam keberadaan ekosistem mangrove. Tingginya kebutuhan lahan bagi masyarakat untuk pembangunan pemukiman, fasilitas umum dan aktivitas lainnya dapat mengakibatkan pengalihfungsian lahan mangrove maupun area sempadan pantai. Tujuan penelitian ini untuk mengajukan rencana alokasi ruang kawasan mangrove berdasarkan habitatnya di area sempadan pantai Kota Tarakan. Pengolahan data menggunakan analisis Geoprocessing buffer radius 100 dan 200 meter dan Intersect pada software Quantum GIS. Pengambilan parameter lingkungan berupa sedimen dan salinitas perairan yang dilakukan secara insitu serta pola pasang surut yang diakses melalui Badan Informasi Geospasial (BIG) dengan bentuk pembahasannya menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa titik lokasi penelitian yang diambil pada beberapa wilayah pesisir Kota Tarakan dikategorikan sesuai sebagai rencana alokasi ruang ekosistem mangrove yaitu pada kawasan Lingkas ujung (stasiun 1), Sebengkok (Stasiun 2), Karang anyar pantai (Stasiun 3), Juata laut (Stasiun 4), Tanjung batu (Stasiun 5) dan Pantai Amal (stasiun 6). Kata kunci: Ekosistem mangrove, alokasi ruang, buffer zone