ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Limbah hasil perikanan mengandung senyawa-senyawa seperti amonia, COD, tingkat kekeruhan dan keasaman (pH) yang ketika masuk ke lingkungan perairan dapat menyebabkan terjadinya pencemaran. Kandungan selulosa yang tinggi pada daun pandan laut berduri (Pandanus tectorius) dapat dimanfaatkan sebagai biosorben untuk menyerap senyawa-senyawa yang dapat mencemari perairan sehingga kondisi perairan dapat menjadi lebih baik. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis efektivitas daun pandan laut sebagai biosorben dalam menurunkan senyawa PH, COD, Kekeruhan dan amonia pada limbah hasil perikanan. Metode analisis ph menggunakan ph meter, amonia menggunakan spektrofotometer (SNI 06-6989; 30-2005), COD Menggunakan titrasi (SNI 6989.73; 2019) dan kekeruhan menggunakan Turbidimeter. Terdapat 5 perlakukan yakni A (perendaman 60 menit). B (perendaman 90 menit), C (perendaman 120 menit), D (perendaman 150 menit) dan E (tanpa perendaman serbuk daun pandan laut). Hasil uji ph tertinggi terdapat pada perlakuan C (9,28) dan terendah E (7,86). Hasil uji COD tertinggi perlakuan B (1824 mg/l) dan terendah E (48 mg/l). Hasil uji kekeruhan A (1581 NTU) dan terendah E (314 NTU). Hasil uji amonia tertinggi perlakukan perlakuan E (11.61 mg/l) dan terendah C (2,02 mg/l). Hasil uji menunjukkan terjadi penurunan senyawa amonia yang diberi perlakuan perendaman serbuk daun pandan laut sehingga dapat disimpulkan daun pandan laut memiliki efektivitas dalam mengabsor senyawa amonia pada limbah hasil perikanan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENGAWASAN PENCEMARAN LINGKUNGAN YANG DIHASILKAN OLEH INDUSTRI DI SEKTOR PERIKANAN KOTA TARAKAN ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk untuk menganalisis peraturan yang mengatur tentang pengawasan pencemaran lingkungan yang dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup terhadap industri perikanan yang melakukan pencemaran lingkungan, serta untuk menganalisis penegakan hukum administrasi terhadap pelanggaran pencemaran lingkungan hidup yang dilakukan oleh industri perikanan di Kota Tarakan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah tipe penelitian Normatif, dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual, dan pendekatan kasus. Data yang di peroleh dalam penelitian ini berdasarkan hasil wawancara dengan Pejabat Pengawas Dinas Lingkungan Hidup Kota Tarakan, dan ikut serta dalam pengawasan langsung di salah satu industri perikanan yang melakukan pelanggaran bersama dengan Pejabat Pengawas Dinas Lingkungan Hidup Kota Tarakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun pengawasan yang dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Tarakan sudah sesuai dengan prosedur maupun regulasi yang ada terkait dengan pengawasan pencemaran lingkungan, namun hal ini ternyata belum efektif karena masih terdapat industri yang melanggar atau tidak mematuhi ketentuan izin lingkungan, seperti PT.D yang masih didapati tidak memenuhi kewajiban dalam dokumen AMDAL dan UKL-UPL yang mengakibatkan pencemaran ligkungan, berdasarkan pelanggaran pencemaran lingkungan yang dilakukan oleh PT.D maka di kenakan Sanksi Administrasi berupa Paksaan Pemerintah agar segera memperbaiki pengelolaan lingkungannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Penelitian ini memberikan beberapa saran, diantaranya perlunya peningkatan efektivitas pengawasan serta Kerjasama antara pemerintah daerah, pihak industri, maupun masyarakat untuk meciptakan pengawasan yang lebih efektif, serta penerapan sanksi yang lebih tegas terhadap pelaku usaha yang melanggar ketentuan lingkungan. Dan diperlukan edukasi maupun pembinaan bagi industri perikanan agar kepatuhan terhadap peraturan lingkungan meningkat. dengan adanya pengawasan yang lebih ketat dan penegakan hukum yang lebih baik, diharapkan pencemaran lingkungan dapat diminimalisir dan keberlanjutan lingkungan di Kota Tarakan dapat terjaga.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Limbah kerang merupakan sisa-sisa kerang yang tidak dapat dimakan karena sifatnya yang keras.Cangkang kerang kapah (Meretrix sp) mengandung sekitar 87% kalsium oksida (CaO) yang berpotensi sebagai bahan dasar ekstraksi kalsium karbonat (CaCO3). Tujuan dari penelitian ini adalah Menganalisis pH, TSS, COD, dan amonia sebelum dan sesudah pemberian serbuk cangkang kerang kapah yang dikalsinasi pada suhu 500oc terhadap limbah cair industri perikanan. Penelitian ini dimulai dari pengambilan sampel, preparasi, pengujian senyawa aktif yang terdiri dari uji pH,COD,Amonia,TSS. Hasil analisis menunjukkan Pengukuran pH sebelum penambahan serbuk cangkang menunjukkan nilai tertinggi sebesar 8,81, sedangkan nilai terendah sebesar 8,66 setelah penambahan serbuk cangkang, pada pengujian parameter COD sebelum penambahan serbuk cangkang kerang kapah menunjukkan nilai tertinggi yaitu 272 mg/l. Namun setelah penambahan serbuk cangkang terlihat pengaruh yang signifikan dengan nilai terendah mencapai 16 mg/. hasil pengukuran kadar amonia pada limbah cair sebelum penambahan serbuk cangkang kerang kapah diperoleh nilai sebesar 30 mg/L. Dari hasil pengukuran kadar amonia setelah penambahan serbuk cangkang kerang kapah terlihat nilai tersebut mengalami penurunan, dengan nilai terendah mencapai 0,03 mg/L. Perlakuan dengan menggunakan serbuk cangkang kapah memberikan dampak terhadap total padatan tersuspensi (TSS) hal ini karena adanya partikel-partikel yang tidak larut dari serbuk cangkang kerang kapah baik yang kecil maupun yang besar dapat berdampak pada air karena partikel-partikel tersebut tidak larut dan tidak dapat mengendap.