ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Abstrak Sekitar 30 rumah tangga masyarakat Karungan Kelurahan Mamburungan Timur RT 8 dan RT 9 masih bergantung pada air sumur gali sebagai sumber air bersih. Namun, sumur yang berada di tepi jalan dan di tengah permukiman padat penduduk menjadikannya rentan terhadap berbagai sumber kontaminasi bakteri, seperti bakteri Escherichia coli (E. coli) yang berasal dari septic tank, kandang ternak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas penggunaan kitosan dan filter termodifikasi dalam menurunkan kandungan bakteri E. coli pada air sumur gali. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen mengunakan kitosan dan filter termodifikasi dengan bahan ijuk, pasir silika, cangkang kapah, arang aktif dan kerikil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah E. coli mengalami penurunan setelah proses sedimentasi, yaitu dari 100 CFU/100 mL menjadi 47 CFU/100 mL. Setelah melewati filtrasi didapatkan nilai rata-rata pada kandungan bakteri E. coli sekitar 74 CFU/100 mL. Filter termodifikasi belum efektif dalam menurunkan kandungan E.coli pada air sumur gali di Karungan RT 08, Kelurahan Mamburungan Timur, Kota Tarakan, berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 2 Tahun 2023.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak Budidaya udang windu sistem tradisional masih menjadi kegiatan utama di Kabupaten Bulungan yang cenderung menurun produktivitas tambak dan produksi udang. Penelitian ini bertujuan mengkaji kualitas air buangan tambak budidaya udang windu sistem tradisional di Pulau Tibi, Kabupaten Bulungan. Penelitian ini dilakukan mulai bulan September sampai dengan Desember 2024. Penentuan titik sampling menggunakan purposive sampling. Pada stasiun 1 menggunakan penambahan probiotik EM4 dengan dosis 190 L/Ha, stasiun 2 menggunakan probiotik RICA dengan dosis 6 L/Ha dengan frekuensi pemberian 2 minggu sekali, sedangkan stasiun 3 tidak menggunakan probiotik dan stasiun 4 air sungai. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dan mengacu pada Permen KP 75/2016 dan 28/2004. Hasil pengamatan stasiun 1 (EM4) menunjukkan kekeruhan 90,4 NTU, TSS 92 mg/L, BOD5 3,89 mg/L, nitrat 0,32 mg/L, fosfat 0,1 mg/L, amonia 0,06 mg/L, H₂S 0,72 mg/L, nitrit 0,15 mg/L, dan pH 6,9. Stasiun 2 (RICA), kekeruhan 51,4 NTU, TSS 77 mg/L, BOD5 2,5 mg/L, nitrat 0,22 mg/L, fosfat 0,16 mg/L, amonia 0,12 mg/L, H₂S 0,57 mg/L, nitrit 0,1 mg/L, dan pH 7,2. Sedangkan stasiun 3 (tanpa probiotik), kekeruhan 58,7 NTU, TSS 19 mg/L, BOD5 2,78 mg/L, nitrat 0,28 mg/L, fosfat 0,09 mg/L, amonia 0,2 mg/L, H₂S 2,44 mg/L, nitrit 0,09 mg/L, dan pH 5. Hasil pengamatan sungai 1 menunjukkan kekeruhan 50,5 NTU, TSS 30 mg/L, BOD5 1,95 mg/L, nitrat 0,3 mg/L, fosfat 0,13 mg/L, amonia 0,17 mg/L, H₂S 0,99 mg/L, nitrit 0,2 mg/L, dan pH 6,8. Sedangkan pada sungai 2, kekeruhan 309 NTU, TSS 341 mg/L, BOD5 6,11 mg/L, nitrat 0,2 mg/L, fosfat 0,56 mg/L, amonia 0,18 mg/L, H₂S 1,75 mg/L, nitrit 0,3 mg/L, dan pH 6. Secara keseluruhan, penggunaan probiotik RICA lebih efektif dalam memperbaiki kualitas air buangan tambak dibandingkan probiotik EM4 maupun tanpa probiotik. Abstract Shrimp farming using a traditional system remains a significant activity in Bulungan Regency, although pond productivity and shrimp production tend to declining. This study aimed to assess the quality of wastewater from traditional shrimp farming ponds on Tibi Island, Bulungan Regency. The research wass conducted from September to December 2024. Sampling points were determined using a purposive sampling approach. At station 1, EM4 probiotics were applied at a dosage of 190 L/Ha, while station 2 used RICA probiotics at a dosage of 6 L/Ha with an application frequency of once every two weeks. Station 3 did not use probiotics, and station 4 represented river water. The method employed was a descriptive quantitative approach, as referenced in Ministry of Marine Affairs and Fisheries Regulations Permen KP 75/2016 and 28/2004. The results from station 1 (EM4) showed turbidity of 90.4 NTU, TSS 92 mg/L, BOD₅ 3.89 mg/L, nitrate 0.32 mg/L, phosphate 0.1 mg/L, ammonia 0.06 mg/L, H₂S 0.72 mg/L, nitrite 0.15 mg/L, and pH 6.9. Station 2 (RICA), showed turbidity of 51.4 NTU, TSS 77 mg/L, BOD₅ 2.5 mg/L, nitrate 0.22 mg/L, phosphate 0.16 mg/L, ammonia 0.12 mg/L, H₂S 0.57 mg/L, nitrite 0.1 mg/L, and pH 7.2. Meanwhile, station 3 (without probiotics) showed turbidity of 58.7 NTU, TSS 19 mg/L, BOD₅ 2.78 mg/L, nitrate 0.28 mg/L, phosphate 0.09 mg/L, ammonia 0.2 mg/L, H₂S 2.44 mg/L, nitrite 0.09 mg/L, and pH 5. The results from river 1 showed turbidity of 50.5 NTU, TSS 30 mg/L, BOD₅ 1.95 mg/L, nitrate 0.3 mg/L, phosphate 0.13 mg/L, ammonia 0.17 mg/L, H₂S 0.99 mg/L, nitrite 0.2 mg/L, and pH 6.8. In river 2, turbidity was 309 NTU, TSS 341 mg/L, BOD₅ 6.11 mg/L, nitrate 0.2 mg/L, phosphate 0.56 mg/L, ammonia 0.18 mg/L, H₂S 1.75 mg/L, nitrite 0.3 mg/L, and pH 6. Overall, the use of RICA probiotics is more effective in improving the quality of aquaculture wastewater compared to EM4 probiotics or without probiotics.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Water quality is one of the primary factors influencing the success of shrimp aquaculture, as it supports optimal growth. Conversely, due to the accumulation of toxic compounds, poor water quality negatively affects shrimp health and can ultimately result in mortality. This study aimed to analyze water quality in traditional black tiger shrimp (Penaeus monodon) ponds on Tibi Island, Bulungan Regency. Sampling points were determined using purposive sampling across two pond plots-one measuring 1.3 hectares and the other 6 hectares. Water samples were collected from three points with three replications in each pond. Treatments included using probiotics: EM4 was applied three times in the smaller pond, and "Rica" treatment in the larger pond. Sampling was conducted monthly throughout the seeding, maintenance, and harvesting periods. Both physical and chemical parameters were measured. In the small pond, water temperature ranged from 28 31.67 °C, pH 5.87-7.27, dissolved oxygen 6.47-7 mg/L, salinity 9.67-17 ppt, ammonia 0.1-1.2 mg/., nitrite 0.03-0.42 mg/L, nitrate 0.3-0.61 mg/L, phosphate 0.04 0.05 mg/L, and alkalinity 13.33-80 mg/L. In the large pond, water temperature ranged from 29.9-32.03 °C, pH 5-7.4, dissolved oxygen 6.8 6.87 mg/L, salinity 10-15.33 ppt, ammonia 0.1-1.14 mg/L, nitrite 0.10 0.22 mg/L, nitrate 0.3-0.41 mg/L, phosphate 0.05 0.13 mg/L, and alkalinity 11.67-88.33 mg/L. The small pond treated with EM4 showed relatively better water quality. Several parameters did not meet the quality standards of the Indonesian Ministry of Marine Affairs and Fisheries Regulation No. 75/2016, including pH, ammonia, nitrate, nitrite, and alkalinity in the small pond, and pH, ammonia, nitrite, phosphate, and alkalinity in the large pond. Other parameters were within acceptable limits.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Keberadaan unsur hara dan plankton pada tambak tradisional menjadi parameter kesuburan perairan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fluktuasi konsentrasi unsur hara dalam air dan sedimen tambak serta struktur komunitas plankton di tambak tradisional Kota Tarakan. Penelitian dilakukan pada bulan September-November 2023 pada tambak udang windu di Kecamatan Tarakan Barat Kota Tarakan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dan kuantitatif. Analisis data mengacu pada Permen KP. No. 75 Tahun 2016, Permen Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat No. 21 tahun 2015, dan perhitungan kelimpahan, keanekaragaman, keseragaman, dan dominansi plankton. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu air berkisar antara 20-29°C, dengan rata-rata 24,8±3,3°C, yang lebih rendah dibandingkan baku mutu menurut Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Permen KP. No. 75 Tahun 2016 (28-32°C). Salinitas tertinggi tercatat pada minggu pertama (25 ppt) dan masih berada dalam kisaran standar (5-40 ppt). Nilai pH air berkisar antara 7,28-8,08, sesuai dengan baku mutu (7,5-8,5). Kadar oksigen terlarut mencapai nilai tertinggi 8,1 mg/L pada minggu ke 4 dan berada di atas batas minimal yang direkomendasikan (>3 mg/L). Kadar amonia tertinggi tercatat sebesar 1,67 mg/L, melebihi ambang batas yang direkomendasikan (0,01 mg/L). Konsentrasi nitrat relatif stabil dalam kisaran 0,08-0,09 mg/L, masih di bawah baku mutu 0,5 mg/L. Konsentrasi fosfat di air mengalami fluktuasi dan sebagian besar waktu berada di bawah nilai standar minimal yang direkomendasikan (0,1 mg/L). Analisis komunitas plankton menunjukkan variasi jenis dan kelimpahan yang dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Kelimpahan fitoplankton tertinggi tercatat 3 sel/L pada minggu ke 2, sementara zooplankton tertinggi mencapai 8 sel/L pada minggu ke 3. Nilai indeks keanekaragaman plankton tertinggi sebesar 1,099 menunjukkan komunitas yang cukup stabil. Kualitas air tambak masih berada dalam kisaran optimal untuk budidaya udang windu, namun fluktuasi kandungan amonia dan rendahnya kandungan fosfat perlu diperhatikan untuk mendukung keberlanjutan budidaya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Pemantauan kualitas air sungai perlu dilakukan secara berkala untuk mengetahui kesesuaian ketersediaan air tersebut dari segi kualitas dengan peruntukannya. Salah satu cara menentukan status mutu air yaitu dengan cara menggunakan metode indeks pencemaran. Indeks pencemaran dapat digunakan untuk menilai tingkat pencemaran dan memberikan Gambaran mengenai seberapa tercemarnya suatu perairan sungai. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan status mutu air menggunakan metode indeks pencemaran di Sungai Bengawan. Penentuan status mutu mengacu pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 27 Tahun 2021 tentang indeks kualitas lingkungan hidup dan hasil pengukuran kualitas air dibandingkan dengan Baku Mutu sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 pada Lampiran VI tentang baku mutu air sungai dan sejenisnya, serta penentuan kelas air mengacu pada Peraturan Walikota Tarakan Nomor 04 Tahun 2010 tercantum pada Lampiran II. Pengambilan sampel dilakukan pada saat air surut sebanyak 5 stasiun dan 15 titik. Parameter yang digunakan yaitu fisika dan kimia seperti TSS, pH, DO, BOD, COD, Nitrat dan Fosfat. Hasil pengukuran TSS yaitu 15-50 mg/L, pH yaitu 5,98-6,34, DO yaitu 4,8-7,2 mg/L, BOD yaitu 0,3-6,4 mg/L, COD yaitu 16-64 mg/L, Nitrat yaitu 0,35-1,18 mg/L dan Posfat yaitu 0,10-0,20 mg/L. Hasil indeks pencemaran menunjukkan Sungai Bengawan masuk ke dalam kategori cemar ringan sedangkan indeks kualitas air menujukkan Sungai Bengawan masuk ke dalam katagori cemar sedang.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sumber air tambak tradisional mengandalkan pasang surut air laut sedangkan wilayah pesisir Kota Tarakan terdapat berbagai aktivitas manusia seperti permukiman, pusat komersial, pelabuhan, industri, transportasi dan tempat penjualan bahan bakar minyak (BBM). Aktivitas tersebut berpotensi menghasilkan limbah logam berat yang dapat mencemari laut dan tambak tradisonal. Tujuan penelitian adalah menganalisis kandungan logam Pb, Cd, Cu pada air, sedimen dan udang windu (Penaeus monodon) di tambak tradisional Kota Tarakan. Penelitian ini dilaksanakan selama tiga bulan dari bulan Desember 2023-Februari 2024 di Kecamatan Tarakan Barat dan Kecamatan Tarakan Timur Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data yang digunakan yaitu membandingkan standar baku mutu berdasarkan Permen KP. No. 75 tahun 2016, PP No. 22 tahun 2021, ANZECC tahun 2000 dan SNI 7387-2009. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kandungan logam berat pada 3 titik sampling di tambak Tarakan Barat untuk logam Pb, Cd, dan Cu di air yaitu 0,004-0,002 mg/l, 0,001 mg/l, dan 0,005-0,004 mg/l; di sedimen yaitu 2,66-5,08 mg/kg, 0,02-0,04 mg/kg, dan 2,56-3,25 mg/kg; di udang windu yaitu 0,07-0,17 mg/kg, 0,01 mg/kg dan 0,02 mg/kg. Sementara rata-rata kandungan logam Pb, Cd, Cu di tambak Tarakan Timur pada 3 titik sampling di air yaitu 0,002-0,004 mg/l, 0,002-0,007 mg/l, dan 0,002-0,006 mg/l; di sedimen yaitu 2,28-2,54 mg/kg, 0,046-0,04 mg/kg, dan 2,13-3 mg/kg; dan di udang windu yaitu 0,17-0,19 mg/kg, 0,01 mg/kg dan 0,02 mg/kg. Secara keseluruhan kandungan logam berat Pb, Cd, dan Cu di air, sedimen dan udang windu masih sesuai standar baku mutu.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Berbagai aktivitas penyumbang pencemaran perairan yang dilakukan di daerah pesisir seperti rumah tangga, industri dan pelabuhan. Limbah Merupakan faktor yang mempengaruhi keberadaan bakteri E.coli dan Total coliform dalam perairan. Tujuan penelitian untuk mengukur kandungan E.coli dan total coliform pada perairan laut Pulau Tarakan. Penelitian dilakukan pada bulan April hingga Juni 2022 dengan menggunakan metode deskriptif. Penentuan lokasi sampling dilakukan dengan teknik purposive sampling. Metode uji laboratorium yang digunakan yaitu Colilert 18 (in House) dan SNI 2333.1:2015, kemudian dibandingkan dengan Peraturan Pemerintah No.22 Tahun 2021 mengenai standar baku mutu air laut air laut untuk pelabuhan, wisata bahari dan biota laut. Titik pengukuran dan pengambilan sampel air laut dilakukan pada 5 titik stasiun dengan masing-masing stasiun 3 kali ulangan berdasarkan sumber penghasil pencemaran dari aktivitas yang terdapat di laut dan pesisir. Hasil penelitian diperoleh nilai rata-rata E.coli pada stasiun 1-5 secara berurutan yaitu 16,3; 20,3; 12,7; 17,7; 23,7 Jml/100 mL dan nilai rata-rata hasil pengukuran coliform 59.000,0; 1.673,3; 3.340,0; 1.386,7; 7.946,7 Jml/100 mL. Hasil pengukuran parameter kualitas air sebagai data pendukung diperoleh suhu berkisar 30,7-31,3 C, pH 7,3-8,0, DO 2,6-4,9 mg/L, salinitas 10,3-25,0 ‰, dan TDS 14,537-30,688 mg/L. Perairan pada stasiun 1-5 parameter Escherichia coli belum memenuhi standar baku yang ditetapkan untuk pelabuhan dan biota laut tetapi masih memenuhi standar untuk wisata bahari. Total coliform di setiap stasiun belum memenuhi standar baku mutu yang telah ditetapkan baik untuk kegiatan pelabuhan, wisata bahari dan biota laut
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sungai Sekalayan diduga memiliki potensi untuk kegiatan keramba jaring apung. Kegiatan budidaya keramba jaring apung membutuhkan data mengenai kualitas perairan. Kualitas air mempunyai peran yang sangat penting pada keberhasilan budidaya karena berpengaruh langsung terhadap kesehatan dan pertumbuhan ikan khususnya informasi mengenai adanya masalah penurunan kualitas air pada lokasi yang ditetapkan untuk keramba jaring sehingga dapat dinilai kelayakan dari wilayah tersebut untuk kegiatan budidaya. Proses budidaya menggunakan Keramba Jaring Apung (KJA) merupakan salah satu inisiatif yang tepat untuk mengembangkan biota yang ada pada perairan Sungai Sekalayan. Usaha budidaya keramba jaring apung membutuhkan pengamatan kualitas perairan. Kualitas air mempunyai peran yang sangat penting pada keberhasilan budidaya karena berpengaruh langsung terhadap kesehatan dan pertumbuhan ikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji kelayakan kualitas air sungai Sekalayan untuk kegiatan KJA. Metode yang digunakan pada penelitian ini menggunakan metode Indeks Pencemaran (IP) serta penentuan nilai status mutu air berdasarkan Kepmen LH No. 115 Tahun 2003 dan baku mutu PP No.22 Tahun 2021 Kelas III. Hasil klasifiasi menunjukkan nilai IP stasiun I 106; stasiun II 2.6; dan stasiun III 1.42. Hasil klasifikasi menunjukkan ketiga stasiun mengalami cemar ringan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa keadaan perairan sungai Sekalayan masih layak dijadikan objek untuk melakukan kegiatan budidaya perikanan dengan sistem KJA.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Sumur bor merupakan salah satu sarana penyedia air bersih yang umumnya digunakan masyarakat Kelurahan Pantai Amal untuk keperluan higiene sanitasi. Permasalahan yang sering terjadi pada sumur bor yaitu lokasinya yang berdekatan dengan sumber pencemaran bakteri. Penelitian bertujuan untuk menguji kandungan bakteri Escherichia coli dan total coliform pada air sumur bor di Kelurahan Pantai Amal Kota Tarakan. Pelaksanaan penelitian pada bulan Oktober 2021 sampai dengan bulan Januari 2022 dengan metode penelitian deskriptif kuantitatif. Penentuan lokasi sampling dilakukan dengan teknik purposive sampling. Pengambilan sampel dilakukan di Kelurahan Pantai Amal pada 3 titik lokasi dengan 3 kali ulangan. Hasil penelitian diperoleh nilai rata-rata e-coli pada stasiun 1-3 secara berurutan sebesar 9,3; 0; dan 7,6, serta nilai rata-rata coliform 842,267; 0; dan 1600. Hasil pengukuran parameter kualitas air sebagai data pendukung diperoleh suhu berkisar 27-32 oC, kekeruhan 0,4-22,5 NTU, warna 0-50 TCU, TDS 53-151 mg/L, dan pH 5,86-8,57. Kualitas air bor yang memenuhi baku mutu Permenkes RI No 32 Tahun 2017 untuk kebutuhan higiene sanitasi adalah stasiun 2, sedangan kedua stasiun lainnya masih melebihi ambang batas.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pencemaran logam berat yang terdapat di perairan dapat berasal dari kegiatan pembuangan limbah rumah tangga, transportasi dan aktivitas industri. Salah satu logam berat yang bersifat toksik adalah logam kromium (Cr). Keberadaan logam berat Kromium yang terdapat di perairan dan sedimen dapat menjadi polutan apabila konsentrasinya melebihi ambang baku mutu yang ditentukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kandungan logam berat Kromium (Cr) yang terdapat di Perairan Juata Permai Kota Tarakan. Parameter yang di uji yaitu sampel air dan sampel sedimen terkait logam Kromium (Cr) serta parameter kualitas air meliputi suhu, pH, dan Salinitas yang di ambil pada lima titik stasiun dengan metode purposive sampling kemudian di analisis menggunakan metode Spektrofotometri Serapan Atom (AAS). Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai Kromium (Cr) yang terkandung pada air dan sedimen di lima stasiun penelitian masih berada di bawah limit deteksi yaitu 0,028 mg/L. Hasil analisis juga menunjukkan bahwa kadar logam berat Kromium (Cr) masih berada di bawah nilai baku mutu menurut PP Nomor 22 tahun 2021 dan sedimen menurut National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) tahun 1999.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sumur bor di Kelurahan Pantai Amal merupakan salah satu sarana penyedia air bersih yang umumnya digunakan masyarakat guna keperluan higiene sanitasi. Permasalahan yang sering terjadi pada sumur bor yaitu secara fisik air sumur bor masih berwarna merah kecoklatan sehingga meninggalkan noda disekitar sumur dan menyebabkan korosi terhadap wadah penampung atau pipa. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kualitas air sumur bor di Kelurahan Pantai Amal untuk kebutuhan higiene sanitasi yang mengacu pada Permenkes RI No 32 Tahun 2017. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober-November 2021 dengan metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Penentuan lokasi sampling dilakukan dengan teknik purposive sampling. Pengambilan sampel dilakukan di Kelurahan Pantai Amal pada 5 titik stasiun dan dengan 3 kali pengambilan. Hasil penelitian menunjukan bahwa semua stasiun sampling sumur bor untuk keperluan higiene sanitasi tidak memenuhi syarat berdasarkan Permenkes RI No 32 Tahun 2017. Parameter fisika yang tidak memenuhi standar baku mutu adalah warna, suhu, bau dan rasa, sedangkan parameter yang memenuhi stadar baku mutu adalah salinitas, kekeruhan dan TDS. Untuk parameter kimia yang tidak memenuhi standar baku mutu adalah parameter pH dengan nilai berkisar 5,01-6,15, dan logam Fe pada stasiun 1 dengan nilai berkisar 3,732 - 4,005 mg/L.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Salah satu indikator permasalahan lingkungan di laut adalah keberadaan kandungan logam berat yang ada di dalam perairan pesisir yang bersumber dari kegiatan industri, transportasi laut, maupun yang bersumber dari alam. Penyebab utama logam berat menjadi bahan pencemar berbahaya yaitu logam berat tidak dapat di hancurkan (non degradable) oleh organisme hidup dan terakumulasi ke lingkungan. Salah satu logam berat yang berbahaya adalah Timbal (Pb). Timbal yang terdapat di perairan dan sedimen dapat menjadi polutan apabila konsentrasinya melebihi ambang baku mutu yang telah ditentukan. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan logam berat Timbal (Pb) yang terdapat di Perairan Laut Kelurahan Juata Permai Kota Tarakan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif dengan melakukan pengambilan sampel pada lima titik stasiun melalui metode purposive sampling yang dilakukan pada bulan Desember 2021 di Perairan Juata Permai Kota Tarakan. Parameter yang di uji yaitu sampel air dan sampel sedimen terkait logam berat Timbal (Pb) serta parameter kualitas air meliputi suhu, pH dan salinitas. Analisis kandungan logam berat menggunakan AAS (Atomic Absorption Spectrofotometry). Pada hasil analisis yang dilakukan menunjukkan bahwa nilai Timbal (Pb) yang terkandung pada air sebesar 0,0683- 0,1445, pada sedimen sebesar 0,1336- 2,58. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kandungan logam berat Timbal (Pb) pada air di Perairan Juata Permai Kota Tarakan sudah melebihi nilai baku mutu berdasarkan PP Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2021, sedangkan kandungan logam berat Timbal (Pb) pada sedimen masih di bawah baku mutu berdasarkan SEPA (Swedish Enviromental Protection Agency) Tahun 2000.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Studi Kualitas Air Di Embung Rawasari Kelurahan Karang Harapan Kota Tarakan Kalimantan Utara Abstrak Kota Tarakan adalah pulau kecil yang secara administrasi berada di Provinsi Kalimantan Utara Kota Tarakan yang memiliki keentanan terhadap ketersediaan sumber air baku untuk sarana air bersih bagi masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah Kota Tarakan membangun penampungan air baku yang salah satunya adalah Embung Rawasari yang berlokasi di Kelurahan Karang Harapan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi kualitas air di Embung Rawasari Kelurahan Karang Harapan Kota Tarakan berdasarkan parameter fisika dan kimia perairan. Parameter fisika dalam penelitian ini meliputi suhu, TSS dan kecerahan, serta parameter kimia yaitu pH, DO, BOD, dan COD. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif kualitatif. Pengambilan sampel dilakukan selama 1 bulan dengan 4 kali pengulangan dan dianalisis secara deskriptif kuantitatif untuk melihat kecenderungan perubahan kadar kualitas air berdasarkan waktu pengukuran. Hasil penelitian diperoleh bahwa semua parameter memenuhi baku mutu air berdasarkan dengan nilai untuk parameter suhu berkisar antara 31-35 oC, TSS 6-22 mg/L, kecerahan berkisar 30-48 cm, pH 6-9, DO 6,11-8,05 mg/L, BOD 0,1-2,1 mg/L, dan COD 3,2-9,2 mg/L. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 22 tahun 2021 Tentang Penyelenggara Perlindungan dan Pengolahan Lingkungan Hidup pada kelas I yang diperuntukkan sebagai kebutuhan air baku air minum, maka dapat disimpulkan bahwa parameter kualitas air yang ada di Embung Rawasari Kelurahan Karang Harapan Kota Tarakan masih memenuhi baku mutu dan baik untuk digunakan sebagai air baku minum dan kebutuhan sehari-hari.