ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pulau Bunyu merupakan wilayah pesisir di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, yang mengalami perubahan garis pantai akibat interaksi antara energi gelombang Laut Sulawesi, suplai sedimen daratan, dinamika muara, dan aktivitas manusia. Penelitian ini bertujuan menganalisis perubahan garis pantai secara multitemporal serta faktor pengendali dinamika pesisir berupa abrasi dan akresi di Pulau Bunyu, khususnya pada kawasan Pantai TPI. Data utama berupa citra satelit multitemporal tahun 2016, 2022, 2024, dan 2026 yang dianalisis menggunakan Sistem Informasi Geografis dan Digital Shoreline Analysis System (DSAS). Parameter perubahan dihitung menggunakan End Point Rate (EPR) dan Linear Regression Rate (LRR), serta interpretasi spasial terhadap sebaran abrasi dan akresi. Analisis didukung oleh data gelombang, angin, fetch, pasang surut, dan arus perairan. Hasil menunjukkan bahwa 66 transek (68,04%) mengalami abrasi yang terkonsentrasi pada segmen timur–tenggara yang terpapar langsung gelombang Laut Sulawesi, sedangkan 31 transek (31,96%) mengalami akresi yang terkonsentrasi di wilayah muara akibat suplai sedimen fluvial. Nilai EPR berkisar antara −2,99 hingga 14,00 m/tahun dengan rata-rata +0,59 m/tahun, sedangkan LRR berkisar antara −2,54 hingga 14,00 m/tahun dengan rata-rata +0,80 m/tahun. Gelombang swell dari arah utara menjadi pengendali utama dinamika sedimen, didukung oleh fetch panjang ke arah timur–tenggara. Studi ini menegaskan pentingnya pemantauan garis pantai berbasis citra satelit dan DSAS untuk mendukung pengelolaan pesisir Pulau Bunyu secara adaptif dan berkelanjutan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pantai TPI (Tempat Pelelangan Ikan) yang terletak di Desa Bunyu Selatan, Pulau Bunyu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik sedimen dasar perairan, dan menganalisis arah transportasi sedimen dan laju sedimentasi di perairan Pulau Bunyu, Kalimantan Utara. Metode yang digunakan meliputi pengambilan sampel sedimen dasar perairan pada 5 titik pengamatan dengan tiga kali ulangan dan sediment trap untuk pengukuran arah transportasi sedimen dan laju sedimentasi, pengukuran kecepatan dan arah arus menggunakan layang-layang arus, serta analisis parameter statistik ukuran butir menggunakan perangkat lunak Gradistat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh titik pengamatan memiliki tekstur Slightly Gravelly Sand (pasir sedikit berkerikil) dengan dominasi fraksi pasir berkisar antara 97,9%–100,0%. Nilai rata-rata ukuran butir berkisar antara 150–165 µm yang seluruhnya termasuk kategori pasir halus (fine sand). Nilai sortasi seluruh titik pengamatan tergolong terpilah sangat baik (very well sorted), nilai kecondongan didominasi kategori fine skewed, serta nilai keruncingan sebagian besar tergolong mesokurtik dan platikurtik dengan satu titik termasuk kategori extremely leptokurtik. Faktor hidrodinamika, khususnya arus pasang surut, diindikasikan sebagai agen dominan dalam seleksi, transportasi, dan pengendapan material sedimen di perairan Pulau Bunyu.Transportasi sedimen menunjukkan bahwa arah dominan transportasi bervariasi antar titik pengamatan. Titik 1 dan 2 memiliki arah transportasi dominan menuju ke Timur, Titik 3, 4, dan 5 memiliki arah transportasi dominan menuju ke Utara. Laju sedimentasi rata-rata sebesar 5,417 gr/cm2/hari tergolong dalam kategori sangat berat hingga katastropik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Padang lamun berperan penting sebagai habitat biota, penstabil sedimen, dan penyedia jasa ekosistem pesisir. Pertumbuhan lamun dipengaruhi oleh karakteristik sedimen yang menjadi media perakaran. Informasi mengenai hubungan ukuran butiran sedimen dan kerapatan lamun di Pulau Maratua, khususnya desa Bohei Bukut dan desa Payung-Payung, masih terbatas sehingga perlu dikaji.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tekstur sedimen, menentukan tutupan dan kerapatan lamun, serta menganalisis hubungan ukuran butiran sedimen dengan kerapatan lamun. Metode yang digunakan adalah purposive sampling pada 24 titik pengamatan dengan transek kuadrat 50×50 cm. Analisis sedimen dilakukan dengan pengayakan kering dan klasifikasi Blott & Pye (2012), sedangkan kerapatan lamun dihitung per meter persegi. Hubungan antara sedimen dan lamun diuji menggunakan regresi linear.Hasil penelitian menunjukkan sedimen didominasi fraksi pasir dengan tekstur pasir berkerikil dan pasir sedikit berkerikil. Tiga spesies lamun ditemukan, yaitu Halodule uninervis, Halophila minor, dan Cymodocea cerulata dengan kerapatan sangat rapat (>175 ind/m²). Hasil regresi menunjukkan hubungan signifikan antara ukuran butiran sedimen dan kerapatan lamun, yang berarti semakin rapat lamun, semakin halus sedimen.K arakteristik sedimen berperan penting dalam mendukung keberadaan padang lamun, sehingga hasil penelitian ini dapat menjadi dasar pengelolaan ekosistem pesisir berkelanjutan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Peningkatan jumlah penduduk dan aktivitas masyarakat di Tanjung Selor menyebabkan peningkatan sampah plastik hingga 94 ton per hari. Sampah plastik yang masuk ke perairan Sungai Kayan mengalami proses degradasi akibat paparan sinar matahari, arus air, perubahan cuaca, dan mikroorganisme, yang kemudian menghasilkan partikel kecil yang dikenal sebagai mikroplastik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi mikroplastik pada sedimen Sungai Kayan, Kalimantan Utara. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Sampel diambil di empat stasiun menggunakan metode purposive sampling dan teknik grab sampling. Lokasi pengambilan sampel meliputi Stasiun 1 (Tanjung Palas), Stasiun 2 (Tugu Cinta Damai), Stasiun 3 (PDAM Sabanar), dan Stasiun 4 (Selimau). Pengambilan dilakukan pada pagi dan sore hari. Parameter yang dianalisis meliputi kelimpahan, bentuk, warna, dan ukuran mikroplastik. Hasil penelitian menunjukkan empat bentuk mikroplastik: fragmen (529 partikel), film (317 partikel), fiber (215 partikel), dan pellet (9 partikel). Warna yang ditemukan mencakup transparan, hitam, coklat, merah, kuning, hijau, biru, dan putih, dengan warna dominan transparan (354 partikel). Ukuran mikroplastik yang paling umum adalah 100–500 µm (291 partikel), sedangkan ukuran 20 µm paling sedikit ditemukan (2 partikel). Lokasi dengan kelimpahan mikroplastik tertinggi adalah Stasiun 3 (PDAM Sabanar) sebesar 3,08 partikel/gram, dan terendah di Stasiun 2 (Tugu Cinta Damai) sebesar 2,03 partikel/gram. Hasil ini menunjukkan adanya pencemaran mikroplastik pada sedimen Sungai Kayan yang berpotensi berdampak terhadap ekosistem perairan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
.Adapun permasalahan yang biasanya terjadi pada sungai yaitu pengendapan sedimentasi pada sungai, hal itu terjadi karena ketinggian sedimentasi mengurangi kedalaman dari air, apabila pedangkalan sungai melebihi kemampuan daya tampung aliran sungai. Sehingga diperlukan beberapa analisis yang detail guna mengatasi seberapa jauh sedimentasi sungai yang mempengaruhi terjadinya banjir. Akibat dari kuranganya pemeliharaan sungai karang anyar, sehingga sungai yang berlokasi pada jalan Slamet Riady Kecamatan Tarakan Barat ini mengalami sedimentasi yang Terdapat beberapa titik yang terjadi penumpukan sedimen yang sudah ditumbuhi oleh tanaman. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk menganalisis debit angkutan sedimen total, memperoleh metode untuk dijadikan tolak ukur dalam menentukan debit sedimen total dan analisis gradasi butiran pada sungai Karang Anyar. Dari hasil penelitian angkutan sedimen total, didapatkan hasil angkutan sedimen yang dihasilkan tiap titik untuk tiap metode rata-rata metode Englund and Hansen’s 0,06 ton/tahun, metode Bagnold 1,49 ton/tahun, dan metode Yang 1,14 ton/tahun, dan Hasil analisis uji gradasi butiran pada sungai Karang Anyar memiliki karakteristik material yang didominasi oleh jenis pasir sedang dengan ukuran butiran berkisar 0,25 mm-0,5 mm dan pasir sangat halus dengan ukuran butiran berkisar 0,062 mm-0,125 mm.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Keberadaan unsur hara dan plankton pada tambak tradisional menjadi parameter kesuburan perairan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fluktuasi konsentrasi unsur hara dalam air dan sedimen tambak serta struktur komunitas plankton di tambak tradisional Kota Tarakan. Penelitian dilakukan pada bulan September-November 2023 pada tambak udang windu di Kecamatan Tarakan Barat Kota Tarakan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dan kuantitatif. Analisis data mengacu pada Permen KP. No. 75 Tahun 2016, Permen Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat No. 21 tahun 2015, dan perhitungan kelimpahan, keanekaragaman, keseragaman, dan dominansi plankton. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu air berkisar antara 20-29°C, dengan rata-rata 24,8±3,3°C, yang lebih rendah dibandingkan baku mutu menurut Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Permen KP. No. 75 Tahun 2016 (28-32°C). Salinitas tertinggi tercatat pada minggu pertama (25 ppt) dan masih berada dalam kisaran standar (5-40 ppt). Nilai pH air berkisar antara 7,28-8,08, sesuai dengan baku mutu (7,5-8,5). Kadar oksigen terlarut mencapai nilai tertinggi 8,1 mg/L pada minggu ke 4 dan berada di atas batas minimal yang direkomendasikan (>3 mg/L). Kadar amonia tertinggi tercatat sebesar 1,67 mg/L, melebihi ambang batas yang direkomendasikan (0,01 mg/L). Konsentrasi nitrat relatif stabil dalam kisaran 0,08-0,09 mg/L, masih di bawah baku mutu 0,5 mg/L. Konsentrasi fosfat di air mengalami fluktuasi dan sebagian besar waktu berada di bawah nilai standar minimal yang direkomendasikan (0,1 mg/L). Analisis komunitas plankton menunjukkan variasi jenis dan kelimpahan yang dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Kelimpahan fitoplankton tertinggi tercatat 3 sel/L pada minggu ke 2, sementara zooplankton tertinggi mencapai 8 sel/L pada minggu ke 3. Nilai indeks keanekaragaman plankton tertinggi sebesar 1,099 menunjukkan komunitas yang cukup stabil. Kualitas air tambak masih berada dalam kisaran optimal untuk budidaya udang windu, namun fluktuasi kandungan amonia dan rendahnya kandungan fosfat perlu diperhatikan untuk mendukung keberlanjutan budidaya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Di kawasan Karang Anyar, Kota Tarakan, fenomena sedimentasi pada saluran drainase menjadi perhatian serius akibat pertumbuhan populasi dan pembangunan yang pesat. Aktivitas pembangunan infrastruktur yang tidak terkontrol serta kegiatan pertanian dan pemukiman turut berkontribusi terhadap peningkatan volume sedimen yang masuk ke sistem drainase. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis laju sedimentasi dan karakteristik sedimen pada saluran drainase Kebun Sayur, Karang Anyar, Kota Tarakan. Metode yang digunakan meliputi metode Yang, Bagnold, dan Shen & Hung, dengan pengambilan sampel sedimen dilakukan pada 11 titik sepanjang 500 meter saluran. Data primer yang dikumpulkan mencakup kecepatan aliran, kedalaman, suhu air, dan sampel sedimen yang diuji di laboratorium untuk menentukan berat jenis dan ukuran butir (d50). Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik sedimen di saluran drainase didominasi oleh material pasir dengan diameter rata-rata 0,312-0,352 mm. Berat jenis sedimen bervariasi antara 2570,71-2747,25 kg/m³, menunjukkan keberadaan lempung anorganik pada sebagian besar titik pengambilan sampel. Debit total sedimen dihitung menggunakan ketiga metode, menunjukkan perbedaan nilai yang signifikan. Metode Shen & Hung memberikan hasil yang lebih konservatif dibandingkan dengan metode lainnya. Temuan ini mengindikasikan perlunya pengelolaan sedimentasi secara terintegrasi untuk menjaga kapasitas drainase dan mencegah banjir di kawasan tersebut.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sumber air tambak tradisional mengandalkan pasang surut air laut sedangkan wilayah pesisir Kota Tarakan terdapat berbagai aktivitas manusia seperti permukiman, pusat komersial, pelabuhan, industri, transportasi dan tempat penjualan bahan bakar minyak (BBM). Aktivitas tersebut berpotensi menghasilkan limbah logam berat yang dapat mencemari laut dan tambak tradisonal. Tujuan penelitian adalah menganalisis kandungan logam Pb, Cd, Cu pada air, sedimen dan udang windu (Penaeus monodon) di tambak tradisional Kota Tarakan. Penelitian ini dilaksanakan selama tiga bulan dari bulan Desember 2023-Februari 2024 di Kecamatan Tarakan Barat dan Kecamatan Tarakan Timur Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data yang digunakan yaitu membandingkan standar baku mutu berdasarkan Permen KP. No. 75 tahun 2016, PP No. 22 tahun 2021, ANZECC tahun 2000 dan SNI 7387-2009. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kandungan logam berat pada 3 titik sampling di tambak Tarakan Barat untuk logam Pb, Cd, dan Cu di air yaitu 0,004-0,002 mg/l, 0,001 mg/l, dan 0,005-0,004 mg/l; di sedimen yaitu 2,66-5,08 mg/kg, 0,02-0,04 mg/kg, dan 2,56-3,25 mg/kg; di udang windu yaitu 0,07-0,17 mg/kg, 0,01 mg/kg dan 0,02 mg/kg. Sementara rata-rata kandungan logam Pb, Cd, Cu di tambak Tarakan Timur pada 3 titik sampling di air yaitu 0,002-0,004 mg/l, 0,002-0,007 mg/l, dan 0,002-0,006 mg/l; di sedimen yaitu 2,28-2,54 mg/kg, 0,046-0,04 mg/kg, dan 2,13-3 mg/kg; dan di udang windu yaitu 0,17-0,19 mg/kg, 0,01 mg/kg dan 0,02 mg/kg. Secara keseluruhan kandungan logam berat Pb, Cd, dan Cu di air, sedimen dan udang windu masih sesuai standar baku mutu.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penggunaan plastik di Indonesia dari tahun ke tahun semakin meningkat yang mengakibatkan semakin meningkat pula potensi penncemaran lingkungan yang berasal limbah plastik bagi lingkungan. Sampah plastik ukuran besar yang tersebar di laut dan dibiarkan terus-menerus akan terdegedasi oleh sinar matahari (fotodegradasi) sehingga membentuk partikel-partikel plastik berukuran ≤ 5 mm yang disebut dengan mikroplastik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bentuk, warna dan ukuran mikroplastik serta mengetahui kelimpahan mikroplastik pada sedimen di wilayah perairan Kota Tarakan. Metode penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, metode penentuan stasiun sampling menggunakan purposive sampling dengan 5 stasiun. Identifikasi mikroplastik menggunakan mikroskop Nikon Ecllips Ti2 dengan parameter yang diamati yaitu bentuk, warna dan ukuran mikroplastik. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan kelimpahan mikroplastik paling dominan terdapat di stasiun 2 Muara Sungai dengan jumlah mikroplastik sebanyak 129 partikel/150 g dengan persentase 31%. Bentuk mikroplastik yang teridentifikasi pada sedimen di perairan Kota Tarakan adalah fragmen, film, fiber, dan pellet. Bentuk mikroplastik yang paling dominan adalah pellet sebanyak 171 partikel/150 g. Warna mikroplastik yang teridentifikasi adalah transparan, kuning, cokelat, biru, hitam, merah dan putih. Warna yang paling dominan adalah hitam sebanyak 186 partikel. Untuk ukuran mikroplastik yang paling dominan yaitu pada ukuran 20 µm sebanyak 95 partikel, sedangkan ukuran yang paling sedikit teridentifikasi adalah pada ukuran >1000 µm yaitu 8 partikel.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Ekosistem lamun memiliki peran penting dalam penyimpanan karbon dalam jumlah besar dan dalam jangka waktu yang panjang. Karbon anorganik merupakan salah satu jenis karbon yang terlarut dalam air dan dimanfaatkan pada proses fotosintesis lamun. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi kandungan karbon organik dari lamun dan sedimen. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari-Maret 2023. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Lokasi penelitian dibagi menjadi 8 stasiun untuk sedimen dan 5 stasiun untuk lamun yang mewakili lokasi sampling tersebut di karang besar Perairan Pulau Balikukup. Analisis kandungan karbon lamun dan sedimen menggunakan metode Walkley & Black melalui proses pengasaman kemudian titrasi. Hasil penelitian menunjukkan kandungan karbon tiap jenis lamun yaitu Halodule uninervis 0,23 %Corg/gBK, Thalassia hemprichii 0,38 %Corg/gBK, Enhalus acoroides 0,22 %Corg/gBK, Halophila ovalis 0,23 %Corg/gBK , Syringodium isoetifolium 0,16 %Corg/gBK dan Cymodocea rotundata 0,10 %Corg/gBK. Nilai kandungan Corg pada sedimen berkisar 0,16 – 0,30 %Corg/gBK. Penyimpanan karbon terbanyak terdapat pada jenis lamun Thalassia hemprichii dan pada sedimen kandungan karbon terbanyak terdapat di stasiun 7.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Embung merupakan bangunan air yang di bangun dengan tujuan untuk menampung debit air hujan agar saat musim kemarau dapat memenuhi kebutuhan air domestik penduduk di daerah setempat untuk mengatasi masalah kekeringan. Embung Rawasari sendiri merupakan bangunan air yang berlokasi di kelurahan Karang Harapan, kecamatan Tarakan Barat, Kota Tarakan. Pada saluran pembawa embung Rawasari di beberapa titik telah terjadi penumpukan sedimen yang berpengaruh pada pengoperasian embung. Tujuan dari penelitian ini Untuk menentukan berapa besaran volume angkutan sedimen total yang terjadi di saluran pembawa embung Rawasari Kota Tarakan menggunakan program HEC-RAS 6.0 dengan debit kala ulang 2 tahun, 5 tahun, 10 tahun, 25 tahun, 50 tahun, dan 100 tahun serta perubahan elevasi muka air terhadap sedimentasi.Hasil dari penelitian dengan HEC-RAS 6.0 menggunakan fungsi angkutan sedimen Ackers-white yang disimulasikan selama 1 hari dengan debit Hidrograf Satuan Nakayasu kala ulang 2 tahun sebesar 4,010 Ton/hari, debit kala ulang 5 tahun sebesar 4,149 Ton/hari, debit kala ulang 10 tahun sebesar 4,278 Ton/hari, debit kala ulang 25 tahun sebesar 4,380 Ton/hari, debit kala ulang 50 tahun sebesar 4,433 Ton/hari, dan debit kala ulang 100 tahun sebesar 4,482 Ton/hari. Kenaikan elevasi muka air terhadap sedimen pada kala ulang 2 tahun = 0,045 m, kala ulang 5 tahun = 0,048 m, kala ulang 10 tahun = 0,053 m, kala ulang 25 tahun = 0,056 m, kala ulang 50 tahun = 0,059 m, dan kala ulang 100 tahun = 0,064 m. Dari analisis tersebut bahwa saluran pembawa embung Rawasari masih akan mengalami kenaikan debit sedimen pada kala ulang tertentu.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Fosfor merupakan unsur hara esensial bagi tanaman agar dapat tumbuh secara optimal. Ketersbahan organik fosfor pada sedimen di kawasan mangrove berfungsi untuk membantu berlangsungnya proses fotosinstesis, penggunaan gula dan pati oleh tanaman. Rendahnya kandungan fosfor pada sedimen berdampak bagi terhambatnya pertumbuhan tanaman di kawasan mangrove. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meguji kandungan fosfor total pada sedimen berdasarkan perbedaan kedalaman di Kawasan Konservasi Mangrove dan Kepiting Kelurahan Pamusian Kota Tarakan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April sampai dengan bulan Juni 2023. Metode dalam penelitian ini adalah Metode deskriptif kuantitatif dengan mendeskripsikan kandungan Fosfor (P) pada sedimen berdasarkan perbedaan kedalaman pada setiap stasiun sampling. Pengambilan sampel sedimen dilakukan pada tiga Stasiun berbeda yaitu Stasiun 1 dekat daerah aliran sungai, Stasiun 2 dekat menara pengawas dan Stasiun 3 dekat daerah pemukiman warga. Pengujian sampel sedimen dilakukan di Laboratorium Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan. Hasil penelitian ini diperoleh kandungan Fosfor (P) pada kedalaman 10 cm berkisar 12,44 mg/L- 14, 22 mg/L, kedalaman 20 cm berkisar 12, 59 mg/L – 17,87 mg/L dan kedalaman 30 cm berkisar 12, 44 mg/L – 13, 51 mg/L.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Sampah plastik menjadi salah satu sumber polutan yang dapat memberikan dampak buruk, tidak hanya pada lingkungan laut saja, melainkan dapat memberikan dampak untuk biota yang ada pada lingkungan mangrove. Sampah plastik memiliki densitas yang lebih rendah dari air laut sehingga dapat mengapung di permukaan dan tersebar hingga ke permukaan dan berpotensi mengendap pada sedimen. Sampah plastik dapat mengalami pemecahan menjadi ukuran yang lebih kecil disebut mikroplastik. Mikroplastik memiliki ukuran partikel 5 mm, dengan ukurannya yang kecil dapat menyebabkan mikroplastik mudah di transportasikan keseluruh tempat termasuk ke sistem tubuh biota laut yang hidup atau berkembang biak pada ekosistem mangrove. Tujuan dilakukannya penelitian yaitu untuk mengetahui keberadaan mikroplastik berdasarkan bentuk, warna dan ukuran yang terdapat pada sedimen di Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan (KKMB). Penelitian ini akan dilaksanakan selama 5 bulan dari bulan Juli hingga November 2022 di KKMB Kota Tarakan. Metode penentuan titik sampling menggunakan teknik purposive sampling dengan 3 stasiun pengamatan. Sampel yang diidentifikasi adalah sampel sedimen di 3 stasiun KKMB. Sampel kemudian diidentifikasi menggunakan mikroskop Nikon elipse ti2 dengan perbesaran 10x. Data yang diperoleh dari hasil penelitian yaitu mikroplastik yang ditemukan pada permukaan sedimen memiliki kisaran kelimpahan sebanyak 266 partikel/3 titik sampel, sedangkan pada kedalaman 30 cm terdapat 407 partikel/3 titik sampel. Bentuk mikroplastik yang teridentifikasi yaitu bentuk film, fragment, pelet dan fiber dengan warna transparan, coklat, hitam, biru, merah, ungu, hijau dan kuning, sedangkan ukuran mikroplastik yang paling banyak ditemukan yaitu ukuran 3-40 µm.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Bakteri adalah salah satu mikroorganisme yang berperan dalam proses dekomposisi. Bakteri tersebut tidak hanya dari serasah mangrove tetapi juga berasal dari air dan sedimen. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bakteri pada sedimen berdasarkan kedalaman di Kawasan Konservasi Mangrove dan Kepiting (KKMK) Kelurahan Pamusian Kota Tarakan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April Mei 2023. Metode yang digunakan deskriptif yaitu penyajian data dengan memaparkan data keanekaragaman genus bakteri berdasarkan kedalaman 10 cm, 20 cm, dan 30 cm di setiap stasiun penelitian. Pengambilan sampel dilakukan pada 3 titik stasiun dan setiap stasiunnya terdiri dari 3 plot. Identifikasi bakteri di lakukan di Laboratorium Nutrisi dan Pakan Ikan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Borneo Tarakan. Hasil penelitian menunjukkan keanekaragaman bakteri pada sedimen sebanyak 7 genus bakteri yaitu Pseudemonas sp., Aeromonas sp., Micrococcus sp., Bacillus sp., Flavobacterium sp., Enterobacteria sp., dan Listeria sp. Berdasarkan kedalaman 10 cm, 20 cm, dan 30 cm genus bakteri yang paling dominan ditemukan yaitu Aeromonas sp.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Mikroplastik adalah plastik berukuran sangat kecil ≤ 5 mm, dan merupakan limbah yang dapat mencemari lingkungan perairan dan menimbulkan efek toksik. Ketika mikroplastik masuk ke dalam sedimen, hal ini dapat mengganggu rantai makanan bagi organisme. Penelitian bertujuan mengidentifikasi keberadaan mikroplastik pada sedimen di Perairan Pesisir Sungai Kayan, Kalimantan Utara. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari-Maret 2023 dengan melakukan pengambilan sampel sebanyak tiga kali. Terdapat 6 stasiun pengambilan sampel di wilayah perairan pesisir Sungai Kayan, Kalimantan Utara. Pengambilan sampel sedimen dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling di keennam stasiun pengamatan dengan tiga kali pengulangan. Hasil penelitian menunjukkan ada empat bentuk mikroplastik yang teridentifikasi, yaitu fragmen, film, fiber, dan pellet. Bentuk mikroplastik yang dominan adalah fragmen 69%. Ukuran yang paling dominan sekitar 100-500 μm, dengan persentase sebesar 60%. Ditemukan warna mikroplastik yaitu warna hitam, biru, merah, transparan, coklat dan warna kuning dimana warna coklat mendominasi (53%). Keberadaan mikroplastik berasal dari kegiatan pemukiman, fragmnetasi kantong plastik dan sampah makro yang terpapar sinar ultraviolet dan terpengaruh oleh arus. Variabilitas warna dikaitkan dari berbagai sumber dan berubah warna seiring dengan terjadinya pelapukan di alam. Rentang ukuran disebabkan oleh fisik dan kimia yang berpengaruh terhadap degradasi mikroplastik sehingga memiliki ukuran yang beragam.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Sungai adalah aliran terbuka dengan ukuran geometrik yang berganti seiring waktu, tergantung debit dan material sedimen yang diangkut. Sedimentasi merupakan kejadian pengendapan hatuan yang diangkut oleh air dan angin. Akibat dari sistem sedimentasi ini menyebabkan pendangkalan pada Sungai Pamusian. Sungai Pamusian berada di depan Makam Keramat Kecamatan Kampung 6 Kelurahan Tarakan Timur Kota Tarakan memiliki panjang sekitar 3,57 km. Analisis sedimen total dilakukan untuk memperoleh nilai angkutan sedimen dan memperoleh metode yang dapat dijadikan tolak ukur untuk menentukan debit sedimen total pada Sungai Pamusian, dengan menggunakan Metode Yang, Metode Bagnold, dan Metode Shen & Hung. Dari hasil penelitian, debit sedimen total menggunakan Metode Yang sebesar 127,44 ton/tahun, Metode Bagnold sebesar 18,49 ton/tahun, dan Metode Shen&Hung sebesar 173,21 ton/tahun. Dari hasil rekapitulasi, nilai rata-rata debit sedimen total dengan nilai terbesar adalah Metode Shen dan Hung dengan nilai 173,21 ton/tahun. Sehingga Metode Shen dan Hung dapat dijadikan sebagai tolak ukur untuk metode angkutan sedimen lainnya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Penggunaan plastik di Indonesia dari tahun ke tahun semakin meningkat yang mengakibatkan semakin meningkat pula potensi volume limbah plastik yang di hasilkan. Limbah plastik yang tidak dikelola dengan baik dapat menjadi sumber pencemar bagi lingkungan. Sampah plastik besar yang tersebar di laut jika dibiarkan terus-menerus akan terdegredasi oleh sinar matahari (fotodegredasi) sehingga membentuk partikel-partikel plastik berukuran 5 mm yang disebut dengan mikroplastik. Keberadaan mikroplastik di lingkungan perairan dapat menjadi ancaman bagi biota perairan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bentuk, warna dan ukuran mikroplastik serta mengetahui kelimpahan mikroplastik pada sedimen di wilayah perairan Kota Tarakan. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Metode sampling yang digunakan yaitu purposive sampling dengan 5 lokasi sampling. Keberadaan mikroplastik di identifikasi menggunakan mikroskop dengan parameter yang diamati yaitu bentuk, warna dan ukuran mikroplastik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelimpahan mikroplastik paling dominan terdapat di Lokasi 1 (Juata Laut) yaitu rata-rata 63,3 dengan persentase kelimpahan sebesar 28,79%. Bentuk mikroplastik yang teridentifikasi pada sedimen di perairan Kota Tarakan adalah fragmen, film, fiber, dan pellet. Bentuk mikroplastik yang paling dominan adalah fragmen sebanyak 303 partikel. Warna mikroplastik yang teridentifikasi adalah transparan, kuning, cokelat, biru, ungu, hitam dan merah. Warna yang paling dominan adalah transparan sebanyak 195 partikel. Untuk ukuran mikroplastik yang paling dominan yaitu pada ukuran 20 µm sebanyak 220 partikel, sedangkan ukuran yang paling sedikit teridentifikasi adalah pada ukuran >1000 µm yaitu hanya memperoleh 4 partikel.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kurangnya akses listrik yang memadai bagi penduduk di wilayah pulau payau Kalimantan utara, menyebabkan mereka mencari sumber energi alternatif khususnya untuk penerangan dimalam hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi sedimen hutan bakau yang akan digunakan sebagai energi alternatif penduduk pulau payau menggunakan teknologi Sedimen Mikrobial Fuel Cell (SMFC). Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode pengukuran langsung dimana dalam proses pengukuran dayanya dilakukan secara langsung dilapangan dengan cara menanam kombinasi elektroda tembaga, seng dan alumunium selama 12 hari sebagai anoda dan katoda yang kemudian akan terhubung ke multimeter digital agar dapat diketahui potensi daya yang dihasilkan. Dari hasil penelitian didapati bahwa nilai tegangan tertinggi yang diperoleh ialah sebesar 809 mV dengan nilai daya tertinggi sebesar 242.7 mW. Rata-rata kerapatan daya keseluruhan yang diperoleh selama 12 hari ialah sebesar 305.4573 mW/m^2 dengan nilai rata-rata kerapatan daya tertinggi diperoleh pada hari pertama sebesar 826 mW/m^2. Besar kecilnya daya yang dihasilkan sangat dipengaruhi oleh kondisi cuaca dan lama penggunaan elektroda, daya yang dihasilkan pada penelitian ini masih belum begitu besar oleh karena itu diperluhkan lagi penelitian lebih lanjut guna mengoptimalkan potensi energi listrik dari lumpur bakau dengan teknologi Sediment Microbial Fuel Cell.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Perairan Laut Juata Permai terdapat berbagai aktivitas kegiatan seperti industri perkapalan dan transportasi laut yang berpotensi menghasilkan zat pencemar berupa logam berat kadmium. Keberadaan logam berat Kadmium (Cd) yang terdapat di perairan dan sedimen dalam bentuk terlarut dan tersuspensi dapat berbahaya apabila konsentrasinya melebihi ambang baku mutu yang ditentukan. Tujuan dari penelitian ini menganalisis kandungan logam berat Cd yang terdapat pada air dan sedimen serta menganalisis hubungan parameter kualitas air dengan keberadaan logam berat Kadmium yang terkandung di Perairan Laut Kelurahan Juata Permai Kota Tarakan. Parameter kualitas air yang diuji meliputi suhu, pH, dan salinitas. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan metode pengambilan sampel purposive sampling yang diambil pada empat titik stasiun sampling dan dianalisis menggunakan Spektrofotometri Serapan Atom (SSA).Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Kadmium (Cd) yang terkandung pada air dan sedimen di empat stasiun penelitian berada di bawah limit deteksi SSA yaitu 0,0010 mg/L sehingga kadar logam berat Kadmium pada air di Perairan Juata Permai masih berada di bawah nilai baku mutu menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 22 tahun 2021 begitu juga pada sedimen menurut Swedish Enviromental Protection Agency, (SEPA) Tahun 2000.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pencemaran logam berat yang terdapat di perairan dapat berasal dari kegiatan pembuangan limbah rumah tangga, transportasi dan aktivitas industri. Salah satu logam berat yang bersifat toksik adalah logam kromium (Cr). Keberadaan logam berat Kromium yang terdapat di perairan dan sedimen dapat menjadi polutan apabila konsentrasinya melebihi ambang baku mutu yang ditentukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kandungan logam berat Kromium (Cr) yang terdapat di Perairan Juata Permai Kota Tarakan. Parameter yang di uji yaitu sampel air dan sampel sedimen terkait logam Kromium (Cr) serta parameter kualitas air meliputi suhu, pH, dan Salinitas yang di ambil pada lima titik stasiun dengan metode purposive sampling kemudian di analisis menggunakan metode Spektrofotometri Serapan Atom (AAS). Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai Kromium (Cr) yang terkandung pada air dan sedimen di lima stasiun penelitian masih berada di bawah limit deteksi yaitu 0,028 mg/L. Hasil analisis juga menunjukkan bahwa kadar logam berat Kromium (Cr) masih berada di bawah nilai baku mutu menurut PP Nomor 22 tahun 2021 dan sedimen menurut National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) tahun 1999.