IDENTIFIKASI MIKROPLASTIK PADA SEDIMEN DI KAWASAN KONSERVASI MANGROVE DAN BEKANTAN (KKMB) TARAKAN KALIMANTAN UTARA
Sampah plastik menjadi salah satu sumber polutan yang dapat memberikan dampak buruk, tidak hanya pada lingkungan laut saja, melainkan dapat memberikan dampak untuk biota yang ada pada lingkungan mangrove. Sampah plastik memiliki densitas yang lebih rendah dari air laut sehingga dapat mengapung di permukaan dan tersebar hingga ke permukaan dan berpotensi mengendap pada sedimen. Sampah plastik dapat mengalami pemecahan menjadi ukuran yang lebih kecil disebut mikroplastik. Mikroplastik memiliki ukuran partikel 5 mm, dengan ukurannya yang kecil dapat menyebabkan mikroplastik mudah di transportasikan keseluruh tempat termasuk ke sistem tubuh biota laut yang hidup atau berkembang biak pada ekosistem mangrove. Tujuan dilakukannya penelitian yaitu untuk mengetahui keberadaan mikroplastik berdasarkan bentuk, warna dan ukuran yang terdapat pada sedimen di Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan (KKMB). Penelitian ini akan dilaksanakan selama 5 bulan dari bulan Juli hingga November 2022 di KKMB Kota Tarakan. Metode penentuan titik sampling menggunakan teknik purposive sampling dengan 3 stasiun pengamatan. Sampel yang diidentifikasi adalah sampel sedimen di 3 stasiun KKMB. Sampel kemudian diidentifikasi menggunakan mikroskop Nikon elipse ti2 dengan perbesaran 10x. Data yang diperoleh dari hasil penelitian yaitu mikroplastik yang ditemukan pada permukaan sedimen memiliki kisaran kelimpahan sebanyak 266 partikel/3 titik sampel, sedangkan pada kedalaman 30 cm terdapat 407 partikel/3 titik sampel. Bentuk mikroplastik yang teridentifikasi yaitu bentuk film, fragment, pelet dan fiber dengan warna transparan, coklat, hitam, biru, merah, ungu, hijau dan kuning, sedangkan ukuran mikroplastik yang paling banyak ditemukan yaitu ukuran 3-40 µm.