Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

10 hasil
Subjek: lamun
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

KETERKAITAN ORGANISME MAKROZOOBENTOS DENGAN KUALITAS AIR PADANG LAMUN DI PULAU DERAWAN DAN PULAU PANJANG

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Makrozoobentos merupakan organisme bentik yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem perairan serta dapat digunakan sebagai bioindikator kualitas lingkungan. Padang lamun merupakan salah satu ekosistem pesisir yang menyediakan habitat bagi berbagai jenis makrozoobentos. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur komunitas makrozoobentos, kondisi kualitas air, serta keterkaitan antara organisme makrozoobentos dengan kualitas air pada padang lamun di Perairan Pulau Derawan dan Pulau Panjang. Penelitian dilakukan menggunakan metode purposive sampling pada lima stasiun pengamatan di setiap lokasi. Pengambilan sampel makrozoobentos dilakukan menggunakan transek kuadrat 1×1 m, sedangkan pengamatan lamun menggunakan transek kuadrat 0,5×0,5 m. Parameter kualitas air yang diukur meliputi suhu, pH, salinitas, oksigen terlarut (DO), nitrat, fosfat, dan tipe substrat. Data dianalisis menggunakan indeks keanekaragaman, kemerataan, dominansi, Indeks Kualitas Air Laut (IKAL), serta analisis Multi-Dimensional Scaling (MDS). Hasil penelitian menunjukkan ditemukan 86 spesies makrozoobentos dari 6 kelas yang didominasi oleh Gastropoda, dengan nilai keanekaragaman berkisar 0,75–3,62 kategori sedang- tinggi, nilai kemerataan berkisar 0,67–0,96 kategori labil-stabil, nilai dominansi berkisar 0,03–0,59 kategori rendah akibat kerapatan lamun yang jarang. Seluruh parameter kualitas air masih berada dalam batas baku mutu, dengan nilai IKAL berkisar 86,85–94,64 (kategori baik hingga sangat baik). Ekosistem lamun terdiri atas 5 spesies dengan tutupan 13,4–27% dan kerapatan 53,6–108,8 ind/m², yang menunjukkan penurunan dibanding penelitian sebelumnya sebagai indikasi degradasi. Keberadaan padang lamun yang baik berkontribusi terhadap tingginya keanekaragaman organisme makrozoobentos. Dengan demikian, struktur komunitas makrozoobentos dapat digunakan sebagai indikator kondisi kualitas lingkungan perairan padang lamun di Pulau Derawan dan Pulau Panjang.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI KEANEKARAGAMAN BENTIK INVERTEBRATA PADA EKOSISTEM PADANG LAMUN DI PULAU MARATUA

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini berfokus pada bentik invertebrata sebagai bioindikator kesehatan lingkungan pada ekosistem padang lamun karena sensitifitasnya terhadap perubahan lingkungan. Pulau Maratua, yang terletak di Kalimantan Timur, terindikasi mengalami degradasi ekosistem lamun yang berpotensi memengaruhi struktur komunitas bentik invertebrata. Tujuan penelitian adalah untuk Menjelaskan kelimpahan, keanekaragaman, kemerataan, dan dominansi bentik invertebrata di padang lamun Perairan Desa Teluk Harapan Dan Payung-Payung Pulau Maratua, serta menghitung tutupan dan kerapatan lamun di Perairan Desa Teluk Harapan dan Payung-Payung Pulau Maratua. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Pengambilan data tutupan dan kerapatan lamun serta struktur komunitas bentik invertebrata menggunakan metode Line Intercept Transek (LIT) sebanyak tujuh stasiun dengan total 21 plot transek beserta dengan pengujian kualitas air secara insitu. Waktu dilaksanakannya penelitian adalah pada bulan Desember 2024 hingga Maret 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentik invertebrata di Pulau Maratua terdiri dari 4 filum, dengan mayoritas pada kelas Gastropoda (57 jenis). Struktur komunitas menunjukkan keanekaragaman yang bervariasi, dengan Indeks Keanekaragaman (H′) berkisar antara 1,061–3,294, kemerataan stabil dengan Indeks Kemerataan (E) antara 0,846–1,497, dan dominansi (D) rendah berkisar antara 0,011–0,359. Tutupan lamun sebagian besar berada pada kategori sangat padat (100%), dengan kerapatan mencapai 3344 individu/m² pada transek tertentu. Faktor lingkungan seperti suhu (29,6–30,7°C), salinitas (33,4ppt–33,9ppt), pH (6,7–8,3), dan oksigen terlarut (DO: 4,8–7,1 mg/L) ditemukan dalam kisaran normal yang mendukung kelangsungan ekosistem lamun dan bentik invertebrata. Hasil tersebut menunjukkan ekosistem lamun dalam kondisi stabil dan berkolerasi positif bagi bentik invertebrata yang berasosiasi dengan ekosistem lamun.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Ukuran Butiran Sedimen dan Kerapatan Padang Lamun di Desa Bohei Bukut dan Desa Payung-Payung

2025•

Padang lamun berperan penting sebagai habitat biota, penstabil sedimen, dan penyedia jasa ekosistem pesisir. Pertumbuhan lamun dipengaruhi oleh karakteristik sedimen yang menjadi media perakaran. Informasi mengenai hubungan ukuran butiran sedimen dan kerapatan lamun di Pulau Maratua, khususnya desa Bohei Bukut dan desa Payung-Payung, masih terbatas sehingga perlu dikaji.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tekstur sedimen, menentukan tutupan dan kerapatan lamun, serta menganalisis hubungan ukuran butiran sedimen dengan kerapatan lamun. Metode yang digunakan adalah purposive sampling pada 24 titik pengamatan dengan transek kuadrat 50×50 cm. Analisis sedimen dilakukan dengan pengayakan kering dan klasifikasi Blott & Pye (2012), sedangkan kerapatan lamun dihitung per meter persegi. Hubungan antara sedimen dan lamun diuji menggunakan regresi linear.Hasil penelitian menunjukkan sedimen didominasi fraksi pasir dengan tekstur pasir berkerikil dan pasir sedikit berkerikil. Tiga spesies lamun ditemukan, yaitu Halodule uninervis, Halophila minor, dan Cymodocea cerulata dengan kerapatan sangat rapat (>175 ind/m²). Hasil regresi menunjukkan hubungan signifikan antara ukuran butiran sedimen dan kerapatan lamun, yang berarti semakin rapat lamun, semakin halus sedimen.K arakteristik sedimen berperan penting dalam mendukung keberadaan padang lamun, sehingga hasil penelitian ini dapat menjadi dasar pengelolaan ekosistem pesisir berkelanjutan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

INDEKS EKOLOGI PADANG LAMUN DAN INDEKS KUALITAS AIR LAUT DESA TELUK HARAPAN DAN DESA PAYUNG – PAYUNG PULAU MARATUA

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pulau Maratua memiliki ekosistem pesisir yang kompleks, dengan kondisi padang lamun yang baik memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan laut. Data dan informasi tentang ekosistem lamun serta aspek ekologis di perairan Indonesia masih sangat minim, diperkirakan kurang dari 20% total luas perairan nasional. Oleh karena itu, penting sekali untuk meneliti kondisi ekosistem pesisir seperti padang lamun dan kualitas air laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui indeks kesehatan SEQI (Seagrass Ecological Quality Indekx) dan Status Indeks Kualitas Air laut. Penilitian ini dilaksanakan pada Januari – Maret 2025. Pengambilan data sampel menggunakan metode purposive sampling dan metode Line Intercept Transet (LIT) dengan 7 stasiun. Jenis lamun yang ditemukan terdiri dari Halodule uninervis, Cymodocea serrulata, dan Halophila minor. Nilai SEQI menunjukkan kondisi ekologi padang lamun berada pada kategori sedang hingga baik. Parameter kualitas air laut meliputi suhu, salinitas, pH, DO, TSS, minyak dan lemak, amonia total, serta ortofosfat. Hasil indeks IKAL menunjukkan kualitas air laut di pesisir Desa Teluk Harapan dan Desa Payung - Payung berada pada kategori baik hingga sedang. Kompilasi hasil analisis nilai SEQI di pesisir Pulau Maratua Desa Teluk Harapan dan Desa Payung – Payung menghasilkan nilai 0,75 hingga 0,99 dengan kriteria sedang, bagus dan bagus sekali. Kompilasi hasil pengukuran dan analisis nilai IKAL di pesisie Pulau Maratua Desa Teluk Harapan dan Desa Payung – Payung memiliki nilai antara 78,04 hingga 94,83 yang masuk dalam kategori Baik dan Sangat baik.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KARAKTERISTIK PADANG LAMUN BERDASARKAN TIPOLOGI HABITAT: PULAU PANJANG, PULAU DERAWAN DAN REEF FLAT MASIMBUNG

2025•

Padang lamun memiliki peranan yang penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut, baik dari aspek ekologis, biologis, maupun fisik. Kondisi padang lamun dapat dilihat berdasarkan tipologi habitat, seperti di Pulau Panjang, Pulau Derawan dan Reef Flat Masimbung. Pulau Panjang memiliki ekosistem mangrove, padang lamun, Reef Flat dan minim aktivitas manusia dibandingkan dengan Pulau Derawan yang padat aktivitas manusia, namun memiliki padang lamun dan Reef Flat. Untuk lokasi Masimbung hanya berupa hamparan Reef Flat dan padang lamun saja. Penelitian bertujuan untuk menganalisis karakteristik padang lamun berdasarkan tipologi habitat di Pulau Panjang, Pulau Derawan, dan Reef Flat Masimbung. Penelitian dilaksanakan pada Desember 2023 hingga April 2024 menggunakan metode kuantitatif dan pemodelan. Parameter yang diukur meliputi parameter ekologi (kerapatan, tutupan dan kekayaan jenis lamun) serta parameter kualitas air (suhu, salinitas, pH, kecerahan, DO, TSS, minyak dan lemak, amonia, orto-fosfat dan nitrat). Sebanyak 50 sampel lamun dan air diambil menggunakan transek kuadrat berukuran 0,5 m x 0,5 m, yang dianalisis dengan metode Multi Dimensional Scaling (MDS). Hasil penelitian tutupan lamun pada ketiga lokasi yaitu berkisar 37%-64%. Kerapatan lamun pada ketiga lokasi yaitu berkisar 10-147 individu/m². Pada kekayaan jenis lamun yang ditemukan di ketiga lokasi memiliki sebanyak 5 jenis lamun yaitu Thalassia hemprichii, Halophila ovalis, Cymodocea rotundata, Syringiodium isoetifolium, Holudule uninervis. Parameter kualitas air menunjukkan suhu berkisar antara 28–30°C, salinitas 36-37‰, pH 6,65-8,73, kecerahan 100%, DO 6,2-6,5mg/L, TSS 0,153-0,449mg/L, minyak dan lemak 0,028-0,249mg/L, ammonia total 0-0,106 mg/L, orto-fosfat 0-0,047mg/L dan nitrat 0-0,016mg/L. Analisis MDS menunjukkan bahwa secara umum tidak ada perbedaan meskipun ada variasi antar lokasi tapi hasil skoring pemodelan menunjukkan satu bentang ekosistem yang identik (sama) namun ada variasi unsur yang berbeda.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS STATUS KEBERLANJUTAN EKOLOGI PADANG LAMUN KAITANNYA DENGAN PERTUMBUHAN HOMESTAY WISATA BAHARI DI PULAU DERAWAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Padang lamun adalah ekosistem pesisir yang memiliki peran penting dalam ekologi dan biologi di kawasan pesisir dan estuari. Lamun berperan sebagai produsen dan menyediakan makanan bagi biota seperti penyu, ikan dan vertebrata lainnya. Pulau Derawan yang terleas di Kabupaten Berau Provinsi Kalimantan Timur merupakan salah satu Pulau yang memiliki ekowisata padang lamun yang penting bagi kehidupan biota perairan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji status keberlanjutan ekologis padang lamun di Kepulauan Derawan. penelitian dilaksanakan pada Bulan Desember 2023 sampai dengan Februari 2024. Parameter penentuan dalam analisis adalah kualitas air dan lamun seperti kebauan, sampah, kecerahan, derajat keasaman (pH), amonia total, minyak dan lemak, total suspended solids(TSS), kelarutan oksigen (DO), salinitas, suhu, nitrat, tutupan dan kerapatan lamun. Data dari parameter tersebut dibuat scoring kemudian di analisis menggunakan multi domensional scaling (MDS) versi repfish untuk memperoleh nilai status keberlanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter kualitas air memenuhi baku mutu air laut untuk wisata bahari, kondisi lamun agak rapat dan tutupan lamun kurang sehat. Berdasarkan nilai ineks status keberlanjutan diperoleh nilai 78,34 sehingga dapat di nilai bahwa perairan tersebut cukup berkelanjutan. Adapun paramater yang menyebabkan rendahnya status keberlanjutan pada dimensi ekologi padang lamun adalah kebauan (6,37) dan sampah (5,70).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Estimasi Stok Karbon Organik Dari Lamun dan Sedimen Di Perairan Pulau Balikukup Kabupaten Berau

2024•

Ekosistem lamun memiliki peran penting dalam penyimpanan karbon dalam jumlah besar dan dalam jangka waktu yang panjang. Karbon anorganik merupakan salah satu jenis karbon yang terlarut dalam air dan dimanfaatkan pada proses fotosintesis lamun. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi kandungan karbon organik dari lamun dan sedimen. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari-Maret 2023. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Lokasi penelitian dibagi menjadi 8 stasiun untuk sedimen dan 5 stasiun untuk lamun yang mewakili lokasi sampling tersebut di karang besar Perairan Pulau Balikukup. Analisis kandungan karbon lamun dan sedimen menggunakan metode Walkley & Black melalui proses pengasaman kemudian titrasi. Hasil penelitian menunjukkan kandungan karbon tiap jenis lamun yaitu Halodule uninervis 0,23 %Corg/gBK, Thalassia hemprichii 0,38 %Corg/gBK, Enhalus acoroides 0,22 %Corg/gBK, Halophila ovalis 0,23 %Corg/gBK , Syringodium isoetifolium 0,16 %Corg/gBK dan Cymodocea rotundata 0,10 %Corg/gBK. Nilai kandungan Corg pada sedimen berkisar 0,16 – 0,30 %Corg/gBK. Penyimpanan karbon terbanyak terdapat pada jenis lamun Thalassia hemprichii dan pada sedimen kandungan karbon terbanyak terdapat di stasiun 7.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Struktur Komunitas Ikan Pada Ekosistem Padang Lamun di Perairan Pulau Balikukup

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Abstrak Pulau Balikukup memiliki sebaran laman yang luas serta daerah yang luas sebagai komunitas ikan. Sampai saat ini belum adaa informasi lengkap mengenai struktur komunit ikan yang terdapat pada ekosistem padang lamun di perairan Pulau Balikukup. Tujuan dari penelitian ini, dapat megidentifikasi jeni - jenis ikan, dan mengetahui tingkat keanekaragaman serta karakteristik ekologi ikan padang lamun di perairan Pulau Balikukup. Penelitian ini telah di laksanakan pada bulan Februari - Maret 2023. Pengambilan sampel di lakukan dengan mengunakan alat tangkap jaring insang serta di operasikan dalam bentuk lingkarang di setiap 8 stasiun. Terdapat 6 jenis lamun yang di temukan di perairan Pulau Balikukup, dan struktur komunitas ikan terdapat 64 jenis dari 23 famili dan 562 individu. Secara umum nilai keanekaragaman ikan termasuk dalam kategori sedang, dengan keseragaman yang labil dan dominansi yang rendah. Parameter kualitas air juga sanagat mendukung kondisi perairan bagi ikan, parameter yang di ukur yaitu, pH, Suhu, DO, Salinitas dan Arah dan kecepatan arus. Ekologi ikan yang terdapat di ekosistem padang lamun dapat dinyatakan bahwa tidak semua jenis atau famili ikan adalah penghuni tetap, sedangkan famili dari Gerreidae diyatakan adalah penghuni tetap pada ekosistem padang lamun.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Keanekaragaman Makrozoobentos Ekosistem Padang Lamun di Perairan Pulau Balikukup Kabupaten Berau Kalimantan Timur

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

KEANEKARAGAMAN MAKROZOOBENTOS EKOSISTEM PADANG LAMUN DI PERAIRAN PULAU BALIKUKUP KABUPATEN BERAU KALIMANTAN TIMUR Abstrak Pulau Balikukup memiliki keragaman dan kepadatan lamun yang tinggi serta daerah yang luas sebagai habitat makrozoobentos. Sampai saat ini belum tersedia informasi mengenai kekayaan jenis dan keanekaragaman makrozoobentos asosiasi padang lamun tersebut. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi jenis, kekayaan, kelimpahan, keanekaragaman (H’), kemerataan (E) dan dominansi (D). Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari - Maret 2023. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling dengan transek kuadrat sebanyak 40 plot. Jenis lamun yang ditemukan di perairan Pulau Balikukup terdiri dari Enhalus acoroides, Thalassia hemprichii, Syringodium isoetifolium, Cymodocea rotundata, Halophila ovalis dan Halodule uninervis. Kerapatan rata-rata lamun di perairan Pulau Balikukup yang tertinggi dari jenis Halophila ovalis sebanyak 293,6 3 tegakan/m2 dan yang terendah dari jenis Enhalus acoroides sebanyak 26 tegakan/m2 yang berasosiasi dengan 194 jenis makrozoobentos dari 6 kelas 47 famili dengan rata-rata kelimpahan 53,1 ind/m2. Secara umum nilai keanekaragaman makrozoobentos termasuk dalam kategori tinggi, dengan kemerataan yang stabil dan dominansi yang rendah. Model pola gradasi menunjukkan semakin mendekati pulau maka semakin padat/tinggi nilai makrozoobentos, sebaliknya semakin menjauhi pulau maka semakin rendah/kecil nilai makrozoobentos. Respon makrozoobentos terhadap lamun yaitu pola asosiasi merata dan penyebaran jenis mengelilingi pusat gradien dalam relung ekologi sehingga tidak ada perbedaan yang nyata. Respon makrozoobentos terhadap parameter kualitas air yaitu memiliki pola asosiasi yang tidak merata.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Struktur komunitas ekosistem lamun di pulau panjang kabupaten berau kalimantan timur

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pulau Panjang memiliki ekosistem lamun yang sangat menentukan produktifitas perairan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui struktur komunitas ekosistem lamun di Pulau Panjang Kabupaten Berau. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei -juli 2019 di Pulau Panjang di bagian wilayahUtara, Timur, Selatan, dan Barat. Pengambilandata menggunakan metode transek kuadrat berukuran 50 x 50 cm yang dibagi dalam 4 kisi untuk memudahkan pengamatan. Pengamatan lamun di lapangan meliputi identifikasi tutupan, komposisi jenis, dan kerapatan. Hasil identifikasiyang ditemukan di Pulau Panjang terdapat sebanyak 7 jenis yaitu Enhalus acoroides, Thalassia hemprichii, Halophila ovalis, Cymodocea rotundata, Cymodocea serrulata, Halodule uninervis, danSyringodiumisoetifolium. Jumlah tutupan lamun yang didapat berkisar 67,75% -75% dan kerapatan jenis lamun berkisar 123 –2.654 tegakan/m² sedangkan lamun yang dominan ditemukan dalam setiap wilayah adalah jenis Halodule uninervis.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail