Abstrak
Padang lamun berperan penting sebagai habitat biota, penstabil sedimen, dan penyedia jasa ekosistem pesisir. Pertumbuhan lamun dipengaruhi oleh karakteristik sedimen yang menjadi media perakaran. Informasi mengenai hubungan ukuran butiran sedimen dan kerapatan lamun di Pulau Maratua, khususnya desa Bohei Bukut dan desa Payung-Payung, masih terbatas sehingga perlu dikaji.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tekstur sedimen, menentukan tutupan dan kerapatan lamun, serta menganalisis hubungan ukuran butiran sedimen dengan kerapatan lamun. Metode yang digunakan adalah purposive sampling pada 24 titik pengamatan dengan transek kuadrat 50×50 cm. Analisis sedimen dilakukan dengan pengayakan kering dan klasifikasi Blott & Pye (2012), sedangkan kerapatan lamun dihitung per meter persegi. Hubungan antara sedimen dan lamun diuji menggunakan regresi linear.Hasil penelitian menunjukkan sedimen didominasi fraksi pasir dengan tekstur pasir berkerikil dan pasir sedikit berkerikil. Tiga spesies lamun ditemukan, yaitu Halodule uninervis, Halophila minor, dan Cymodocea cerulata dengan kerapatan sangat rapat (>175 ind/m²). Hasil regresi menunjukkan hubungan signifikan antara ukuran butiran sedimen dan kerapatan lamun, yang berarti semakin rapat lamun, semakin halus sedimen.K arakteristik sedimen berperan penting dalam mendukung keberadaan padang lamun, sehingga hasil penelitian ini dapat menjadi dasar pengelolaan ekosistem pesisir berkelanjutan.