Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

4 hasil
Subjek: Kadmium
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

BIOAKUMULASI LOGAM BERAT TIMBAL (Pb) DAN KADMIUM (Cd) PADA IKAN BANDENG (Chanos chanos) DI TAMBAK DESA BINAI KECAMATAN TANJUNG PALAS TIMUR KABUPATEN BULUNGAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pencemaran, tingkat kontaminasi, dan tingkat bioakumulasi logam berat Timbal (Pb) dan Kadmium (Cd) pada air, tanah, dan ikan bandeng (Chanos chanos) di tambak tradisional Desa Binai, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak dua kali (bulan ke-1 dan bulan ke-3) dengan analisis menggunakan instrumen Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS). Parameter yang dianalisis meliputi Geo-Accumulation Index (Igeo), Contamination Factor (CF), dan Bio Concentration Factor (BCF). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Igeo logam berat Pb dan Cd pada air di bulan ke-1 dan ke-3 termasuk dalam kategori tercemar sangat berat (Igeo ≥5), sedangkan pada tanah berada pada kategori tercemar berat hingga sangat berat (45). Nilai CF logam berat Pb dan Cd pada seluruh media tergolong rendah (CF1), yang menunjukkan kontaminasi rendah secara keseluruhan. Nilai BCF logam berat Pb pada tanah mencapai 121,66, sementara BCF Cd pada air sebesar 3,33, sehingga tingkat akumulatif ikan bandeng termasuk dalam kategori sedang (100≤BCF≤1000). Akumulasi logam berat lebih dominan berasal dari media tanah dibandingkan air. Meskipun demikian, konsentrasi logam berat dalam daging ikan bandeng masih berada di bawah batas maksimum cemaran logam berat yang diatur dalam SNI 7387:2009, sehingga ikan masih layak untuk dikonsumsi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KARAKTERISASI MAGGOT KERING SEBAGAI PAKAN ALTERNATIF IKAN BERDASARKAN VARIASI SUHU DAN WAKTU PEMANASAN

2026•

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pencemaran, tingkat kontaminasi, dan tingkat bioakumulasi logam berat Timbal (Pb) dan Kadmium (Cd) pada air, tanah, dan ikan bandeng (Chanos chanos) di tambak tradisional Desa Binai, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak dua kali (bulan ke-1 dan bulan ke-3) dengan analisis menggunakan instrumen Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS). Parameter yang dianalisis meliputi Geo-Accumulation Index (Igeo), Contamination Factor (CF), dan Bio Concentration Factor (BCF). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Igeo logam berat Pb dan Cd pada air di bulan ke-1 dan ke-3 termasuk dalam kategori tercemar sangat berat (Igeo ≥5), sedangkan pada tanah berada pada kategori tercemar berat hingga sangat berat (45). Nilai CF logam berat Pb dan Cd pada seluruh media tergolong rendah (CF1), yang menunjukkan kontaminasi rendah secara keseluruhan. Nilai BCF logam berat Pb pada tanah mencapai 121,66, sementara BCF Cd pada air sebesar 3,33, sehingga tingkat akumulatif ikan bandeng termasuk dalam kategori sedang (100≤BCF≤1000). Akumulasi logam berat lebih dominan berasal dari media tanah dibandingkan air. Meskipun demikian, konsentrasi logam berat dalam daging ikan bandeng masih berada di bawah batas maksimum cemaran logam berat yang diatur dalam SNI 7387:2009, sehingga ikan masih layak untuk dikonsumsi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KARAKTERISASI MAGGOT KERING SEBAGAI PAKAN ALTERNATIF IKAN BERDASARKAN VARIASI SUHU DAN WAKTU PEMANASAN

2026•

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pencemaran, tingkat kontaminasi, dan tingkat bioakumulasi logam berat Timbal (Pb) dan Kadmium (Cd) pada air, tanah, dan ikan bandeng (Chanos chanos) di tambak tradisional Desa Binai, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak dua kali (bulan ke-1 dan bulan ke-3) dengan analisis menggunakan instrumen Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS). Parameter yang dianalisis meliputi Geo-Accumulation Index (Igeo), Contamination Factor (CF), dan Bio Concentration Factor (BCF). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Igeo logam berat Pb dan Cd pada air di bulan ke-1 dan ke-3 termasuk dalam kategori tercemar sangat berat (Igeo ≥5), sedangkan pada tanah berada pada kategori tercemar berat hingga sangat berat (45). Nilai CF logam berat Pb dan Cd pada seluruh media tergolong rendah (CF1), yang menunjukkan kontaminasi rendah secara keseluruhan. Nilai BCF logam berat Pb pada tanah mencapai 121,66, sementara BCF Cd pada air sebesar 3,33, sehingga tingkat akumulatif ikan bandeng termasuk dalam kategori sedang (100≤BCF≤1000). Akumulasi logam berat lebih dominan berasal dari media tanah dibandingkan air. Meskipun demikian, konsentrasi logam berat dalam daging ikan bandeng masih berada di bawah batas maksimum cemaran logam berat yang diatur dalam SNI 7387:2009, sehingga ikan masih layak untuk dikonsumsi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Kandungan Logam Berat Kadmium (Cd) pada Air dan Sedimen di Perairan Laut Kelurahan Juata Permai Kota Tarakan

2022•

Perairan Laut Juata Permai terdapat berbagai aktivitas kegiatan seperti industri perkapalan dan transportasi laut yang berpotensi menghasilkan zat pencemar berupa logam berat kadmium. Keberadaan logam berat Kadmium (Cd) yang terdapat di perairan dan sedimen dalam bentuk terlarut dan tersuspensi dapat berbahaya apabila konsentrasinya melebihi ambang baku mutu yang ditentukan. Tujuan dari penelitian ini menganalisis kandungan logam berat Cd yang terdapat pada air dan sedimen serta menganalisis hubungan parameter kualitas air dengan keberadaan logam berat Kadmium yang terkandung di Perairan Laut Kelurahan Juata Permai Kota Tarakan. Parameter kualitas air yang diuji meliputi suhu, pH, dan salinitas. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan metode pengambilan sampel purposive sampling yang diambil pada empat titik stasiun sampling dan dianalisis menggunakan Spektrofotometri Serapan Atom (SSA).Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Kadmium (Cd) yang terkandung pada air dan sedimen di empat stasiun penelitian berada di bawah limit deteksi SSA yaitu 0,0010 mg/L sehingga kadar logam berat Kadmium pada air di Perairan Juata Permai masih berada di bawah nilai baku mutu menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 22 tahun 2021 begitu juga pada sedimen menurut Swedish Enviromental Protection Agency, (SEPA) Tahun 2000.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail