ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Perairan Muara Tias merupakan wilayah estuari yang dipengaruhi oleh masukan air tawar dan air laut, serta berbagai aktivitas pemanfaatan pesisir seperti perikanan tangkap dan budidaya tambak ikan dan udang, sehingga pemantauan kualitas airnya menjadi sangat penting untuk mendukung keberlanjutan ekosistem dan pengelolaan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai parameter fisika-kimia serta menentukan Indeks Kualitas Air Laut (IKAL) di perairan Muara Tias, Kalimantan Utara. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2025 hingga Januari 2026 menggunakan metode purposive sampling pada sembilan titik yang mewakili zona dalam muara, mulut muara, dan luar muara, dengan pengambilan sampel dilakukan dua kali yaitu pada kondisi pasang tertinggi dan surut terendah. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa pada kondisi pasang tertinggi, suhu berkisar antara 28–30°C, salinitas 7–15 ppt, pH 7,15–7,76, kecerahan 0,13–0,90 m, DO 5,9–8,0 mg/L, TSS 20–88 mg/L, minyak dan lemak 0,047–0,178 mg/L, amonia 0–0,085 mg/L, dan orto-fosfat 0–0,039 mg/L; sedangkan pada kondisi surut terendah, suhu berkisar 29–31°C, salinitas 0–13 ppt, pH 6,3–7,7, kecerahan 0,13–0,70 m, DO 6,5–8,5 mg/L, TSS 21–68 mg/L, minyak dan lemak 0,045–0,670 mg/L, amonia 0,073–0,452 mg/L, dan orto-fosfat 0–0,047 mg/L. Berdasarkan perhitungan menggunakan metode NSFWQI sesuai PERMEN LHK No. 27 Tahun 2021, nilai IKAL rata-rata pada saat pasang tertinggi sebesar 82,05 dan pada saat surut terendah sebesar 81,51, keduanya termasuk dalam kategori Baik. Perairan Muara Tias secara umum masih berada dalam kondisi layak secara ekologis, meskipun pemantauan berkala tetap diperlukan mengingat adanya beberapa titik yang menunjukkan tekanan lingkungan lebih tinggi, khususnya terkait konsentrasi amonia, TSS dan orto-fosfat.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pantai TPI (Tempat Pelelangan Ikan) yang terletak di Desa Bunyu Selatan, Pulau Bunyu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik sedimen dasar perairan, dan menganalisis arah transportasi sedimen dan laju sedimentasi di perairan Pulau Bunyu, Kalimantan Utara. Metode yang digunakan meliputi pengambilan sampel sedimen dasar perairan pada 5 titik pengamatan dengan tiga kali ulangan dan sediment trap untuk pengukuran arah transportasi sedimen dan laju sedimentasi, pengukuran kecepatan dan arah arus menggunakan layang-layang arus, serta analisis parameter statistik ukuran butir menggunakan perangkat lunak Gradistat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh titik pengamatan memiliki tekstur Slightly Gravelly Sand (pasir sedikit berkerikil) dengan dominasi fraksi pasir berkisar antara 97,9%–100,0%. Nilai rata-rata ukuran butir berkisar antara 150–165 µm yang seluruhnya termasuk kategori pasir halus (fine sand). Nilai sortasi seluruh titik pengamatan tergolong terpilah sangat baik (very well sorted), nilai kecondongan didominasi kategori fine skewed, serta nilai keruncingan sebagian besar tergolong mesokurtik dan platikurtik dengan satu titik termasuk kategori extremely leptokurtik. Faktor hidrodinamika, khususnya arus pasang surut, diindikasikan sebagai agen dominan dalam seleksi, transportasi, dan pengendapan material sedimen di perairan Pulau Bunyu.Transportasi sedimen menunjukkan bahwa arah dominan transportasi bervariasi antar titik pengamatan. Titik 1 dan 2 memiliki arah transportasi dominan menuju ke Timur, Titik 3, 4, dan 5 memiliki arah transportasi dominan menuju ke Utara. Laju sedimentasi rata-rata sebesar 5,417 gr/cm2/hari tergolong dalam kategori sangat berat hingga katastropik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Derawan Island remains a popular destination in East Kalimantan, but its coastal ecosystem, especially coral reefs and sea grass, are very vulnerable. The purpose of this study was to check the quality of seawater and the environmental carrying capacity around marine accommodation on Derawan Island. Samples were taken at eleven monitoring points, bith during high and low tide. The parameters analysed included temperature salinity, , brightness, dissolved oxygen (DO), total suspended solid (TSS), ammonia, orto-phoshate, and oil and fat. The results showed that TSS was stable at a low of 0,0115 mg/L, meaning that sediment from human activities was very minimal. Ammonia was slightly higher during the low tide phase at 0,0022-0,0023 mg/L, possibly due to accumulated organic water, but still below the quality standard limit. Phosphate remained consistent at 0.0011 mg/L and mostly came from natural processes, while oil and fat fluctuated between 0,0002-0,0011 mg/L, with some point having an influence from human activities. The Sea Water Quality Index (IKAL) was recorded at 81.16-95-.93 percent, categorized as good to very good, with TSS as the main determinant. In terms of carrying capacity, the assimilation capacity of the waters is still adequate, although routine monitoring of phosphate and ammonia remains important to prevent eutrophication and accumulation of organic pollutans
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Indeks Kualitas Air Laut suatu nilai yang menggambarkan kondisi kualitas air laut yang merupakan nilai dari beberapa parameter kualitas air laut dalam suatu wilayah pada waktu tertentu ( PERMEN LHK No 27 Tahun 2021). Pulau Bunyu memiliki potensi ekonomi yang tinggi karenakan terdapat berbagai industri yang memanfaatkan laut Pulau Bunyu sebagai jalur distribusi, dan sebagai jalur transportasi utama penyebrangan pulau. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai Indeks Kualitas Air Laut serta pengaruh pasang surut terhadap Indeks Kualitas Air Laut di Pulau Bunyu. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember - Mei 2025. Metode Penentuan lokasi penelitian yaitu metode purposive sampling, Setiap titik akan di lakukan pengambilan sampel sebanyak 1 kali pada saat pasang dan surut. Hasil penelitian menunjukkan suhu saat pasang berkisar antara 30,1 - 31,7°C, sedangkan saat surut 28,7°C - 30°C. Salinitas saat pasang berkisar 27,9 - 32,8 ppt, sedangkan saat surut 27 - 32,3 ppt. pH saat pasang berada di kisaran 6,7 - 7,4, dan saat surut 5,9 - 7,5. Kadar nitrat saat pasang berkisar 0,063 - 0,192 mg/L, sedangkan saat surut 0,118 - 0,167 mg/L. Nilai IKAL tertinggi saat pasang adalah 91,23, sedangkan saat surut 93,41. Rata-rata IKAL saat pasang adalah 90,51 (Sangat Baik) dan saat surut 89,71 (Baik). Pengaruh pasang dan surut terhadap IKAL menunjukkan bahwa kondisi pasang cenderung memberikan nilai kualitas air yang lebih baik dibandingkan saat surut, karena Pencampuran air yang lebih baik saat pasang, saat air pasang terjadi peningkatan volume air yang masuk dari laut ke pesisir, memungkinkan pencampuran yang lebih optimal dengan air yang sudah ada. Pasang cenderung meningkatkan kualitas air karena pencampuran air yang lebih optimal, peningkatan volume air dari laut terbuka, serta efek pengenceran yang mengurangi konsentrasi polutan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Sedimen adalah suatu material yang tidak terkonsolidasi yang telah dihasilkan oleh pelapukan oleh proses batuan melalui proses mekanik atau kimia yang terkikis, teperangkapnya dan diangkut ke lokasi baru yang menjadi terminal atau deposisi akhir lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis karakteristik sedimen, tekstur sedimen dan distribusi sedimen pantai amal Kota Tarakan, pengambilan sampel berupa pasir dilakukan secara terstruktur sebanyak 25 sampel. Sampel dianalisis untuk mengetahui parameter statistik ukuran butir meliputi mean, sorting, skewness dan curtosis. Nilai mean menunjukkan sampel didominasi oleh pasir halus (fine sand) hingga pasir sedang (medium sand). Nilai sorting menunjukkan bahwa tingkat pemilahan/sortasi sedimen berada pada kondisi sortasi sedang hingga sangat baik. Nilai skewness didominasi oleh nilai simetris (0) dan negatif (-) menunjukkan kelebihan fraksi halus pada distribusi butir sedimen. Parameter curtosis menunjukkan sedimen seluruhnya berada pada kondisi leptokurtic yang bermakna bahwa distribusi butir sedimen sampel tidak seragam. Selanjutnya overlay segitiga tekstur sampel terhadap Segitiga Mathews mengindikasikan bahwa dinamika sedimen masuk dalam kelompok sedimen pesisir hingga pantai terbuka yang sangat dipengaruhi oleh dinamika faktor hidro-oseanografi seperti arus, pasang surut dan gelombang.