ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Perairan Laut Tanjung Buka merupakan salah satu bagian dari delta Sungai kayan yang terletak di Kalimantan Utara. Perairan ini dipengaruhi oleh sirkulasi massa air estuari dan air laut yang menjadikan lokasi ini memiliki potensi sumber daya perikanan yang melimpah, kajian saintifik mengenai struktur komunitas ikan di perairan Tanjung Buka sejauh ini masih sangat minim. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis ikan, kelimpahan jenis (KJ), Keanekaragaman (H’), Kemerataan (E), dan dominansi (D) yang terdapat di Perairan Laut Tanjung Buka dan sekitarnya. Sampel diperoleh dengan menggunakan metode Catch Assessment Survey (CAS) dengan mengikuti langsung pengoperasian penangkapan nelayan di delapan stasiun penelitian. Penentuan lokasi stasiun serta pemilihan alat tangkap dilakukan secara purposive sampling berdasarkan keterwakilan zona penangkapan yang beroperasi di lokasi perairan tersebut. Alat tangkap berupa jaring trawl, pukat gondrong, pancing rawai, serta pukat kakap. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan total jumlah individu seluruh stasiun mencapai 5.198 yang terdiri dari 112 spesies ,77 genus,53 Famili. komposisi spesies tertinggi pada ikan Gulamah (Johnius Borneensis) dengan nilai kelimpahan mencapai 15% dan ikan bilis (Thryssa mystax) dengan kelimpahan 11%. Nilai indeks keanekaragaman (H’) pada seluruh stasiun berkisar dari tertinggi 3,09 dan terendah 1,99. Nilai indeks kemerataan (E) berkisar antara 0,41 hingga 0,60 dan indeks dominansi (D) berkisar antara 0,30 sampai dengan 0,45. Nilai indeks keanekaragaman pada seluruh stasiun masuk dalam kategori sedang, Kondisi ini diikuti dengan tingkat kemerataan yang tertekan serta tingkat dominansi yang rendah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Indeks Kualitas Air Laut suatu nilai yang menggambarkan kondisi kualitas air laut yang merupakan nilai dari beberapa parameter kualitas air laut dalam suatu wilayah pada waktu tertentu ( PERMEN LHK No 27 Tahun 2021). Pulau Bunyu memiliki potensi ekonomi yang tinggi karenakan terdapat berbagai industri yang memanfaatkan laut Pulau Bunyu sebagai jalur distribusi, dan sebagai jalur transportasi utama penyebrangan pulau. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai Indeks Kualitas Air Laut serta pengaruh pasang surut terhadap Indeks Kualitas Air Laut di Pulau Bunyu. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember - Mei 2025. Metode Penentuan lokasi penelitian yaitu metode purposive sampling, Setiap titik akan di lakukan pengambilan sampel sebanyak 1 kali pada saat pasang dan surut. Hasil penelitian menunjukkan suhu saat pasang berkisar antara 30,1 - 31,7°C, sedangkan saat surut 28,7°C - 30°C. Salinitas saat pasang berkisar 27,9 - 32,8 ppt, sedangkan saat surut 27 - 32,3 ppt. pH saat pasang berada di kisaran 6,7 - 7,4, dan saat surut 5,9 - 7,5. Kadar nitrat saat pasang berkisar 0,063 - 0,192 mg/L, sedangkan saat surut 0,118 - 0,167 mg/L. Nilai IKAL tertinggi saat pasang adalah 91,23, sedangkan saat surut 93,41. Rata-rata IKAL saat pasang adalah 90,51 (Sangat Baik) dan saat surut 89,71 (Baik). Pengaruh pasang dan surut terhadap IKAL menunjukkan bahwa kondisi pasang cenderung memberikan nilai kualitas air yang lebih baik dibandingkan saat surut, karena Pencampuran air yang lebih baik saat pasang, saat air pasang terjadi peningkatan volume air yang masuk dari laut ke pesisir, memungkinkan pencampuran yang lebih optimal dengan air yang sudah ada. Pasang cenderung meningkatkan kualitas air karena pencampuran air yang lebih optimal, peningkatan volume air dari laut terbuka, serta efek pengenceran yang mengurangi konsentrasi polutan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•
ANALISIS KELIMPAHAN DAN PERTUMBUHAN UDANG PUTIH (Penaeus merguiensis de Man 1888) MENGGUNAKAN ALAT TANGKAP JALA DI ESTUARIA SEKATAK BENGARA KABUPATEN BULUNGAN ABSTRAK Kelimpahan dan Pertumbuhan Udang merupakan sumberdaya perikanan tangkap yang memiliki peran penting untuk kebutuhan manusia salah satunya udang putih (Penaeus merguiensis de Man 1888) yang merupakan hasil tangkapan bernilai ekonomi tinggi dan nilai pangsa pasar yang besar dengan harga yang meningkat. Penelitian bertujuan untuk mengetahui, menganalisis kelimpahan dan pertumbuhan udang putih (Penaeus merguiensis de Man 1888) menggunakan alat tangkap Jala di estuaria sekatak bengara Kabupaten Bulungan. Metode menggunakan survei dengan observasi secara langsung terhadap objek penelitian untuk proses penangkapan dengan cara random purposive sampling. metode yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah Nomogram harry king dengan error 5% pada perlakuan 3 stasiun di estuaria bengara. Hasil keseluruhan kelimpahan total 2.253 individu, hasil tangkapan tertinggi pada stasiun 2 dengan jumlah 1.085 individu pada stasiun 1 dan 3 memiliki kelimpahan 589 dan 579 individu. Pada pola pertumbuhan panjang dan berat bobot memiliki hasil pertumbuhan allometrik negatif dengan hasil korelasi sangat kuat dan kuat. Kata kunci: Estuaria Sekatak Bengara, Jala, Kelimpahan, Pertumbuhan, Penaeus merguiensis de Man 1888.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pulau Mangkudulis Besar merupakan daerah delta yang terbentuk di perairan muara Sungai Sesayap yaitu berada dekat dengan desa Bebatu bagian timur Kabupaten Tana Tidung. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keanekaragaman jenis ikan non budidaya di perairan Tambak Tradisional Muara Sesayap. Pengambilan data dilaksanakan pada bulan April sampai dengan Juli 2019 pada waktu pemanenan tambak tradisional. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode deskeriptif survei. Hasil tangkapan diidentifikasi berdasarkan jenis dan morfologi ikan dengan mengacu pada buku identifikasi, dengan mengamati bentuk tubuh, bentuk kepala, bentuk sisik, bentuk ekor serta warna pada ikan. Ikan-ikan non budidaya yang didapatkan pada saat pemanenan tambak tradisional di Pulau Mangkudulis besar sebayak 23 ekor jenis ikan yang tergolong dalam 2 kelas, 21 famili, 23 genus dan 23 spesies. Frekuensi relatif 100 0/0 jenis ikan yang di dapatkan pada ketiga tambak yakni sebayak 12 jenis ikan, frekuensi relatif 66,67 0/0 yakni sebayak 5 jenis ikan dan frekuensi terendah 33,330/0 yaitu sebanyak 6 jenis ikan.