Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

51 hasil
Subjek: Jala
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH JARAK TANAM DAN PENYIANGAN GULMA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN UBI JALAR (Ipomoea batatas L.) VAR.CILEMBU

•

Cilembu sweet potato has a bright prospect because it is increasingly needed as consumption and industrial raw material. To increase production of this variety, a good plant spacing and weeding is needed. This resaech aimed to determine the effect of ideal plant spacing and weeding time on growth and yield of Cilembu sweet potato. The research was carried out on the land of the Faculty of Agriculture, Universitas Borneo Tarakan from February to April 2019. The method used was randomized block design with 2 factors and 4 replications. The first factor was plant spacing which consisted of three treatments: J1 (20x30 cm), J2 (30x40 cm), and J3 (40x50 cm). the second factor was weeding which consisted of 4 replication: P0 (control or not weeded), P1 (1 time weeding at 15 DAP), P2 (2 times weeding at 15 and 30 DAP), P3 (3 times weeding at 15, 30 and 40 DAP). The result showed that plant spacing did not effect all growth parameters and sweet potato crop production. Whereas weed treatment gives a real influence on the growth of tendrils at 40 and 60 DHP, number of leaves at 40 DAP, stem diameter at 20 and 60 DAP. The intraction of plant spacing and weeding effects the trearment of 20x30 cm without weeding (P0J1) and the treatment of 40x50 cm with three times weeding (P3J3) on swet potato weight at 90 DAP. It is recommended to plant sweet potato ast a space of 20x30 cm without weeding (P0J1) and at 40x50 cm with three times weeding (P3J3).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Perbedaan Gejala Emosional berdasarkan Jenis Kelamin Pada Remaja Generasi Alfa dengan Status Gizi Berlebih

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Remaja Generasi Alfa dengan status gizi berlebih merupakan kelompok usia yang rentan mengalami masalah status gizi dan gejala emosional. Perubahan fisik dan psikologis pada masa remaja, disertai perbandingan sosial dan perkembangan persepsi terhadap citra tubuh baik positif atau negatif yang dapat memengaruhi gejala emosional. Perbedaan gejala emosional berdasarkan jenis kelamin pada remaja laki-laki dan perempuan menunjukkan respons gejala emosional yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan gejala emosional berdasarkan jenis kelamin pada remaja Generasi Alfa dengan status gizi berlebih. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan komparatif analitik menggunakan data sekunder. Desain penelitian ini adalah | analitik Cross-Sectional. Sampel penelitian ini berjumlah 578 remaja Generasi Alfa dengan status gizi berlebih yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Jumlah responden paling banyak berjenis kelamin perempuan berjumlah 53,8% (331 remaja), sedangkan responden laki-laki berjumlah 46,2% (267 remaja). Data penelitian yang digunakan adalah data sekunder dari hasil skrining Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ) dan data antropometri yaitu, tinggi badan dan berat badan remaja di Puskesmas Kota Tarakan tahun 2025. Hasil penelitian menggunakan uji Chi-Square diperoleh nilai p value 0,001, bahwa terdapat perbedaan gejala emosional berdasarkan jenis kelamin pada remaja Generasi Alfa dengan status gizi berlebih. Perbedaan gejala emosional pada kategori abnormal lebih tinggi pada remaja perempuan (42,4%) dibandingkan laki-laki (16,9%). Sementara itu, pada kategori normal sebagian besar lebih tinggi pada remaja laki-laki (70,8%) dibandingkan remaja perempuan (45,7%). Remaja perempuan memiliki proporsi gejala emosional abnormal yang lebih tinggi dibandingkan remaja laki-laki. Temuan penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan mengenai gejala emosional pada remaja laki-laki dan perempuan dapat muncul dalam bentuk yang berbeda. Dukungan lingkungan yang positif dan penerimaan terhadap kondisi fisik remaja diharapkan dapat membantu menurunkan risiko munculnya masalah gejala emosional pada remaja Generasi Alfa dengan status gizi berlebih.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PEMERINGKATAN JALAN DENGAN METODE STAR RATING MENGGUNAKAN IRAP DEMONSTRATOR PADA RUAS JALAN AMAL LAMA KOTA TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Keselamatan jalan merupakan salah satu aspek penting dalam penyelenggaraan transportasi, terutama pada ruas jalan yang digunakan oleh berbagai jenis pengguna jalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi geometrik, fasilitas keselamatan, dan lingkungan pada ruas Jalan Amal Lama Kota Tarakan serta menganalisis tingkat keselamatan jalan menggunakan metode Star Rating dari International Road Assessment Programme (iRAP). Penelitian dilakukan pada ruas Jalan Amal Lama sepanjang 700 meter yang dibagi menjadi 7 segmen dengan panjang masing-masing 100 meter. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pengumpulan data melalui observasi kondisi aktual jalan, survei volume lalu lintas, pengukuran kecepatan kendaraan, serta pengumpulan atribut keselamatan jalan. Data volume lalu lintas dianalisis menggunakan PKJI 2023, sedangkan atribut jalan dikodekan dan dianalisis menggunakan iRAP Demonstrator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa volume jam puncak tertinggi sebesar 248 smp/jam pada hari Minggu pukul 17.45–18.00, dengan estimasi LHR sebesar 2.756 smp/hari dan kecepatan operasional persentil ke-85 sebesar 40–45 km/jam. Hasil analisis iRAP menunjukkan bahwa kendaraan penumpang memperoleh Star Rating 3 bintang pada segmen 1, 2, 3, 4, 6, dan 7, sedangkan segmen 5 memperoleh 1 bintang. Pengendara sepeda motor memperoleh Star Rating 3 bintang pada segmen 1, 2, dan 4, serta 2 bintang pada segmen 3, 6, dan 7, sedangkan segmen 5 memperoleh 1 bintang. Nilai SRS tertinggi terdapat pada segmen 5, yaitu 26,6698 untuk kendaraan penumpang dan 44,6791 untuk sepeda motor. Hasil tersebut menunjukkan bahwa segmen 5 memerlukan penanganan lebih lanjut, terutama terkait kondisi perkerasan, ketahanan selip, marka jalan, tikungan, jarak pandang, dan objek sisi jalan. Rekomendasi penanganan meliputi perbaikan atau rehabilitasi perkerasan, peningkatan ketahanan selip, perbaikan marka, pengamanan objek sisi jalan, serta peningkatan penerangan dan fasilitas bagi pengguna jalan rentan sesuai kebutuhan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Penerapan Teknik Batuk Efektif dan Active Cycle Of Breathing Technique (Acbt) untuk Mengatasi Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif pada Pasien Tuberkulosis Paru

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tuberkulosis paru merupakan penyakit infeksi menular yang masih menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia, dengan masalah keperawatan yang sering muncul adalah bersihan jalan napas tidak efektif akibat penumpukan sekret di saluran pernapasan. Intervensi nonfarmakologis seperti Active Cycle of Breathing Technique (ACBT) dan teknik batuk efektif dapat membantu mengatasi masalah tersebut. Penulisan karya ilmiah akhir ners ini bertujuan untuk menerapkan teknik batuk efektif dan ACBT dalam mengatasi bersihan jalan napas tidak efektif pada pasien tuberkulosis paru. Karya ilmiah ini menggunakan metode laporan kasus (case report) pada dua orang pasien tuberkulosis paru dengan masalah bersihan jalan napas tidak efektif, dengan intervensi yang diberikan selama tiga hari dan durasi 15–20 menit setiap sesi. Setelah diberikan intervensi, frekuensi napas menurun dari 25×/menit menjadi 18×/menit, saturasi oksigen meningkat dari 95% menjadi 100%, dan pengeluaran sputum meningkat dari belum mampu menjadi 2,5 ml. Penerapan ACBT dan teknik batuk efektif efektif dalam mengatasi masalah bersihan jalan napas tidak efektif pada pasien tuberkulosis paru, yang ditandai dengan penurunan frekuensi pernapasan, peningkatan saturasi oksigen, peningkatan pengeluaran sputum, dan perbaikan bunyi napas. Oleh karena itu, intervensi ini direkomendasikan sebagai tindakan keperawatan nonfarmakologis yang dapat diterapkan secara rutin sebagai pendamping terapi medis untuk membantu meningkatkan bersihan jalan napas pada pasien tuberkulosis paru.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENERAPAN INHALASI DIFFUSER DENGAN AROMA TERAPI PEPPERMINT DALAM PENINGKATAN BERSIHAN JALAN NAFAS PADA ANAK DENGAN PNEUMONIA DI RUANG ANGGREK B RSUD dr.H. JUSUF SK KOTA TARAKA

2026•

Pneumonia merupakan penyebab utama kematian pada anak di bawah usia 5 tahun, yang memicu peningkatan produksi sekret dan menyebabkan ketidakefektifan bersihan jalan napas. Terapi non-farmakologis, seperti penggunaan inhalasi diffuser dengan aromaterapi peppermint, berpotensi sebagai intervensi pendukung untuk mengencerkan sekret dan memperbaiki pola napas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan terapi inhalasi diffuser dengan aromaterapi peppermint dalam menurunkan frekuensi pernapasan pada anak dengan pneumonia. Metode yang digunakan adalah deskriptif studi kasus dengan subjek dua pasien anak (An. N dan An. K, usia 5 tahun) yang mengalami ketidakefektifan bersihan jalan napas akibat pneumonia. Intervensi dilakukan selama tiga hari perawatan dengan durasi 15–20 menit per sesi menggunakan diffuser ultrasonik. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa setelah pemberian terapi selama 3x24 jam, terjadi perbaikan klinis yang signifikan pada kedua pasien. Frekuensi pernapasan (RR) menurun dari rentang 42- 44x/menit menjadi 22x/menit (mendekati rentang normal), saturasi oksigen (SpO2) meningkat dari 94% menjadi 98%, serta suara napas tambahan ronchi berkurang drastis atau hilang. Sputum yang semula kental dan berwarna kuning kehijauan menjadi lebih encer dan lebih mudah dikeluarkan. Berdasarkan hasil tersebut, disimpulkan bahwa penerapan inhalasi diffuser dengan aromaterapi peppermint efektif sebagai intervensi pendukung untuk meningkatkan bersihan jalan napas, mengencerkan sekret, dan menurunkan frekuensi pernapasan pada anak dengan pneumonia. Disarankan bagi tenaga keperawatan untuk mempertimbangkan intervensi ini sebagai bagian dari standar prosedur operasional (SPO) asuhan keperawatan komplementer pada kasus gangguan sistem respirasi anak.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEPERAWATAN PADA ANAK DENGAN PNEUMONIA DI RUANG PERAWATAN ANGGREK B RSUD DR. H. JUSUF SK KOTA TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ASUHAN KEPERAWATAN PADA ANAK DENGAN PNEUMONIA DI RUANG PERAWATAN ANGGREK B RSUD DR. H. JUSUF SK ABSTRAK Pneumonia merupakan infeksi akut pada jaringan paru (alveoli) yang menjadi penyebab kematian menular terbesar pada anak di seluruh dunia. Provinsi Kalimantan Utara, Kota Tarakan tercatat sebagai daerah tertinggi yang terkena penyakit pneumonia pada anak. Studi kasus ini bertujuan menggambarkan penerapan asuhan keperawatan secara komprehensif pada dua anak dengan pneumonia mulai dari pengkajian, perumusan diagnosis, perencanaan intervensi, pelaksanaan implementasi, hingga evaluasi, serta membandingkan hasil asuhan keperawatan pada kedua klien. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif studi kasus terhadap dua pasien anak di Ruang Anggrek B RSUD Dr. H. Jusuf SK Kota Tarakan periode 27–29 April 2026. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik head-to-toe, dan telaah dokumen medis. Klien 1 (An. F, 4 tahun) ditegakkan tiga diagnosis: bersihan jalan napas tidak efektif, pola napas tidak efektif, dan gangguan rasa nyaman, seluruhnya teratasi pada hari ketiga. Klien 2 (An. A, 10 tahun) dengan diagnosis bersihan jalan napas tidak efektif, hipertermia, dan gangguan pola tidur, dua diagnosis teratasi, sedangkan bersihan jalan napas belum teratasi akibat produksi sputum tinggi dan wheezing yang masih terdengar. Asuhan keperawatan sistematis berbasis SDKI, SIKI, dan SLKI terbukti mendukung pemulihan pasien. Penyakit penyerta memengaruhi ketercapaian hasil intervensi secara signifikan. Laporan ini dapat menjadi acuan bagi mahasiswa dan tenaga keperawatan dalam menangani kasus serupa.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Perbedaan Gejala emosional Remaja Generasi Alfa yang Berstatus Gizi Kurang dan Gizi Normal di Kota Tarakan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Perubahan pola hidup remaja generasi alfa di era digital dapat memengaruhi kondisi kesehatan fisik dan emosional. Status gizi yang tidak optimal berpotensi memengaruhi kesehatan mental remaja, termasuk munculnya gejala emosional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan gejala emosional pada remaja generasi alfa yang berstatus gizi kurang dan gizi normal di Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan komparatif analitik dan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 2.209 remaja generasi alfa yang diperoleh menggunakan teknik total sampling berdasarkan data pemeriksaan kesehatan seluruh Puskesmas di Kota Tarakan tahun ajaran 2024–2025. Status gizi diukur menggunakan Indeks Massa Tubuh (IMT), sedangkan gejala emosional diukur menggunakan kuesioner Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ). Analisis data menggunakan Uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan nilai p 0,001 yang berarti terdapat perbedaan gejala emosional berdasarkan status gizi pada remaja generasi alfa di Kota Tarakan. Remaja generasi alfa dengan status gizi kurang lebih tinggi berada pada kategori gejala emosional normal (68,6%), sedangkan proporsi gejala emosional abnormal lebih tinggi ditemukan pada remaja dengan status gizi normal (31,1%). Kesimpulan penelitian ini yaitu menunjukkan bahwa status gizi berhubungan dengan perbedaan gejala emosional pada remaja generasi alfa di Kota Tarakan, meskipun kondisi emosional remaja juga dapat dipengaruhi oleh faktor psikologis, sosial, dan penggunaan media digital. Oleh karena itu, diperlukan upaya promotif dan preventif melalui pemantauan status gizi, edukasi kesehatan, serta skrining kesehatan emosional secara berkala guna mendukung tumbuh kembang remaja secara optimal.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENGARUH HAMBATAN SAMPING AKIBAT AKTIVITAS PASAR TRADISIONAL TERHADAP KINERJA LALU LINTAS JALAN PANGKALAN (STUDI KASUS : KECAMATAN BUNYU)

2025•

Peningkatan aktivitas pasar tradisional berpengaruh langsung terhadap kinerja lalu lintas, khususnya pada ruas Jalan Pangkalan, Kecamatan Bunyu, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara. Hambatan samping yang terjadi berupa pejalan kaki, kendaraan berhenti/parkir, kendaraan keluar-masuk sisi jalan, serta kendaraan melambat. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh hambatan samping terhadap kinerja jalan dengan menggunakan metode Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI 2023). Metode penelitian meliputi survei lapangan selama tiga hari pada jam sibuk (pagi, siang, dan sore), pengumpulan data volume lalu lintas, data geometrik jalan, dan hambatan samping. Data kemudian dianalisis menggunakan Microsoft Excel berdasarkan parameter kapasitas jalan, kecepatan arus bebas, derajat kejenuhan, dan waktu tempuh. Hasil analisis menunjukkan volume lalu lintas tertinggi terjadi pada hari Minggu pukul 17.00–18.00 sebesar 2298 smp/jam. Hambatan samping tercatat 278 kejadian/jam dengan kategori rendah (R). Kapasitas jalan dihitung sebesar 1969,262 smp/jam dengan derajat kejenuhan masing-masing 2105,074 smp/jam. Kecepatan rata-rata kendaraan adalah 35 km/jam dengan waktu tempuh sekitar 30,85 detik pada jarak 300 meter. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa aktivitas pasar memengaruhi kelancaran lalu lintas, meskipun tingkat kejenuhan masih berada di bawah batas kritis.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Studi Dimensi Saluran Pada Jalan Sulawesi Kota Tarakan Menggunakan Storm Water Management Model (SWMM) Sebagai Upaya Penanggulangan Banjir

2025•

Curah hujan yang tinggi sering menyebabkan genangan di kawasan perkotaan, terutama jika saluran drainasenya tidak mampu menampung aliran air secara maksimal. Penelitian ini dilakukan di Jalan Sulawesi, Kota Tarakan, dengan tujuan untuk mengetahui apakah kapasitas saluran eksisting sudah cukup dalam mengalirkan limpasan air hujan, serta merancang dimensi saluran baru di titik-titik yang mengalami luapan. Analisis dilakukan berdasarkan data hujan periode ulang 10, 25, dan 50 tahun, dan disimulasikan menggunakan program Storm Water Management Model (SWMM). Hasil simulasi menunjukkan bahwa beberapa titik, seperti Junction 1, 3, 6, 8, 11, 16, dan 19, tidak mampu menampung debit maksimum, dengan Junction 16 menjadi titik paling kritis. Untuk mengatasi hal tersebut, dirancang dua alternatif saluran: saluran persegi panjang dengan lebar dasar 1,1 meter dan tinggi 1,2 meter, serta saluran trapesium dengan tinggi 1,2 meter, lebar dasar 0,9 meter, dan lebar atas 1,1 meter. Keduanya mampu mengalirkan air tanpa luapan. Penelitian ini juga merekomendasikan upaya tambahan seperti pembersihan rutin saluran, penambahan jumlah inlet, dan keterlibatan masyarakat agar kinerja drainase tetap optimal. Selain itu, penelitian selanjutnya disarankan untuk memperluas kajian pada wilayah lain di Kota Tarakan dan mempertimbangkan faktor-faktor lain seperti sedimentasi maupun pasang surut air laut, sehingga hasil analisis hasil analisis menjadi lebih menyeluruh dan representatif.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENGARUH HAMBATAN SAMPING TERHADAP KINERJA RUAS JALAN (STUDI KASUS : JL. K.H. DEWANTARA, KEC. TARAKAN BARAT, KOTA TARAKAN)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Perkembangan wilayah perkotaan di Kota Tarakan yang diiringi peningkatan aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat menimbulkan permasalahan lalu lintas, khususnya pada ruas Jalan K.H. Dewantara sebagai kawasan perdagangan dan pendidikan. Tingginya aktivitas di sisi jalan menyebabkan hambatan samping yang berpotensi memengaruhi kinerja jalan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh hambatan samping terhadap kinerja ruas jalan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan acuan PKJI 2023 melalui survei geometrik, volume lalu lintas, dan hambatan samping pada jam puncak selama tiga hari. Hasil analisis menunjukkan volume kendaraan tertinggi adalah 707 smp/jam tercatat pada senin sore (17.00 – 18.00 WITA), hambatan samping sangat tinggi 1023 kejadian/jam, kapasitas jalan 2068,42 smp/jam, dan derajat kejenuhan 0,34. Aktivitas parkir di badan jalan menyebabkan berkurangnya lebar efektif jalur lalu lintas sehingga nilai derajat kejenuhan meningkat menjadi 0,695 kategori (C). Kondisi tersebut turut memengaruhi kecepatan kendaraan. Kecepatan arus bebas 31,47 km/jam dan kecepatan tempuh 26 km/jam dengan jarak 500 m. Kinerja jalan masih baik karena volume belum mendekati kapasitas, Namun, Kondisi ini berpotensi menimbulkan konflik lalu lintas serta menurunkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan. Oleh karena itu, diperlukan penataan parkir, pengaturan akses keluar-masuk kendaraan, serta evaluasi berkelanjutan untuk menjaga kinerja jalan tetap optimal.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Penerapan terapi inhalasi uap minyak kayu putih (eucalyptus) pada anak dengan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) adalah infeksi yang menyerang saluran pernapasan bagian atas yang meliputi hidung dan faring, sebagian besar infeksi disebabkan oleh bakteri dan virus. Terapi inhalasi uap minyak kayu putih adalah terapi dengan menggunakan uap minyak kayu putih untuk mengatasi masalah pernapasan, mengurangi gangguan fungsi bersihan jalan napas dengan mengencerkan dahak, memperlancar pernapasan (memperlebar saluran udara), mengurangi peradangan. Tujuan penulisan karya ilmiah akhir ners ini yaitu untuk menerapkan pemberian terapi inhalasi uap minyak kayu putih terhadap anak dengan infeksi saluran pernapasan akut. Penulis menggunakan metode studi kasus dengan jumlah responden sebanyak 2 anak dengan pemberian terapi selama 3 hari sesuai dengan SPO. Sebelum dilakukan terapi inhalasi uap minyak kayu putih, terdengar suara napas tambahan ronkhi pada kedua pasien dan frekuensi pernapasan di atas normal. Setelah dilakukan terapi inhalasi uap minyak kayu putih selama 3 hari, didapatkan perubahan suara napas ronkhi menurun dan frekuensi pernapasan dalam batas normal. Asuhan keperawatan diberikan kepada pasien anak dengan ISPA dengan diagnosis keperawatan utama bersihan jalan napas tidak efektif dengan intervensi terapi inhalasi uap minyak kayu putih selama 3 hari. Setelah 3 hari dilakukan penerapan terapi inhalasi minyak kayu putih didapatkan hasil adanya peningkatan bersihan jalan napas pada pasien yang ditandai dengan berkurangnya keluhan sesak dan batuk.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KERUSAKAN JALAN DITINJAU DARI DAYA DUKUNG TANAH DAN BEBAN LALU LINTAS

2025•

Kerusakan jalan yang terjadi sebelum mencapai umur rencana merupakan salah satu permasalahan umum dalam pembangunan infrastruktur jalan, khususnya di daerah berkembang seperti Kota Tarakan. Salah satu ruas jalan yang mengalami kerusakan tersebut adalah Jalan Gunung Amal, yang memiliki tingkat lalu lintas tinggi dan dilalui oleh kendaraan berat setiap hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab utama kerusakan jalan tersebut berdasarkan dua aspek utama, yaitu daya dukung tanah dan beban lalu lintas. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental di laboratorium dengan mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI). Pengujian tanah dilakukan untuk mengetahui sifat fisis (kadar air, berat jenis, analisa saringan, batas Atterberg) dan sifat mekanis tanah (nilai CBR). Penelitian ini juga menganalisis data Lalu Lintas Harian Rata-rata (LHR) serta menghitung beban sumbu kendaraan menggunakan pendekatan Equivalent Single Axle Load (ESAL) dan Truck Factor (TF) untuk mengetahui pengaruh lalu lintas terhadap kerusakan jalan. Hasil pengujian laboratorium menunjukkan bahwa jenis tanah pada lokasi penelitian tergolong lempung lanauan dengan nilai CBR 6%, yang menandakan rendahnya daya dukung tanah terhadap beban kendaraan. Selain itu, data lalu lintas menunjukkan volume kendaraan berat cukup tinggi, yang secara signifikan mempercepat kerusakan lapisan perkerasan jalan. Dari analisis ini, dapat disimpulkan bahwa kerusakan jalan pada ruas Jalan Gunung Amal disebabkan oleh kombinasi antara rendahnya daya dukung tanah dasar dan tingginya beban lalu lintas harian. Oleh karena itu, diperlukan perencanaan struktur jalan yang lebih baik, termasuk perbaikan tanah dasar (soil improvement) dan pengaturan beban kendaraan, agar umur rencana jalan dapat tercapai secara optimal.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH INFRASTRUKTUR JALAN, BELANJA MODAL DAN TENAGA KERJA TERHADAP PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO KABUPATEN NUNUKAN 2014-2023

2025•

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh infrastruktur jalan, belanja modal, dan tenaga kerja terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di Kabupaten Nunukan selama periode 2014-2023. Metode yang di gunakan adalah kuantitatif dengan jenis data sekunder yang diperoleh dari badan pusat statistik (BPS) Kabupaten Nunukan. Teknik analisis yang digunakan adalah regresi linear berganda dengan bantuan program SPSS 26. hasil penelitian menunjukkan bahwa infrastruktur jalan dan tenaga kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap PDRB, dengan koefisien masing-masing 0,225 (p-value 0,001) untuk infrastruktur jalan dan 0,415 (p-value 0,002) untuk tenaga kerja. Sebaliknya, belanja modal ternyata tidak berpengaruh terhadap PDRB, dengan koefisien -0,065 (p-value 0,006). Hasil uji simultan menunjukkan bahwa model regresi yang digunakan sangat baik untuk menjelaskan variasi PDRB, dengan nilai F-statistic 140,634 (Prob(F-statistic) 0,000). Temuan ini menunjukan pentingnya pengembangan infrastruktur dan kualitas tenaga kerja dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Oleh karena itu, kebijakan pembangunan daerah sebaiknya berfokus pada peningkatan infrastruktur jalan serta peningkatan kualitas tenaga kerja melalui pendidikan dan pelatihan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Penegakan Hukum Terhadap Pelanggaran Lalu LIntas Oleh Pengguna Sepeda Listrik Di Jalan Raya Kabupaten Malinau

2025•

Penelitian ini bermaksud menjawab dua pertanyaan mengenai Penegakan Hukum Terhadap Pelanggaran Lalu Lintas Oleh Pengguna Sepeda Listrik Di Jalan Raya Kabupaten Malinau. Pertama, bagaimana pengaturan hukum terhadap pelanggaran pengguna sepeda listrik di jalan raya di Kabupaten Malinau? Kedua, bagaimana penegakan hukum terhadap pelanggaran pengguna sepeda listrik di jalan raya di Kabupaten Malinau. Skripsi ini merupakan penelitian empiris dengan objek kajian pada Polisi Satuan Lalu Lintas Kabupaten Malinau dan masyarakat yang menggunakan sepeda listrik di jalan raya. Penelitian ini menggunakan ketentuan hukum yakni undang-undang No.22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan, Peraturan Menteri Perhubungan No.45 Tahun 2020 tentang Kendaraan Tertentu dengan Menggunakan Penggerak Motor Listrik. Data yang digunakan dalam skripsi ini terdiri dari data primer dan sekunder. Data primer yaitu data yang didapatkan melalui wawancara, observasi, dan pengamatan lapangan. Data sekunder didapatkan melalui buku, jurnal, artikel, dan data-data pada internet. Hasil dari penelitian ini, penulis menyimpulkan bahwa penegakan hukum terhadap pelanggaran lalu lintas oleh pengguna sepeda listrik di jalan raya di Kabupaten Malinau ini belum dapat ditegakan karena tidak adanya aturan yang tegas dan efektiv terkait penegakan hukum bagi pelanggaran lalu lintas oleh pengguna sepeda listrik di jalan raya. Pengaturan hukum terkait pengguaan sepeda listrik dapat dilihat dari aturan PM Perhubungan No.45 Tahun 2020 pasal 5 sepeda listrik dapat digunakan di lajur khusus atau di kawasan tertentu.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI ANALISIS PENANGANAN JALAN BERDASARKAN IDENTIFIKASI KERUSAKAN DAN KETIDAKRATAAN PERMUKAAN JALAN ( STUDI KASUS : JL. SEI BENGAWAN , JUATA PERMAI)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ruas Jalan Sei Bengawan Kota Tarakan merupakan jalan yang sering dilewati kendaraan berat untuk mengangkut material karena adanya pembangunan pabrik kertas di jalan tersebut, sehinga mengakibatkan beban yang diterima jalan melebihi beban rencana (overloading) yang menjadi penyebab salah satu kerusakan dan ketidakrataan jalan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan berapa nilai tingkat kerusakan jalan dan ketidakrataan jalan serta jenis penanganannya. Penelitian ini dilakukan dengan cara pengukuran langsung di lapangan untuk mendapatkan data primer berupa jenis, tingkat keparahan dan luasan kerusakan jalan serta data ketidakrataan jalan atau nilai IRI yang didapatkan dari aplikasi roadroid. Hasil penelitian didapatkan nilai tingkat kerusakan pada metode Indeks Kondisi Perkerasan (IKP) adalah 62 yang menunjukkan kondisi perkerasan dalam kategori sedang dan nilai tingkat ketidakrataan pada metode International Roughness Index (IRI) adalah 4,04 m/km dengan nilai tingkat pelayanan (PSI) adalah 1,81 yang menunjukkan kondisi pelayanan jalan Sei Bengawan kurang dengan rentang nilai PSI tingkat kepercayaan 95% berkisaran 1,60 - 2,02. Pemilihan jenis pemeliharaan pada keseluruhan ruas jalan Sei Bengawan adalah peningkatan jalan. Apabila, berdasarkan jenis kerusakan masing-masing segmen jalan, jenis penanganan berdasarkan aturan standar perbaikan Direktorat Jendral Bina Marga 1995 yaitu P2 (pengaspalan), P3 (pelapisan retak), P4 (pengisian retak), P5 (penambalan lubang), dan P6 (perataan).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI ANALISIS SELA PADA SIMPANG JALAN SLAMET RIYADI DAN JALAN JENDRAL SUDIRMAN KOTA TARAKAN

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kota Tarakan salah satu kota yang berada di Kalimantan Utara, mengalami pertumbuhan pesat dalam beberapa tahun terakhir. Pertumbuhan ini berdampak besar pada peningkatan volume lalu lintas, terutama pada simpang – simpang strategis yang menghubungkan berbagai wilayah di kota Tarakan. Salah satu simpang yang menjadi perhatian adalah simpang Jalan Slamet Riyadi dan Jalan Jendral Sudirman, yang merupakan jalan utama yang menghubungkan pusat kota dengan wilayah lainnya. Simpang ini sering mengalami tundaaan lalu lintas, terutama pada jam-jam sibuk, sehingga dapat menurunkan efisiensi waktu tempuh dan meningkatkan emisi polutan. Analisis sela pada simpang ini sangat diperlukan untuk memahami karakteristik pergerakan lalu lintas dan pola interaksi antar kendaraan pada simpang tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai sela kritis yang terjadi pada simpang Jl.Slamet Riyadi dan menentukan kinerja simpang pada Jl.Slamet Riyadi berdasarkan PKJI 2023. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Metode analisis data dapat dilakukan setelah mendapatkan data primer yang meliputi data geometrik, data volume kendaraan dan data sela kendaraan, kemudian data dianalisa berdasarkan metode yang telah ditentukan yaitu metode Raff, metode Greenshields, dan metode Acceptance Curve. Dari hasil penelitian didapatkan nilai sela kritis yang lebih besar dari dua metode lainnya yaitu berkisar 3,5 sampai 4,5 dengan metode Acceptance Curve, untuk metode Raff berkisar 3,10 sampai 3,96 detik dan metode Greenshields berkisar 3 sampai 4 detik. Sedangkan didapat untuk kinerja simpang dengan jam puncak siang hari Senin tanggal 03 juni 2024 terjadi pada pukul 11.00-12.00 dengan 4185,2 smp/jam, derajat kejenuhan 0,97 dengan kapasitas 4323 smp/jam, tundaan simpang (T) sebesar 17,67 det/smp, dan nilai peluang antrian (PA) berkisar pada 37,61 % – 74,29 %.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KINERJA JALAN K.H.DEWANTARA MENGGUNAKAN METODE GREENSHIELD GREENBERG DAN UNDERWOOD

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Jalan K.H. Dewantara Kota Tarakan termasuk dalam kelas jalan lokal dengan tipe 2/2 TT yang terletak di daerah pusat perbelanjaan perkotaan dan sekolah yang menyebabkan volume lalu lintas semakin besar sehingga mengakibatkan kinerja ruas jalan menjadi berkurang, hal ini disebabkan karena kepadatan lalu lintas yang terjadi khususnya disepanjang area sekolah. Dalam penelitian ini, dianalisa hubungan antara ketiga komponen utama arus lalu lintas yakni volume (V), kecepatan (S) dan kepadatan (D) dalam tiga metode yaitu Model Greenshield, Model Greenberg dan Model Underwood. Dari hasil penelitian dan analisa didapatkan kinerja pada ruas Jalan K.H. Dewantara adalah dengan volume lalu lintas tertinggi sebesar 897.9 smp/jam yang terjadi pada hari Rabu pukul 07:00 – 08:00 WITA, kecepatan lalu lintas terendah sebesar 23.45 km/jam yang terjadi pada hari Rabu pukul 13:00 – 14:00 WITA, kepadatan lalu lintas tertinggi sebesar 33.87 smp/km terjadi pada hari Senin pukul 16:00 – 17:00 WITA, derajat kejenuhan lalu lintas tertinggi sebesar 0.339 yang terjadi pada hari Rabu pukul 07:00 – 08:00 WITA. Berdasarkan hasil penelitian dan perhitungan didapatkan hari dengan volume puncah yaitu hari Rabu dan model yang paling sesuai untuk ruas Jalan K.H. Dewantara adalah Model Greenshield dengan R2 = 0.4433, dan dengan persamaan S = 30.4323 – 0.1530 D, V = 30.4323 D – 0.1530 D2, V = 198.775 S – 6.5317 S2.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI KERUSAKAN PADA PERKERASAN JALAN MENGGUNAKAN METODE BINA MARGA PADA RUAS JALAN P.AJI ISKANDAR KOTA TARAKAN

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Jalan P. Aji Iskandar merupakan jalan yang ada di Kota Tarakan yang sering digunakan oleh masyarakat setempat dalam beraktifitas, berkendaraan maupun berjalan kaki. Kondisi jalan yang terjadi pada ruas jalan tersebut ada beberapa jalan yang berlubang, retak dan bekas tambalan jalan dan kerusakan lainnya. Ruas jalan tersebut selalu dilalui kendaraan-kendaraan bermuatan berlebihan secara berulang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis kerusakan yang terjadi pada ruas jalan tersebut dan mengetahui nilai urutan prioritas untuk perbaikan jalan tersebut. Metode yang digunakan adalah metode Bina Marga. Penelitian ini dilakukan sepanjang 3000 meter dengan lebar jalan 7 meter. Pengambilan data dilakukan dengan cara survei visual yaitu dengan mencatat jenis kerusakan serta dimensi kerusakan, juga melakukan survei kondisi LHR (Lalu Lintas Harian) untuk mendapatkan kondisi lalu lintas pada ruas jalan tersebut. Dari hasil penelitian, jenis kerusakan yang terjadi pada ruas Jalan P. Aji Iskandar adalah kerusakan retak kulit buaya (161,84 m2), kerusakan retak memanjang (101,59 m), kerusakan retak melintang (15,70 m), kerusakan lubang (135,37 m2), kerusakan tambalan (266,36 m2), kerusakan pelepasan butir (372,60 m2), dan kerusakan amblas (52,10 m2). Menurut metode Bina Marga, diperoleh Urutan Prioritas adalah 5 (urutan prioritas 4-6) termasuk dalam program pemeliharaan berkala.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengawasan pengelolaan parkir ditepi jalan umum di Kota Tarakan

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Pengelolaan parkir di Tepi Jalan Umum di Kota Tarakan merupakan salah satu masalah umum dihadapi oleh masyarakat. Parkir di tepi jalan umum dapat menyebabkan kemacetan lalu lintas, kesulitan dalam bergerak, dan biaya lebih. Kurangnya kesadaran dari masyarakat serta kurangnya perhatian dan pengawasan dari pemerintah menyebabkan pengelolaan parkir di tepi jalan umum kurang efektif. Penelitian ini bertjuan untuk mengetahui mekanisme serta faktor-faktor apa saja yang mempengatahui pengelolaan parkir di tepi jalan umum di Kota Tarakan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode normatif yaitu penelitian menggunakan pendekatan peraturan perundang-undangan, pendekatan kasus dan pendekatan konseptual. Penelitian skripsi ini menggunakan bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder. Bahan hukum primer yaitu peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan penelitian. Bahan hukum sekunder diperoleh dari buku, jurnal dan karya ilmiah. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa pebgelolaan parkir di tepi jalan umum di atur dalam Keputusan Walikota Tarakan Nomor 003/HK-XII/495/2021 Tentang Penyelenggaraan Parkir di Tepi Jalan Umum memberikan kewenangan kepada Dinas Perhubungan untuk mengelola parkir di tepi jalan umum, selanjutnya Dinas Perhubungan bekerja sama dengan Perumda Tarakan Usaha melalui mekanime kerja sama. Kemudian Perumda Tarakan aneka usaha diberikan kewenangan untuk mengurus dan menunjuk juru parkir sendiri sesuai dengan aturan yang berlaku. Juru parkir tersebut nantinya melaksanakan perparkiran sesuai dengan titik parkir yang telah ditentukan. Faktor-faktor yang mempengaruhi pengelolaan parkir di tepi jalan umum adalah faktor regulasi, kurangnya kesadaran juru parkir atas tugas dan kewajibannya, kurangnya kesadaran pengguna parkir, dan fasilitas parkir yang masih belum memadai dalab penyelenggaraa parkir di tepi jalan umum.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Efektivitas Dan Kontribusi Pajak Hotel, Pajak Restoran Dan Pajak Penerangan Jalan Terhadap Pendapatan Asli Daerah Kota Tarakan

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat efektivitas dan kontribusi pajak hotel, pajak resoran dan pajak penerangan jalan dan kontribusi dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Tarakan. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif, yaitu menganalisis data target dan realisasi penerimaan pajak hotel, pajak restoran dan pajak penerangan jalan dengan menggunakan rasio efektivitas dan kontribusi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat rata-rata efektivitas tahun 2012-2023 pajak hotel sebesar 103,60% dengan kriteria sangat efektif. Tingkat rata-rata efektivitas tahun 2012-2023 pajak restoran sebesar 112,80% dengan kriteria sangat efektif. Tingkat rata-rata efektivitas tahun 2012-2023 pajak penerangan jalan sebesar 89,43% dengan kriteria cukup efektif. Kriteria kontribusi pajak hotel, pajak restoran dan pajak penerangan jalan dalam meningkatkan PAD dengan rata-rata persentase di bawah dari 10% masuk dalam kriteria sangat kurang. Pemerintah kota tarakan harus memperhatikan dan menambah objek pajak daerah untuk meningkatkan PAD Kota Tarakan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail