.
.
Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.
.
.Petir merupakan suatu proses peristiwa di atmosfer berupa pelepasan listrik dari awan bermuatan. Pada saat pelepasan muatan ini menuju suatu objek, yang bisa disebut dengan sebutan sambaran petir. Bangunan tinggi merupakan salah satu objek yang memiliki kemungkinan besar tersambar petir, oleh karena itu pentingnya untuk memproteksi bangunan tinggi dengan sistem yang handal. Kerusakan pada sarana dan peralatan proteksi handal agar dapat melindungi dan mengamankan bangunan dari sambaran petir, sehingga sarana dalam bangunan tersebut dapat berfungsi dengan baik. Sistem penangkal petir meliputi penangkal petir eksternal, penangkal petir dibuat dan mempunyai tahanan pentahanan/pembumian yang sekecil mungkin. Tujuanya adalah ketika terjadi petir, arus dapat mengalir ke dalam tanah secara cepat dan netral. Sistem proteksi eksternal pada dasarnya terdiri dari terminasi udara (Air terminal), konduktor penyalur (Down Conductor), dan sistem pembumian (Grounding). Cara kerja penangkal petir, anti petir atau penyalur petir sistem proteksi petir eksternal adalah pada saat permukaan awan sudah dipenuhi muatan ion negatif dan mulai mencari pembuangan maka secara otomatis muatan ion positif yang ada didalam bumi (Grounding System) akan tertarik muatan ion negatif yang ada di awan (seperti magnet). Oleh karena itu dapat dikatakan penangkal petir, anti petir atau penyalur petir sistem proteksi petir eksternal yaitu sebuah media perantara penghantar ion positif yang ada dibumi agar energi utama arus petir tidak merusak benda apapun yang dilewatinya. Metode yang digunakan dalam penentuan proteksi petir yaitu metode jala untuk keperluan perlindungan permukaan yang datar karena bisa melindungi seluruh permukaan bangunan. Pada nilai grounding dan penangkal petir didapatkan hasil 2 Ω, Sedangkan pada penangkal petir menggunakan metode sudut proteksi didapatkan hasil 8 terminasi udara.