Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

6 hasil
Subjek: Petir
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Evaluasi Penangkal Petir Dengan Menggunakan Metode Sudut Proteksi Dan Bola Bergulir Pada Gedung SMP Negeri 14 Tarakan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Evaluasi dilakukan berdasarkan standar Peraturan Umum Instalasi Penangkal Petir (PUIPP) dan SNI 03-7015-2004 dengan menerapkan Metode Sudut Proteksi (Protective Angle Method) dan Metode Bola Bergulir (Rolling Sphere Method). Berdasarkan analisis indeks perkiraan bahaya menurut PUIPP, Gedung SMP Negeri 14 Tarakan memperoleh nilai indeks 𝑅 = 12, yang menunjukkan tingkat bahaya sedang sehingga pengamanan sistem proteksi petir sangat dianjurkan. Dari data hari guruh Kota Tarakan tahun 2026 sebanyak 108 hari/tahun, diperoleh kerapatan sambaran petir ke tanah (𝑁𝑔) sebesar 13,92 m2/tahun dan frekuensi sambaran langsung (𝑁𝑑) sebesar 0,54 sambaran/tahun. Nilai efisiensi sistem proteksi (𝐸) sebesar 0,81 menempatkan gedung ini pada Tingkat Proteksi IV. Sistem Pentanahan dan Pengukuran nilai resistansi pembumian di lapangan menghasilkan 122 Ω. Berdasarkan aturan SNI ,PUIPP 2020 harus di bawah 5 Ω , setelah dilakukan perhitungan secara pararel makan di mendapatkan nilai 0,29 Ω. Metode Sudut Proteksi , Pada Tingkat Proteksi IV dengan sudut perlindungan 45∘, diperoleh radius proteksi sebesar 23,40 meter untuk setiap terminasi udara. Jangkauan ini telah menutupi seluruh bagian struktur bangunan gedung baik dari tampak depan maupun samping. Metode Bola Bergulir. Dengan radius bola 60 meter (arus petir 234,89 A).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EVALUASI SISTEM PENANGKAL PETIR DENGAN METODE SUDUT PROTEKSI PADA GEDUNG PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN

2025•

Fenomena alam yang sering terjadi di wilayah beriklim tropis seperti Indonesia dan berpotensi menimbulkan kerusakan pada bangunan maupun peralatan listrik. Gedung Perpustakaan Universitas Borneo Tarakan sebagai fasilitas pendidikan yang menyimpan berbagai perangkat elektronik dan koleksi penting memerlukan sistem proteksi petir yang baik untuk mengurangi risiko kerusakan akibat sambaran petir. Oleh karena itu, perlu dilakukan evaluasi terhadap sistem penangkal petir pada gedung tersebut untuk mengetahui tingkat keandalan dan efektivitas sistem proteksi yang terpasang. Hasil perhitungan dan analisis yang dilakukan, diperoleh nilai resistansi tanah pada Gedung Perpustakaan Universitas Borneo Tarakan sebesar 0,66 Ω yang menunjukkan bahwa sistem pentanahan pada gedung tersebut berada dalam kondisi baik. Data hari guruh selama tahun 2024 tercatat sebanyak 104 hari. Dari data tersebut diperoleh nilai indeks bahaya sambaran petir (R) sebesar 19 yang menunjukkan tingkat bahaya sambaran petir yang sangat besar. Selanjutnya diperoleh nilai kerapatan sambaran petir (Ng) sebesar 13,284 sambaran/km² per tahun. Hasil perhitungan area proteksi (Ae) pada gedung perpustakaan adalah sebesar 581.816,02 m². Berdasarkan nilai Ng dan Ae tersebut, diperoleh nilai frekuensi sambaran petir langsung per tahun (Nd) sebesar 7,72 sambaran/tahun. Sementara nilai frekuensi sambaran petir tahunan yang diperbolehkan (Nc) adalah sebesar 10⁻¹ per tahun. Karena nilai Nd lebih besar dibandingkan dengan nilai Nc (Nd > Nc), maka gedung tersebut memerlukan sistem proteksi petir yang memadai. Dari hasil analisis tersebut diperoleh nilai efisiensi sistem proteksi petir sebesar 98%. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Gedung Perpustakaan Universitas Borneo Tarakan memiliki tingkat risiko sambaran petir yang tinggi sehingga memerlukan sistem proteksi petir yang efektif untuk melindungi bangunan dan peralatan di dalamnya.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Evaluasi Sistem Penangkal Petir Eksternal Pada Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tarakan Dengan Metode Sudut Proteksi

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Petir dapat menimbulkan kerusakan pada bangunan, sehingga diperlukan sistem penangkal petir sebagai upaya perlindungan. Sistem penangkal petir terdiri atas dua jenis, yaitu sistem eksternal dan internal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sistem penangkal petir eksternal pada Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tarakan dengan menggunakan metode sudut proteksi. Analisis dilakukan dengan perhitungan teknis serta ilustrasi hasil menggunakan perangkat lunak AutoCAD menunjukkan bahwa metode sudut proteksi mampu melindungi seluruh bangunan. Hasil pengukuran nilai tahanan tanah setelah paralel elektroda diperole h sebesar 2,47 Ω, yang telah memenuhi standar ketentuan. Berdasarkan metode sudut proteksi, tingkat proteksi bangunan berada pada kategori IV dengan sudut proteksi 55°, menghasilkan radius perlindungan sebesar 32,77 m dengan cakupan area keseluruhan 65,54 m. Hasil evaluasi membuktikan sistem penangkal petir eksternal pada gedung Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tarakan telah sesuai standar dan efektif dalam melindungi bangunan dari sambaran petir.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Evaluasi Perancanag Instalasi Listrik Pada Gedung SMPN 14 Tarakan

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

.Evaluasi Perancangan Instalasi Listrik dilakukan Pada Gedung SMPN 14 Tarakan bertujuan untuk mengetahui kelayakan gedung SMPN 14 Tarakan berlokasi di Karang Anyar, Kec.Tarakan Barat, Kota Tarakan, Kalimantan Utara. Pada penelitian ini Melakukan perbandingan data dari CV. Mufid Consulindo dengan hasil pengukuran menggunakan alat lux meter. Didapatkan beban gedung SMPN 14 Tarakan pada bangunan sekolah SMPN 14 kota Tarakan, setiap lantai terdiri dari 3 fasa (R,S,T) .Daya pada lantai 1 sebesar 14,085 kW, lantai 2 sebesar 15,743 kW, dan lantai 3 sebesar 11,703kW dan total daya keseluruhan dari lantai 1, 2 dan 3 sebesar 41,531 kW dengan kapasitas MCCB utama pada panel utama sebesar 105 A. Nilai pada grounding menggunkan data lapangan didapatkan nilai perhitungan 2,78 Ω dan data yang didapat dari hasil perhitungan menurut SNI bernilai 4,15 Ω

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Evaluasi perancangan metode jala sudut proteksi petir eksternal pada gedung laboratorium sentral ilmu hayati universitas borneo tarakan

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

.Petir merupakan suatu proses peristiwa di atmosfer berupa pelepasan listrik dari awan bermuatan. Pada saat pelepasan muatan ini menuju suatu objek, yang bisa disebut dengan sebutan sambaran petir. Bangunan tinggi merupakan salah satu objek yang memiliki kemungkinan besar tersambar petir, oleh karena itu pentingnya untuk memproteksi bangunan tinggi dengan sistem yang handal. Kerusakan pada sarana dan peralatan proteksi handal agar dapat melindungi dan mengamankan bangunan dari sambaran petir, sehingga sarana dalam bangunan tersebut dapat berfungsi dengan baik. Sistem penangkal petir meliputi penangkal petir eksternal, penangkal petir dibuat dan mempunyai tahanan pentahanan/pembumian yang sekecil mungkin. Tujuanya adalah ketika terjadi petir, arus dapat mengalir ke dalam tanah secara cepat dan netral. Sistem proteksi eksternal pada dasarnya terdiri dari terminasi udara (Air terminal), konduktor penyalur (Down Conductor), dan sistem pembumian (Grounding). Cara kerja penangkal petir, anti petir atau penyalur petir sistem proteksi petir eksternal adalah pada saat permukaan awan sudah dipenuhi muatan ion negatif dan mulai mencari pembuangan maka secara otomatis muatan ion positif yang ada didalam bumi (Grounding System) akan tertarik muatan ion negatif yang ada di awan (seperti magnet). Oleh karena itu dapat dikatakan penangkal petir, anti petir atau penyalur petir sistem proteksi petir eksternal yaitu sebuah media perantara penghantar ion positif yang ada dibumi agar energi utama arus petir tidak merusak benda apapun yang dilewatinya. Metode yang digunakan dalam penentuan proteksi petir yaitu metode jala untuk keperluan perlindungan permukaan yang datar karena bisa melindungi seluruh permukaan bangunan. Pada nilai grounding dan penangkal petir didapatkan hasil 2 Ω, Sedangkan pada penangkal petir menggunakan metode sudut proteksi didapatkan hasil 8 terminasi udara.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Perancangan Instalasi Listrik Hybrid Menggunakan Sumber Jaringan Listrik PLN dan Pembangkit Listrik Tenaga surya Pada Bangunan Gedung Sekolah SMPN 7 Kota Tarakan

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Perancangan instalasi listrik pada bangunan gedung sekolah SMPN 7 kota tarakan menghasilkan total daya dari bangunan lantai 1,2 dan 3 sebesar 53,219 kW dengan kapasitas MCCB utama pada panel utama (MDP) sebesar 125 A. Pada setiap lantai masing-masing terdiri dari 3 fasa (R,S,T) yang terhubung pada panel pembagi beban (SDP). Total daya masing-masing lantai adalah pada lantai 1 sebesar 18,117 kW, pada lantai 2 dan 3 sebesar 17,551 kW. Untuk luas penampang kabel yang digunakan adalah 16 mm^2 pada MCCB utama panel utama (MDP), kemudian 4 mm^2 ke panel pembagi beban (SDP) dan 2,5 mm^2 dari panel pembagi beban (SDP) menuju ke masing-masing beban instalasi. Pada nilai grounding instalasi dan penangkal petir didapatkan hasil 2 Ω. Sedangkan pada penangkal petir menggunakan metode sudut proteksi didapatkan hasil 8 terminasi udara. Pada perancangan PLTS hybrid dengan grid PLN dan back up baterai akan menanggung beban instalasi penerangan gedung lantai 1 2 dan 3 sebesar 23,376 kW dari total beban keseluruhan sebesar 53,219 kW yang akan beroperasi selama 7 jam pemakaian sehingga menjadi 163,632 kW. Dengan TCF array surya 98 % dan (PV area) seluas 200,88 m^2 dengan jumlah modul surya berkapasitas 340 Wp sebanyak 104 modul dan daya yang dibangkitkan/output sebesar 35133,91 Wp. Jumlah dan kapasitas SCC yang digunakan adalah 7 buah SCC 100 A. Sedangkan kapasitas dan jumlah baterai adalah 104 baterai ukuran 2 V 1000 Ah. Dengan kapasitas inverter sebesar 30 kW dan Kemiringan array surya (tilt angle) pada lokasi penelitian didapatkan maksimum 20,45°.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail