ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi perancangan instalasi listrik pada gedung Gereja GPdI “Elim” dengan tujuan memastikan aspek keamanan dan kesesuaian teknis. Berdasarkan hasil evaluasi, ditemukan bahwa distribusi beban pencahayaan terdiri dari 4 titik di area altar, 20 lampu di area jemaat, dan 1 lampu di area teras, di mana jumlah titik lampu di lapangan tersebut telah sesuai dengan data aktual hasil perhitungan. Dalam aspek proteksi kelistrikan, hasil perhitungan evaluasi kapasitas MCB untuk gedung gereja adalah sebesar 25 Ampere dengan penggunaan luas penampang penghantar yang disarankan sebesar 2,5 mm². Sementara itu, pada sistem pembumian, pengukuran awal menunjukkan nilai resistansi tanah sebesar 74,8 Ohm, sehingga untuk meningkatkan standar keamanan, sistem grounding harus dikonfigurasi secara paralel guna mereduksi nilai resistansi hingga mencapai 0,38 Ohm
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Listrik merupakan salah satu kebutuhan yang tak terlepaskan dari kehidupan. Dimana kebutuhan listrik sangatlah penting didalam pembangunan infrastrusktur gedung sekolah. Perancangan instalasi Listrik pada bangunan sekolah MA dan MTs As’adiyah Sebatik. Dari hasil observasi ditemukan beberapa ketidaksesuaian dalam pemasangan instalsi baik dari teknis maupun jenis bahan digunakan yang tidak sesuai dengan standar PUIL 2011. Dari hasil perhitungan perancangan imstalasi listrik pada setiap ruangan itu menggunakan jenis lampu TL = 36 watt untuk ruangan koridor menggunakan jenis lampu SL = 20 watt. Pada perancangan menggunakan 3 fasa yaitu R, S, T dimana lantai 1 dan 2 fasa (R) sebesar 11.972 watt, kantor dan R. komputer fasa (S) sebesar 12.574 watt, musholla dan R. komputer fasa (T) sebesar 11.920 watt. Jadi total keseluruhan daya pada hasil perhirungan sebesar 36.466 watt. Untuk luas penampang kabel yang digunakan pada setiap beban dari hasil perhitungan yaitu 2,5 mm2 dan luas penampang kabel pada MCB pengaman yaitu 4 mm2. jenis tanah adalah tanah liat dengan nilai pentanahan didapatkan yaitu sebesar 0,42 ῼ dan telah memenuhi standar PUIL 2011 yaitu ˂ 5 ῼ.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
.Evaluasi Perancangan Instalasi Listrik dilakukan Pada Gedung SMPN 14 Tarakan bertujuan untuk mengetahui kelayakan gedung SMPN 14 Tarakan berlokasi di Karang Anyar, Kec.Tarakan Barat, Kota Tarakan, Kalimantan Utara. Pada penelitian ini Melakukan perbandingan data dari CV. Mufid Consulindo dengan hasil pengukuran menggunakan alat lux meter. Didapatkan beban gedung SMPN 14 Tarakan pada bangunan sekolah SMPN 14 kota Tarakan, setiap lantai terdiri dari 3 fasa (R,S,T) .Daya pada lantai 1 sebesar 14,085 kW, lantai 2 sebesar 15,743 kW, dan lantai 3 sebesar 11,703kW dan total daya keseluruhan dari lantai 1, 2 dan 3 sebesar 41,531 kW dengan kapasitas MCCB utama pada panel utama sebesar 105 A. Nilai pada grounding menggunkan data lapangan didapatkan nilai perhitungan 2,78 Ω dan data yang didapat dari hasil perhitungan menurut SNI bernilai 4,15 Ω
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Perancangan instalasi listrik pada bangunan rumah toko ( ruko ) dilingkas ujung menghasilkan total daya dari bangunan lantai 1 ,2 ,dan 3 sekitar 9,10 kW dengan kapasitas MCCB panel utama 25 A . pada setiap lantai dibagi menjadi 3 fasa ( R, S, T ) kemudian akan di kelompokkan menjadi beberapa grup . Grup nya yaitu Grup penerangan , grup stopkontak ,dan grup AC. Untuk total daya pada lantai 1 sebesar 3,50 KW, untuk lantai 2 sebesar 3,33 KW dan lantai 3 sebesar 2,88 KW. pada luas penampang yang digunakan setiap lantai 2,5 mm2. sedangkan untuk nilai pentanahan pada sebesar 5,85 Ω .
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Perancangan instalasi listrik pada bangunan gedung sekolah SMPN 7 kota tarakan menghasilkan total daya dari bangunan lantai 1,2 dan 3 sebesar 53,219 kW dengan kapasitas MCCB utama pada panel utama (MDP) sebesar 125 A. Pada setiap lantai masing-masing terdiri dari 3 fasa (R,S,T) yang terhubung pada panel pembagi beban (SDP). Total daya masing-masing lantai adalah pada lantai 1 sebesar 18,117 kW, pada lantai 2 dan 3 sebesar 17,551 kW. Untuk luas penampang kabel yang digunakan adalah 16 mm^2 pada MCCB utama panel utama (MDP), kemudian 4 mm^2 ke panel pembagi beban (SDP) dan 2,5 mm^2 dari panel pembagi beban (SDP) menuju ke masing-masing beban instalasi. Pada nilai grounding instalasi dan penangkal petir didapatkan hasil 2 Ω. Sedangkan pada penangkal petir menggunakan metode sudut proteksi didapatkan hasil 8 terminasi udara. Pada perancangan PLTS hybrid dengan grid PLN dan back up baterai akan menanggung beban instalasi penerangan gedung lantai 1 2 dan 3 sebesar 23,376 kW dari total beban keseluruhan sebesar 53,219 kW yang akan beroperasi selama 7 jam pemakaian sehingga menjadi 163,632 kW. Dengan TCF array surya 98 % dan (PV area) seluas 200,88 m^2 dengan jumlah modul surya berkapasitas 340 Wp sebanyak 104 modul dan daya yang dibangkitkan/output sebesar 35133,91 Wp. Jumlah dan kapasitas SCC yang digunakan adalah 7 buah SCC 100 A. Sedangkan kapasitas dan jumlah baterai adalah 104 baterai ukuran 2 V 1000 Ah. Dengan kapasitas inverter sebesar 30 kW dan Kemiringan array surya (tilt angle) pada lokasi penelitian didapatkan maksimum 20,45°.