Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

7 hasil
Subjek: PUIL 2011
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Evaluasi Instalasi Listrik Gedung SMP dan SMA Muhammadiyah Boarding School Kota Tarakan Berdasarkan Standar PUIL 2011

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Gedung SMP dan SMA Muhammadiyah Boarding School Tarakan yang berlokasi di Juata Permai, Kecamatan Tarakan Utara, mulai beroperasi sejak Juli 2019. Ditemukan permasalahan berupa intensitas pencahayaan yang tidak memadai. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi instalasi listrik gedung tersebut berdasarkan standar PUIL 2011 menggunakan metode deskriptif kuantitatif melalui observasi lapangan dan pengukuran langsung pada 42 ruangan di tiga lantai. Parameter yang dievaluasi meliputi indeks ruang (k), jumlah titik beban, intensitas penerangan, kapasitas MCB, dan kemampuan hantar arus (KHA) kabel. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sebagian besar ruangan belum memenuhi standar intensitas penerangan PUIL 2011 sehingga memerlukan penambahan atau penggantian titik lampu. Luas penampang kabel 2,5 mm² yang terpasang telah memenuhi standar minimum. Namun, MCB utama 50 A tidak memadai untuk total beban 46.944 W dan perlu ditingkatkan menjadi minimal 100 A. Penelitian ini merekomendasikan penambahan titik cahaya, peningkatan kapasitas MCB utama, penyeimbangan beban antar fasa, serta inspeksi instalasi listrik secara berkala.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Evaluasi Instalasi Listrik Gedung Fakultas Kedokteran Universitas Borneo Tarakan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

EVALUATION OF THE ELECTRICAL INSTALLATION OF THE FACULTY OF MEDICAL BUILDING, UNIVERSITY OF BORNEO TARAKAN Abstract Evaluation of electrical installations in new buildings is necessary to ensure compliance with PUIL 2011 standards, especially in protection, lighting and conduction systems. This research aims to assess the condition of the electrical installations of the Faculty of Medicine, University of Borneo, Tarakan Building and provide recommendations for improvement. This research uses a quantitative descriptive method carried out through field observations, measurements and analysis based on PUIL 2011. The results show that the electrical load on Floor 1 is 72.90 kW with a current of 138.45 A and MCB 160 A. Floor 2 is 7.91 kW with a current of 15.03 A and MCB 16 A, while Floor 3 is 257.53 kW with a current of 489.09 A and MCB 630 A. All currents are still below the safety capacity. The use of 4mm cables on Floor 1 and 2.5mm on Floors 2 and 3 still meets the current carrying capacity. However, there is a load imbalance between phases. Electrical installations are not yet fully up to standard and require repairs to increase safety and efficiency

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Evaluasi Instalasi Listrik Gedung Gereja GPDI "ELIM" Sanur Tulin Onsoi Kabupaten Nunukan

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi perancangan instalasi listrik pada gedung Gereja GPdI “Elim” dengan tujuan memastikan aspek keamanan dan kesesuaian teknis. Berdasarkan hasil evaluasi, ditemukan bahwa distribusi beban pencahayaan terdiri dari 4 titik di area altar, 20 lampu di area jemaat, dan 1 lampu di area teras, di mana jumlah titik lampu di lapangan tersebut telah sesuai dengan data aktual hasil perhitungan. Dalam aspek proteksi kelistrikan, hasil perhitungan evaluasi kapasitas MCB untuk gedung gereja adalah sebesar 25 Ampere dengan penggunaan luas penampang penghantar yang disarankan sebesar 2,5 mm². Sementara itu, pada sistem pembumian, pengukuran awal menunjukkan nilai resistansi tanah sebesar 74,8 Ohm, sehingga untuk meningkatkan standar keamanan, sistem grounding harus dikonfigurasi secara paralel guna mereduksi nilai resistansi hingga mencapai 0,38 Ohm

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Evaluasi Instalasi Listrik Pada Gedung Sekolah Dasar 030 Tarakan

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTARK - Instalasi listrik merupakan suatu bagian penting yang terdapat dalam sebuah bagunan atau gedung yang berfungsi menyalurkan energi listrik dari Kilo Watt Per Hour Meter (KWH) ke titik-titik beban. Dalam melakukan instalasi listrik baik rumah maupun gedung diharuskan untuk mengikuti aturan dalam Persyaratan Umum Instalasi Listrik Tahun 2011 (PUIL 2011). Dari hasil perhitungan evaluasi instalasi listrik pada setiap ruangan itu menggunakan jenis lampu TL = 36 watt, untuk ruangan koridor menggunakan jenis lampu SL = 20 watt. Pada evaluasi menggunakan 3 fasa yaitu R, S, T dimana lantai 1 fasa (R) sebesar 2599 watt Dari hasil perhitungan evaluasi instalasi listrik pada setiap ruangan itu menggunakan jenis lampu TL = 36 watt untuk ruangan koridor menggunakan jenis lampu SL = 20 watt. Pada evaluasi menggunakan 3 fasa yaitu R, S, T dimana lantai 2 fasa (S) sebesar 2968 watt Dari hasil perhitungan evaluasi instalasi listrik pada setiap ruangan itu menggunakan jenis lampu TL = 36 watt untuk ruangan koridor menggunakan jenis lampu SL = 20 watt. Pada perancangan menggunakan 3 fasa yaitu R, S, T dimana lantai 3 fasa (T) sebesar 3718 watt Total dari keseluruhan fasa R,S,T adalah 9285 Watt Untuk luas penampang kabel yang digunakan pada setiap beban dari hasil perhitungan yaitu 2,5 mm2, kapasitas MCB fasa R 20 A, fasa S 20 A dan fasa T 20 A. Dari ovservasi pemasangan pentanahan tidak sesui dengan hasil perhitungan. Untuk pentanahan (grounding) pada lokasi penelitian jenis tanah adalah tanah liat dengan nilai pentanahan didapatkan yaitu sebesar 5 ῼ.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Perancangan Instalasi Penerangan Pada Gedung DPRD Provinsi Kalimantan Utara

2024•

.Instalasi listrik merupakan salah satu bagian yang sangat penting dalam pembangunan gedung bertingkat untuk melindungi keselamatan manusia yang berada didaerah sekitar sehingga aman dari sengatan listrik.. Maka dari itu, seorang perencana haruslah memahami betul peraturan-peraturan yang berlaku untuk setiap pemasangan instalasi listrik khususnya pada instalasi penerangan. Untuk mengetahui persyaratan umum instalasi listrik agar dapat merancang suatu rangkaian yang aman dan baik, dapat berpedoman pada standar Persyaratan Umum Instalasi Listrik (PUIL) 2011. Gedung DPRD Provinsi Kalimantan Utara merupakan gedung bertingkat yang dalam tahap pembangunan.Untuk menunjukkan kenyamanan pada anggota Dewan Perwakilan Rakyat beserta staf, gedung tersebut memerlukan sistem perancangan instalasi penerangan yang baik sesuai dengan standar Persyaratan Umum Instalasi Listrik (PUIL)2011. Dari hasil penelitian pada gedung DPRD Provinsi Kalimantan Utara diperoleh hasil perhitungan, total daya yang didapatkan pada gedung sebesar 394060 Watt, dengan pengaman MCCB 901 Ampere, dengan daya lantai 1 sebesar 166896 Watt, lantai 2 sebesar 224172, dan lantai 3 sebesar 2992 watt. Untuk perhitungan jatuh tegangan hasil yang didapatkan sesuai dengan standar yang ditetapkan PUIL ≤4%.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EVALUASI PERANCANGAN INSTALASI LISTRIK PADA GEDUNG SEKOLAH DASAR NEGERI 035 KOTA TARAKAN

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

EVALUASI PERANCANGAN INSTALASI LISTRIK PADA GEDUNG SEKOLAH DASAR NEGERI 035 KOTA TARAKAN Abstrak Listrik memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Semakin bertambahnya jumlah penduduk maka semakin besar pula energi listrik yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Hal ini bisa kita lihat dari kehidupan sehari-hari, hampir setiap bangunan membutuhkan energi listrik seperti sekolah atau kampus, perkantoran, rumah sakit, hotel, dan sebagainya. Dalam oprasionalnya, gedung-gedung bertingkat tersebut pasti memerlukan sistem perancangan instalasi penerangan yang baik dan berkualitas. Instalasi penerangan merupakan suatu instalasi listrik yang bebannya merupakan komponen penerangan. Rangkaian instalasi penerangan terdiri dari beberapa komponen listrik yang saling terhubung dari sumber listrik ke beban yang terletak pada suatu tempat atau ruangan tertentu. Instalasi penerangan umumnya dirangkai dari beberapa titik cahaya sehingga dapat terbentuk suatu sistem yang mempunyai fungsi untuk menerangi suatu tempat. Untuk merancang suatu sistem rangkaian untuk instalasi penerangan, kita harus mempunyai rencana pemasangan sehingga mempunyai acuan dalam pemasangan instalasi tersebut. Selain itu suatu instalasi penerangan dapat berfungsi dengan baik dan aman apabila memenuhi syarat pemilihan pengaman dan juga penghantar. Maka dari itu, seorang perencana haruslah memahami betul peraturan-peraturan yang berlaku untuk setiap pemasangan instalasi listrik khususnya pada instalasi penerangan. Untuk mengetahui persyaratan umum instalasi listrik agar dapat merancang suatu rangkaian yang aman dan baik, dapat berpedoman pada standar Persyaratan Umum Instalasi Listrik (PUIL) 2011. Evaluasi instalasi listrik pada bangunan sekolah dasar 035 kota tarakan menghasilkan total daya dari bangunan lantai 1, 2, dan wc bagian luar sebesar 4.636 Watt (4.63) KW dengan kapasitas MCCB panel utama 20 A . pada setiap lantai menggunakan tegangan 1 fasa, kemudian akan di kelompokkan menjadi beberapa grup. Grup nya yaitu grup penerangan. Untuk total daya pada lantai 1 sebesar 2.554 Watt (2,55 KW), untuk lantai 2 sebesar 1.938 (1.93 KW) dan pada bangunan wc luar sebesar 144 W. Pada jenis dan luas penampang kabel yang digunakan setiap lantai adalah NYY 3 x 2,5 mm2. Untuk nilai pentanahan sebesar 2,6 Ω, dan pada nilai susut tegangan sebesar 5% dapat berpedoman pada standar Persyaratan Umum Instalasi Listrik (PUIL) 2011.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI KASUS RANCANGAN INSTALASI LISTRIK PADA GEDUNG LABORATORIUM SENTRAL ILMU HAYATI UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Studi kasus rancangan instalasi listrik pada gedung Laboratorium Sentral Ilmu Hayati Uniersitas Borneo Tarakan, memiliki total daya pada gedung sebesar 140694,9 Watt, dengan pengaman MCCB 355 Ampere. Daya pada lantai 1 sebesar 41824 Watt, 48748 Watt pada lantai 2 dan 50122,9 pada lantai 3 dan top floor. Setiap lantai di bagi mejadi 2 grub yaitu grup instalasi penerangan dan stopkontak (STC) di mana tiap grub di bagi menjadi 3 fasa R, S, T. Pada lantai 1 daya grup instalasi penerangan sebesar 5240 Watt, 36584 Watt untuk grup stopkontak, pada lantai 2 daya grup instalasi penerangan sebesar 5144 Watt, 43604 Watt untuk grup stopkontak, pada lantai 3 dan top floor daya grup instalasi penerangan sebesar 5480 Watt, 44642,9 Watt untuk grup stopkontak. Untuk pengaman pada grup instalasi penerangan menggunakan MCCB 16 Ampere dan 100 Ampere untuk grup stopkontak. Drop Voltase atau jatuh tegangan pada tiap lantai di dapatkan pada lantai 1 adalah 0,65%, 0,76% pada lantai 2, 0,78% pada lantai 3. Hasil yang di dapatkan sesuai dengan standar instalasi listrik yang di tetapkan oleh PUIL 2011 yaitu jatuh tengan ≤ 4 %.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail