ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi perancangan instalasi listrik pada gedung Gereja GPdI “Elim” dengan tujuan memastikan aspek keamanan dan kesesuaian teknis. Berdasarkan hasil evaluasi, ditemukan bahwa distribusi beban pencahayaan terdiri dari 4 titik di area altar, 20 lampu di area jemaat, dan 1 lampu di area teras, di mana jumlah titik lampu di lapangan tersebut telah sesuai dengan data aktual hasil perhitungan. Dalam aspek proteksi kelistrikan, hasil perhitungan evaluasi kapasitas MCB untuk gedung gereja adalah sebesar 25 Ampere dengan penggunaan luas penampang penghantar yang disarankan sebesar 2,5 mm². Sementara itu, pada sistem pembumian, pengukuran awal menunjukkan nilai resistansi tanah sebesar 74,8 Ohm, sehingga untuk meningkatkan standar keamanan, sistem grounding harus dikonfigurasi secara paralel guna mereduksi nilai resistansi hingga mencapai 0,38 Ohm
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Fenomena alam yang sering terjadi di wilayah beriklim tropis seperti Indonesia dan berpotensi menimbulkan kerusakan pada bangunan maupun peralatan listrik. Gedung Perpustakaan Universitas Borneo Tarakan sebagai fasilitas pendidikan yang menyimpan berbagai perangkat elektronik dan koleksi penting memerlukan sistem proteksi petir yang baik untuk mengurangi risiko kerusakan akibat sambaran petir. Oleh karena itu, perlu dilakukan evaluasi terhadap sistem penangkal petir pada gedung tersebut untuk mengetahui tingkat keandalan dan efektivitas sistem proteksi yang terpasang. Hasil perhitungan dan analisis yang dilakukan, diperoleh nilai resistansi tanah pada Gedung Perpustakaan Universitas Borneo Tarakan sebesar 0,66 Ω yang menunjukkan bahwa sistem pentanahan pada gedung tersebut berada dalam kondisi baik. Data hari guruh selama tahun 2024 tercatat sebanyak 104 hari. Dari data tersebut diperoleh nilai indeks bahaya sambaran petir (R) sebesar 19 yang menunjukkan tingkat bahaya sambaran petir yang sangat besar. Selanjutnya diperoleh nilai kerapatan sambaran petir (Ng) sebesar 13,284 sambaran/km² per tahun. Hasil perhitungan area proteksi (Ae) pada gedung perpustakaan adalah sebesar 581.816,02 m². Berdasarkan nilai Ng dan Ae tersebut, diperoleh nilai frekuensi sambaran petir langsung per tahun (Nd) sebesar 7,72 sambaran/tahun. Sementara nilai frekuensi sambaran petir tahunan yang diperbolehkan (Nc) adalah sebesar 10⁻¹ per tahun. Karena nilai Nd lebih besar dibandingkan dengan nilai Nc (Nd > Nc), maka gedung tersebut memerlukan sistem proteksi petir yang memadai. Dari hasil analisis tersebut diperoleh nilai efisiensi sistem proteksi petir sebesar 98%. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Gedung Perpustakaan Universitas Borneo Tarakan memiliki tingkat risiko sambaran petir yang tinggi sehingga memerlukan sistem proteksi petir yang efektif untuk melindungi bangunan dan peralatan di dalamnya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
This study aimed to evaluate the external lightning protection system installed at the Regional Library Building of Tarakan City using the Mesh and Rolling Sphere Methods in accordance with PUIPP and SNI 03-7015-2004 standards. The evaluation was conducted to ensure the level of protection of the building against lightning strikes and the suitability of the grounding resistance value to applicable standards. A descriptive quantitative method was employed, with field data collected on building dimensions, thunderstorm day frequency, and grounding resistance measured using an Earth Meter. The calculation results indicated that the protected area covered 2,327.01 m², with a direct lightning strike frequency of 3.09 times per year and a Level II protection classification with an efficiency of 0.96. The ground resistance value obtained from field measurements was 0.488 Ω, while the value calculated based on SNI standards was 0.1426 Ω. Furthermore, analysis using the rolling sphere method showed that a sphere radius of 30 meters with a lightning current of 93.21 kA did not make contact with any part of the building, indicating that the external lightning protection system was functioning properly. Based on the analysis, the lightning protection system of the building complied with safety standards and operated effectively; nevertheless, periodic inspections were recommended to ensure sustained optimal system performance.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Evaluasi penangkal petir eksternal menggunakan metode sudut proteksi dan bola bergulir pada gedung Main Plan pada PT. Phoenix Resources Internasional Tarakan, dapat mencegah sambaran petir dengan menggunakan sistem grounding pelat yang dipasang dalam tanah yang ada pada Gedung Main Plan. Berdasarkan hasil pengukuran di lapangan, hasilnya adalah 0,51 Ω. Hasil analisa menggunakan metode sudut proteksi pada sudut 25˚, dengan radius alas sebesar sebesar 16,08 m atau lebar 32,16 m pada terminasi udara dengan ketinggian bangunan sebesar 32,5 m, radius alas sebesar 17,48 m atau lebar 34,96 m pada terminasi udara dengan ketinggian bangunan sebesar 35,5 m, radius alas sebesar 18,88 m atau lebar 37,76 m pada terminasi udara dengan ketinggian bangunan sebesar 38,5 m, radius alas sebesar 20,28 m atau lebar 40,56 m pada terminasi udara dengan ketinggian bangunan sebesar 41,5 m. Adapun hasil analisa yang dilakukan dengan metode bola bergulir, bola tersebut memiliki radius bola 30 meter dan arus puncak petir sebesar 187,2 kA dengan jarak sambar petir sebesar 299,9 m dan nilai sudut terlindung sebesar 62,2˚ dengan radius perlindungan sebesar 139,6 m pada terminasi udara dengan ketinggian bangunan sebesar 32,5 m, 61˚ dengan radius perlindungan sebesar 145,2 m pada terminasi udara dengan ketinggian bangunan sebesar 35,5 m, 59,8˚ dengan radius perlindungan sebesar 150,5 m pada terminasi udara dengan ketinggian bangunan sebesar 38,5, dan 58,7˚ dengan radius perlindungan yang di peroleh sebesar 155,5 m pada terminasi udara dengan ketinggian bangunan sebesar 41,5 m.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Lightning is a natural phenomenon that occurs in the atmosphere. Lightning is a surge of charge in the form of an electrical discharge from a charged cloud. The discharge that occurs can hit an object such as the earth's surface. The existence of tall buildings on the earth's surface is the closest object that can be struck by lightning The effects of lightning strikes are very dangerous for humans and can cause damage to buildings. To prevent the danger of lightning strikes, a lightning rod is installed. Lightning protection consists of two types, namely internal lightning and external lightning protection. The research discussed external lightning protection. External lightning protection consists of Air Termination, Down Conductor and Earth Termination (Grounding). Based on the results of field measurements, the grounding calculation result was 2.112. The analysis using the protection angle method resulted in an angle formed of 45 with a base radius of 38,75 meters. Furthermore, employing the rolling sphere method produced a spherical radius of 60 meters and a lightning current of 234.89 kA.