Abstrak
Tuberkulosis paru merupakan penyakit infeksi menular yang masih menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia, dengan masalah keperawatan yang sering muncul adalah bersihan jalan napas tidak efektif akibat penumpukan sekret di saluran pernapasan. Intervensi nonfarmakologis seperti Active Cycle of Breathing Technique (ACBT) dan teknik batuk efektif dapat membantu mengatasi masalah tersebut. Penulisan karya ilmiah akhir ners ini bertujuan untuk menerapkan teknik batuk efektif dan ACBT dalam mengatasi bersihan jalan napas tidak efektif pada pasien tuberkulosis paru. Karya ilmiah ini menggunakan metode laporan kasus (case report) pada dua orang pasien tuberkulosis paru dengan masalah bersihan jalan napas tidak efektif, dengan intervensi yang diberikan selama tiga hari dan durasi 15–20 menit setiap sesi. Setelah diberikan intervensi, frekuensi napas menurun dari 25×/menit menjadi 18×/menit, saturasi oksigen meningkat dari 95% menjadi 100%, dan pengeluaran sputum meningkat dari belum mampu menjadi 2,5 ml. Penerapan ACBT dan teknik batuk efektif efektif dalam mengatasi masalah bersihan jalan napas tidak efektif pada pasien tuberkulosis paru, yang ditandai dengan penurunan frekuensi pernapasan, peningkatan saturasi oksigen, peningkatan pengeluaran sputum, dan perbaikan bunyi napas. Oleh karena itu, intervensi ini direkomendasikan sebagai tindakan keperawatan nonfarmakologis yang dapat diterapkan secara rutin sebagai pendamping terapi medis untuk membantu meningkatkan bersihan jalan napas pada pasien tuberkulosis paru.